Laman

Sabtu, 10 Maret 2012

CENDOL, 14 DESEMBER 2011




ALUR ATAU PLOT
~Tova Zen~

Salam hangat selalu,
Ehm..hm..hm.. dan kembali ehmm..

Terimakasih atas kesempatannya di ruang diskusi ini saya akan ‘share’ tentang sisi kreatif bagaimana membuat sebuah alur, plot dan setting agar cerita serasa hidup dan sangat memiliki prospek untuk mempengarui pikiran pembaca.

Duduk lah dengan manis, lalu silahkan ajukan pertanyaan segokil Anda bisa .....bagi yang serius berminat di dunia kreatif kepenulisan silahkan lontarkan keingintahuan Anda, sehingga akan sangat bermanfaat jika Anda betul-betul menyimak. Itu! Anak yang duduk di belakang kelas saya, jangan tidur dikolong meja ya.... haha.. Saya tak melarang jika kalian menyimak sambil minum cendol Anda. Diskusi ini tak membuat efek stress berlebihan. Semoga ada yang serius dan berkeinginan belajar .

Mari berdiskusi bersama!

Dalam sebuah cerita pasti terdapat alur atau plot, sepertihalnya sesi kehidupan Anda, bahwasanya kisah hidup Anda pun punya alur dan plot. Alur akan menceritakan seberapa kuat fenomena jalan cerita dan sekaligus sebagai acuan untuk membuat konflik dalam cerita. Dan yang lebih lihai dari sisi kreatif seorang pengarang adalah bagaimana ia menciptakan sebuah alur yang bisa membawa pikiran pembacanya masuk dan ikut berpetualang dalam ceritanya, kisahnya serta konfiknya.

Alur adalah jalan menuju titik konflik, pengenalan karakter tokoh, pengenalan setting tempat, bahkan alur berperan sangat dominan untuk menciptakan suasana cerita, nuansa cerita, titik emosi, titik kecerdasan, titik teka-teki, dan sebagai bahan penting untuk menghipnotis pikiran pembaca. Seorang pembaca akan tersedot masuk jiwa dan khayalannya ke dalam cerita dan ikut menjadi bagian yang merasakan betapa sebuah alur adalah jalan masuk menuju sebuah sensasi yang menakjubkan.

Jalinan cerita disebut juga alur atau plot akan menceritakan sebuah kejadian yang satu menjadi sebab atau akibat bagi kejadian yang lain. Ditinjau dari arah gerak ceritanya, alur dibedakan atas alur maju(progresi/linier) dan alur mundur (regresi).

ALUR MAJU (PROGESI/LINIER)

Alur maju atau disebut juga alur kronologis (alamiah) diawali dengan eksposisi(penjelasan), adegan ditampilkan tokoh-tokoh penting dan latar kehidupannya. Disusul konflik, yaitu munculnya persoalan akibat terjadinya perselisihan tokoh. Bila konflik itu tidak teratasi, akan membesar, meluas, dan menjadi kompleks. Dalam tahap komplikasi ini, banyak tokoh lain yang
terseret dalam persoalan. Puncak dari konflik, yaitu klimaks, saat persoalan mencapai titik paling menegangkan. Biasanya ini merupakan bagian yang paling mendebarkan dan dinanti-nantikan oleh pembaca. Sebelum menuju ke akhir cerita atau konklusi, tokoh melewati tahap peredaan masalah atau antiklimaks.

*Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat*.

Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus. Sedangkan pendekatan deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan.

Dalam alur maju, sering kali terjadi kilas balik cerita (flash back), yaitu cerita berbalik sejenak ke masa lalu.

Lain halnya dengan cerita-cerita dalam film, novel, atau cerpen. Kualitas cerita tersebut sangat dipengaruhi oleh penentuan alur, bisa menggunakan alur maju maupun alur mundur. Dalam cerita film, terkadang penonton malah lebih menyukai cerita yang beralur maju. Sebagai contoh yaitu pada film “Titanic”, film tersebut menggunakan alur maju yang menampilkan lebih dahulu penemuan kapal Titanic oleh para ilmuwan. Film tersebut juga sangat disukai oleh kebanyakan masyarakat, karena mereka merasa penasaran atau ingin mengetahui sebab-sebab apa yang mengakibatkan tenggelamnya kapal Tetanic.

