Laman

Kamis, 23 Desember 2010

Hari Ibu Terindah!

Sewaktu masih kecil, hari ibu adalah hari paling menyedihkan untukku. Aku selalu berharap tidak pernah ada hari ibu setiap tahunnya. Kenapa? Karena aku malu pada teman-temanku, setiap kali mendapat tugas mengarang atau membuat surat untuk ibu aku bingung. Apalagi kalau guru meminta kami bercerita satu persatu tentang ibu di depan kelas. Pasti hanya aku yang bercerita paling bagus, karena aku bercerita tentang ibu dalam khayalanku. Tapi jujur saja aku iri pada mereka, karena aku tidak bisa bercerita apa adanya. Bukan karena aku tak mau tapi karena aku tak punya ibu.

Seiring waktu yang terus berlalu, aku menjelma menjadi sosok dalam khayalanku yaitu seorang ibu. Ternyata menjadi ibu pun tak menghapus kerinduanku pada ibuku. Hanya ada sedikit lega meski tak bisa bercerita tentang ibuku, masih bisa bercerita tentang bagaimana aku adalah seorang ibu.

Dan hari ini adalah hari ibu terindah bagiku, karena mendapat kado istimewa dari Bintang hatiku. Hari ini dia meneleponku hanya untuk mengucapkan “I LOVE YOU MOM” dan memberiku sebuah ciuman. Kemudian dia bilang ingin memperdengarkan sebuah bacaan yang telah dia hafalkan untukku. Aku mengira Bintang akan membacakan sebuah Puisi atau Kalimat indah untukku, tapi ternyata aku salah. Dia membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an untukku. Subhahanalloh… Sungguh bahagianya hatiku tiada terkira, terasa sejuk merasuk jiwa.

Alhamdulillahirobbal'alamin…. Termakasih Ya Alloh untuk seluruh nikmat yang Engkau berikan untukku.

Rabu, 08 Desember 2010

Lomba Cipta puisi Tahun Baru 1432 H UNSA

Muhasabah Cintaku
by: Yully Riswati

Sepanjang perjalanan
indah pemandangan melenakan
ku nikmati ku abadikan dengan lensa dan tinta
terkagum tersuruk oleh fatamorgana

Ketika tersandung kerikil
aku menghujat mengumpat
lupa jiwaku telah dekil
tak ingat ragaku bergelimang maksiat

Tersesatku dalam sepi sendiri
putus asa melanda
terguncang gelombang bimbang
menggali celah mencari arah

Subhahanallah.. cinta-NYA menyapa
membangunkanku dari lelap dunia
tafakur sunyiku diantara kristal-kristal air mata
membasuh keruh segara keluh rasa

Teringat segala yang DIA beri padaku
kidung-kidung cinta melantun dalam doa
ijinkan sakit yang kurasa jadi penawar dosa
Ya Illahi… ya muhasabah cintaku


To Kwa Wan, 07-12-2010

“HaPpY Islamic New Year 1432 Hijriah
Semoga di tahun baru ini keberkahan dan kemakmuran dari-NYA selalu mengalir dalam kehidupan kita. Amiinnn….”

Jumat, 01 Oktober 2010

30 SEPTEMBER

Dongeng 30 september

pernah di ceritakan berulang-ulang

kepada kami anak-anak negeri

Tentang pemberontakan!

Tentang penangkapan!

Tentang penyiksaan!

Tentang pembunuhan!

Dongeng itu wajib di tonton dan di dengar

tanpa satu pun dari kami berani bertanya

apakah semua itu benar adanya

Dongeng itu melegenda

tak mengampuni siapa pun yang menjadi tersangka

tumpas sampai ke anak cucunya

rampas hak sekolah dan berkerja

Bertahun-tahun kami tak perduli

anggap sekedar bagaian dari materi pelajaran kami

Dan kini saat terjaga

mata kami terbuka

membaca rangkuman cerita

Dongeng 30 september adalah kisah nyata

Tentang kebenaran yang terbungkus kain kafan!

(hk,300910)3

Minggu, 10 Januari 2010

Kami Pasti Bangkit!

Kami pasti bangkit!
By: Yully . R

Kalian boleh menuliskan hitam kami dalam sejarah
dengan manisnya kebohongan berulang
kalian boleh perlakukan kami seperti sampah
tapi seperti debu, kami akan terbang!

Apakah kami menghalangi langkah kalian?
kenapa kalian menyerang dengan kejam?
karena kami berjalan pada kebenaran
bersemangat dalam kehidupan!

Seperti bulan dan matahari
dengan kepastian pasang dan surut
seperti tunas yang tumbuh
kami akan bangkit!

Apakah kalian ingin melihat kami hancur?
menundukkan kepala dan merendahkan diri?
bahu tertunduk hanya airmata yang mengucur
kelemahan menguatkan jiwa kami!

Apakah kesombongan kami mengancam kalian?
jangan kalian coba menakut-nakuti kami
karena kami akan tertawakan kalian
menggali kubur di halaman rumah sendiri!

Kalian boleh menembak kami dengan senjata
kalian boleh menghabisi kami dengan kata-kata
kalian boleh membunuh kami dengan segala upaya
tapi seperti angin, kami akan terbang!

Kami lautan hitam, luas dan dalam,
memancar dan mengalir, bergelombang.
hidup dalam kelam diantara teror dan perang
dari atas altar kesakitan, kami bangkit!


Berbekal bingkisan warisan kebenaran
kami bebaskan diri dari perbudakan
menuju dunia baru, kami bangkit!

Kami pasti bangkit!

(To Kwa Wan 2010)