Laman

Minggu, 27 November 2011

COOLSESAK PURPLE


COOLSESAK PURPLE


Aku dingin yang membenci dingin. Meski terbiasa beku dan bertahan dalam kebekuan ketika terpanggang panas api sekalipun, aku tetap membenci dingin. Dingin angin, dingin musim sampai dengan dinginnya sikap (tentunya hanya sikap dari orang yang kupedulikan).

Semalaman aku menggigil kedinginan dan sampai kutuliskan coretan pagi ini, aku masih kedinginan. Dingin karena demam, dingin karena angin musim dingin ditambah dingin sikap seseorang padaku. Ah, lengkapnya dingin yang merasuk dan menyesakkan dadaku. Coolsesak full.

Aku benci dengan nyeri yang terasa, aku benci dengan nelangsa. Aku benci dengan sesak yang membuat nafasku tersengal satu dua. Aku benci dengan benci! Aku ingin berdamai dengan dingin. Ya, mungkin aku harus sadar jika dingin itu milikku. Dingin itu aku. Lalu kenapa mesti membenci diri sendiri? Bosan.

Aku ingin menyatu dengan dingin ini. Membeku di dalamnya. Kalau perlu membatu sekalian. Agar tak ada lagi gigil ngilu, nyeri pilu dan nelangsa yang mengharu biru. Biar dingin menjadi dingin … dingin… semakin dingin … bertambah dingin … hingga sampai pada titik satu pada warna ungu kesendirianku.

RUH,27.11.2011 (10:00Am) 

Jumat, 11 November 2011

GEBYAR 100 PUISI GELORA API PAHLAWAN


PESAN KEPADA BUNGA MIGRAN
0leh: Arista Devi

Engkau bunga-bunga berwarna merah dan putih yang tumbuh di taman pertiwi. Sebelum akar-akarmu tercabut paksa oleh tangan kapitalisme. Lalu tercampakkan dalam penjara belukar kekar tanah penguasa asing. Tanah orang tempatmu menanamkan benih harapan akan masa depan yang lebih baik. Impianmu.

Daunmu yang tersiram embun cinta, merindang. Memberi sejuk hingga ke seberang, kepada sulur bunga-bunga belum berwarna yang berakar serabut dan terenggut dari pelukmu. Harummu pun tercium, semerbak merebak. Lalu dengan angkuhnya penguasa taman pertiwi menamaimu bunga devisa. Membuatmu tersenyum hambar menahan segala rasa. Jengahmu.

Ah.. jika saja mereka tahu, nasibmu hanya sekedar menjadi hiasan jambangan murah. Lalu tersimpan pada ruang-ruang sempit menghimpit. Mekarmu terhalang tembok-tembok kekar kuasa. Di mana tergantung catatan peraturan tak beraturan. Alangkah malangnya.

Duhai bunga migran …
Jika kini engkau terpasung, terkurung dalam keserakahan. Berontaklah! Hunjamkan akarmu dan tumbuhlah meliar. Engkau bunga dengan selaksa madu, jangan biarkan kumbang-kumbang kuasa menghisapmu. Tancapkan duri-durimu, julurkan sulurmu menembus batas ruang. Dan kita tunjukan pada mata dunia akan adamu.

Duhai bunga migran …
Yang engkau butuhkan hanya keberanian. Atau engkau akan melayu dan tumbang. Hingga kembalimu bukan ke taman pertiwi dengan membawa warna merah putihmu lagi, tapi terkubur di tanah merah dengan balutan warna putih. Seperti bunga-bunga sebelummu dan sesudahmu. Mau?

Wahai bungaku …
Berhentilah berpasrah, cukupkanlah berserah. Keringkan semua basah dan tautkan julur-julur sulurmu semuanya. Bersama dengan bunga-bunga lainnya, bersatu! Bangkitlah! Berjuanglah! Merdekakan dirimu untuk tumbuh, bersemi dan berbunga. Selayaknya bunga merah putih di taman pertiwi, di taman mana pun engkau berada. Engkau adalah Bunga kebanggaan Indonesia.

Long Ping, 11/11/2011
11:00Am

:dedikasi untuk TKW/Perempuan Migran Indonesia di mana pun berada. Bagiku sebutan ‘Pahlawan Devisa’ bukan hanya untuk uang yang kalian hasilkan, tapi juga cinta, kasih dan pengorbanan rasa yang ada.







Biodata penulis:
Arista Devi adalah nama pena dari Yuli Riswati. Pecinta warana ungu yang sedang bekerja di Hong Kong ini dengan segala keterbatasannya, dia bercita-cita ingin menjadi penulis inspiratif. Cerpen true storinya yang berjudul: Sepenggal Catatan Perempuan Migran menjadi Juara 1 dalam lomba yang diadakan ATKI & PILAR-HK 2011.


Info:

Sabtu, 05 November 2011

Belajar Nulis Jawa

Kapisan : Hanacaraka
(sumber saka doc. SJGA)


Aksara Hancaraka iku sawijining aksara sing kaanggo ing Tanah Jawa lan saubengé kaya ing Madura, Bali, Lombok, lan uga Tatar Sundha. Aksara Hanacaraka iku uga diarani aksara Jawa, nanging sajatiné ukara iki kurang sreg amarga aksara Jawa iku warnané akèh saliyané iku aksara iki ora mung dienggo nulis basa Jawa waé. Aksara iki uga dienggo nulis basa Sangsekreta, basa Arab, basa Bali, basa Sundha, basa Sasak, lan uga basa Melayu.

Nanging ing artikel iki ukara Hanacaraka lan aksara Jawa dienggo loro-loroné lan yèn ana ukara aksara Jawa sing dirujuk iku aksara Hanacaraka.

Aksara Hanacaraka kagolong aksara jinis abugida utawa hibridha antara aksara silabik lan aksara alfabèt. Aksara silabik iki tegesé yèn saben aksara uga nyandhang sawijining swara. Hanacaraka kalebu kulawarga aksara Brahmi sing asalé saka Tanah Hindhustan. Déné wujude, aksara Hanacaraka anané wiskaya saiki wiwit sa-ora-orané abad kaping 17. Aksara Hanacaraka iki jenenge dijupuk saka limang aksara wiwitané.

Aksara Hanacaraka jenenge dijupuk saka urutan limang aksara wiwitan iki sing uniné "hana caraka". Urutn dhasar aksara Jawa nglegena iki cacahé ana rongpuluh lan nglambangaké kabèh foném basa Jawa. Urutan aksara iki kaya mengkéné:

Jumat, 04 November 2011

FTS Spesial Ultah WR - Berkebun Semangka di Kampung WR

Berkebun Semangka di Kampung WR

Aku bergabung dengan WR bukan untuk mengikuti perlombaan terhebohnya yaitu LMCR. Aku mengenalnya karena sekedar ingin tahu saja. (Terbukti sampai sekarang belum pernah ikut berlomba hehe)

Apa sih WR itu? Sepertinya namanya keren banget, Writing Revolution. Menulis dengan otak kanan? Gimana itu caranya? Menginspirasi dunia? Mau banget, itu kan cita-citaku.

Tanpa menunda lagi, akhirnya aku resmi menjadi warga WR. Dan menerima tanda bukti berupa sertifikat dan kartu tanda anggota beserta modul untuk belajar menulis cerpen. Jujur saja aku masih bingung, buat apa semua ini? Secara aku memang masih nol besar dalam dunia yang bernama tulis menulis, atau lebih kerennya dunia literasi.

Bulan-bulan pertama mengikuti sistem belajar secara online di WR, aku masih bingung. Waktu itu warganya baru beberapa dan masih belum saling mengenal, namun Kampung WR tak pernah terlihat sepi. Ada saja acara diskusi mereka (aku cuma mengintip) yang bagiku sangat menarik, dari sebuah canda atau lelucon  iseng bisa jadi bahan diskusi dan belajar serius. Misalnya saja dari acara curhat, bisa menjadi Flash True Story (FTS).

Ketika warga WR semakin bertambah dibentuklah kelompok diskusi yang dibagi persuku, berdasarkan nomor keanggotaan. Dan tak kusangka aku terpilih menjadi salah satu ketua suku (kasuk). Bisa dibayangkan bagaimana bingungnya aku? Kok bisa sih? Aku kan belum bisa apa-apa dan bukan siapa-siapa? (asli minder)

Berawal dari rasa terpaksa dan membiasakan diri untuk bisa. Akhirnya aku memiliki kebun semangka (semangat karena Allah) di Kampung WR. Bersama keluarga semangka dan warga WR lainnya, kami saling berbagi, saling mengingatkan dan memotivasi. Di Kampung WR bukan hanya belajar dan prestasi yang menjadi kebanggan bersama, tapi juga semangat kekeluargaan dan saling memiliki yang membuat kami semakin cinta.

Tak terasa usia Kampung WR sebentar lagi genap satu tahun. Aku sebagai warganya merasa belum bisa membanggakannya, tapi dalam hati aku berjanji akan terus berkebun semangka di Kampung WR. Dengan semangka (semangat karena Allah) semua pasti akan lebih baik dan bisa menjadi yang terbaik. Dan segala kebaikan, apa pun bentuknya pasti bisa menginspirasi sesama.

“Happy First BirthDay to Writing Revolution, hope you will be inspiration on the world. We are love you so much.”

Long Ping, 4/11/2011

Kamis, 03 November 2011

Guritku

Mangsa Ketiga
(Arista Devi)


tansah tuwuh pitakon
kapan mangsa ketiga iki purna?
paceklik toya,
paceklik tresna
ah,
aku amung bisa ngronce sisa rasa


rasa ati kang kapang
rasa ati kang sumelang
tansah ngarep tibane udan
anggawa tetesing toya, tetesing tresna
kanggo nyiram bumi atiku kang nela


>>>
Long Ping, 20/10/11
22.00 PM