ALUR MUNDUR (REGRESI).

Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback). Sedangkan pendekatan induktif adalah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari keadaan khusus menuju ke keadaan yang umum.

Berbeda dengan alur maju, cerita alur mundur dimulai dari bagian akhir. Namun, ada juga yang diawali dari tengah cerita. Alur seperti ini disebut sebagai alur gabungan.

Cerita tidak akan bergerak apabila semua tokoh memiliki watak, sikap, pandangan, dan harapan yang sama. Cerita bergerak karena muncul konflik yang dipicu oleh adanya perbedaan-perbedaan antar toko h. Konflik tidak selalu terjadi secara eksternal, yaitu antara tokoh dengan tokoh yang lain, tetapi bisa juga terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri (konflik internal). Selain itu, konflik juga dapat terjadi antara tokoh dengan keadaan alamiah dan sosial budaya di sekelilingnva dan dengan kepercayaan / keyakinan hidupnya (konflik batin/moral). Konflik social biasanya terjadi saat tokoh tidak mampu beradaptasi dengan nilai-nilai vang berlaku di masyarakat. Konflik juga berkaitan erat dengan emosi penokohan dalam cerita, cerita detektif dan horor akan lebih menekankan konflik pada sebuah rumus teka-teki yang saling silang, rumit, menegangkan, terkuak pelan-pelan, dan seakan pembaca ikut diajak menyelami sebuah ketegangan yang aneh, kelu, bahkan paling menyenangkan sekalipun, dan bagi penulis yang tinggi daya imajinasinya, maka akan didapati trik-trik aneh, menyentak bahkan cenderung tak bisa terbaca, dan akan ditutup dengan pelan-pelan bagaimana trik-trik itu bisa tercipta. Seperti mengupas sebuah adegan yang rumit, penuh nostalgia, perasaan pembaca begitu terlibat pada karakter tokoh, begitu merasakan kehidupan tokoh dan tentu saja akan berupaya terbang masuk ke tempat dimana tokoh diceritakan ada.

PERAN ALUR DALAM CERITA

Dalam cerita Alur cerita itu jenisnya bisa yang bergerak maju (progresif), mundur atau kilas balik (flashback), dan gabungan keduanya. Menurut Ahmadun Yosi Herfanda (Redaktur Sastra/Budaya Republika), alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action). Narasi itu penggambaran dinamis, gerak (action) tokoh-tokohnya, benda-benda yang menjadi penyebab atau akibat aksi para tokoh cerita. Deskripsi penggambaran suasana yang statis, cenderung tetap, seperti suasana alam di pagi hari, ruang tamu yang rapih, atau sekolahan kita yang lengang saat jam belajar. Dan dialog adalah kata-kata yang diucapkan oleh para tokoh yang kita buat. Ada dialog lahir (terucapkan), ada dialog batin (tidak terucapkan). Saya lebih suka deskripsi untuk paragraf awal guna menguatkan setting tempat dimana tokoh cerita berada. Bagaimana dengan penulis di diskusi ini? Para cendoler sekalian? Itu terserah Anda tentang proses mengawali cerita. Ingat! Disini saya telah menganggap Anda tahu apa itu deskripsi dan narasi.

Nah, manakah yang lebih unggul dari jenis alur itu? Untuk para (calon) penulis pemula, sebaiknya mencoba alur maju (progresif) dulu, karena itu lebih mudah, sesuai dengan kronologi cerita. Kita juga tidak susah memikirkan transisi waktunya. Tentu seorang penulis yang ingin ceritanya dapat dinikmati dan mempengarui pikiran pembaca akan menguatkan diksi(pilihan kata) dalam bahasnya, deskripsi , narasi serta dialog yang tidak membosankan. Jangan sampai kita terlalu bertele-tele menggambarkan sebuah deskripsi sehingga konfliknya serasa kabur, tapi penting pula bahwa deskripsi yang detai akan membuahkan titik wawasan di pikiran pembaca. Kata-kata yang kita rangkai akan menjadi kalimat kosong tak bermakna, jika terlalu banyak mengulang kata, menceritakan sesi yang tak jauh beda, serta membuat narasi yang berulang meski dengan kalimat berbeda. Penting agar cerita itu menarik harus memperhatikan kejutan-kejutan kecil melalui adegan (action) dalam tulisan. Dengan begini pembaca yang hampir beralih ke topik lain bisa kita tertarik lagi untuk meneruskan membaca tulisan kita.

Sedangkan untuk alur mundur, harus memperhatikan transisi waktu, dan latar belakang konflik harus kuat. Ini karena pembaca sudah disuguhi ending atau bagian terakhir tulisan di awal cerita. Biasanya ini menarik perhatian, seperti ada rahasia besar yang ingin kita temukan jawabannya. Alur mundur ini saya sarankan bagi penulis-penulis yang sudah terbiasa dengan format/struktur karangan yang konvensional (pengenalan karakter/masalah, konflik, pemecahan masalah/ending). Nah, jika sudah terbiasa itu, kita tinggal meletakan ending di awal cerita, lalu ada flash back pengenalan masalah/karakter dan seterusnya. Ini juga gampang-gampang susah. Gampangnya, kita punya banyak kesempatan untuk mengolah dan menjebak pembaca kita pada sebuah misteri, sesuatu yang tidak diduga sebelumnya. Jia kita piawai, biasaya pembaca akan terkecoh setelah membaca ending ceritanya. Lho, ternyata ini cerita masa lalu si tokoh.

PLOT ADALAH BAGIAN DARI ALUR

Ada yang beberapa pengarang yang memisahkan plot serta alur, tapi ada sebagian lagi beranggapan bahwa plot tak ubahnya adalah alur dalam cerita. Plot adalah rangkaian sebab-akibat yang memicu krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks. Di dalam alur ada plot. Tapi plot bukanlah alur. Ibarat tubuh, alur adalah fisiknya, dan plot adalah ruh atau ‘kekuatan dinamis’ yang penuh gairah membangun konflik, atau mesin yang menggerakkan cerita ke arah klimaks dan ending. Jadi alur saja tanpa adanya plot, cerita kita jadi garing juga. Ini mengingatkan bahwa plot adalah sisi kreatifitas dari sebuah alur agar alur itu hidup dan tidak mati. Dengan adanya plot berarti sebuah cerita siap dibenturkan, hingga menimbulkan konflik yang komplek, menyeretnya ke puncak konflik, dan menggiringnya ke titik penyelesaian hingga ending yang mengejutkan atau berupa titik kesimpulan.

Dari sinilah sisi kreatif kita diuji dalam memberikan kepuasan, hikmah, serta petuah yang bisa melambungkan hati pembaca. Lalu pembaca berkata : CERITA YANG BAGUS. CERITA YANG KEREN HEHEHE....
SUKSES UNTUK ANDA.

NB: Silahkan sruput cendol Anda! Siapa yang ingin bertanya. Angkat cendolnya.... jangan lempar gelasnya ke saya ya....

 T&J
Mikheal Oktaviani Wongkin bagaimana caranya agar cerita yang kita buat dapat nyambung dari awal sampai akhir , tanpa ada komenan 'waktu yg kamu buat dalam isi cerpen kamu terlalu cepat" ada juga "waktu dalam cerpen yang kamu buat terlalu lambat dan bertele-tele"
Tova Zen 
Salam hangat Mikhail : Nah, itulah sisi ketajaman seorang penulis dalam membuat cerita dan menemukan ide lalu membuat alur dengan diksi dan jalan yang serba cemerlang, lantas Anda tanyakan bagaimana, dan tentu saja bagian ini sangat berperan seberapa penting kelihaian pengarag dalam bercerita bahkan membaca kehidupan, psikologis manusia dan tentu saja akan memainkan pengetahuannya. Intinya harus banyak membaca cerita keren agar Anda bisa belajar memahami kebahasaan seorang penulis(style kepenulisan seseorang).

Adriana Tjandra Dewi Tulung MAs Tova Zen ... contohnya eksposisi piye?
Tova Zen ‎Adriana Tjandra Dewi :Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan.

R Prayogi Panca Ramdhani Pak Tova Zen : bagaimana cara membuat plot per BAB ?
Tova Zen ‎R Prayogi Panca Ramdhani: kok ada ya plot perbab? Plot adalah ruh dari alur(jalan cerita) agar cerita itu hidup dan bergerak dinamis, jadi selama cerita berlangsung plot diusahan mengikuti alur. Agar konfklik dalam sebuah alur cerita tidak membuat 'Boring' pembaca.

Indah Prisilia Joedo Akkuuuu... Telat.. hehe.. maaf pak Guru.. tp sudah dibaca cendolnya, eh.. materinya.. alur atau plot.. umm.. mau tanya doongg... Kalau untuk mengawali sebuah cerita itu lebih menarik langsung ke konflik dari tokohnya atau kita awali dengan penjelasan setting tempatnya dulu?? soalnya susah bangett mengawali cerita menurut saya... hehe...
Tova Zen ‎Indah Prisilia Joedo : Sangat penting bagi pemula belajar membuat narasi dalam mengawali cerita, dan kecenderungan deskripsi akan membuat efek bosan. Bisa dibaca apa itu deskripsi dan narasi diatas.

Indah Prisilia Joedo 
ooohh... iyaaa!!! #jerit2!!# kemarin abis nonton "SOURCE CODE", keren banget ceritanya, pake alur gabungan maju mundur yg diulang2 gitu, penjelasan kisahnya juga diceritain pelan2 dan bikin penasaran. Pak Guru, apa gak apa2 kita membuat cerita yg fiksi dimana alurnya disesuaikan dengan imajinasi kita tp bisa aja dianggap orang2 "gak mungkin"??karena menurut film yg saya tonton itu, mereka menciptakan semacam mesin yg bisa membuat manusia kembali mengulang waktu dengan menggunakan memori otak manusia. #bingung sendiri#
Tova Zen 
‎Indah Prisilia Joedo : Mana ada alur fil seperti itu? kalau ada ending dan awal cerita berarti hanya dua kemungkinan alur maju dan mundur. Nah, itu barangkali perasaan Anda yang mengira bahwa permainan titik balik(antiklimak) adalah alur mundur/maju lalu tiba-tiba maju/mundur lagi. Sudah biasa itu, dan konflik cerita/film yang baik memang harus naik-turun konfliknya, tapi ada endingnya kan. Dan jelas setiap ending akan bisa dilihat apa alur(jalan cerita) yang digunakan. Kalau alur maju-mundur-maju-mundur tanpa ending itu film bersambung barangkali ya hehe...

Ria Rahmatika Pas banget, materi d skul jga lagi bhas alur. Tanya: kalau cerita yg menceritakan masa lalu, skrg, & masa depan(dlm cerita sdh trjadi) it trmsuk alur apa? Makasih.
Tova Zen 
‎Ria Rahmatika: Pertanyaan apa itu ? hehe... lo kok tanya bagaimana kalau cerita yg menceritakan masa lalu, skrg, & masa depan(dlm cerita sdh trjadi) it trmsuk alur apa? Nah, tergantung kita mau memasukkan ke dalam apa masa lalu itu, sekarang, dan masa depan. Dan alur maju tak harus berkutat ke masa lalu dulu lalu bergerak kedepan(seperti tulisan sejarah), bahkan sejarah pun bisa dibuat dengan alur mundur. Jadi pertanyaan Anda masuk dalam kata gori bagaimana kita menempatan masa lalu untuk alur maju atau masa lalu pun bisa digunakan untuk alur mundur, begitu pula sekarang, masa depan. Ini hanyalah bagaimana kita memulai pergerakan cerita, membuat flashback serta mengawali atau mengakhiri cerita. Seperti halnya pelajaran disekolah tentang Umum ke khusus dan khusus ke umum.

Fi Na ‎*tunjuk kaki*
bagaimana agar pembuatan alur/plot dalam cerita berjalan mulus dan menuju pada arah/sasaran yang jelas?
Tova Zen 
‎Filadina Finlandia : Lo, alur yang ngawur itu selalu berjalan mulus lo, mulus membuat pembaca bingung haha.... Nah, sudah saya katakan bahwa alur akan menjelaskan kepekatan cerita, konflik, karakter tokoh-tokoh, klimak, flashback, setting tempat, nuansa cerita bahkan alur yang baik adalah konsep membuat itu semua bisa pembaca selami jalan cerita, cerita yang bisa difahami, bahkan cerita absurd sekalipun jika alurnya menarik maka cerita itu akan menjelma menjadi kisah sureal paling gila dan keren.

