Laman

Senin, 02 Mei 2011

Gugatan di bulan Mei

Gugatan di bulan Mei

Arista Devi

Aku bertanya kepada rona senja dalam hatimu
Kata berkelindan merajut kalimat-kalimatku
Senja merah telah raib ditelan waktu
Namun hatimu belum juga memfajarkan tanyaku

Aku bertanya kepada langitmu berulang-ulang
Kau membiarkan pertanyaan ini tanpa jawaban
Sibuk berebut menghisap tetes-tetes darahku
Berbagi dagingku untuk dijadikan menu santapan

Ketika bulan Mei kembali datang
Biarlah kuingatkan kau pada tanyaku yang menunggu balasan
Aku mempertanyakan tentang ibu pertiwiku yang kau gadaikan
Aku bertanya tentang tanah dan airku yang kau sewakan

Setelah aku tersuruk kau marginalkan
Mengapa masih juga kau cacah remah rasa-rasaku
Bukankah pergiku telah membuatmu senang dan kenyang?
Kenapa pulangku masih pula kau ganyang?

Uang-uang, uang dan uang!
Perlindungan! Jaminan!
Keamanan!
Persetan!

Biar kuajarkan padamu tentang sebuah jawaban
Biar kutunjukkan padamu tentang sebuah pelajaran
Aku yang lemah ini bisa mengajukan gugatan
Karena dari lelah raga ini tersimpan jiwa perlawanan.


To Kwa Wan, 1/5/2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar