Laman

Sabtu, 10 Maret 2012

CENDOL, 14 DESEMBER 2011



JENIUS DALAM MENULIS, DENGAN MENGAKTIFKAN OTAK KANAN
`Nimas Aksan~

Mohon Ijin ke Pak kepsek Mayoko Aiko,
Donatus A Nugroho
Putra Gara
Divin Nahb
All Suker

Assalammu'alaikum, Cendolers dari Hongkong sampe Melbourne...apa kabar?
Sore hari ini saya mendapat kehormatan untuk mengisi Jum'at Cendol...sungguh suatu kehormatan bisa membagikan ilmu dan menukmatinya bersama-sama..Sebelum saya mengajar, coba jawab pertanyaan saya dalam hati :

1. Apakah kamu merasa diri sebagai penulis, tapi susaaaah sekali menuangkan tulisan ke layar laptop atau PC atau bahkan sehelai kertas?

2. Pernahkah merasa ragu dengan kemampuan menulismu?

3. Apakah kamu termasuk penulis yang sering mengikuti pelatihan kesana kemari tapi alot dalam menggoreskan karya?

4. Apakah kamu termasuk penulis yang selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum menuangkannya dalam bentuk tulisan?

5. Apakah kamu iri pada teman sesama penulis yang produktif dan ingin seperti mereka?

Jika semua dijawab YA, mari kita lanjut dengan kelas ini.
Karena artinya, mau nggak mau, kita belum bisa disebut JENIUS dalam menulis! Kita masih terbelenggu dengan otak kiri kita. Kita masih membiarkan tangan kita dikuasai oleh otak kiri yang lebih dominan,sementara otak kanan kita hanya setengah-setengah menjalankan tugasnya.

Padahal, kita tentu tau kalo dua belahan otak di kepala kita ini mempunyai fungsi yang berbeda, belahan otak kiri untuk fungsi hitungan dan data yang menuntut keteraturan. Sementara otak kanan kita, adalah gudang dari ruang imajinasi kita. Disitulah sebenarnya ide-ide terbaik muncul, secara spontan dan sangat kaya...tapi, kadang kita membiarkannya tertidur! Kita biarkan diri kita menulis dnegan dipengaruhi otak kiri yang penuh keteraturan, namun lambat. Maka, bangunkan Otak kanan kamu,sekarang!!

Caranya?

1. Jadikan dirimu penulis, bukan editor!
Nulislah segila mungkin, dalam waktu cepat, tanpa memperhitungkan tata bahasa, letak huruf dan sebagainya. Tulis imajinasimu seketika, jangan ditunda!

2. Nyalakan otak kananmu. Otak kanan adalah otak yang lebih emnurut daripada otak kiri, suruh dia berimajinasi.

3. Alirkan idemu dengan suka cita dan....cepat! Secepat pesawat yang membawa Suker Donat kembali ke Solo!

Silakan bertanya apa aja, aku gak akan berpanjang pembuka.
Yang tertib ya...dan nanti ada stimulasinya!

T&J
Si Jadoel : Teh, cara agar tidak malas menulis gimana?
Nimas Aksan :agar tidak malas dalam menulis? ciptakan dalam diri kamu donk..kekuatan itu datangnya dari dalam diri, tekad itu dari dalam diri, kalo udah ada tekad, menulislah saat itu juga, jangan tunggu ada di rumah dulu, atau ngadepin laptop dulu, atau nunggu ide dulu. Idemu akan datang setelah otak kanan aktif, caranya, buat satu kata : Payung...lalu dari Payung itu, buatlan satu paragraf cerita dalam hitungan lima detik. sekarang!

Hendy Lazuardy Hendrawan Gregorovitch : bagaimana kalau kita kena penyakit blokwriter kan sulit untuk mengobatinya?
Nimas Aksan ‎:blockwriter? kalo udh buntu, tinggalin, tapi jangan lupain...suatu saat kamu akan nemu lagi ide buat nerusinnya. Tulis yang lain., Dapetkan ide segarnya daris egala arah. Aku juga kadang gitu, numpuk ebebrapa cerita, buntu, tinggal, bikin yang baru...JANGAN BIARKAN SATU CERITA BUNTU MEMBUATMU TIDAK PRODUKTIF! Oke ???

Donatus A. Nugroho : Saya selalu bilang: lupakan teori sempit. Apakah bu Guru anggap saya terlalu kasar? Bagaimana pendapat ibu? *pas boarding*
Nimas Aksan : mas Donatus A. Nugroho nggak kasar kok, itu betul...mas Don cuma kasar saat mencincang ikan...betul itu, lupakan teori sempit! seperti katamu, menulis itu bersenang-senang....

Eka Apriyani : Mbak saya suka mentok di tengah jalan saat menulis. Atau kadang udah banyak ide dikepala saya.tp, bingung mau mulai dari mana.Gimana biar cerita saya bisa mengalir sampai akhir. Makasih
Nimas Aksan : ‎ prtanyaan yang bagus banget! SIMAK SEMUAAAA...!!
kalo ide buntu, TINGGALKAN! cari ide baru!
Dan untuk mengalirkan cerita sampai akhir, begini caranya :
1. Buat draft dulu atas idemu, kamu tau ceritanya dari awal sampe akhir mau bagaimana
2. beberapa kata yang ada disekitarmu, misalnya sapu, handphone, piring, marah, kekasih, dll...lalu jadikan kata-kata itu sebagai kata kunci di setiap paragraf yang kau tulis, kaitkan dnegan ceritamu.
Misalnya begini :
Jam di pergelangan tanganku sudah menunjukkan angka sembilan, saatnya untuk membereskan kelas cendol. Aku meraih sapu dan mulai menyapu seisi ruangan, walaupun aku tidak piket hari ini.
Tiba-tiba handphone di kantong seragamku berbunyi...Aldi! jantungku ebrdegup kencang. setengah mati dia kulupakan, tapis etengah hidup juga dia terus mengejar.
Aku lempar sapuku ke sudut ruangan dan segera meraih tas, lalu kabur ke kantin sekolah. Namun karena terburu-buru, aku taks engaja menyenggol piring yang tergeletak di atas meja kantin. Praaangg!!!
(Nah, kata SAPU,HANDPHONE, dan PIRING, adalah JANGKAR yang kita tempatkan pada masing-masing paragraf untuk membuat kita mampu bercerita karena terdiorong oleh paksaan membubuhkan nkata etrsebut. Kita jadi dipaksa kreatif, namun tetap imajinatif, dan cerita yang kita bikin tetap nyambung dan menarik. JANGKAR itu kita perlukan untuk memaksa aktifnya OTAK KANAN, sehingga kita terpacu menulis cepat dan anti malas.
OTAK KANAN itu adalah bagian otak yg paling menurut, teman-teman, tapi juga selalu hanya bisa diaktifkan dalam keadaan terdesak! Eka Apriyani harus dikasih tanda cinta karena menuanyakan ini! 

Ben Santoso : Untuk memulainya, kadangkala aku membutuhkan pancingan. Biasanya, dengan cara membuat FF atau beberapa puisi pendek. Karena, dibidang itu aku cukup menguasainya. Setelah beberapa lama, barulah tercipta sebuah cerita. Soalnya, membuat Fiksi itu sungguh tak semuadah membuat Non Fiksi. Hohoho
Nimas Aksan : kalo susah menuangkan ide buatlah dengan cara menanam jangkar itu tadi. Misal, kamu udh punya ide cerita tentang pembunuhan SUSI, nah...cari kata-kata yang bisa dijadikan jangkar untuk setiap paragraf tulisanmu. Misalnya Hitam, Pisau, Kejam, Senyum, Gadis Berwajah Sendu, dll....jadikan kata itu sebagai jangkar, buat paragraf ceritamu dari kata-kata itu...cobalah, kamu itu penulis berbakat...pasti bisa menyusun kalimatnya. Jangan berpikir, tuangkan apa kata yang pertama terlintas, lalu kamu hubungkan dnegan ceritamu. Cepat yaa...janagn nunggu lama.

Shinta Handini : Lalu bagaimana solusinya agar semua itu bisa teratasi. Bagaimana caranya supaya bisa menulis dengan bebas?
Sering sekali cerita mengalir dalam pikiran saya, bagian demi bagian. Tetapi begitu menuangkannya, saya suka kesulitan untuk merangkaikannya, mengatur mana cerita yang harus terlebih dahulu ditulis.
Nimas Aksan : caranya... ya jangan banyak mikir. Nulislah apa yang terlintas dalam benak. Bahkan nulis status, tapi...asalnya dari otak kanan ya, bukan dari hati. Bukannya sombong, tapi kalo kalian menikmati tulisan2ku yang di status, dibilang lucu atau menggemaskan, itu kan karena gak pake mikir, juga gak pake emosi. Dyani udh bisa tuh nulis status seperti itu.
 Kalo cerita udh komplit idenya, tuang dalam draft. Biar gak lupa, karena manusia tempatnya salah dan lupa. Lalu buatlah jangkar...seperti yang tadi diatas aku sarankan untuk teman-teman lain, buat jangkar kata yang bisa kita jadikan paragraf demi paragraf, hingga tersusun sebagai sebuah cerita. Untuk mengatur mana yang terlebih dahulu ditulis, terserah kau Cantik....menulislah lompat-lompat kalo emang lebih suka pada bagian yang jauh dulu, lalu yang deket...asal jangan lompat-lompat deket sumur yaaa....
Nanti, di akhir, barulah percantik tulisan kita dengan pengaturan rapi dari otak kiri.

Zahara Putri : Sebenarnya saya gak ada masalah kalo ttg hal itu, hanya saja keluhan saja ide selalu berkejaran n tulisan lom kelar. Itu yang buatku bingung udah gitu tiap nulis selalu suka bengkak...da coba disingkat tapi tetap aja. Gak ahli buat cerita yang bener2 pendek. Mau buat cermin jadi cerpen, mau buat cerpen eh jadi cerbung. Buat cerbung kok kayak novel. Hikss....trus kalo lagi lancar nulis bisa sekali nulis langsung kelar tapi kalo lagu gak mood ampe berminggu2 n berbulan2 malas aja. Gak bisa dipaksa. Menurutku ini juga masalah n keluhan deh mbak nimas dalam nulis. Gimana ya mbak
Nimas Aksan :masalahmu itu berarti moody dan kelebihan karakter...nah, soal moody ini, seperti tadi saya bilang, jangan manjakan...! pengen jadi penulis ya harus nulis, tekadkan, karena otak kananmu masih tidur itu...coba di stimulus dengan JANGKAR tadi ya...ada yang belum ngerti JANGKAR???
DISIPLIN DIRI bisa membuat kita rajin. Jadi mood atau nggak itu gk tergantung dari suasana hati, tapi dari keinginan kita sendiri. Coba sugestikan diri kita rajin, maka akan rajin.
Masalahmu yg lain adalah karakter, otak kanan emang gak mikir karakter dulu deh, tapi saat cerpen itu ingin kita sesuaikan dengan persyaratan misalnya, rapikan dengan kecerdasan otak kirimu. Potong yang tak perlu-perlu karena saat gila nulis kita membabibuta nulis apa aja. Seperti kata Mas Donatus A. Nugroho, jadilah editor pertama untuk tulisan kita sendiri...Oke Sudrajat? eh, ke mensyen lagi ni orang!

Mayoko Aiko ‎|
Naluri itu sebuah rasa yang berada dalam hati kamu!
Dia tetep akan menjadi naluri tanpa kata bila otak kanan kamu tidak menggerakan tanganmu!
Naluri adalah esensi! Sementara otak kanan adalah eksekusi!
Itu hal yang berbeda!
Tapi keduanya bekerja saling melengkapi!
Richa Miskiyya : O....jadi naluri + otak kanan = tulisan. Ada nggak tulisan yang dihasilkan tanpa naluri???
Mayoko Aiko ‎|
Semua tulisan memiliki naluri!
Tapi kedalaman naluri akan berpengaruh pada rasa pesannya!
Apakah itu diketik sambil lalu, atau diketik dengan permenungan...

Donatus A. Nugroho :Suhu kereeen!!! Apakah bahayanya men-delay tulisan? Stimulan apa aja sih yg bisa mendongkrak optimalisasi kerja otak kanan?
Nimas Aksan :
Benar, tulisan yang delay itu berbahaya, tepatnya, sangat disayangkan...ide itu kan mahal...jadi, sebisa mungkin, begitu dapet ide, tuangkan dalam tulisan seketika...kelamaan di kepala bisa lupa, apalagi kalo kepala kita ketinggalan di pesawat...hiiiyy...itu kerjaan mas Erry Sofid!
STIMULANNYA UNTUK MENGAKTIFKAN OTAK KANAN...ADA BANGET!!!
Ini jrus jitunya :
1. Hilangin dulu tuh jiwa editor, tulis apa aja yang terpikir jangan peduli bagus apa nggak.
2. Sentuh emosi terdalammu...misalnya lagi marah. nah tulis sekarang juga satu paragraf tentang MARAH.
3. Nyalakan otak kananmu. Tulislah pake tangan,kecuali yang kidal, atau dua tangan buat yang pake keyboard, jangan banyak mikir, tulis semua kata yang terlintas, gali yang hebat, biarkan muncul kata-kata aneh, seperti sialan, penyamun, cendol bodol...dll...apa aja deh...
4. Buat Jangkar seperti tadi. Tentukan sebuah ide. Lalu tetapkan beberapa kata, jadikan kata itu sebagai jangkar, untuk membuat tiap paragraf.
Misalnya tentukan warna, kata benda, kata sifat, kata kerja, jadikan setiap kata adalah jangkar untuks etiap kalimat, lalu mainkan. Jnagn nulis lama, maksimal lima menit untuk satu cerita.
5. Menulislah seperti kita lagi ngobrol atau ngegosip, tulis apa aja..
Coba latih dulu dengan itu, untuk menstimulasi otak.
  
Mayoko Aiko ‎|
Apakah kelelahan juga berpengaruh terhadap kerja otak kanan, Bu?
Atau kebosanan yg menumpuk barangkali?
Nimas Aksan : Jawab pertanyaan Kepsek ah...mas Mayoko Aiko yang kerenn...kelelahan dan kebosanan itu adanya di kiri, karena capek ngitung dan beres-beres,,tapi kanan gak ada capeknya, kaya aku, gak ada diemnya...kecuali lagi bubu kalo lagi bubu bangunin aja suruh sholat...kelelahan dan kebosanan bisa mempengaruhi jika menulis dengan otak kiri, tapi dengan otak kanan, kelelahan dan kebosanan justru memperkaya tulisan. Contohnya, lagi capek, biin deh tulisan tentang capek itu gimana! lagi bosen, bikin deh tulisan tentang bosen dan apa yg kita bosenin...jadi produktif kaaan..?

Ayarumy Karismaka : Mbak Nimasku yang saaangaat kucintaii *ehem*, karakter apa yang harus dimiliki seorang penulis, Mbak?
Nimas Aksan :karakter yang harus dimiliki penulis?
1. peka, pada sekitar
2. cerdas
3. mampu mengontrol emosi
4. Rajin
5 dan seterusnya tulis yang baik-baik dan positif, sekarang, dalam waktu 5 detik, minimal 10...

Nimas Aksan
Ada yang belom terjawab??? Baiklah, karena saya akan memberi BONUS, yaitu BAGAIMANA MEMBUAT JUDUL YANG CEPAT DAN MEMIKAT...DENGAN OTAK KANAN!

1. Gabungkan judul itu dari kata kerja aktif + jangkar...misalnya, jangkar kita adalah Es Krim...maka buatlah seperti : Menyelamatkan Es Krim-ku...buat yang spektakuler
2. Gabungkan kata kerja +hasil+angka
misalnya...Menyulap Kebahagiaan hakiki dengan tujuh cara..
3. Angka + kata sifat + kata benda misalnya : 13 Keajaiban Cendol.

Syarat judul juga perlu dicatat :
1. Singkat, padat, dan kuat
2. Renyah menggugah
3. Membuat penasaran
4. Mengundang tantangan

Selain itu, JUDUL juga punya 3 kategori :
1. DENOTATIF, yaitu yang datar....gak menarik, itu ala otak kiri...contoh : Kunci bahagia dalam pernikahan
2. KONOTATIF, mengundang arti baru, ini lumayan kanan dan cukup menarik tapi masih gampang ditebak...misalnya : 7 Keajaiban Rejeki (bukunya Ippho), Kau Akan Mati Terpotong 13 (Donatus A. Nugroho)
3. METAFORIS, yaitu menggantikan kata dengan perumpamaan yang memikat...contoh : Who moved my cheese...atau, Ketika Cinta Bertasbih...itu metafor, cukup kanan..sama menariknya dengan konotatif, tapi lebih berseni...

SILAKAN MENCOBA MEMBUAT JUDUL ALA OTAK KANAN...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar