Laman

Sabtu, 31 Maret 2012

"HK Permanent Residents"


Keputusan terakhir tentang kesempatan BMI menjadi "HK Permanent Residents" dinyatakan gagal?


Keadilan dan pembebasan diri dari diskriminasi merupakan keinginan setiap orang, tidak terkecuali untuk kami sebagai Buruh Migran / Tenaga Kerja Wanita di negara penempatan seperti Hong Kong. Maka dari itu beberapa bulan yang lalu, kami yang diwakili oleh organisasi dan didukung oleh sebagaian anggota legislatif dan buruh lokal di Hong Kong menuntut hak agar bisa mendapatkan permanent residen atau menjadi warga resmi di Hong Kong.

Mencuatnya berita tentang penuntutan diberlakukannya permanent resident ini banyak menimbulkan sikap pro dan kontra dari berbagai kalangan, tidak terkecuali diantara BMI sendiri. Ada yang mendukung, ada yang menentang dan ada juga yang no reken alias tidak peduli.

Sebenarnya bagi kami yang peduli dan mengerti apa dan mengapa perlu adanya permanent resident itu bukan dikarenakan keinginan untuk berpindah status kewarganegaraan tapi lebih kepada apa yang dinamakan keadilan dan perlawanan terhadap diskriminasi ras.

Dengan adanya permanent resident diharapkan BMI bisa berubah status pekerjaan dari yang selama ini hanya diperbolehkan berkerja di sektor informal bisa berkerja di sektor formal. Dan tentunya tidak lagi menerima perlakuan berbeda dengan warga lokal yang seringkali diskriminatif.

Setelah melewati proses perdebatan dan peradilan pertama yang sempat dikabulkan, kemudian berlanjut pada urusan lain-lain yang rumit, berbelit dan panjang, pada akhirnya tuntutan permanent resident yang sudah sampai di tingkat banding (ketika tuntutan dikabulkan disidang pertama oleh hakim, pihak pemerintahan Hong Kong belum menerima dan mengajukan banding) diberitakan ditolak. (Hong Kong, 23/3)

Eni Lestari, perwakilan BMI dalam sebuah siaran berita di salah satu stasiun teve Hong Kong terkait penolakan tuntutan resident permanent. (fot:YS)


Berikut ini beberapa komentar kawan-kawan sesama BMI di Hong Kong yang saya simak dan temukan di beranda facebook. ^^



"Nggak apa-apa Mbak, orang bulan 7 aku pulkam kok :))" (DV)


"Gpp mulih mulih,,,,:)" (RK)


"Sudah diprediksi... toh juga ga semua pengen jadi HK Permanent Residents." (YG)


"Klu aku blas gak pingi dadi wong hk, Tetap cinta indonesia sampai mati hehe" (UP)

"Setuju dg Mbk UP...cuma oknum Dan orng2 itu itu ae sing ngotot....Herman deh" (FR)

"Aamiin.....keputusanku tepat berarti tahun depan pulang nikah adalah keputusan tepat hahaha" (RM)

"Aku tetap ingin pulang kampung, mulai jenuh dgn kehidupan HK" (MS)

"SEbenarnya hak residen hk bukan berati kita harus tinggal di HK dan ninggalin indonesia selamanya.Tapi karena kita bsa memilih pekerjaan apapun yg kita mau,dan tidak tergantung dengan kontrak. Jadi kalau dbolehkan,ada hikmahnya juga.tp kalo tdk boleh ya udah,aku yora mekso. Itu kalo menurutku.hehe" (MP)

"All : saya(meski pegang PR) tetep Cinta Indonesia, toh pd akhirnya kami akan menghabiskan masa tua di INA. HK utk cari nafkah boleh, tp utk tempat tinggal??? No way !" (YS)


"Ya.. Setuju mbk Yuni... Permanent residen setidaknya mampu membuat Prt migran terbebas Dr aturan 2 Minggu jika Prt di terminit oleh majikan... PR bukan untuk tinggal di Hk selamanya... Untuk mencari nafkah saja" (SA)


"I lope Indonesia" (IM)


"Ane dah duga. kss itu bisa jadi sengaja diangkat jelang pemilu hong kong, untuk membangun sentimen negatif kpd para legislator hk yg selama ini peduli kepada kita para buruh. ane gak begitu memahami latar belakang teman2 filipina kita yg mengajukan review uu ke pengadilan. tapi boleh juga diintip2, sedekat apa mereka dg kelompok2 lawan politiknya politisi yg selama ini turut memperjuangkan nasib buruh dan pekerja. terbukti setelah pengadilan di tingkat pertama memenangkan mereka, politisi2 seperti lee chuk-yan dll yg selama ini berjuang bersama teman2 kehilangan suara sangat signifikan. kelompok anti buruh migran yg ane duga dekat dg RRT tak kuatir, karena toh keputusan akhir ada di daratan sana" (RK)

"Setidaknya masih Ada orang2 Hk Yg Peduli dgn nasib buruh Migran, n dgn isu ini semakin jelas Siapa Yg pendukung buruh Migran n Siapa Yg anti buruh Migran Yg mayoritas adalah pekerja Rumah tangga" (SA)


" Kawan2, Menurut saya berjuang memang perlu ambil langkah maksimal. minimum kita tahu hasilnya. Jika tdk mencoba maka tdk pernah tahu. Ini bukan masalh ingin atau tidaknya jadi residen tp mengikis diskriminasi." (EL)


"Sebenarnya PR itu kalo dibolehkan pasti tdk gampang untuk mendapatkannya. Tapi setidaknya kalo dibolehkan itu berarti tdk ada diskriminasi. Dan kita bebas untuk memilih.
Tetap semangat untuk kwan Eni dan Sring. Berjuang tdk harus mendapakan buahnya. Kadang kita hanya mendapatkan daunnya, rantingnya atau bahkan tak mendapatkan apa2. Yang penting kita sudah berani memperjuangkan." (YA)


"Untk mbk eny n mbk sringatin tetep cemangat.td sy jg sempet leat beritana" (EY)

"Dear All , terimakasih utk semua koment, masukan dan ekspresinya ttg topic pagi tadi. 
Perjuangan memang blm berakhir, namun jgn pernah berhenti bersyukur.bukankah keadaan kita di HK (jauh) lbh baik,aman dan terlindungi drpd temen2 yg merantau dinegara lain? semoga kita bisa lebih menjadi pribadi yang bijaksana dengan lebih banyak mendengar, membaca dan memahami pola pikir yang berbeda.
Salam" (YS)

Colection News about DMW


http://en.wikipedia.org/wiki/Foreign_domestic_helpers_in_Hong_Kong
http://globalspin.blogs.time.com/2012/03/29/in-hong-kong-a-setback-for-domestic-worker-rights-2/
http://www.nytimes.com/2012/03/29/world/asia/hong-kong-court-overturns-ruling-on-domestic-workers.html
http://www.asianews.it/news-en/Government-wins-appeal-in-domestic-worker-residency-case-24363.html
http://www.voanews.com/english/news/asia/Hong-Kong-Court-Rules-in-Favor-of-Domestic-Worker-Residency-Rights-130844413.html
http://www.timeout.com.hk/big-smog/features/44149/the-burning-issue-domestic-helpers.html

Genggaman Impian


Genggaman Impian
Oleh: Ruh Subuh


aku percaya kita akan bertemu di simpang waktu

meski tangantangan bimbang tak henti merayu

untuk kita segera beranjak merenda jarak

pun terkadang ingin kau dan aku menjejakkan langkah

menjauh dari rerimbun akasia yang menaungi kita dari terik mentari

matahari nan meranggas apa saja dengan ganasnya

sering pula penghujan kenangan datang
membuat jiwajiwa kita basah tergenang

sebasah tubuhmu dan tubuhku yang menggigil demam

dan bergulirlah ceritacerita lalu, tentangmu, tentangku

dan tentang mereka di antara cerita kita

silih berganti menyapa dalam demam yang tak kunjung reda
meski bimbang kerap merajam

dan dentuman ragu mengoyak keyakinan

ini tentang mimpi sepasang insan

merajut harap menjadi kenyataan

tak henti sakura ungu melambai
pun angin yang menggoyangkan sedikit dedaunan
ini tentang harap menjulang
dari pucuk tertinggi kusampaikan
aku rembulan
dan engkau...
semesta cinta


Malam, 30 Maret 2012

CENDOL, 30 MARET 2012



CONTINUITY DALAM MENULIS-TERUTAMA-NOVEL
Oleh: Nimas Aksan 

Selamaaat Jumpaaaaa Lagiiii <3<3<3
Maaf yah agak telat, abis miderin novel dulu ke tetangga, sekalian ngebakso ama Kilan dan Ka Zahra, sambil membahas Kolase Perempuan Fiksi. Gak terasa, udah jam tiga...
Baiklah Jum'at Cendol kali ini, meski saya cuma Suker cadangan karena yang harusnya tampil itu Suker Haris, akan coba meembahas segala sesuatu tentang menulis novel. Karena saya tau banyak cendolers yang lagi bikin novel, salah satunya Bang Arling alias Ari Keling. Nah, dalam novel kita gak boleh mengabaikan continuity alias keselarasan karena kata Kilan, itu diambil dari kata continue alias terus menerus atau lanjut. Kenapa continuity penting dalam membuat novel? Karena...
1. Biasanya bikin novel itu nggak sebentar waktunya, kadang kita putus-putus bikinnya, nggak sekaligus kaya cerpen. Nah, di awal cerita misalnya si tokoh nggak doyan bakso, berhubung penulis nerusin novelnya lama, di tengah dan akhir cerita ternyata si tokoh ngebakso ama cowoknya, kan aneh. Itu gak konsisten. Untuk menghindari yang begini inilah perlu namanya continuity. Kalo nggak continuity, bakal terjadi jumping. Di film juga berlaku banget nih, tanya aja mas Erry. Erry Sofid ya jangan Erry Potter.
2. Nulis novel itu harus istiqomah, harus terus menerus, nggak boleh capek di jalan. Ada triknya khusus untuk bikin penyegaran semangat agar novel kita bisa nyampe finish. Apa triknya? Kasih tau gak yaaaaa....

Nah, dua aja dulu ya, sisanya boleh tanya apaaaa aja.

Contoh continuity:
Di novelku Janji Es Krim, disebutkan si Mia pergi ke Bandung pake travel bag Minnie Mouse. Tapi, berhubung aku lanjutin agak lama, di akhir cerita, Mia balik lagi ke Jakarta bawanya ransel. Untuuung, aku periksa lagi sebelum naik cetak, jadilah aku rubah ranselnya jadi travel bag. Sempet bingung sih milihnya, mau ransel apa travel bag, apa buntelan pak Janggut aja...kan gak mungkin.
Hmm, sayangnya novelku juga gak sempurna, karena di suatu bagian pesta Gardi diceritain bahwa keluarga Gardi datang semua termasuk suami Alia, padahal Alia dan suaminya lagi pisah ranjang. T__T. Ini jujur lolos dari pengamatanku. Maaf yah, aku kan manusia biasa, gak sempurna dalam bikin novel sekalipun. Apa dayaku? Aku bisa apa..?
Yah, itu membuktikan bahwa continuity sangat perlu untuk novel. film, dan hampir semua jenis tulisan. Kita harus teliti dan teliti lagi. Nah, silakan tanya-tanya. Tapi kita santai aja ya, aku kan ibu hamil, rentan terserang capek dan kesemutan. Untung ada Kilan di sini yang bersedia mijitin...jadfi sabar nunggu jawabannya.


TANYA JAWAB SUKER & CENDOLERS

Arniyati Shaleh 
TANYA: Bagaimana agar istqamah dalam menulis?
Nimas Aksan 
Jawab: bunda Arniyati Shaleh, Apa trik agar bisa nulis istiqamah?kasih tau gak yaaa...hehehee...1. Kita punya dulu gambaran keseluruhan cerita2. Kita tulis dulu plot-plotnya mau dibikin seperti apa nantinya ide serita kita3. Sering-seringlah memikirkan novel kita itu dalam bayangan kita dan menjadikannya seperti sebuah film yang terus-menerus diputar di kepala kita dari awal sampe ending4. Kalau mulai malas, berhenti, tapi jangan hentikan bayangan film di kepala kita itu5. Jangan kelamaan malesnya, ingatlah bahwa film yang diputar di kepala kita belum ada apa-apanya kalo cuma ada di kepala kita doang, orang lain harus ikut menikmati. Makanya ayo nulis, jangan males.6. Buatlah beberapa adegan berkesan pada bagian-bagian tertentu dalam bayangan kita sehingga kita rasanya pengen cepet-cepet sampai ke bagian itu7. Sering ke toko buku dan irilah pada setiap novel yang terbit di sana, lalu katakan dalam hati: Aku juga bisa bikin yang seperti itu, Patrick...!

Zahra Putri Azhar 
Tanya :Kak, perlu gak sih motivasi orang lain kalo lagi nulis novel?
Nimas Aksan 
Zahra Putri Azhar, perlu nggak perlu sih, tapi dorongan dari luar biasanya lebih cepat bikin panas mesin. Dorongan itu bisa berupa dukungan : Ayo, ayoo bikiiin, karena kalo kamu bikin nopel aku jadiin pacar...!Atau bisa juga secara gak langsung, misalnya ngeliat novel orang lain kita jadi terpacu pengen bikin juga. Itu dorongan dari luar, dorongan dari dalam lebih bagus lagi. Tinggal motivasi diri supaya nggak males.

Angger Minerva 
TANYA : bagaimana triknya agar continuity?
Nimas Aksan ‎
Angger Minerva : 1. Kita harus ingat setiap detil bagian dalam cerita kita.2. Baca ulang dan baca ulang terus setiap mau nerusin cerita3. Pahami dan kenali karakter serta hobi dan pekerjaan tokoh-tokohnyaya, kira-kira itu aja...

Princess Shakilaraya 
Hoaaaammmh... Udah mulai, Ceu?Berhubung tema nya sepertinya sangat menyeluruh, dan sekalian promo novel, dan sekalian membahas tentang keselarasan, aku mau tanya.... Uhm...
-Bagaimana cara untuk menjaga keselarasan itu, Ceu? Harus diendapkan berapa lama naskah kita?-Teruuuuus, gimana caranya menuliskan karakter nendang seperti di novel eceu. Contohnya karakter Mia dan Gardi? Beberapa kali aku sering menemui jawaban dari pertanyaan yang keduaku ini. Tapi jujur! just teory! Makanya aku tanya eceu, barang kali ada teknik khusus yang lebih ngena. Mengingat kita satu perguruan dalam pengaktifan otak kanan tapi malah otak miringku yang aktif.-Teruuuuus, gini deh ceu... Aku mau eceu sharing gimana caranya mengekplorasi ide yang sederhana menjadi novel yang keren dan kontinuitasnya terjaga. "Sederhana". Kayak Novel eceu ituuuuuu, idenya cuma tentang sebuah janji. Tapi kok bisa jadi keren begituuuuuuu.-Okelaaaaaaaaah! tanya apa lagi yaaaaaaa? :D
Nimas Aksan 
Princess Shakilaraya, makasih promonya yaa... ♥Pertanyaan pertama tentang menjaga keselarasan, dan continuity: ya tadi, kita harus kenal dulu tokoh-tokohnya, pahami dan dalami. Kita juga rajin baca ulang naskah kita tiap mau melanjutkan. _pertanyaan kedua, tentang karakter. Karakter emang mesti kuat. Kalo kita udah punya karakter yang kuat pada setiap tokohnya, maka crita akan mudah kita gulirkan kemana saja. Bikin penggambaran yang jelas mengenai setiap tokoh, misalnya Mia. Dia itu cantik, tapi sembrono, ceroboh, dan suka mengingkari kesalahan diri. Tapi Mia juga manusia yang bsia berubah. Maka buatlah perubahan karakter itu perlahan-lahan dan didasarkan sebuah sebab yang kuat.- ide sederhana, bisa dijadiin novel. Hmm, aku sih biasanya ya gitu. Tercetus sebuah ide, trus aku bayangin deh kaya lagi nonton film. Ceritanya mau dibikin gimana, trus ceritanya akan mengalir seperti apa, konfliknya apa aja, konflik sampingannya apa, bahkan sampe ke dialognya apa ya yang enak...nah, kalo udah kita bayangin, kita tau kan mau jadi apa ide sederhana itu akhirnya..

Titie Surya 
TANYA : Kalau nulis novel cemilan apa yang pas buat nemenin nulis? *OOT, abaikan
Nimas Aksan 
Bunda Titie Surya: Kalo nulis novel, cemilan apa yang pas?Aku biasanya sih ngemil paku payung dan ngemut kerikil...hihihi

Tri Lego Indah Full 
Tanya : Ceu Nimas Aksan, bagaimana cara agar kita nggak terburu-buru buat naskah novelnya? biar pembaca nantinya menikmati membaca novel kita sampai akhir? Karena pernah pas baca novel, udah ketahuan endingnya di 3 bab awal, jadi males nerusin sampai akhir bab :D
Nimas Aksan 
Jawaban: Caranya, ya jangan naik taksi, coba deh naek becak, biar lambat asal selamat. Kita kan kadang buru-buru pengen cepet jadi, padahal belum mateng banget. Ya itu, kalo aku sih bayangin dulu keseluruhannya sampe selesai. Buat plot-plot yang menarik. Konflik sampingan, dan tokoh-tokoh baru. Kaya di sinetron putri yang tertukar gelas gitu...Lebih cepet jadi lebih bagus kok, tapi jangan lupa di cek ulang dan cek ulang lagi. Lagian kalo emang novel kita udah di-acc penerbit sih kan kita bisa sama-sama edit sama penerbitnya..

Tri A. Efendi 
TANYA:Mbak, aku lagi mumet mikirin masalah pribadi. Padahal pengen ikutan berbagai event, tapi saat mau nulis. Gak ada inspirasi yang nyantol dan imajinasi mandeg semandeg-mandegnya. Nah Mbak, bagi tipsnya dong biar aku semangat lagi nulis :(#curcol deh jadinya.
Nimas Aksan 
Mbak @Tri A.Effendi yang namanya susah dimensyen...mohon bantu mensyen...
 Tips semangat nulis? ya sering aja liat grup ini. Kan di sini banayk cendolrs yang berkarya, saya bilang kita harus iri sama karya mereka, jadi bisa bikin kita semangat. Tips lainnya, banyak baca. Baca novel, baca cerpen, baca puisi, baca do'a...

Arniyati Shaleh 
TANYA :Bagaimana sebenarnya proses pembuatan novel? Bagaimana membedakan sinopsis sebuah novel dengan sebuah cerpen?
Nimas Aksan 
Jawab: Proses pembuatan novel, biasanya tergantung selera masing-masing mau dibuat darimana dulu. Biasanya sih Ide-Plot-Nulis keseluruhan cerita. Itu aja rumusnya.Jangan lupakan konflik yang kuat, konflik sampingan, penokohan/karakter yang kuat, dan alur yang lugas. Artinya, lugas itu jelas dna mengalir lincah.
Sinopsis novel ama crpen jelas panjangan novel. Itu aja bedanya.

Debby Gabriella Eveline 
TANYA
Mbak Nimas AksanKebanyakan sewaktu saya nulis novel, tiba-tiba ide yang ada di otak saya berubah dari outline yang saya buat. Menurut mbak Nimas gimana? Belum lagi kalau ternyata ada ide yang hampir sama. Eh ... benar-benar sama. :(
Nimas Aksan
Jawaban: Ya nggak apa-apa, bikin aja ide baru. Kan otak kita kaya imajinasi. Dibelokkan gimanapun, ikuti aja, asal benang merahnya dapet, dan jadikan setiap imajinasi itu cerpen. Jangan dibebani pada satu ide yang 'harus begini'. Kita harus terbiasa menerima kalo ide kita bisa berubah di tengah jalan, atau malah dirubah oleh editor.

Natalia Desimoro 
Hadir ... Ceu Nimas
TANYA:Bagaimana mendeskripsikan misal satu subjudul dan tidak menoton? Karena, novel penjabarannya luas. Agar tidak ke mana-mana gitu. Terima kasih. :)
Nimas Aksan ‎
Natalia 
JAWAB:Gimana cobaaa...? subjudul itu kan loncatan-loncatan dari peristiwa di tiap bab. Kita mesti udah tau dulu cerita mau dilarikan kemana. Yang penting, ada kaitan dan benang merah di tiap sub judul itu. Tiap bab/sub judul punya pokok pikiran sendiri. Punya inti cerita. Tapi menjadi pendukung utama ide keseluruhan. Kita tentukan sendiri mau dibikin gimana babnya, lalu buatlah sub judulnya. Biar gak monoton, bisa lompat setting atau flash back, atau bisa juga kelanjutan dari bab sebelumnya yang bikin penasaran.

Arniyati Shaleh 
TANYA : Bagaimana cara mengatasi rasa malas dalam menulis novel? Apakah perlu seorang atau lebih pendamping ahli bagi pemula?
Rezky Permata 
Tanya:
Cara mengalahkan malas yang paling ampuh buat Mbak Nimas itu apa?*ketahuan deh malesnya*
Nimas Aksan ‎
Rezky Permata dan Bunda Arniyati Shaleh, cara engatasi males, kalo aku sih...olahraga secara teratur, berpikir positif, cukup tidur, makanan dengan gizi seimbang, dan ingatlah bahwa kita harus berkarya. Pegang motto, menulislah sebelum nama kita ditulis di batu nisan...nah loo, serem kaaan...Plaaak!
Plus kalo aku sih, ditambah: Aku gak punya kerjaan, jadi menulislah, carilah uang!

Princess Shakilaraya 
TANYA:Ceu Nimas Aksan.
Aku udah dua kali nyoba nulis novel. Dan dua-duanya teenlit.Tapi dua-duanya juga mentok di halaman 50. Aku harus bagaimanaaaaaaaaaaaaa? ><
Nimas Aksan ‎
JAWAB:Kalo gitu usahakan novelmu cuma sampe halaman 49 aja....

Debby Gabriella Eveline 
Tanya
Mbak Nimas Aksan
Pernah Debby mencoba membuat novel, eh baru 20 halaman ada orang bilang. "Kok tokohnya nggak punya karakter, sih?" 
To the crot, mbak. T.TGimana supaya karakter yang kita buat dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan?
Nimas Aksan ‎
JAwab:
Hidupkan tokohmu, jangan sekedar jadi tokoh cerita, ajdikan dia sosok imajiner yang seolah emang ada. Kalau sulit, coba cari karakter yang sama pada setiap orang di sekitar kita, umpamakan sifatnya itu seperti si A. Sama kaya kalo kita mau bikin film animasi, biasanya kita punya contohnya dari tokoh nyata.

Aulia Anggraini 
Tanya :Mum Nimas, gimana sih caranya mengusir rasa malas? Apa dengan makan es krim? :)
Debby Gabriella Eveline
Bantu jawab   Menurut Debby, cara mengusir rasa malas itu ya, memikirkan yang indah-indah. Misalnya, gimana kalau novel itu lolos ke penerbit? Mau dikasih ke siapa? Mengingat kembali motivasi kita menulis novel. *colek dik Aulia Anggraini
Nimas Aksan  
Jawaban: Jangan, mahaaal...Mending pake do'a-do'a aja, setan aja keusir apalagi rasa malas...

Zahra Putri Azhar 
Tanya:Kak, mengatasi kebuntuan ide saat menulis novel itu gimana?
Nimas Aksan
Dengan membayangkan keseluruhan cerita, kalo aku sih biasanya ngebayangin teruis sampe ending, sambil melakukan kegiatan apapun. Nah, biasanya di bab tertentu aku punya dialog bagus atau adegan bagus yang bikin aku gak sabar pengen cepet nyampe kesana. Itu bisa jadi semacam patokan kita untuk melancarkan ide. itu ceritaku. Apa ceritamu?

Zya Verani 
Tanya:biasaya berapa lama sih waktu yang ideal untuk menggarap sebuah novel dari awal hingga akhir?
Nimas Aksan 
Jawab:Menurut penerawangan Ki Gumpil Sang Pawang waktu ideal itu, dimulai saat menjelang subuh, dan diakhiri saat terdengar adzan maghrib. 
Relatif kaaaa, terserah mau selesai kapan. Selesai gak selesai kumpulkan...Atau kalo bisa kita bikin detlen sendiri, misalnya maksa diri kita biar nyelesein dalam waktu sebulan.

Princess Shakilaraya 
TANYA:Ceu Nimas Aksan.
Ceuuuuuu... Soal observasi yang mana penting dalam penggarapan sebuah novel itu, aku juga mencoba hal itu. Tapi apa? Aku kurang bisa menyalin bahan menulis itu ke dalam tulisan yang apik. Aku harus bagaimanaaaaaaaaaaaa?><
Nimas Aksan 
Jawab:Kamu harus mengulang lagi kelas otak kanan dengan mas Bagus Sujiwo...Melatih kelezatan kalimat dan membuat diksi. Jangan plek copas hasil observasi. Banyak-banyak ngobrol sama saya, nanti pinter ngomong juga...
Princess Shakilaraya ‎
Nimas Aksan.Kamu harus mengulang lagi kelas otak kanan dengan mas Bagus Sujiwo...Melatih kelezatan kalimat dan membuat diksi. Jangan plek copas hasil observasi. Banyak-banyak ngobrol sama saya, nanti pinter ngomong juga...
Waktu itu ga kelar karena aku kondangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan. ><

Zahra Putri Azhar 
Tanya:Kak, adakah langkah-langkah tertentu dalam memulai menulis novel?
Nimas Aksan 
Jawab:
Ada..
1. Ide
2. Plot/alur
3. Mulai nulis sesuai plotnya
4. Editing
5. Kirim

Aulia Anggraini 
Tanya :Mum Nimas, bagaimana caranya mengatasi ide yang melompat-lompat? Belum selesai satu novel, sudah lompat ke novel selanjutnya. Tapi ujung-ujungnya malah males nerusin. T.T
Nimas Aksan ‎ 
Jawab:Ya tulis aja semuanya, biar novelnya makin banyak. Buat plot dari setiap novel yang mau ditulis, trus selesein satu persatu semampumu, buang rasa males. Jangan tanya gimana cara buang rasa malas lagi yaa...

Pekik Bayumukti Utomo 
Marini Rachmat TANYAapa untuk menulis novel perlu melakukan riset?
Debby Gabriella Eveline 
Mbak Marini Rachmat Sebaiknya sih begitu. Supaya bagus dan berbobot. Menurut Debby lho ya. :D *bantu jawab*

Angger Minerva 
TANYA
1. Kita harus ingat setiap detil bagian dalam cerita kita.=> apa lebih baik kita catat adegan/lain-lain tersebut?
Nimas Aksan 
Angger Minerva, JAWAB :Ya, mendingan dicatet aja kalo kita pelupa apalagi kalo kita sering kejedot pintu angkot, rentan amnesia...

Fuan Arencsid 
Aku paling seneng nulis novel. Namun terkadang suka nggak rutin nulisnya. Bagaimana caranya agar tetap fokus saat menulis Novel? Jadi biar pun hanya sebentar di depan monitor, bisa menghasilkan hasil yang maksimal..... :)
Nimas Aksan ‎
Fuan Arencsid, maaf baru dijawab...Aku paling seneng nulis novel. Namun terkadang suka nggak rutin nulisnya. Bagaimana caranya agar tetap fokus saat menulis Novel? Jadi biar pun hanya sebentar di depan monitor, bisa menghasilkan hasil yang maksimal..... :)
Caranya, walo sebentar, usahakan baca ulang novelmu yang udah ditulis sebagian, pasti tergerak ingin nerusin. Dan teruskanlah walo hanya satu ayat...eh, satu paragraf!
Tri Lego Indah Full dan Alisia Adella Meilisia bisa pake jawaban yang sama di atas ya...itu triknya!

Marini Rachmat 
TANYA LAGI:apa bedanya teenlet sama novel ?
Paulus Nugroho ‎
Marini Rachmat : teenlit adalah salah satu jenis atau genre novel. jenis novel lainnya ada : sejarah, chicklit, metropop, thriller, dan sebagainya.
Nimas Aksan  
Kalo novel kan sebuah bentuk karya sastra, kalo teenlit itu genre dalam novel atau cerpen.

Karro Mukarromah 
Tanya : Nulis novel itu, butuh keruntutan enggak sih? Misal yang ditulis pertama itu konflik utama, terus scene-scene yang dianggap unik, baru dijadiin satu gitu boleh? Enggak runtut maksudnya. Makasih.
Nimas Aksan  
Jawab: Itu sebuah trik namanya, Karro, dan boleh-boleh aja. Aku biasanya begitu lho, kalo kamu terapkan seperti itu, kamu akan bisa bikin novel. coba yaa...tinggal nanti diruntutkan trus di edit ulabng.

Zya Verani 
Tanya: kalo kita nulis novel duet cara apa yang sebaiknya digunakan, penulis pertama nulis satu bab selesai lanjut ke penulis satunya atau gimana? *bingung*
Nimas Aksan
Jawab: Ya, bisa begitu, bisa juga nulisnya bareng-bareng gantian...aku sendiri belom pernah nulis duet.

Lonyenk Rap 
Kebetulan lagi garap novel nih
Bagi tips untuk menjaga MOOD agar konsist, dong. Soalnya aku suka 'tergoda' menulis cerpen. Apalagi pas malam jumat, maunya nulis cerpen horor terus.
Kalo udah ada pertanyaan sejenis jangan dijawab
Tengkyus Mrs Aksan ♥
Nimas Aksan
Lonyenk ♥ tipsnya: kalo aku sih selingi aja dulu dengan cerpen horor itu sampe selesei, baru lanjut lagi ke novel setelah puas main-main dengan cerpen...

Citra Widayanti 
TANYA: Mum ... maaf kalau rada ngelenceng. Aku kemaren beli novel lama, keluaraan tahun 2009. Aku tuh heran, di dalamnya ada tulisan alay (ASLI). Emang boleh ya? Astaga ... >_< #pertanyaanapaini
Nimas Aksan ‎
jawaban: Tergantung penerbitnya Ciciiit...memang ada penerbit yang sengaja nyari naskah alay kok..mereka punya sasaran pasar masing-masing..nggak semuanya harus seperti Balai pustaka.

Zya Verani 
just share
kalo aku sih nulis novel itu yang pertama kulakukan adalah buat sinopsisnya dari awal hingga akhir. terus baru buat outline perbabnya sesuai dengan sinopsis yang kita buat tadi. oya termasuk deskripsi karakter setiap tokoh yang kita mau sebaiknya di tulis juga untuk menghindari ketidakkonsistenan yang disebutkan ceu Nimas Aksan

Tris Anova Arlim 
TANYA:Mba Nimas Aksan, ada kriteria tertentu nggak tentang sinopsis dan outline yang keren dan bisa menarik perhatian penerbit? Apa itu? :)
Nimas Aksan
Jawab:Wah, pertanyaan yang bagus Ka..ini sesuai ama pengalamanku yang sinopsisnya ditolak penerbit, padahal setelah dia baca hardcopy keseluruhan dia tertarik. Jadi sinopsis dan outline itu emang penting banget. sebisa mungkin bikin sinopsis itu to the point, menggambarkan keseluruhan novel terutama konflik kuatnya, tidak menyisakan pertanyaan, dan didukung dengan kekuatan cerita. Buat kalimat awal sinopsis yang 'nendang'. Yang langsung pada sasaran tapi tetap menceritakan keseluruhan novel dengan gamblang.

Marini Rachmat 
TANYA: apa perlu kalau mau nulis novel bikin kerangka dulu?misalnya tokoh A awalnya begini, trus di Bab sekian dia berkonflik dengan si B, C atau D sehingga kita sudah tau endingnya mau seperti apa.
Nimas Aksan 
Jawab ya mbaak :Dperlu lho mbak, paling nggak ya nggak usah kerangka karangan seperti yang kita pelajari waktu kita SD, tapi itu perlu banget untuk membentuk konflik, bisa kita coret-coret sederhana aja tergantung keinginan kita. Dalam penulisan skenario misalnya malah dibikin bagannya, si A cemburu ke si B, si B suka ke si C, dan seterusnya...

Richa Miskiyya 
semua cerita udah ada di kepala, tapi bikinnya itu lhoooo. seringkali kalah sama semangat bikin cerpen >.<. CeuNimas Aksan, heleeepp
Nimas Aksan 
Jawaban: kembali ke niat masing-masing aja, apakah sanggup bikin novel dengan kontinuitas seperti itu, ataukah nyerah? Hayoo, pilih mana? Masa gak ngiri ama novel temen?

Putri Eka Pertiwi Hirawling 
Sore Suker Nimas!Tentang menulis sebuah novel ya? aku pernah bermasalah dengan logika cerita, karakter yang tiba-tiba berubah di tengah cerita, nggak konsisten gitu. Hihihi. Terus pernah jugaa ada ide cerita, kutulis dengan cerita bersambung gitu, tapi di tengah cerita malah gantung, karena gak tahu dilanjutnya gimana, jadi males nerusin deh, Suker. Gimana caranya biar naskah yang kita buat gak ngegantung di tengah jalan? Aku bukan orang yang suka bikin kerangka cerita sih, tulis ya tulis aja. Makasih, Suker. :)
Nimas Aksan ‎
Jawab:Itulah kekurangannya kalo kita nulis asal nulis aja, nunggu ide mengalir. Nggak jelek sih, kadang aku juga begitu, tapi paling nggak kita harus punya satu keutuhan cerita/ide bulat dari awal sampe akhir pengen gimana. Masalah pengembangan dan konflik smapingan itu bisa nemu di jalan, tapi inti dari cerita harus udah bulat. Jadi kita tau, mauu dibaawa kemanaa ceritaa kitaaa....

Zahara Putri 
Tanya: mbak kalau terbiasa nulis cerpen dan non fiksi. Nulis novel apakah menjadi sulit ya? Trus bagaimana agar novel yang kita garap bisa rampung? Karena panjang jadi bosan. Gak kelar-kelar *mungkin gak biasa.
Nimas Aksan ‎
Jawab:Zee, justru kalo terbiasa nulis cerpen akan lebih mudha nulis novel. Novel itu kepanjangan dari cerpen, konfliknya harus lebih banyak biar gak ngebosenin, tapi jangan terlalu berat, bikin pusing juga. Agar novel kita rampung, ya harus diselesein dooong..jangan biarin ide kita jadi sia-sia..

Rezky Permata: Janji Es Krim itu termasuk istiqamah, kan? Butuh waktu berapa lama nulisnya, Mbak?
Nimas Aksan ‎
Iya, itu termasuk istiqomah dan bikinnya menganut semua teori yang saya sebut di atas...kira-kira berapa lama yaaa? hampir setahun!

Ratna Wulandari 
TANYA: mbak aku buat cerpen, setelah jadi tiba-tiba ngerasa nggak puas karena harusnya ceritanya nggak sesempit itu konfliknya. Ceritanya aku mau kembangin jadi novel. Jadi, langkah pertama yang harus kulakukan itu apa? Makasih.
Nimas Aksan
Jawab:Langkah pertama, kamu harus bikin pengembangan ide. Jadi cerpen itu bisa jadi biang yang bisa dikembangkan lagi dengan konflik-konflik dan penambahan tokoh. Tulis aja supaya memudahkan. Buat plot dan alurnya.

Ummu Kalsum 
TANYA : bagaimana membangun konflik di dalam Novel ?
Nimas Aksan 
Jawab: Dengan membangun imajinasi kita tentunya, kembangkan sebuah hal sederhana menjadi besar, bukan sebaliknya.

Ratna Wulandari 
TANYA: mbak, yang dimaksud istiqomah di atas itu sama artinya kita harus punya target yang harus dipenuhi setiap harinya dan terus menerus kan????Tanpa pengecualian?
Nimas Aksan 
Jawaban: Betul,mbak, kira-kira begitu...istiqomah itu usaha terus menerus tanpa berhenti sebelum berhasil..dengan ikhlas dan mempercayakan usaha kita pada keajaiban Tuhan.

Ambia Mursalin Iskandar II 
Tanya : apa mantra yang ampuh sebelum menulis?
Zya Verani ‎
Ambia Mursalin Iskandar II, mantra ampuhnya: Bismillahirrahmaanirrahiim

Kawako Tami 
Tanya : Mbak Nimas Aksan 1. gimana kawa bisa lepas dari bab niat dan berlanjut pada menulis?2. Kawa biasa bahasa puisi. kalau memakai model serupa dalam novel boleh tak? ^_^
Kawako Tami 
TANYA: Bagaimana supaya pertanyaan saya dijawab? Nimas Aksan
Nimas Aksan  
Jawab:Harusnya belom nyampe giliranmu, tapi udah ribut aja, akunya brisik...Nih dijawab ya...
1. maksudnya dari niat jadi nulis beneran? Ya tergantung keimanan masing-masing aja...nggak ada satupun yang bisa bikin kamu nulis kecuali kamu pengen sendiri. Habis niat, langsung lakukan. Jangan nunggu malaikat datang dan bilang: 'Tulis!Tulislah!'
2. Boleh aja, ada kok yang begitu..

Lonyenk Rap 
ALL  Janga pada RIBUT berteriak kapan pertannyaannya dijawab
Belajar dari pertanyaan lain aja, itu aja udah cukup membantu.
*pertanyaanku juga blom dijawab. But it's ok :)
Nimas Aksan ‎
Kawako Tami, jangan gitu ah...kamu bersikap seolah dirimu sendiri yang menderita, lihat yang lain, yang pertanyaannya lebih dulu dari kamu. Ini satu-satu ya jawabnya, dan urut dari yang atas. paham ga? Lihat komentar mas Lonyenk Rap. Kalau kamu masih ribut soal kesabaran, saya akan keluarkan kamu dari kelas...

Anita Natsir 
Tanya : bagaimana cara membuat konflik novel itu lebih menarik untuk dibaca? Heheh ^^Mohon petunjuk yah kak..:)
Nimas Aksan
Jawab:Caranya dengan mengangkat sebuah permasalahan sederhana menjadi luar biasa. Dan jangan lupa, masuklah dalam jiwa si tokoh itu sehingga pembaca juga bisa memahami apa yang dia rasakan, karena pemaparan kita mengenai emosi si tokoh benar-benar dalam.

Rezky Permata: 
Apa, sih, tahapan pembuatan novel yang paling susah buat Mbak Nimas? Penulisan karakter mungkin..
Nimas Aksan ‎
Jawab: Karakter udah kita bayangin sebelumnya, kalo buat aku yang susah itu ya mengilustrasikan suatu adegan aja. Kadang kalo nggak detil suka salah menggiring imajinasi pembaca.

‎Rezky Permata: 
Kalau kita ngerasa lepas dari feel tokoh setelah rehat penggarapan gimana, Mbak? Apa perlu menghayati lagi dari awal?
Nimas Aksan 
Jaawab:Ya, perlu...baca ulang dan resapi lagi.

Tri Wiyatun 
hadir!aku juga beberapa kali mencoba bikin novel tapi cuma ampe tengah jalan. lum pernah ampe finish :(kadang sulit menemukan adegan yang wah
Nimas Aksan
Jawab:Jangan disingkat-singkat yaaa nulisnya...adegan wah bisa dilatih dnegan banyak menonton film, dan berimajinasi, karena adegan yang bagus itu nggak datar, nggak gitu-gitu aja. Buat yang dramatis tapi masuk akal.

Miskiyya 
Dalam nulis novel Ceu Nimas Aksan lebih suka banyakin narasi apa dialog?
Nimas Aksan ‎
Jawaban: Seimbang ya...saat butuh pemaparan ya narasi, saat butuh kesegaran ya dialog...aku gak pernah memprosentasikan ini berapa itu berapa, tergantung kondisi dibutuhkan nggak.

Marini Rachmat 
TANYA:apa kalau bikin novel harus melakukan riset dulu?
Nimas Aksan
JAWAB:Tergantung kebutuhan kita, tapi alangkah baiknya kita menguasai apa yang kita tulis, karena itulah riset biasanya perlu.

Ambia Mursalin Iskandar II 
Tanya : misal saya buat Novel yang kebanyakan dialognya melalui sms atau chating atau komen-komenan di fesbuk cara penulisannya gimana yak? *maaf kalau enggak nyambung sama tema Jumat cendol hari ini, tapi beneran nanyanya ini... :)
Nimas Aksan 
‎Ambia Mursalin Iskandar II, met ultah yaaa walo telat.
Jawab: Cara penulisannya bisa dengan garis miring alias italic atau font berbeda. bebaaas..eh, tanya deh ke ka Zahra A. Harris yaa... :DMet ultah sekali lagi

Dela BungaVenus 
Tanya : apakah karena ceu Nimas Aksanmenulis tentang chicklit maka dari itu harus tentang keseharian seseorang di sebuah kota. Dengan kehidupan masa kini dan memang harus dikemas ringan?
Komen : maksudnya ide-ide sederhana yang dikemas dengan detail yang menarik? Itulah ciri novel chicklit. Harus mudah dicerna, tapi menarik bukan?
Nimas Aksan
Jawaban: Iya, kalo chicklit begitu mam, biasanya khas cewek banget. Baca deh novelku ya mam, masa belum borong siiih? :D :D :D

Saprudin Udin ‎
Nimas Aksan ;Yang di maksud dengan genre itu apa mbak?,maaf sedikit melenceng dari topik.Kalau nggak pantes,bisa di cuekin pertanyaan saya.Nunggu giliran buat di jawab pertanyaannya.
Nimas Aksan
Jawab: Genre itu aliran, jadi ada aliran teenlit (remaja), chicklit (chick literatur, wanita dewasa), horor, melodrama, metropop, komedi, dll.

Dina Why
kak nimas @ wah kebetulan nieh kak, aku udah coba nulis novel, kyk memoar gt deh. tinggal endingnya tapi bingung, nggak nyambung gt. Klo novel gt minimal brp halaman ya ?
Nimas Aksan
Nulis memoar kadang terjebak pada kesenangan diri, karena berkutat pada 'myself' sehingga lupa kalau itu sebenarnya untuk konsumsi publik. Coba tanya Haris Firmansyah Hirawling gimana cara bikin memoar yang gak cuma memuaskan diri sendiri tapi juga bisa jadi konsumsi publik. Memoar yang stuck itu biasanya karena terlalu memaparkan diri sendiri secara egois.

Naminist Popy
pertanyaanku cukup dijawab dengan 1 nama penulis novel, 1 nama judul novelnya, dan 1 alasan terpenting menyukai tulisannya.
Nimas Aksan ‎
Naminist Popy, penulis favorit saya: Dee Lestari. Novel favorit: Madre. Sebenernya banyak yang lain seperti Sophie Kinsella dan Icha rahmanti, juga Andrea Hirata, tapi kamu cuma minta satu ya kehormatan kuberikan pada Dee.

Nimas Aksan 
Sebagai penutup, saya mau jawab pertanyaan
Debby Gabriella Eveline, kalo gak salah ada dua yang keren.
1. tentang tulisan yang dipangkas editor.Biasanya setelah naskah kita diterima, editor memang akan membaca ulang dan mengedit naskah kita, kita juga mesti rela kalo ada bagian-bagian yang dipangkas editor. Tapiii, editor akan memberikan hasil editannya ke kita sebelum diterbitkan. Disitulah kita mesti jeli membaca ulang. Kadang dipotong pada bagian tertentu membuat sebuah bagian jadi tak utuh atau malah aneh. Di situ kita bisa komunikasikan dengan editor kita. jangan sampe terjadi jumping itu tadi. 
2. Mbak Nimas Aksan. Kebetulan novel mbak Nimas mengangkat tema yang unik dan ringan. Tapi berbobot. Bagi tipsnya dong mbak. Membuat sebuah novel berdasarkan ide yang sederhana. :)Jawab:Tipsnya adalah dengan menggali karakter para tokohnya, kita harus mengenali karakter mereka seperti apa, lalu buatlah konflik-konflik sesuai dengan sifat dan karakter mereka itu. Sebuah novel dengan tema sederhana akan sangat berwarna dan jadi luar biasa karena permainan karakter ini.
Contoh: janji Es krim cuma bercerita tentang seorang cewek yang ingin menuntaskan nadzarnya. Tapi apa yang ditemui di tengah perjalanan? Beragam peristiwa dan beragam tokoh yang karakternya menarik. Ada Vladimir Gardiansyah yang bener-bener prince Charming, ada karina yang ambisius dan judes,ada Desvita Dody-desainer kemayu yang tinggi besar, ada Alia yang mau balik lagi dengan suaminya, ada Lovely yang perfectionist, dan tentu saja Dudi yang penjaga sahabat-sahabatnya.(sekalian promo) 
Ohya, makasih untuk semua yang sudah mengikuti Jum'at cendol. Untuk yang saya marahi, seperti mbak Marini Rachmat, maaf mbaaak..Love you,mbaak....juga Kawako Tami, saya juga minta maaf...tapi sebaiknya Kawa juga bisa memahami kelas dan tidak komentar yang tak perlu karena apapun yang kita tulis di dunia maya ini efeknya akan berbalik pada diri kita :)
Terimakasih semuanya, yang belum terjawab silakan komentar lagi,insya Allah saya jawab :)
*saatnya makan malam*


Ayu Rahmah Hidayah
Alhamdulillah, dapat ilmu tentang nulis dan novel, Meskipun gak Sempat ikut kelas keren ini...wajib kusimak pelajaran kelas ini , berhubung novelku berkali-kali ditolak penerbit dan beberapa outline novelku yang terbengkalai tidak kuurus #edisi curcol

Nimas Aksan
‎Ayu Rahmah Hidayah, coba buka page atau grup penerbit, biasanya mereka mencantumkan persyaratan untuk mengirim novel, ikuti persyaratan itu, biasanya mereka minta sinopsis, enam bab pertama, dna outline, juga kelebihan/kekuatan dari naskah...jangan salah juga milih penerbit, seperti aku misalnya, melihat kesempatan sebuah penerbit yang khusus menerbitkan chicklit dan sedang mencari naskah genre chicklit, langsung aku kirim, dan alhamdulillah diterima. Jadi liat kebutuhan penerbitnya. :)