Fi Na Terima kasih mas, nah sekarang yang saya tanyakan. Ada nggak sih cara agar cerita memiliki komposisi yang seimbang?karena nggak jarang juga saya temukan cerita yang 'ndompleng' jadi, seolah2 setiap unsur yang ada di dalamnya berdiri sendiri-sendiri (tidak universal)
Tova Zen 
‎Filadina Finlandia : Alur jangan diartikan bagian dari sebuah cerita yang berdiri sendiri, karena alur ya artinya itu cerita. Jika tanpa alur maka bukan cerita melainkan kalimat berita. Ada cerita dalam berita dan ada berita dalam cerita. Alur itu penting ada, keran alur akan menjabarkan sebuah konflik, sebuah nuansa cerita, karakter tokoh, dalam sistem narasi atau pendiskripsian cerita, juga dikuatkan dialog yang akan membangun suatu alur(jalan cerita).

Fi Na Terima kasih mas, nah sekarang yang saya tanyakan. Ada nggak sih cara agar cerita memiliki komposisi yang seimbang?karena nggak jarang juga saya temukan cerita yang 'ndompleng' jadi, seolah2 setiap unsur yang ada di dalamnya berdiri sendiri-sendiri (tidak universal)
Tova Zen 
‎Filadina Finlandia : Alur jangan diartikan bagian dari sebuah cerita yang berdiri sendiri, karena alur ya artinya itu cerita. Jika tanpa alur maka bukan cerita melainkan kalimat berita. Ada cerita dalam berita dan ada berita dalam cerita. Alur itu penting ada, keran alur akan menjabarkan sebuah konflik, sebuah nuansa cerita, karakter tokoh, dalam sistem narasi atau pendiskripsian cerita, juga dikuatkan dialog yang akan membangun suatu alur(jalan cerita).

Sherly Fang Mas, apakah bedanya plot dengan alur? Atau keduanya masih bermakna sama? Bagaimana mengolah alur agar menarik minat baca orang? Terima kasih.
Tova Zen ‎Sherly Fang : Silahkan baca apa itu plot dan alur diatas.

Tova Zen Menurut Sumardjo dan Saini alur terdiri atas alur mundur, alur maju, alur mundur dan maju. Nah, saya juga kurang paham apa maksudnya ini.
~komen Mas Tova Zen~

Rofiq Hasansah bagaimana bedanya plot di cerpen sama di novel?
Makasih!
Tova Zen 
‎Rofiq Hasansah ; Membuat alur dan plot di cerita pendek maupun novel sama saja teorinya, selebihnya adalah kekuatan kata, narasi panjang, deskripsi mendetail, serta penceritaan yang komplek karakter tokoh dalam Novel jauh lebih panjang ketimbang cerpen. Cerpen hanya lah pemadatan cerita secara singkat tapi masih dapat terbaca karakter, konflik, nuansa, serta klimaknya. Boleh juga dikatakan Novel akan jauh lebih panjang sementara cerpen jauh lebih pendek, tapi tetap ada awal dan akhir dari suatu cerita.

Kimmy Chan pak guruu pertanyaan saya mohon dijawab *ngelap ingus
Tova Zen ‎Kimmy Chan: Tuh, ingusnya ada yang jatuh di gelas cendol kamu...
Kimmy Chan huhuhu aku kurang paham om yang alur mundur T,T *srrooooottt
Tova Zen 
‎Kimmy Chan : Alur mundur secara mudah itu adalah pengarang dalam mengawali cerita digunakan alur penceritaan kilas balik berjalan mundur dalam arti mudah si tokoh dalam ceritanya itu mati, tua, sudah ada di masa depan dan mengawali kisahnya untuk cerita kenapa biasa tua, mati berada di masa depan( misanya masa depannya kaya hehe) lantas kok bisa mendapatkan kekayaan, misal juga dia sekarang memperoleh cinta sejati, lantas dia bercerita kenapa itu bisa terjadi dan cerita berjalan mundur karena kesimpulan ending sudah ada di awal, tinggal menjelaskan kenapa bisa terjadi.Film Gandhi (1982) mengikuti pola cerita Lawrence: setelah tokoh utamanya meninggal di awal, cerita ini mengalir dengan alur mundur.

Olivia Magda Gunawan apakah alur juga ada hubungannya dengan kalimat pembuka dalam sebuah cerita, mas tova zen? mohon penjelasannya ya. makasih :)) ~sudah ganti nama mungkin~
Tova Zen ‎@Olivia Muhammad: La, Jika Anda sudah mulai bercerita berarti Anda sudah membuat alur, kan alur itu adalah nama lain jalan cerita...

Ali Muakhir Full Ada nggak Alur Maju Mundur Maju Mundur Maju Mundur ~sudah ganti nama mungkin~
Tova Zen  Afrianti Eka Pratiwi: Maksudnya apa alur maju mundur-maju-mundur. La, sama aja jalan ditempat dong itu cerita haha.. Mana bisa begitu, alur itu membutuhkan titik klimak, titik ending, awal serta akhir cerita. La kalau maju-mundur-maju mundur terus kapan selesainya cerita itu hehe.... mungkin ada barangkali penulis hebat yang bisa membuat alur maju-mundur-maju-mundur hhehe... yang pasti sangat tidak efektif dan seolah cerita itu akan mengambang tanpa akhir yang jelas.
Tova Zen ‎Afrianti Eka Pratiwi : Tak ada alur maju-mundur-maju-mundur, itu hanya efek alur antiklimak dalam arti membuat jalan cerita yang membayangkan masa lalu, kembali ke masa kini dan tiba-tiba berada di masa depan. Lalu lihatt lah endingnya. Kadang ada cerita yang pemulis tulis tapi belum kerasa akhir ceritanya dan seolah masih 'ngambang' dipikiran pembaca.

Fi Na Terima kasih mas, nah sekarang yang saya tanyakan. Ada nggak sih cara agar cerita memiliki komposisi yang seimbang?karena nggak jarang juga saya temukan cerita yang 'ndompleng' jadi, seolah2 setiap unsur yang ada di dalamnya berdiri sendiri-sendiri (tidak universal)
Tova Zen 
‎Filadina Finlandia : Alur jangan diartikan bagian dari sebuah cerita yang berdiri sendiri, karena alur ya artinya itu cerita. Jika tanpa alur maka bukan cerita melainkan kalimat berita. Ada cerita dalam berita dan ada berita dalam cerita. Alur itu penting ada, keran alur akan menjabarkan sebuah konflik, sebuah nuansa cerita, karakter tokoh, dalam sistem narasi atau pendiskripsian cerita, juga dikuatkan dialog yang akan membangun suatu alur(jalan cerita).

Yushuken Nieva Radithayuna Om , kalo alur campuran tu kaya gimana ? :O
Tova Zen 
‎Yushuken Nieva Radithayuna : apa maksudnya alur campuran? Dalam pandangan saya alur itu hanya dua, selebihnya adalah permaian titik balik(antiklimak), nah, mungkin ada penulis lain yang menganggap adanya alur campuran(maju-mundu-maju-mundur lagi), itu semata-mata permainan konflik, masa sih ada cerita yang ruwet maju-mundur-maju mundur dan diakhiri maju/mundur haha... Hanya ada progresi dan regresi dan cerita itu harus diakhiri apakah cerita berjalan maju(progesi) atau mundur (regresi).

Ricky Luckmansyah Tova Zen jadi selama cerita berlangsung plot diusahan mengikuti alur. Agar konfklik dalam sebuah alur cerita tidak membuat 'Boring' pembaca.
mungkin maksudnya alur mengikuti plot ya??
Tova Zen ‎Ricky Luckmansyah : Alur dan plot itu beriringan dan saling melengkapi seperti ruh dan tubuh/fisik.

Reiikha Reiiyanthii' Bagaimana caranya agar alur/plot tetap rapih dikemas? Agar tak berceceran dan menyababkan cerita yang kita tulis menjadi hancur bin lebur? Trims sebelumnya :)
Tova Zen ‎Reiikha Reiiyanthii' : Ada ya alur bisa hancur bin lebur hehe... nah itu adalah skil penulis dalam membuat cerita menarik untuk di baca. Jika cerita Anda membingungkan: alurnya maju-mundur-maju-mundur(alias konflik gado-gado yang di kemas asal-asalan tanpa kejelasan apa sih maksudny nih cerita?) maka, jadilah cerita yang membingungkan dan seoalah tak ada ending serta hanya ngambang saja di pikiran pembaca Anda.

Princess KriestaJrs om Tova Zen: aku pernah dengar alur spiral....
apaan tuh...?
apa pengembangan dari beberapa alur itu,....?
Tova Zen ‎Princess KriestaJrs : Spiral(berulir), alur itu mungkin klimaks yang naik turun, seperti diagram alur yang selalu bisa naik dan turun.

Arina Murti Dewinta Aku mau tanya.. ^o^
Kalau misalnya cerita putus ditengah jalan, terus lupa alur awalnya seperti apa.. Gimana cara nyambungin ceritanya? Apalagi kalau putusnya pas mau nyampe klimaksnya.. -_-"a
Tova Zen ‎Arina Murti Dewinta : ya tinggal disambung lagi, sesuai apa yang ingin Anda tambahkan ke dalam cerita sebelum menutupnya, Begitu saja kok repot hehe.. sebentar saya haus nih... sruputttt!!

Wendy Fermana Nah, iya, dalam menulis cerita beralur maju dan kita (penulis) hendak memasukkan flashback apakah ada tata caranya, karena beberapa kali membaca cerpen yang menampilkan flashback ketika hampir klimaks dan hasilnya memecah konsentrasi pembaca, demikian semoga dapat memberi pencerahan, pak :)
Tova Zen ‎Wendy Fermana : Masalah flashback dalam alur maju ya tinggal perhatikan cerita itu, harus ada narasi yang menjelaskan bahwa si tokoh sedang bercerita ke masa lalunya. Dan jika didalam narasi cerita ada dialognya maka tanda petikknya satu (') bukan dua (").'

Ry Fitri Keehl  
Masih kurang paham dengan alur mundur.
Pak, kalau misalnya sebuah cerita dimulai dengan scene yang langsung pada konflik, tapi dibuat dengan beberapa clue yang buat pembaca penasaran, terus dilanjut lagi dengan pengenalan tokoh, bagaimana konflik terjadi, dan apa yang menyebabkan scene pembuka seperti itu, masuk alur apa ya? Mundur atau maju? Tapi, scene setelah pembuka itu ditulis sesuai kronologis waktu. Itu alurnya bagaimana, Pak?
Tova Zen 
‎Ry Fitri Keehl : Bicara alur mundur, yang harus difahami bukan nostalgia masa kini ke masa lalu atau sebaliknya. Akan tetapi diawal cerita sudah jelas apa yang hendak di ceritakan penulis, tinggal penulis membuat alur cerita yang bisa menerangkan paragraf awalnya tanpa harus menutupnya di ending, karena hanya penjelasan dari kesimpuloan yang sudah ada awal cerita. Inilah alur mundur, yang dari awal ceritanya kita sudah tahu apa yang hendak diceritakan penulis, dan kita akan terus mencari tahun akibat dari awal suatu kejadian di awal cerita itu bisa terjadi di alur mundur cerita hingga ending.

Kamila Al Hadi ikutan mencari ilmu disini ah.... :D
Pak guru, saya mau tanya. Saya masih bingung membuat cerpen yg bs menarik pembaca. Caranya gimana yah??
Jujur, saya masih belum lihai bikin cerpen yg bisa menarik dan membuat penasaran pembaca.
terima kasih jika berkenan menjawab :-)
Tova Zen ‎Kamila Al Hadi Membuat cerpen yang bagus cara mudah kok, Anda harus banyak membaca dan menulis mulai dari sekarang! selalu menambah kosa-kata Anda, wawasan Anda, serta keikutsertaan perasaan Anda dalam membaca suatu bacaan akan membuat Anda punya insting untuk menulis cerita dengan gaya yang serupa tapi berbeda ide dasarnya.

Tova Zen 
Haduh! bnyak tangan yang bertanya nih di kelas. Maaf jika saya bingung mana yang lebih dulu dijawab. Dan mohon maaf, seperti yang kepala sekolah berikan, bahwa waktu saya hanya sampai jam lima. Selebihnya saya mohon maaf jika ada kelas cendoler yang belum terjawab pertanyaannya. Itu yang dibangku pojok belakang, tolong torunkan kakinya ya, saya tahu Anda ingin bertanya. Saya juga tahu ide kreatif Anda, agar terlihat menonjol dengan mengacungkan kaki kan?? hehe... Salam hangat untuk Anda. Dan SUKSES BERKARYA SELALU. Semoga menambah ilmu dan inspirasi menulis.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar