Kamis, 04 November 2021

Semua Lagu Solo BTS JIN Memiliki Pesan Sekuat Vokalnya




ARMY Sedunia, khususnya yang ngebias BTS Jin aka Kim Seok Jin, saat ini sedang menunggu rilis “Yours”, ost Jirisan yang dinyanyikan si Worldwide Handsome. Mereka antusias dan memiliki goal untuk menjadikan ost “fake maknae” BTS ini sebagai Best OST di MMA. Fighting!

Jin sebagai member visual BTS menjadi trending berkali-kali di kalangan non penggemar BTS, bahkan pada 2015 di karpet merah Melon Music Awards, Jin menjadi trending sebagai "Car Door Guy" hanya karena visual dan ketampanannya yang memukau. Namun karena hal ini juga yang membuat banyak ARMY berpikir seharusnya Jin bisa menunjukkan pesonanya lebih banyak lagi, dan menganggap Jin diperlakukan tidak adil karena tidak mendapatkan jatah lirik lagu dan penampilan sebanyak member lain. Blah! Jujur saja saya sebel banget sama ARMY yang hobi banget ribut dan protes soal pembagian jatah lirik lagu dan penampilan ini. Nggilani.

Di BTS (dan mungkin di semua boyband), pembagian jatah menyanyi ditentukan melalui kriteria siapa yang dapat menyanyi paling baik di sebuah lagu atau di bagian lagu tertentu. Dalam lagu “Dead Leaves” misalnya, Jin dapat jatah menyanyi di permulaan karena dia mampu membawakannya lebih baik dari yang lain. Jimin pernah berkomentar bahwa awalnya dia sebenarnya menginginkan jatah itu, tapi  dia juga mengakui bahwa Jin telah melakukannya lebih baik darinya.

ARMY seharusnya bisa memaklumi hal-hal seperti ini. Apalagi dalam beberapa wawancara, Rap Monster juga member lain sudah berusaha menjelaskan bahwa mereka memilih penyanyi dan membagi lirik lagu berdasarkan siapa yang paling baik dalam menyanyikannya. Jadi pembagian jatah lirik lagu di BTS memang bukan berdasarkan keadilan/ sama rata tapi lebih kepada berdasarkan kebutuhan, kesesuaian nada/suara. Secara kan emang karakter suara member BTS berbeda-beda.

Tapi meski sebal dengan protes ARMY, saya juga memaklumi kemungkinan mereka protes karena nggak tahu bahwa tidak semua idol itu memiliki kemampuan vocal sesuai tingkat ketampanan wajahnya. Hahaha… Saya pernah membaca wawancara Kim Sung-eun, pelatih vokal Jin, V dan JK di tahun awal (tahun ini penting diketahui kalau sosok ini yang turut membentuk dasar vocal member BTS), yang mengatakan, ketika Jin masih menjadi seorang trainee idola di Big Hit Entertainment, dia berlatih menyanyikan lagu Asher Book “Try” saja belum bisa. Namun seiring berjalannya waktu dengan latihan keras (yang diakui oleh Jin sendiri) beberapa tahun kemudian barulah kemampuan vocal Jin membaik dan semakin bagus seperti sekarang.

Dari hasil kerja kerasnya mengasah vocal, Jin yang juga tidak menonjol dalam koreografi/ dance,  sekarang sudah sanggup menunjukkan suara emasnya yang berkarakter, lembut dan emosional. Stabilitas dan jangkauan vocal Jin berada di luar tangga lagu. Makanya banyak kritikus dan ahli yang memuji Jin memiliki “Silver Voice”, Crystal Voice”, dan pujian bagus lainnya.

Saya sendiri, setiap kali mendengarkan suara Jin, sering merasa kewalahan dengan emosi karena falsetto-nya yang sangat indah. Apalagi kalau Jin menyanyi di lagu-lagu balada BTS seperti "Crystal Snow," "Don't Leave Me," dan "The Truth Untold". Suara Jin terdengar paling mononjol, kalau seumpama cahaya gitu suara Jin paling bersinar terang.

Sebenarnya ARMY yang selalu menginginkan pesona lebih banyak dan menikmati suara lebih banyak Jin,  daripada ribut melulu dan sok iyes protas-protes, mendingan rajin streaming atau dengerin lagu solo Jin yang menunjukkan lebih banyak kekuatan vokalnya sekaligus membagikan banyak pesan.

1. Awake

Lagu solo pertama Jin yang ditulis oleh Bang PD ini ada di album Wing BTS . Dalam lagu ini Jin seolah curhat bagaimana dia berusaha untuk terus menjadi lebih baik terlepas dari banyaknya kekurangan yang ia miliki.

Jin merasa ragu untuk bermimpi besar karena dia takut gagal dan menggunakan simbolisme sayap kupu-kupu untuk mencerminkan keinginannya untuk terbang tinggi menuju kesuksesan.

"Mungkin aku, aku tidak akan pernah bisa terbang. Aku tidak bisa terbang seperti kelopak bunga di sana atau seolah-olah aku punya sayap. Mungkin aku, aku tidak bisa menyentuh langit. Tetap saja, aku ingin merentangkan tanganku. Aku ingin lari, sedikit lagi."

Ketika mendengarkan suara Jin di lagu ini sambil rebahan, saya seakan diingatkan untuk "berjuang dan berjuang" melalui rasa tidak aman dan meski sambil berbaring diingatkan kalau masih bisa memimpikan masa depan. Gimana nggak emosional banget rasanya?

 

2. Epiphany

Setelah 'Awake', Bang PD menciptakan Epiphany untuk dinyanyikan Jin di album 'Love Yourself: Answer'.

Ephiphany banyak menuai pujian selain karena nadanya yang indah, juga karena pesan yang terkandung di dalamnya. Lagu ballad ini menceritakan pesan untuk mencintai diri sendiri, sesuatu yang dinilai penting dalam kehidupan masyarakat modern.

Menurut kamus Ephipany artinya "pencerahan" atau"manifestasi atau persepsi tiba-tiba dari sifat esensial atau makna sesuatu." Dengan kata lain "Epiphany" Jin merupakan kesadaran Jin berkaitan dengan mengakui harga dirinya yang muncul secara tiba-tiba/ datang begitu saja. 

Setelah hidup untuk orang lain begitu lama, Jin tidak bisa lagi menahan "badai" di dalam hatinya, jadi dia membuat beberapa perubahan yang sangat dibutuhkan dalam hidupnya untuk akhirnya menempatkan dirinya sebagai yang pertama.

"Akulah yang harus kucintai di dunia ini. Mencerahkanku, jiwaku yang berharga. Akhirnya aku sadar jadi aku mencintaiku. Tidak begitu sempurna tapi begitu cantik. Akulah yang harus kucintai."

Alih-alih menikmati keindahan atau apalah, saya malah menangis ketika pertama kali mendengarkan Ephipany. Seakan saya diingatkan pada rasa gugup dan gamang menghadapi dunia sendirian. Tapi  saya juga diajak optimis untuk menciptakan masa depan yang baru dan mengabaikan semua rasa tidak aman. Jin mengajak kita berdamai dengan diri sendiri.

3. "Tonight"

Tonight ini lagu pertama yang liriknya ditulis Jin sendiri. Lagu ini sedih banget, bercerita tentang ketakutan kehilangan seseorang yang terdekat/ dicintai.

Dalam sebuah postingan di blog BTS, Jin menjelaskan bahwa dia menulis lirik sambil memikirkan hewan peliharaannya yang telah meninggal. Jjanggu nama anjing lucu berwarna putih yang menginspirasi lagu ini. 

“Saat aku memejamkan mata. Rasanya saat-saat kita bersama akan muncul kembali. Saat aku memejamkan mata. Rasanya seperti aku hanya akan mengingat kenangan indah…”

4. Moon

Kalau "Tonight"didedikasikan untuk Jjanggu, "Moon" didedikasikan untuk ARMY. Jin dibantu RM dan beberapa orang untuk menulis lirik lagu yang “mengandung gula” ini.

Dalam lagu ini Jin mengumpamakan dirinya sebagai Bulan dan para penggemarnya sebagai Bumi dan mereka bekerja sama untuk terus menjaga satu sama lain.

"Kamu adalah Bumiku. Dan yang aku lihat hanyalah kamu. Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan adalah menatapmu seperti ini. Aku akan mengorbit di sekitarmu. Aku akan tetap di sisimu. Aku akan menjadi cahayamu. Semua untukmu."

Hmm.. saat dengerin Moon saya kadang nyengir sendiri, berasa sedang  dirayu/ digombali sama Bang Jin wkwkwk.

ARMY antusias dan bahagia banget ketika mendapatkan lagu Moon, untuk membalas Jin, ARMY bekerja sangat keras untuk membuat rekor. Dan beneran pecah telur eh bisa memecahkan rekor maksudnya: "Moon" mencapai No. 1 di iTunes di lebih dari 100 negara, membuat Jin menjadi satu-satunya artis di dunia yang pernah mencapai prestasi tersebut. Keren kan?

5. Abyss

Setelah Moon, Jin bikin kejutan lagi di hari ulang tahunnya ke-28 dia memberikan kado Abyss  untuk ARMY. Pertama dengerin lagu ini saya nangis. Nggak tahu saat itu saya kenapa, tapi beneran saya dengerin Abyys sambil menangis nggak jelas, lumayan keras.

Dalam sebuah surat emosional kepada ARMY, Jin menjelaskan bahwa lagu itu ternyata adalah hasil dari perasaan campur aduk yang dia rasakan akhir-akhir ini. "Sejujurnya, saya merasa lelah baru-baru ini dan saya pikir itu karena saya harus banyak berpikir tentang diri saya sendiri. Setelah kami mencapai # 1 di Hot 100 di Billboard, begitu banyak orang memberi selamat kepada saya dan saya pikir saya pantas mendengarnya. Sebenarnya , ada lebih banyak orang yang mencintai dan melakukan lebih baik dalam musik dan saya pikir tidak apa-apa untuk menerima pesan kegembiraan dan ucapan selamat ini, dan ketika saya masuk lebih dalam, saya berjuang lebih keras jadi saya hanya ingin meletakkan semuanya.”

Hmmm pantesan, feel-nya dapet banget. Ternyata oh ternyata. Lirik lagu satu ini mengungkapkan perasaan sendirian/ kesepian dan keinginan untuk bertemu seseorang lagi.  Saya mendadak ingin banget ketemu diri saya sendiri. Sambil nangis dengerin lagu ini saya corat-coret di diary dan ketika beberapa bulan kemudian saya buka lagi tuh coretan kok jadi bingung sendiri. Begini banget ya efek lagu Bang Jin?

 "Ini hanya hari lain dalam kegelapan. Aku ingin berbicara denganmu lagi. Aku ingin lebih mengenalmu hari ini."

Jin merasa ARMY semakin menjauh darinya dan dia berharap mereka bisa bersama lagi. Karena BTS dan ARMY belum pernah bertemu secara langsung selama sebagian besar tahun 2020 karena pandemi virus corona di seluruh dunia. Melalui Abyys, Jin mengungkapkan keinginannya untuk bersatu kembali dengan penggemarnya.

Oh ya selain lagu solo Jin yang saya sebutkan di atas, ada tiga lagu  versi cover yang dinyanyikan Jin, yang tentunya sama kuatnya secara emosional untuk menguras bendungan air mata yang mendengarkannya.

Autumn Outside The Post Office

Pada Juni 2018, Jin menyanyikan cover dari 'Autumn Outside The Post Office', yang lagu aslinya dinyanyikan oleh Yoon Do Hyun. Cover ini termasuk dalam rangkaian 'BTS Festa', proyek anniversary debut yang rutin diadakan BTS tiap tahun.

Lewat versi cover ini, Jin menunjukkan kemampuannya untuk membawakan lagu secara sentimental. Ia menyanyikan lagu bertempo pelan ini dengan suara yang tinggi dan juga merdu, memberikan warna unik kepada lagu bertema cinta tersebut. Romantis banget.

I Love You

Jin pernah membagikan versi cover dari 'I Love You', lagu milik band rock Korea Selatan, Mate. Melalui cover berdurasi singkat itu, Jin memberikan sentuhan unik pada lagu yang banyak dibawakan ulang oleh penyanyi lainnya itu.

Dengan versinya sendiri, Jin mengubah 'I Love You' menjadi sebuah lagu ballad yang hanya diiringi dengan instrumental piano. Pada bagian akhir cover ini, ia memberikan imbuhan berupa adlib dan falsetto nada tinggi. Keren banget pokoknya. Bang Jin benar-benar sengaja  unjuk kemampuan maksimal saat menyanyikan lagu ini.

Mom

Untuk ibunya, Jin menjajal kemampuannya membawakan 'Mom', lagu yang aslinya dibawakan oleh penyanyi solois Ra.D. Ketika menyanyikan lagu ini, Jin lagi-lagi mengeksplorasi area musik yang berusaha dikuasainya, yaitu ballad yang sentimental dan emosional. Dengan teknik bernyanyinya, ia menyampaikan pesan dalam lagu tersebut, yaitu rasa cinta dari seorang anak kepada ibunya.

Okay, terlepas dari suara merdu dan nyanyiannya yang 99% selalu sukses bikin saya menangis, penampilan sosok laki-laki pecinta jeli yang tanpa malu selalu memuji dan mengagumi ketampanannya sendiri ini sering membuat saya tertawa dengan kegejean dan lawakan garingnya.

Jin bisa terlihat dewasa sekaligus kekanakan pada satu waktu, seakan dia ingin jujur menunjukkan bahwa meski istimewa dia tidak sempurna. Semoga ARMY memahami hal ini dan berhenti membebani Jin dengan pembelaan/ protes dan keributan yang tidak diperlukan. Daripada focus pada sisi gak penting yang mengganggu kayak gitu, mendingan kita mendukung Jin dengan mendengarkan semua lagunya yang memiliki pesan sekuat vokalnya. Yuk!

Rabu, 03 November 2021

Do You Know BTS RM? I Know RM's Solo Songs!

 


 

“Aku ingin tahu apa saja lagu track list BTS yang kamu unduh? Soalnya aku ingin unduh dan menyimpannya tapi khawatir memori ponselku jadi penuh.”

Ketika membaca pertanyaan seorang teman, saya secara otomatis membuka daftar lagu yang tersimpan di ponsel dan seketika saya sadar bahwa lagu BTS yang saya simpan ternyata dominan lagu solo RM aka Kim Namjoon. Alasannya sederhana, saya suka lirik lagu Namjoon, yang menurut saya sangat bermakna. Dalam dan bikin saya tenggelam. Lelaki ceroboh berlesung pipit yang aslinya sensitive dan puitis, hobi membaca buku dan berkebun bunga, serta suka bersepeda dan main bayi kepiting di pantai ini emang terlalu memikat dengan kemampuannya merangkai kata-kata.

1.     Moonchild

Saya ingat pertama kali mendengarkan Moonchild pada malam hari, saya menangis sampai ketiduran dan bangun dengan mata sembab di pagi hari. Moonchild ini lagu untuk saya! Thanks RM!

Moonchild atau Anak Bulan adalah representasi dari zodiak Cancer. Zodiak-nya kaum baper seperti saya yang cenderung memproteksi diri seperti kepiting, selalu berusaha menyembunyikan penderitaan dan perasaan yang dialami di ceruk terdalam hati. Uhuk!

Malalui lagu ini RM mengajak Cancerian yang tengah mengalami tekanan dalam hidup, sedang bersedih dan kesakitan untuk terus bertahan cause “We’re born to be sad, so start to be glad”, karena kegelapan tidak selamanya menakutkan. Pada masa paling jatuh sekalipun, manusia akan bisa menemukan harapan yang datang bagai sinar bulan di tengah kegelapan malam.

Oh ya, lagu yang tergabung di mixtape Mono ini kelanjutan alias liriknya nyambung banget dengan bait yang dinyanyikan RM dalam duetnya dengan V di “4 Oclock”.

2.     Too Much

“Don’t think about it too much too much too much too much, There’s no need for us to rush it through. Don’t think about it too much too much too much too much, This is more than just a new lust for you”

Di lagu yang diadaptasi RM dari lagu Drake dengan judul yang sama ini, dia curhat, menceritakan tentang rasa frustrasinya dengan menggambarkan perjuangannya di balik menjadi pemimpin grup idola karena dia sering dipandang hanya sebagai boneka.

Yah waktu dengerin curhat RM, saya merasa terhubung karena sebagai seorang PRT migran, saya juga sering merasa gak dimanusiakan karena diperlakukan seperti robot. Hahaha saya jadi ikutan curhat, Too Much!

3.     Everythingoes Ft. Nell

Jinaga… eonjenga… bunmyeonghi… hwagsilhi (Semuanya berlalu, Suatu hari nanti, Pasti… Pasti.)

Di lagu yang juga tergabung di mixtape Mono ini RM pamer vokalnya yang aslinya kece (gak kayak pas dia kumat bengeknya di Run BTS dan Bangtan Gayo). Yah seperti judulnya, lagu yang liriknya puitis ini menceritakan tentang merelakan rasa sakit. Bahwa semua di dunia ini hanya sementara. Apapun kesakitan yang kita rasakan, semua pasti berlalu seiring berjalannya waktu. Gitu.

4.     Forever Rain

Lagu RM dengan musik ballad ini benar-benar menggambarkan suasana hati yang galau. So, ketika hujan turun saat saya sedang menulis catatan ini sambil mendengarkan Forever Rain, yang konon menggambarkan rasa depresi RM, cerita tentang kesepian yang panjang dan jalan-jalan sunyi yang saya lalui seperti terlihat jelas membentang di depan mata. Seperti lirik yang ditulis RM, saya berharap agar hujan tetap turun selamanya sehingga air mata ini tidak akan menjadi perhatian orang karena terlihat jelas, agar orang-orang mengira air mata ini adalah tempias air hujan di wajah saya. Hiks.


5.     Seoul

Semua orang yang pernah mengalami benci dan cinta secara bersamaan, pasti bisa mendeskripsikan hidupnya dengan lagu ini.

RM yang notabene seorang pembaca Haruki Murakami menggambarkan perasaannya khas ala penulis favorit saya. Bahwa hidup ini sering berwarna abu-abu, tidak melulu hitam atau selalu putih, tapi berada di antara hitam dan putih. Melalui liriknya RM mendiskripsikan bahwa antara kebahagiaan dan kesedihan juga benci dan cinta itu tak bisa dipisahkan. Dalam setiap hubungan, apapun nama ikatannya dan di mana pun kita berada, apapun nama kotanya, pasti ada manis dan pahit yang kita rasakan. Yah, seperti RM dan Kota Seoul, seperti saya dan Hong Kong. Oh ya tempo lambat dan alunan musik yang keren ini bagian reff-nya kalau didengerin bakalan auto terngiang-ngiang dipikiran.

6.     Tokyo

Tokyo dalam aksara Hangeul ditulis “ # “ yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah sebuah keadaan sedang merindu. Seperti biasa si Genius Namjoon selalu cerdik dan apik dalam memilih kata-kata.

Lagu Tokyo yang merupakan pembuka dari mixtape Mono ini liriknya menggambarkan renungan RM tentang kehidupan, tentang pencarian jati diri. Tentang kerinduannya pada dirinya yang dulu. Tapi bisa juga dihubungkan dengan rasa rindu yang mendalam terhadap seseorang. Pokoknya lagu ini cocok didengarkan saat kita sedang merindu.

Wake up in Tokyo, feel like a torso

I know it's time to go

I see Pinocchio wearing a poncho

That's me some time ago

Do I miss myself?

Do I miss your face?

I don't know (I don't know)

I don't know (I don't know)

7.     Badbye (with eaeon)

Bad badbye, no goodbye

Bad badbye, no goodbye

Bad badbye, don't say goodbye

Bad badbye, cuz it's a lie

Bad badbye

Hmm lagu paling singkat ini, menurut saya yang paling pedih. Menggabarkan pedihnya perpisahan. So that’s why RM gak menyebut selamat berpisah sebagai goodbye. Sebab perpisahan hendak dipersiapkan seperti apapun, tetap aja Badbye. Nggak ada good-nya.

8.     Uhgood

Lagu Uhgood yang bisa juga diartikan pergi ini bercerita tentang perjalanan RM menemukan Kim Namjoon, sebuah perjalanan untuk menemukan diri sendiri.

Bagi kita yang sering merenung, merasa gak puas dengan diri sendiri dan sering berdialog dengan diri sendiri: masak sih gue cuman bisa kayak gini? Kok gue begini ya? Ini lagu kita, Gaes!

To be out of place, it hurts so much

If you don't experience it, it cannot be known

My ideal and what is reality

They're so far, far away

But I still want to cross that two bridges

To reach myself

To the real me, yeah yeah

To the real me, yeah

9.     Do You

Do You ini rapnya kuat dan bertenaga di atas ketukan yang lebih monoton, menciptakan trek yang intens namun menyenangkan. Bikin semangat. Saya auto gerak ketika mendengarkannya.

Liriknya bagaimana? Daebak! Seperti di lagu Baepsae dan Am I Wrong yang dinyanyikan BTS, liriknya penuh dengan kritik dan protes terhadap isu sosial di sekitar kita.

I hate self-help books the most in the world.

The bullshit talk telling people to do this or that

People have no backbone and easily believe what others say

That’s why all this bullshit end up being best-seller.

What do they know about you?

Do they understand your dreams, your hobbies?

Even if you just stop being so self-conscious, things can change a lot

Why are you born as a master of your life, but try to be a slave?

10.                        Joke

Joke atau Lelucon ini konon emang RM nyanyikan untuk “mengejek” karena saat itu dia banyak dikritik haters (lebih tepatnya dibully sih) karena berada di grup k-pop dan dianggap tidak bisa mempertahankan aliran yang sebenarnya. Jadi RM memberikan aliran/ritme yang baik di sepanjang trek yang juga menjadi lebih cepat saat rap berakhir. Seperti semacam unjuk diri: gak usah mbacot melulu, ini nih dengerin, gue bisa nge-rap!

Banyak ARMY yang menganggap ‘Joke’ sebagai salah satu karya terbaik RM karena bukan hanya menyenangkan pendengaran, tapi liriknya yang dalam dan permainan kata-kata menunjukkan bahwa hanya seorang jenius seperti RM yang bisa membuatnya.

Who’ll stop me, imma fuckin beat em, Haters like leeches, Kill me, tie me, silent me

Im so super i juss grew up, Damed motherfucker motherfucker, mix them up and break their legs

Make them do a Circus, Make them do chin ups, fuck up.

Oh ya ada beberapa lagu yang sepaket dengan Joke tapi nggak saya unduh. Kadang-kadang saja kalau kangen saya dengerin di Soundcloud. Liriknya nyaris sama, savage semua. Karena lagu di mixtape pertama RM ini emang berisi tantangan untuk haters dan orang-orang yang membully dia, tapi bukan cuma pelampiasan kemarahan kok, ada juga afirmasi dan penyemangat untuk dirinya sendiri agar tetap survive. Di antaranya ada Voice, Awakening, Monster, God Rap, Rush, Life, Adrift, dan I Believe.

Some say I'm fake, okay, I admit it, my dark past

I can justify it, but I won't, so that kind of problem won't happen again

Yeah I be real

In this moment the things that I want the most acutely

The pedal that I stepped on for 7 years has finally been oiled

You can't kill, come take it if you do wanna piece of me

Say it only with music, I don't need any other field

If you really think you ready to fly with my power

This is what R is about fella the time is now

(lirik VOICE)

I lost too many friends

You know that I did lost too many clans

Being a singer I lost too many bands

I couldn't help but spit and spit keepin repeatin too many damns

Gotta let my eyes watch too many ends

( lirik AWAKENING)

“Reft side (c'mon!)

Right side (c'mon!)

I rideumeul neukkindamyeon yeogiro (c'mon!)

R to the M I'm a mufuckin' monster R to the M I'm a mufuckin' monster R to the gimmick so get right you bitches

(lirik MONSTER)

This life I livin', I live life I livin'

You live, they leavin' I spit right I'm heaven

Sick of your I believe in me, I believe in myself

Even as time passes I'll be livin' in myself

Believe my faith believe my rap

I believe my damn voice will one day be spread

Even if I've had times where I've questioned my dream or my existence itself

I haven't ever questioned my voice, so real

In my world, I am a god that not a deal

If you're concerned with rankings, I'm 1

(Lirik I BELIEVE)

11.                        P.D.D

P.D.D atau Please Don’t Die ini sepaket sama Joke liriknya, sengaja diciptakan dan dinyanyikan RM untuk Haters. Melalui lagu yang dinyanyikan tahun 2015 ini RM pada dasarnya mengatakan kepada haters untuk jangan mati dulu sebelum mereka bisa menyaksikan kesuksesannya. Savage banget kan? Tapi dengan kesuksesan RM dan BTS sekarang, lagu ini benar-benar menjadi kenyataan.

(Plz Don’t Die) before I shoot you

(Plz Don’t Die) I have to get my revenge too

(Plz Don’t Die) You know ma

(Plz Don’t Die) This goes out to suckers and the haters and the wankers

12.                        Reflection

Saya kalau sedang galau atau sedang meyendiri, sering dengerin lagu ini, berasa sedang bersama RM untuk mengakui bahwa kami terkadang merasa tersesat dan mencoba untuk mengubur perasaan gelap.

"Semua orang tahu di mana mereka seharusnya berada, tapi hanya aku yang berjalan tanpa tujuan," kata RM dan saya auto mengiyakan.

Di akhir lagu, RM mengulangi kalimat yang memilukan, "Aku harap aku bisa mencintai diriku sendiri."

Oh ya ketika RM menyanyikan "Reflection" selama tur dunia BTS 2017 Wings, ARMY menyanyikan "We love you" di antara lirik itu untuk menunjukkan kepada RM bahwa, bahkan ketika dia merasa sedih, dia masih memiliki jutaan ARMY yang menyemangatinya.

13.                        Trivia: Love

Trivia: Love yang ada di BTS Love Yourself Series ini romantis habis! RM bernyanyi tentang bagaimana seseorang berhasil menemukan keindahan dalam hidup melalui bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Seperti biasa kata-kata yang dipilihnya benar-benar indah.

"Seperti bulan terbit setelah matahari terbit, seperti bagaimana kuku tumbuh, seperti pohon-pohon yang menumpahkan kulitnya setahun sekali, kamulah yang akan memberi arti pada ingatanku.” Melelehkan hati banget.

14.                        Intro: Persona

Ketika setelah dengerin Trivia Love trus lanjut ke Persona, saya seperti sedang mengikuti RM melanjutkan perjalanannya menuju penemuan diri. Dia memulai lagu dengan mengakui pertanyaan No. 1 yang dia tanyakan pada dirinya sendiri sepanjang hidupnya (pertanyaan yang sama yang sering saya tanyakan ke diri saya sendiri) adalah "Siapa aku?" Dengan lagu ini RM seolah mengingatkan saya (kepedean hahaha) untuk menyadari bahwa kita mungkin tidak akan pernah menemukan jawaban dari pertanyaan itu. Karena kita memiliki banyak persona, yang semua penting untuk memahami "peta" jiwa kita. Keren kan?

Dan pastinya lagu ini lirik dan musiknya nggak segelap lagu-lagu RM lainnya, lebih optimis dan memberikan getaran positif secara keseluruhan, dan mungkin itu karena RM akhirnya belajar untuk menghargai setiap versi dirinya. Atau bisa dibilang RM sudah melalui masa kegelapannya menuju masa terang benderang.

"Saya lebih banyak tertawa daripada sebelumnya. Saya bermimpi menjadi pahlawan super, sekarang rasanya saya benar-benar menjadi pahlawan super," rap RM di lagu ini merujuk pertarungannya dengan para pembenci dan dirinya sendiri selama bertahun-tahun yang telah ia lewati.

15.                        Byecicle

Lagu solo RM terbaru yang dirilis 6 Juni 2021 ini so pasti menjadi favorit saya kedua setelah Moonchild. Meski judulnya Sepeda, lagu yang benar-benar mengandung “obat” ini gak harus didengarkan sambil bersepeda. Sambil rebahan pun lagu ini bagi saya bisa menjadi terapi emosi yang oke punya.

Hmmm secara pasti saya bisa bilang bias saya adalah V Kim Taehyung, tapi tanpa ragu saya juga bisa mengatakan RM yang merupakan perekat yang menyatukan BTS menurut saya sangat keren. Selain sebagai pemimpin dan juru bicara perwakilan grup, dia adalah seorang penulis lagu, produser, dan rapper yang bekerja sangat keras di belakang layar untuk menghidupkan banyak lagu BTS. Dengan lebih dari 160 kredit produksi atas namanya, sulit untuk menemukan lagu BTS yang belum disentuh RM. Dan ketika dia tidak menulis dan memproduksi untuk grup, dia tetap sibuk mengerjakan musik solo atau musik untuk artis lain, menunjukkan bahwa dia selalu bergerak secara massif, menolak kotak.

Dalam banyak kesempatan RM telah mengatakan berkali-kali bahwa dia tidak akan membiarkan dirinya dimasukkan ke dalam kotak, dan itulah yang membuat rilisan solonya dan lagu-lagu hasil karyanya selalu ditunggu penggemarnya.

"Saya bukan pop, saya bukan rock, saya bukan funk, saya bukan R&B atau hip-hop," kata RM pada lagunya yang berjudul "Do You."

Yeah, begitulah. Do you know BTS RM? I know RM's solo songs! Saya tahu RM, saya tahu dia super keren!

Rabu, 27 Mei 2020

Itaewon Class: Tentang Dendam, Mimpi, Cinta dan Persahabatan

 


Usai maraton nonton Itaewon Class, saya bisa bilang drama korea satu ini benar-benar paket lengkap cerita yang recomended! Such a mix of emotions, great plot, great pacing, amazing acting all round, engaging OST and exquisitely shot scenes! 

Berbeda dengan drama lainnya, saya menonton Itaewon Class bukan atas rekomendasi teman atau karena aktornya atau tertarik review orang. Jadi nggak punya gambaran bakalan kayak apa IC. Tapi pada beberapa episode awal saya tercengang karena drama ini ternyata dinamis dan banyak mengeksplorasi beberapa masalah yang progresif dan nyata. Dan setiap karakter yang muncul begitu nyata dan kompleks. 

Drama ini berkisah tentang perjuangan Park Sae Ro Yi  untuk membalas dendam atas ketidakadilan yang dialaminya. Park Sae Ro Yi yang memiliki cita-cita menjadi polisi memegang teguh prinsip hidupnya untuk melakukan apa yang dianggap benar meski apapun yang terjadi. Karena prinsip itulah, Saeroyi dikeluarkan dari sekolah karena memukul Jang Geun Won yang sedang membully teman sekelasnya. Jang Geun Won semena-mena karena ayahnya Jang Dae Hee adalah pemilik perusahaan Jangga yang merupakan perusahaan nomor satu dalam industri makanan di Korea.

Park Sae Ro Yi bisa tetap bersekolah asal dia mau berlutut dan meminta maaf pada keluarga Jang. Tapi meski tahu ayahnya adalah karyawan Jangga, Saeroyi  menolak meminta maaf atas kesalahan yang tidak diperbuatnya. Ayah Saeroyi yang diminta membujuk anaknya agar mau meminta maaf pun malah mendukung Saeroyi dan memilih mengundurkan diri dari perusahaan. 

Sampai di sini, bisa jadi penonton akan menyayangkan sikap Park Sae Ro Yi yang keras kepala yang selain membuatnya putus sekolah  juga membuat ayahnya jadi pengangguran. Tapi, Mr. Park justru berpikiran lain, lelaki itu sangat bangga pada anaknya yang telah bersikap penuh percaya diri untuk melakukan apa yang dianggapnya benar. 

"You have no idea how proud I was. I want you to keep living like that, son." ~Mr. Park.

Pasangan ayah dan anak tersebut digambarkan tetap optimis untuk melanjutkan hidup penuh mimpi hingga Mr Park tiba-tiba meninggal akibat tertabrak mobil Jang Geun Won. Ketika tahu Geun Won menabrak orang sampai meninggal, Mr Jang dengan kekuasaan uangnya malah memutar balikan keadaan dengan memenjarakan Park Sae Ro Yi dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Geun Won. Nggak tanggung-tanggung akibat memukul Geun Won karena marah tahu ayahnya sudah ditabrak sampai mati, Saeroyi malah divonis penjara 3 tahun. 

screenshot saat Saeroyi dikunjungi Mr Jang, ekspresi marah Saeroyi benar-benar keren.

Jadi udah dibuat putus sekolah, kehilangan ayah sebagai keluarga satu-satunya, eh masih harus terpenjara 3 tahun lamanya. Gimana Saeroyi nggak dendam coba? Saya aja yang nonton juga ikutan dendam hahaha. 

Menariknya pembalasan dendam yang dipersiapkan Park Sae Ro Yi ini yang menurut saya keren. Saeroyi mempelajari seluk beluk perusahaan Jangga dan autobiograpi Jang Dae Hee sebagi musuhnya yang kemudian menginspirasinya dalam hal bisnis. Karena itu juga ia banyak membaca buku tentang cara berbisnis dan mulai bermimpi untuk membuka bar sendiri suatu hari nanti. Jadi Saeroyi menetapkan cara balas dendam pada keluarga Jang adalah dengan membangun bisnis untuk menyaingi dan menghancurkan bisnis keluarga Jang. Benar-benar mimpi besar yang terlihat tak mudah diwujudkan oleh seorang pemuda yang notabene bukan anak orang kaya, tidak terlalu pintar, hanya memiliki ijazah SMP, mantan napi pula. 

Setelah keluar dari penjara, hal pertama yang dilakukan Saeroyi adalah menemui Oh Soo Ah, cinta pertama sekaligus satu-satunya temannya. Ketika ditanya Soo Ah apa rencananya, Saeroyi bilang ingin membuat bar di Itaewon. Soo Ah yang karakternya realistis dan cenderung ingin hidup nyaman dan aman mengingatkan bahwa selain membangun bisnis itu tidak mudah, di Itaewon juga harga sewa gedung tidak murah. Soo Ah bertanya lagi, kapan rencana bikin bar-nya? Saeroyi menjawab, tujuh tahun lagi karena ia akan bekerja dulu untuk mengumpulkan uang. 

Dan dalam tujuh tahun itu ternyata Saeroyi sebagai mantan napi yang telah melakukan banyak pekerjaan berat dari memancing, kerja kuli bangunan sampai kerja di pabrik untuk ngumpulin duit, benar-benar balik ke Itaewon untuk mendirikan kedai dengan nama Dan Bam atau Honey Light. Dari sinilah cerita jatuh bangun bisnis Saeroyi dan balas dendamnya dimulai. 

Drama IC ini benar-benar berbeda dengan drama klasik lainnya yang menye-menye dan terlalu dramatis sampai nggak realistis. This drama is about persistency, consistency, integrity, trust, and hardwork is not enough for make dream be come true. Jadi drama ini nggak cuma punya satu karakter utama yang kuat lalu dengan usaha dan keberuntungannya bisa sukses dan berhasil membalas dendam. Oh, tidak semudah itu Ferguso! 

Drama ini penuh lika-liku dan plot twist serta beberapa karakter unik yang berkelindan sama pentingnya. Tidak seperti drama kebanyakan yang fokus pada tokoh utama satu atau dua orang, sementara sisanya cuma pemeran pendukung yang muncul sesekali tanpa penokohan yang kuat. 

Sebelumnya Park Seo Joon bukan aktor favorit saya, meski saya udah nonton What's Wrong with Secretary Kim dan Hwarang: The Poet Warrior Youth. Nggak tahu kenapa di dua drama itu karakter utama yang diperankan PSJ menurut saya nggak begitu menarik. Tapi setelah menonton PSJ memerankan Park Sae Ro Yi penilaian saya berubah, I Love PSJ!  Langsung saya masukin keranjang aktor drakor pilihan. 

Secara Park Seo Joon berhasil banget memerankan karakter Saeroyi yang idealis dan memegang teguh prinsip, sadar kapasitas diri, mau belajar dan tidak sok tahu, serta tangguh bisa survive. As long as he's alive it's not a big deal. He is the man of his word and know his own value, terbukti dengan cara dia mewujudkan mimpinya. Biar lambat asal selamat eh asal terwujud.

Scene favorit saya adalah saat Saeroyi menghibur Ma Hyun Yi yang sedang down karena statusnya sebagai transgender terkuak dan mendadak menjadi bahan pembicaraan orang.

"You don't need to convince others about who you are." 

Kalimat Saeroyi terasa personal dan familiar bagi saya, ya kita nggak perlu repot-repot menunjukkan dan membuktikan siapa diri kita kepada orang lain yang hanya bisa mencemooh dan menjadikan serta membully kita. Kita yang paling tahu diri kita. Fighting!

Karakter Park Sae Ro Yi nggak sempurna, itu yang saya suka. Jadi lebih manusiawi. Sisi keras kepala, idealis yang kebangetan dan jujur apa adanya membuat sosok Saeroyi jadi nyebelin sekaligus bikin gemes yang ngelihatnya. Pingin ikutan ngelus kepalanya seperti kebiasaan Saeroyi kalau sedang gugup atau memikirkan sesuatu hal yang penting. Oh ya saking konsistennya si Saeroyi ini, model rambutnya sejak SMA sampai akhir cerita gak berubah hahahaha. Padahal karakter lainnya sepanjang cerita ganti model rambut beberapa kali.


Karakter utama kedua adalah Jo Yi Seo yang diperankan Kim Da Mi. Jo Yi Seo digambarkan sebagai seorang influencer beken di medsos dengan kecerdasan IQ 162 dan hipster Korea. Tapi di balik penampilannya yang keren itu, ternyata ia mengidap penyakit mental sociopathic tendencies yang membuatnya tega melakukan apa saja demi tercapai tujuannya.

Sepanjang menyimak banyak karakter cewek di drama Korea, karakter protagonis Jo Yi Seo ini beda banget, gak menye-menye dan strong. Jo Yi Seo cewek genius dan multi talenta yang super pede. She have maximum confidence level that I really envy so badly. Saking pedenya, Jo Yi Seo yang baru lulus SMA berani mengajukan diri sebagai manajer Dan Bam. Jo Yi Seo juga rela diusir ibunya yang matre karena ketahuan tidak kuliah dan memilih bekerja di kedai kecil.

"It's not how I raised. I'm not depending on someone else's dream. And I'm not going to live in your dream either. I'm going to live for myself. It's my life." ~Jo Yi Seo~

Daebak! Jo Yi Seo benar-benar berjuang untuk mendapatkan cinta Saeroyi, tapi bukan dengan cara merayu. Dia berusaha dan bekerja keras untuk menunjukkan kapasitas dirinya dengan menjadi orang yang dibutuhkan Saeroyi. Berbeda dengan So Ah yang karena merasa sudah mendapatkan cinta Saeroyi jadi meminta dan menunggu Saeroyi memperjuangkan cintanya, Jo Yi Seo justru setia mendampingi dan bekerja untuk membuat Saeroyi bahagia. Jadi kalau Yi Seo berhak mendapatkan cinta Saeroyi bukan cuma karena dia sangat mencintai Saeroyi, tapi karena dia telah bekerja keras dan banyak berkorban serta terluka karena Saeroyi. Sepertinya begitulah cinta, harus bersedia mendukung orang yang dicintai sejak dari nol seperti Yi Seo, bukan tak mau ambil risiko dan hanya menunggu orang yang dicintai menjadi kaya dan berhasil seperti Soo Ah.

Selain Park Sae Ro Yi dan Jo Yi Seo, Itaewon Class juga menampilkan berbagai tokoh dengan karakter yang unik dan berbeda yang berhasil mendobrak standar penampilan dan stereotip para pemeran drama Korea.

Karakter Ma Hyeon Yi sebagai kepala chef di DanBam, seorang transgender yang berusaha agar dirinya diterima oleh lingkungannya. Choi Seung Kwon mantan teman sebui Park Sae Ro-yi saat di penjara yang berusaha keras mengubah sifat premannya menjadi orang baik-baik yang loyal kepada bos dan rekannya. Juga ada karakter Tony Kim, seorang keturunan Afrika-Korea yang sering mendapat diskriminasi karena warna kulitnya.


Karakter tim DanBam atau  geng Itaewon Class ini begitu saling melengkapi dan membuat drama IC begitu berwarna. Loyalitas, persahabatan, kepercayaan, serta kekuatan saling mendukung menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menjalankan bisnis DanBam. Chemistry para pemain yang begitu bagus membuat Itaewon Class semakin seru.

Persahabatan tim Dan Bam sangat unik, secara orang-orang yang menjadi satu kelompok ini dipilih Saeroyi yang anti sosial atau tidak memiliki pengalaman berteman secara acak, dan kesemua orang pilihan tersebut sama seperti Saeroyi: rapuh dan butuh pelukan eh?

Bagian terbaik dari lingkaran pertemanan Tim Dan Bam ini adalah mereka semua bersandar satu sama lain dan bersedia mempertaruhkan segalanya untuk satu sama lain. Bikin saya jadi iri setengah mati hiks.

Setting IC mengingatkan saya pada beberapa tempat di Hong Kong: Wan Chai, Central dan Mong Kok. Kota yang ramai, multietnik, banyak bar dan pertokoan. Pokoknya, suatu hari jika saya bisa ke Korea Selatan, Itaewaon pasti masuk list tempat yang wajib saya kunjungi.

Terlepas dari semua hal di atas, saya menganggap drama korea itu punya nilai plus kalau soundtrack-nya keren, sesuai suasana dan cerita. Ada beberapa drakor yang sudah saya unduh ost-nya, misalnya saja Goblin dan Born Again. 

Dan Itaewon Class ini memiliki banyak soundtrack dengan berbagi genre yang membuat saya kesengsem banget. Saat scene sedih terdengar lagu ‘Still Fighting It‘ yang dinyanyikan Lee Chan Sol atau ‘Someday, The Boy’ dari The Feel yang membuat suasana semakin sendu dan emosional sampai baper. Kemudian di saat adegan Park Sae Ro Yi begitu bersemangat untuk bangkit dari kegagalannya, terdengar lagu ‘Start‘ dari Gaho. Lagunya yang upbeat benar-benar menyemangati bukan cuma Saeroyi tapi juga saya sebagai penontonnya. Alhasil seusai nonton IC saya pun mengunduh ost-nya juga. 



Oh ya, kehadiran aktor Park Bo Gum sebagai cameo di episode akhir merupakan bonus buat penonton Itaewon Class. Bikin saya ngiler bayangin makan mie bikinan koki setjakep Park Bo Gum. Wew!



Minggu, 24 Mei 2020

Review Dew (Let's Go Together): Sebuah Kisah yang Menguras Air Mata dan Menghangatkan Hati


Menonton film bagi saya sama halnya membaca buku. Dan film produk Thailand Dew (Let's Go Together) ini menurut saya adalah sebuah buku yang keren dan indah sekali. Menguras air mata sekaligus menghangatkan hati.

Saat menonton Dew yang berdurasi 2 jam ini saya menangis keras berkali-kali. Membayangkan betapa menyedihkannya ketika kita sebagai manusia tidak dapat menjadi apa yang kita inginkan karena pembatasan dari masyarakat, keluarga, norma, kepercayaan, dan budaya kita. Betapa frustasinya ketika hidup kita ini dikendalikan oleh lingkungan kita sepenuhnya. Hingga apa yang bisa kita lakukan dalam keputusasaan adalah memikirkan cara menemukan tempat di mana kita dapat melarikan diri dan menjauh dari semua bentuk penghakiman. Damn! Saya pernah mengalaminya.

Film bergenre roman ini bercerita tentang Phop dan Dew, yang belajar di sekolah yang sama yang secara perlahan-lahan menyadari ada sesuatu yang lebih dari persahabatan di antara mereka. Sayangnya, mereka hidup di era yang tidak terbuka untuk homoseksual sehingga perasaan dan hubungan cinta keduanya menjadi ketidakmungkinan yang menyedihkan.

Konon pada tahun 1990-an, tahun setting dalam film ini, AIDS menyebar di Thailand dengan sangat cepat, dan umumnya dialami oleh para pria homoseksual. Hal tersebut membuat pemerintah Thailand  melakukan pendidikan dan pencegahan dengan cara menempatkan para remaja homoseksual (berpenampilan banci atau bersikap cenderung feminin) ke dalam semacam kamp untuk dididik secara militer agar menjadi 'jantan'. Saat itu, homoseksual dianggap penyakit mental yang harus diobati dan para penderitanya mesti disembuhkan dengan cara apapun.

Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya menjadi seorang homoseksual di Thailand pada saat itu, dianggap sakit mental meskipun sebenarnya itu bukan penyakit mental. Adalah terlarang bagi seseorang untuk mencintai sesama jenis kelamin. Betapa banyak kisah-kisah seperti ini yang seharusnya diceritakan, dipaksa untuk dihapus hanya karena masyarakat mengatakan demikian. 

Cerita tentang latar belakang keluarga Dew dan Phop dalam film ini juga menjadi point penting jalannya cerita.

Ibu Dew adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai pegawai pelayanan publik yang tugasnya berpindah-pindah tempat. Dia digambarkan sebagai sosok ibu tangguh yang sangat mencintai anaknya. Dialog antara Ibu dan Dew saat Dew ditelpon diajak minggat Phop membuat saya nangis termehek-mehek. 

"Kenapa kamu ingin pergi? Pergi kemana?"

"Aku akan pergi ke mana saja, yang penting tidak tinggal di kota ini. Karena ibu tidak mau menjawab pertanyaan yang kuajukan. Apakah ibu akan tetap mencintai dan menerimaku jika aku seorang gay?"

"Kenapa tidak? Ibu akan tetap mencintaimu meski kamu seorang gay. Ibu mencintai dan menerima apapun adanya dirimu, Dew. Karena kamu anak ibu satu-satunya. Kalau kamu pergi ibu akan sendirian. Jadi ibu mohon jangan pergi.... Jangan tinggalkan ibu." 

"Tapi nantinya ibu akan menganggapku sebagai orang yang sakit dan memasukkanku ke pusat rehabilitasi seperti orang lainnya."

"Itu tidak benar. Kamu boleh mencintai siapapun Dew, kamu berhak mencintai laki-laki mana pun. Ibu tidak akan melarangnya dan Ibu rela menjadi satu-satunya perempuan yang kamu cintai di dunia ini. Jadi ibu mohon jangan pergi..., jangan tinggalkan ibu."

Argh... Saya jadi ingat pengakuan beberapa teman gay saya tentang bagaimana sikap dan perlakuan ibu mereka. Cinta ibu kepada anaknya sepanjang masa memang benar adanya.

Kehidupan dan keadaan keluarganya membentuk Dew menjadi sosok ceria tapi penuh teka-teki. Dew gambaran bocah kota besar yang pindah ke kota kecil, memiliki sifat yang egois dan asertif, membuat hubungannya dengan Phop menjadi labil. Namun Dew memiliki sisi ketulusan dan selalu berupaya menunjukkan kasih sayangnya kepada Phop.

Sementara itu tentang keluarga Phop digambarkan memiliki seorang ayah yang sangat maha mengatur. Semua keputusan dibuat oleh ayah yang tidak memberikan ruang sedikit pun bagi anak-anaknya untuk memiliki pengalaman emosional mereka sendiri dan mengembangkan rasa otonomi. Hal ini membuat sosok Phop menjadi anak rapuh yang kesepian yang cenderung berpaling dari keluarganya. 

Itulah sebabnya Phop merasa hidupnya lebih berarti dan lebih berguna ketika bersama Dew. Hal itu ditunjukkan gimana saat isu Dew adalah gay mulai menyebar. Phop rela menggantikan Dew untuk menjalani pelatihan di kamp militer sebagai upaya melindungi orang yang dicintainya dengan caranya sendiri.

"Kemarikan dompetmu?"

"Kenapa? Kamu ingin merampokku?"

"Kemarikan dompetmu!" Phop mengambil paksa dompet dan kartu pelajar Dew. "Mereka hanya akan melihat nama di kartu pelajar kita. Jadi biarkan aku yang pergi ke kamp pelatihan untuk menggantikanmu." 

Argh so sweet sekaligus nyesek banget bagian ini. Apalagi ketika Phop pulang dari kamp dengan tubuh penuh lebam.

Setelah gagal minggat bareng karena Dew kasihan pada ibunya, saya bertanya-tanya bagaimana Dew dan Phop akan bertemu lagi setelah 23 tahun berpisah.  Saya mengira mungkin ketika Phop kembali ke Pang Noi sebagi seorang guru yang beristri akan mengunjungi Dew atau mungkin mereka akan saling bertemu tanpa sengaja gitu kayak di film-film lainnya.

Damn! Saya benar-benar tidak menyangka kalau ternyata film ini mengangkat tema reinkarnasi juga. Awalnya saya mengira Natcha adalah putri Dew karena dia memiliki kemiripan dengan Dew, misalnya suka makan sosis dengan selada atau menyukai musik serta buku stereogram. 

Saya menunggu-nunggu dan penasaran kapan kemunculan Dew. Tapi saya dibikin misuh karena ternyata Natcha adalah Dew! Ternyata Dew meninggal pada malam kepergian Phop. Dew yang emang gak begitu bisa naik motor, menyusul Phop ke stasiun dan mengalami kecelakaan. What the fuck! Argh kacau. Ending film ini benar-benar tidak terduga. Plot twist. 

Menariknya, film ini memasukkan tentang stereogram atau ilusi optik (dengan pola gambar berulang yang seakan terlihat hanya sebagai gambar abstrak) yang menyembunyikan sebuah gambar tiga dimensi yang hanya dapat dilihat dengan metode tertentu. Hal ini menarik dan membuat saya berpikir agak lama, dan menganggapnya sebagai metafora.

Sepertinya sebagaimana keberadaan gambar 3D yang tersembunyi, ada pesan tersembunyi yang ingin disampaikan pembuat film ini. Terutama setelah apa yang dikatakan Phop kepada Natcha.

"Sebenarnya, aku selalu bisa melihatnya (melihat gambar 3D yang tersembunyi dalam stereogram) meski kamu tidak mau memberitahuku apa yang ada di dalamnya. Tapi aku tahu apa itu."

 "Tapi, saat itu, aku terus berpura-pura tidak tahu karena aku tidak berani mengatakannya, Dew. Karena itu ketidakmungkinan bagi kita. Kita berdua sama-sama tahu tentang itu, kan?"

Menurut saya, kemungkinan selain gambar beberapa binatang yang disebutkan, ada gambar hati atau cinta dalam buku stereogram tersebut. Phop tidak mau menyebutkan gambar itu dan bersikukuh pura-pura tidak tahu meski membuat Dew yang tidak percaya menjadi jengkel dan memaksanya untuk mengatakan apa yang dilihatnya. Kepura-puraan dan kejengkelan itu disebabkan keduanya tahu hubungan mereka tidak bisa diterima dan berbahaya. Sebab selain bisa dihukum oleh pemerintah juga bisa dihakimi masyarakat karena tempat tinggal mereka merupakan kota kecil yang secuil gosip bisa menyebar kemana-mana. Semacam di kampung saya nih 🙄

Terlepas dari ulasan gak jelas saya di atas, Film Dew ini keren karena memang akting para pemerannya sangat bagus.

Nont Sadanont yang berperan sebagai Phop muda, menyampaikan karakternya dengan cukup baik melalui ekspresi wajahnya, sama halnya akting Ohm Pawat sebagai Dew. Keduanya melakukan perannya dengan sangat baik dan mengagumkan. Sebagai penonton saya bisa merasakan emosi masing-masing karakter: rasa cinta, sakit, takut, pedih, marah, gelisah, berkelindan seperti roller coaster. 


Salah satu adegan favorite saya di film ini adalah saat Dew dan Phop menunjukkan "gayisme" tertentu dalam perilaku unik mereka saat sesi latihan menari. Dew menerima perannya sebagai 'gadis' pasangan menari Phop.  Dengan menggunakan dinamika kemitraan tradisional itu artinya Phop lebih dominan.  Namun ternyata sebaliknya, Dew malah terlihat lebih agresif dan justru Phop yang mengikutinya.
 

Jumat, 22 Mei 2020

Unforgettable: Tentang Memeluk Luka Dalam Ingatan


Jika kamu memiliki ingatan-ingatan tentang; persahabatan, kehilangan, kesalahpahaman, penyesalan, cinta pertama dan luka-luka kenangan, dijamin kamu bakalan tertawa sekaligus menangis ketika menonton film Unforgettable/ Pure Love! 

Film Korsel Unforgettable/ Pure Love bernuansa retro dengan setting jadul ini dibuka dengan adegan suara seorang penyiar radio musik dan lanskap malam Korsel. "Surga itu adalah tempat di mana saat ini kamu berada bersama orang-orang yang kamu cinta ..."

Kemudian berawal dari sebuah surat pembaca dan request lagu Dust In The Wind, cerita 23 tahun sebelumnya tentang persahabatan 5 remaja; Soo Ok, Beom sil, Gil Ja, San Dol dan Gae Deok  pun bergulir.

Keempat remaja yang bersekolah jauh di seberang pulau menghabiskan liburnya di kampung tepi pantai untuk menemani Soo Ok yang karena kelainan tulang kaki tidak bisa bersekolah atau pergi kemana-mana layaknya mereka. 


Di antara kelima sahabat itu, Soo Ok adalah sosok yang paling suka traveling dan punya banyak mimpi. Teman-temannya yang menyayangi dan menerimanya apa adanya selalu setia membantu aktivitasnya dengan menjadi kaki Soo Ok. 

Ketika Soo Ok mengatakan pingin pergi berlayar ke sebuah pulau kecil lainnya di tengah laut, keempat sahabatnya pun berusaha mewujudkannya meski dengan risiko mesti mencuri kapal dan menanggung hukumannya bersama-sama.

Ketika Soo Ok makbedunduk mengatakan pingin ikutan lomba menyanyi karena mengharapkan salah satu hadiah dari lomba tersebut, sahabatnya berusaha membantunya berlari mengantar Soo Ok dengan gerobak. Bahu membahu mereka menarik dan mendorong gerobak untuk mengejar waktu perlombaan yang sudah mepet.

Tidak hanya bercerita tentang persahabatan, film ini juga bercerita tentang kisah cinta remaja antara Soo Ok dan Bum-Sil yang dibumbui kecemburuan juga. 


Bum Sil yang pemalu adalah lelaki yang selalu setia meminjamkan punggungnya untuk menggendong Soo Ok yang cerewet dan ceria. Lambat laun, cinta di antara keduanya pun diam-diam tumbuh dalam kesunyian. Alhasil cinta itu baru terungkap 23 tahun kemudian, setelah waktu melesat jauh....

Bum Sil tidak pernah tahu kalau keinginan Soo Ok ikutan lomba nyanyi cuma kepingin mendapatkan hadiah radio tape recorder untuk diberikan kepada Bum Sil.

"Ibu! Bukannya hadiah itu hadiah utama milik Soo Ok kemarin, kenapa ada di sini?" 

"Iya! Soo Ok tadi pagi datang untuk menukar hadiah lomba, katanya dia lebih suka hadiah yang yang ibu dapatkan." 

Didorong mimpi-mimpi sekaligus takut ditinggalkan dan dilupakan Bum Sil dan teman-temannya yang bisa bebas kemana-mana, Soo Ok terobsesi agar kakinya bisa dioprasi. Ketika mengetahui kenyataan bahwa operasi juga tak menjamin ia bisa berjalan lagi, Soo Ok depresi dan menceburkan diri ke lautan. 

Kepergian Soo Ok sebagaimana kepergian orang bunuh diri lainnya, meninggalkan luka-luka yang menganga di dada ke empat sahabatnya. Dan luka-luka yang disembunyikan selalu saja menjadi bayi-bayi kesedihan dan kesakitan di dalam ingatan jika pemiliknya tak berusaha berdamai dan memeluknya. 

Itulah kenapa ketika saya menonton film ini sambil tertawa dan menangis sendirian semacam sebuah perjalanan. Perjalanan untuk kembali kepada kenangan, dan berusaha memeluk luka-luka yang masih ada dalam ingatan.

Hmm... aslinya yang bikin kenapa menonton dan apa yang paling saya sukai dari film ini adalah DO aka Do Kyungsoo! Akting idola saya yang memakai andalan 'bahasa mata' ini benar-benar jaminan bikin penonton baper. Seperti pernah saya bilang ke teman sesama pecinta drakor, DO punya kelebihan dalam menyampaikan setiap karakter sosok yang diperankan melalui matanya yang bulat besar itu.
Nggak heran kalau karena perannya di film ini, DO meraih penghargaan aktor paling populer Baeksang Arts Awards ke-53 pada tahun 2016 lalu. Daebak! 

Oh ya gara-gara nonton film ini, lagu di playlist hape saya bertambah dua: Dust In The Wind dan The Water is Wide. 

"The water is wide, I cannot swim ore. And neither have I, the wings to fly. Give me a boat
that can carry two and we both shall row, my true love and I ...


Featured Post

Kisah Galau di Hati Minggu

Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan o...