Laman

Sabtu, 10 Maret 2012

CENDOL, 14 DESEMBER 2011



ASYIKNYA NULIS CERFET
Ceko Spy

TEMAN-TEMAN tau cerfet kan?

Cerfet adalah kepanjangan tangan dari Cerita Estafet.
Sebuah cerita (dalam kasus ini: novel) yang ditulis oleh lebih dari satu orang (duet, trio, kwartet) bisa disebut cerfet. Istilah ini muncul di sebuah forum Blogfam (www.blogfam.com) pada salah satu thread-nya. Kalau tidak salah pencetus istilah cerfet adalah Maknyak Labibah Zain.

Seorang penulis yang berkolaborasi dengan penulis lain dari awal sampai akhir dan saling melempar 'tongkat estafet cerita' maka itulah yang dinamakan cerfet.

Novel-novel seperti:
Dia: Mat 2002 Gelas, Mat In Wonderland dan Ah, Fatal (teuteup narsis) adalah beberapa contojh novel cerfet karena ditulis oleh empat orang. Dan uniknya, saat proses menulis cerfet itu, kami belum pernah ketemu di dunia nyata. Hanya lewat blog, sms, telpon dan email.

Lalu, apa sih asiknya nulis cerfet. Sepengalaman saya inilah asyiknya menulis cerfet:

- Kita hanya menulis sebagian saja, tidak perlu menulis cerita dari awal hingga ending. Bisa saja kita hanya membuat awalnya saja, dan beberapa bab di tengah. Enggak ngos-ngosan seperti menulis novel sendiri.

- Punya editor dan first reader. Karena kita menulis bareng orang lain, tentu kita jadi memiliki pembaca pertama yang bisa jadi sekaligus editor yang dapat melihat kekurangan tulisan kita

- Pecut Motivasi yang efektif. Kita bekerja dengan orang lain, maka kita punya beban moral untuk segera menyelesaikan tulisan agar tepat waktu untuk selanjutnya dilemparkan ke rekan Penulis lain. Selain itu, kita juga bisa saling menyemangati dan berbagi ilmu. Bisa saja rekan Penulis cerfet kita adalah seorang yang sudah menulis banyak buku atau pernah jadi editor dan lain-lain.

- Bisa punya nama pena yang unik. Karena Penulis lebih dari satu orang, maka kita bisa bikin kreasi nama pena dari gabungan nama-nama seluruh penulis cerfet. Misal:
 CDME (Ceko-Diansya-Masarkun-Ezokanzo), Cery An (Ceko-Riya-Anjar), PUTERA CEMARA(Puput Elflora-Cem Acem-Cepi Komara), Van Ko Zy Kun (Irvan, Ceko, Iwan Alfarizy, Ari Kunto) dll

- Praktis. hanya melalui email kita bisa saling mengirimkan tulisan, tanpa harus bertemu dulu. Ini karena kita sekarang punya internet. Haha!

Adaapalagi ya? Lupoaaaa!!

Ayo siapa yang mau bertanya. Mari kita belajar sekaligus rusuh. Boleh sambil selonjoran di lantai, boleh sambil makan, boleh duduk sambil tidur, sambil mabok, sambil pacaran, sambil naik ke atas genteng, sambil kaarokean dangdut. Ayooo!!
Waktunya cuman sedikit!

T&J


Cem Acem : pak guru mau tanya, kalo cerpendol bisa disebut cerfet?
Ceko Spy : Jangan panggil Pak Guru. Panggil aja Kangguru!. Fiksikom Cerpendol bisa juga disebut cerfet. Tapi itu lebih instan. kalo mau bikin novel dari Fiskom juga bisa. Asal nantinya direvisi lagi, dipermak. kecuali kalo emang udah yakin perfect sih ya tinggal urus soal teknisnya aja. Haha. Gue sotoy!!

 Mayoko Aiko ‎: Kapan pertama kali cerfet ditulis?
 Ceko Spy :  Jawabannya adalah: cerfet sudah sejak lama ditulis. Mas Hilman Hariwijaya-Boim-Gusur kan juga bikin cerfet. Cuman istilahnya aja yang sekarang dikenal dengan nama cerfet. Cerfet pertama pernah tayang dalam acara Kick Andy Show. Oleh para Penulis Blogfam dalam Novel "The Massanger". Penulisnya adalah Tuteh-Jaf-Syl dan Sa.Kalau gak salah ya berarti bener.
Mayoko Aiko ‎: Salah! Ceko belajar lagi ke zaman Kholifah Umar bin Khatab! Ada kwartet penulis yang bahu membahu dalam menulis cerfet!

 Bella Vlinder : nanti kalo ditulis bareng2 gitu, makna ceritanya bisa berubah donk?
 Ceko Spy : Saat nulis cerfet disitulah seninya> Kita enggak tau ada kejutan apa, atau apa yang akan ditulis rekan cerfetis kita. Tapi tentu saja kita mesti bikin seenggaknya outline dulu. Itu lebih terarah. Sambil menentukan genre yang akan ditulis, gaya bahasa, sudut pandang, deathline menulis per bab dan-lain

Tri Lego Indah:
ini salah satu bentuk cerfet yang udah jadi buku :
Ringkasan Buku Cerfet: The Messenger
Mpus_imut70: Sekali lagi, aku nggak mau kecewa lagi. Besok aku akan pakai kaus putih bergambar bunga matahari dan celana jins. Aku orangnya tinggi, agak kurus, rambut sebahu. Pasti mudah dikenali. Begitu Mas lihat aku, tolong jangan tegur aku. Lihat saja. Malamnya kita janjian chatting lagi. Kalau Mas nggak suka dengan apa yang Mas lihat, Mas tinggal bilang aja. Atau jangan nongol di chatroom. Gampang, kan?
Lelakikelam: Kenapa harus begitu? Kamu nggak mau tau ciri-ciriku?
Mpus_imut70: Mas, aku nggak peduli Mas tampangnya kayak apa. Tapi Mas harus lihat aku dulu. Aku bosan dikecewakan. Bagaimana?
Lelakikelam: Oke! Akan kubuktikan aku tidak seperti laki-laki lain yang mengecewakanmu itu.
Mpus_imut70: Kita lihat saja besok.
Perkenalan dan perbincangan yang sekian lama terjadi di chatroom membawa Mpus Imut dan Lelakikelam berjanji untuk bertemu di alam nyata. Apakah mereka akan bertemu dengan sosok yang sesuai dengan apa yang mereka bayangkan? Ataukah perbincangan selama ini hanyalah sandiwara belaka? Karena, apa pun bisa terjadi di dunia maya. Sandiwara, kebohongan, bahkan... jatuh cinta.
"The Messenger" adalah novel cerfet (cerita estafet) yang ditulis oleh 4 orang yang berdomisili di 3 negara berbeda dan hanya bertemu di dunia maya.
ISBN : 979-22-2709-1; 40107008

Oksa PuKo YuZa  : biar cerita kita itu nyatu dengan teman duet,,gimana caranya..bukankah gaya menulis penulis berbeda2
Ceko Spy : Harus ada pembagian tugas. Misal nih aku sama DME. Ada yang tugasnya ngedit tanda baca, ada yang ngurus soal administrasi sama Penerbit dan ada yang tugasnya meripyu ulang seluruh cerita yang udah ditulis. Waktu nulis cerfet sama CDME saya dipercaya untuk membuat gaya bahasa lebih gaol gitu dech, l;ebih remaja dan lebih funky. Misalnya: aku-kamu diganti jadi lo-gue dll. Abis, di anggota CDME cuman saya aja yang belum kawin dan merupakan penulis termuda paling gaol gitu lochk!

R Prayogi Panca Ramdhani : *1pertanyaan saja* Apa saja yg harus dipersiapkan u/ menulis Cerfet ini sebelum mulai duet ?
Ceko Spy ‎: 1. Rekan Penulis Cerfet tentu saja (mau duet, kwartet ataupun Ngepet)
2. Outline (disni termasuk menentukan genre, gaya bahasa, setting dll)
3. Jumlah halman atau jumlah Bab, termasuk deadline yang harus ditepati setiap menulis satu Bab. Kecuali kalo ada persetujuan sesama cerfetis bahwa gak ada deadline, ngalir dan gada aturan, itu semua kembali sama si Penulis dan rekan-rekan cerfetisnya sendiri!

Dyani T. Wardhyni :  pembagiannya gimana? apa nulis dulu sendiri-sendiri baru di gabung atau gimana?
Ceko Spy :  Ehem, begini Neng. Bisa dilakukan dengan dua cara. Seperti yang udah kubilang. Mau bikin otlen dulu atau mau nulis secara ngalir aja dari satu Penulis ke penulis selanjutnya. Aku sama Mas Donatus A. Nugroho pake cara kedua. Aku nulis Bab pertama, Mas Don Bab 3 dan gada aturan mutlak yang harus disepakati. Sedangkan sama rekan-rekan CDME, kita lebih disiplin, menentukan kapan tiap Bab harus diselesaikan dan kapan akan disetor ke Penerbit. Dan karena itulah akhirnya kami mendapat orderan menulis serial Mat Centrik.. Yippiiiee!!!. itu pengalaman gak terlupakan

Little Marmut : berarti sebelum pembuatan CerFet harus di diskusikan dulu ya sebelum akhirnya di putuskan untuk membuat suatu cerita.. hheemmmm.... harus ada kerjasama yang baik...



Mayoko Aiko ::

Banyak yang bisa dilakukan dalam menulis estafet (di kelas cendol disebut FISKOM:asli apa nyonyek nih istilah ya?) teknik menulis cerfet antara lain:
1. Temukan ide dasarnya dulu!
2. Lebih mudah kalo masing-masing melahikran tokoh atau karakter!
3. Setting akan dibangun dengan sendirinya saat salah satu penulis menuliskan atau menceritakan tokohnya.
4. Tidak perlu dibuat alur karena rata-rata menulis estafet ini lebih liar dan berkembang lebih jauh!
5. Sepakati konflik-konflik besarnya! Karena perkembangan konflik kecil akan banyak dan biasanya konflik-konflik inilah yang akan membuat cerita akan tersambung! Konflik pula yang akan mempersatukan atau mempertemukan para tokoh yang dilahirkan oleh masing-masing karakter!
6. Kamu harus menunjuk salah satu dari kalian sebagai editor sekaligus penyunting agar cerita bener-bener menjadi kesatuan cerita yang utuh!
7. Ending tidak akan tervcapai kalo ego penulis dominan!

Begitulah pengalaman pribadi mayokO aikO, Reni Erina dan Putra Gara dalam menulis Novel Estafet Cinta di antara Dua Pria dan Susuk Susi! Bedanya Susuk Susi kami harus berpencar ke kota-kota yang berlainan untuk memburu jejak Susi! Sementara novel Cinta di antara Dua Pria kami tulis sambil berenang!
Kami bertiga tidak menyebut Cerfet tapi Nokan alias Novel Kroyokan!!! Hiah kerenlah istilahnya! Kita ciptakan sendiri! Ga mau kalah sama kelas Cendol dengan Fiskomdol (ngawur.com)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar