Laman

Minggu, 29 Mei 2011

Antara Maya dan Nyata

Siang ini, aku membaca cinta di sepasang mata jendela jiwanya.
Dia yang tersembunyi dalam keterbukaannya
Dia yang asing dalam keakrabannya
Dia yang kutemukan dalam maya


Siang ini, aku mengukir kata di dinding dunia
Agar semua mengenalinya
Dia bayangan yang hadir karena cahaya
Namun bagiku rasanya terasa dalam nyata

Siang ini, antara nyata dan maya
Antara ada dan tiada
Ada cerita tentang kita
Cerita indah tentang cita dan cinta

Prince Edward, Mei 2011

Selasa, 03 Mei 2011

2/5/2011

"Happy Adi Day"


Meski dalam maya aku menemukanmu
Tetapi menjelma nyata hadirmu kurasa
Menghuni ruang cerita lembaran kisah persaudaraan


Aku dan mereka yang mengenalmu kagum akan sinarmu
Kilau mutiara yang terlahir dari kesederhanaan kulit kerang
Ah, biarlah tak kutuliskan panjang kalimat sanjungan untukmu
Karena hanya akan membuatmu tersipu malu


Hari ini,
Aku menemuimu tanpa ekspresi rupa
Tak ada kado istimewa untuk kau buka
Hanya ada tetesan tinta yang melukis rasa
Dalam bingkai bait-bait doa kebaikan


Kucukupkan dalam goresan
Ada yang lebih tulus dari sekedar yang terbaca
Dan kutahu, kau pun mengerti




To Kwa Wan, 2/5/2011
(Kanggo Adiku lanang)

Senin, 02 Mei 2011

Gugatan di bulan Mei

Gugatan di bulan Mei

Arista Devi

Aku bertanya kepada rona senja dalam hatimu
Kata berkelindan merajut kalimat-kalimatku
Senja merah telah raib ditelan waktu
Namun hatimu belum juga memfajarkan tanyaku

Aku bertanya kepada langitmu berulang-ulang
Kau membiarkan pertanyaan ini tanpa jawaban
Sibuk berebut menghisap tetes-tetes darahku
Berbagi dagingku untuk dijadikan menu santapan

Ketika bulan Mei kembali datang
Biarlah kuingatkan kau pada tanyaku yang menunggu balasan
Aku mempertanyakan tentang ibu pertiwiku yang kau gadaikan
Aku bertanya tentang tanah dan airku yang kau sewakan

Setelah aku tersuruk kau marginalkan
Mengapa masih juga kau cacah remah rasa-rasaku
Bukankah pergiku telah membuatmu senang dan kenyang?
Kenapa pulangku masih pula kau ganyang?

Uang-uang, uang dan uang!
Perlindungan! Jaminan!
Keamanan!
Persetan!

Biar kuajarkan padamu tentang sebuah jawaban
Biar kutunjukkan padamu tentang sebuah pelajaran
Aku yang lemah ini bisa mengajukan gugatan
Karena dari lelah raga ini tersimpan jiwa perlawanan.


To Kwa Wan, 1/5/2011

Minggu, 01 Mei 2011

Catatan Perempuan Migran

Catatan Perempuan Migran
Arista Devi

Pada senja bulan mei yang berwarna jingga
Aku tuliskan catatan diatas langit segala hati
Hatiku, hatimu, hati segenap anak negeriku
Agar buncah sejarah menyalinnya sebagai prasasti

Aku terlahir dari rahim ibu pertiwi
Terusir pergi oleh carut marut ekonomi
Mengais tangis mengunyah resah
Meraup secuil cita yang berdarah-darah

Dari balik dinding penjara tanpa jendela
Aku membaca dan terhenyak akan fakta
Negeriku telah berubah menjadi negeri drakula
Dipimpin zambie penghisap darah rakyatnya


Penguasa membangun istana tikus untuk persembunyian
Sibuk berstudi banding, membandingkan kebodohan
Ke Spanyol, China, India, Somalia, Australia
Berkeliling mencari topeng penambal muka

Pergiku dipaksa keadaan sebagai bahan perasan
Terpenjara berbulan-bulan, bekerja bakti ribuan hari
Caci maki dan air mata menuku setiap hari
Kutelan mentah demi puing cita-citaku

Kini ketika aku ingin kembali
Membawa sekeping hati sisa kemarau panjang
Aku masih harus ketakutan dan bimbang
Bingung akan segala macam peraturan

Peraturan-peraturan tanpa aturan.
Catatan-catatan penuh cacatan
Cacat oleh lumuran tinta berwarna merah
Merah darah perempuan migran


To Kwa Wan, 1/5/2011
0:36

30/04/2011

Kanggo: Gendhukku

Hadirmu bagiku

Kau hadir atas nama cinta, menjelma begitu nyata
Tak pernah kuhitung waktu, atau pun kulukis wajahmu
Karena semua tentangmu tersimpan dalam kotak hatiku
Terkunci rapat dalam bilik-bilik doaku

Tanpa cerita atau pun tanya, jawaban terbawa desir angin
Lembut menyusup, menggetarkan sukma
Mengajari dua insan berbeda dunia membagi cuilan rasa
Dan atas nama apapun tak kuijinkan semua berakhir

Malam ini ketika bulan berwarna jingga
Dan April mencukupkan hari-harinya
Ku ingin kau pejamkan mata
Dengarlah bisikku yang kutitipkan pada sang bayu

“Selamat ulang tahun ndhukku…
Barakallahu fii umrik…
Semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu…
Amin Ya Rabbal Alamin….

Soko: Mamakmu
To Kwa Wan. 30 April 29, 2011

"Ya Allah... Ijinkanlah kami bertemu dalam ridho-MU serta menjadikan pelukan ini nyata adanya. Amin..."