Laman

Kamis, 01 Desember 2011

Episode Cinta Sebuah Guci


Episode Cinta Sebuah Guci

Cinta itu sungguh menguatkan sekaligus melemahkan. Kata siapa? Kataku.
Seperti yang saat ini terjadi dan kualami sendiri. Begitu banyak impian dan harapan tumbuh subur karena cinta yang kumiliki, tapi sekaligus secara bersamaan begitu banyak pula nelangsaku bersebab cinta.
Sebagai sebuah guci, aku memiliki banyak cinta, di dalam diriku. Menggelembung.

Dan dengan lubang kecil yang ada, aku tak mudah mengeluarkan atau memasukkan cinta kedalam diriku. Tepatnya mudah untuk mengeluarkannya, tapi sulit untuk memasukkannya. Terus? Ya, begitulah aku. Sesungguhnya aku memiliki cinta yang begitu besar yang tersimpan dalam diriku yang membuatku bisa menumpahkan kasih sayang kepada siapa saja (asal aku mau), tapi sebaliknya aku tak mudah menerima cinta dari orang lain, atau tepatnya aku tak mudah percaya begitu saja cinta orang lain itu ada untukku. Tragis!
Sebagaimana guci yang ©antik, aku dengan segala bedaku dengan orang lain ternyata membuatku istimewa. Mudah sekali membuat orang jatuh cinta padaku dengan aura cinta kasih sayang yang kumiliki. Tapi keistimewaan itu justru membuatku miris, aku sama seperti sang kolektor yang ingin mengoleksiku karena keunikanku, aku pun ingin menjadi kolektor. Dan ingin mengoleksi bentuk-bentuk cinta yang ada untukku, untuk kumiliki. Tapi …
Ah, sudahlah. Aku mesti sadar diri, aku hanya GUCI! Ya! GUCI! Sekali lagi GUCI! Sebesar apapun gelembungku yang berisi cinta, se©antic apapun diriku, aku hanya sebuah guci. Dengan posisi sebagai hiasan atau sekedar koleksi. Menunggu waktu terjatuh kelantai, lalu pecah berderai. Terbuang. Sia-sia.

Long Ping, 1/12/11
10:30Am



Tidak ada komentar:

Posting Komentar