Laman

Jumat, 11 November 2011

GEBYAR 100 PUISI GELORA API PAHLAWAN


PESAN KEPADA BUNGA MIGRAN
0leh: Arista Devi

Engkau bunga-bunga berwarna merah dan putih yang tumbuh di taman pertiwi. Sebelum akar-akarmu tercabut paksa oleh tangan kapitalisme. Lalu tercampakkan dalam penjara belukar kekar tanah penguasa asing. Tanah orang tempatmu menanamkan benih harapan akan masa depan yang lebih baik. Impianmu.

Daunmu yang tersiram embun cinta, merindang. Memberi sejuk hingga ke seberang, kepada sulur bunga-bunga belum berwarna yang berakar serabut dan terenggut dari pelukmu. Harummu pun tercium, semerbak merebak. Lalu dengan angkuhnya penguasa taman pertiwi menamaimu bunga devisa. Membuatmu tersenyum hambar menahan segala rasa. Jengahmu.

Ah.. jika saja mereka tahu, nasibmu hanya sekedar menjadi hiasan jambangan murah. Lalu tersimpan pada ruang-ruang sempit menghimpit. Mekarmu terhalang tembok-tembok kekar kuasa. Di mana tergantung catatan peraturan tak beraturan. Alangkah malangnya.

Duhai bunga migran …
Jika kini engkau terpasung, terkurung dalam keserakahan. Berontaklah! Hunjamkan akarmu dan tumbuhlah meliar. Engkau bunga dengan selaksa madu, jangan biarkan kumbang-kumbang kuasa menghisapmu. Tancapkan duri-durimu, julurkan sulurmu menembus batas ruang. Dan kita tunjukan pada mata dunia akan adamu.

Duhai bunga migran …
Yang engkau butuhkan hanya keberanian. Atau engkau akan melayu dan tumbang. Hingga kembalimu bukan ke taman pertiwi dengan membawa warna merah putihmu lagi, tapi terkubur di tanah merah dengan balutan warna putih. Seperti bunga-bunga sebelummu dan sesudahmu. Mau?

Wahai bungaku …
Berhentilah berpasrah, cukupkanlah berserah. Keringkan semua basah dan tautkan julur-julur sulurmu semuanya. Bersama dengan bunga-bunga lainnya, bersatu! Bangkitlah! Berjuanglah! Merdekakan dirimu untuk tumbuh, bersemi dan berbunga. Selayaknya bunga merah putih di taman pertiwi, di taman mana pun engkau berada. Engkau adalah Bunga kebanggaan Indonesia.

Long Ping, 11/11/2011
11:00Am

:dedikasi untuk TKW/Perempuan Migran Indonesia di mana pun berada. Bagiku sebutan ‘Pahlawan Devisa’ bukan hanya untuk uang yang kalian hasilkan, tapi juga cinta, kasih dan pengorbanan rasa yang ada.







Biodata penulis:
Arista Devi adalah nama pena dari Yuli Riswati. Pecinta warana ungu yang sedang bekerja di Hong Kong ini dengan segala keterbatasannya, dia bercita-cita ingin menjadi penulis inspiratif. Cerpen true storinya yang berjudul: Sepenggal Catatan Perempuan Migran menjadi Juara 1 dalam lomba yang diadakan ATKI & PILAR-HK 2011.


Info:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar