Laman

Jumat, 09 Maret 2012

CENDOL, 9 Maret 2012





Kiat Produktif Menulis
Oleh : Putra Gara


Menulis bisa membuat kita tetap terjaga dalam kesadaran. Dengan menulis otak kita diajak terus untuk berfikir. Karena itulah saya selalu mengatakan kepada siapa pun, bahwa menulis itu menyehatkan.



Namun meskipun demikian, banyak orang beranggapan bahwa menulis itu susah. Dan yang lebih parahnya, ada yang bilang kemampuan menulis hanya dimiliki oleh mereka yang punya bakat. Anggapan ini saya jelaskan 100 % sangat salah, karena menulis hanyalah milik orang yang mau dan mau, itu saja. Jadi bagaimanakah agar bisa menjadi penulis produktif? Di kelas Jumat Cendol ini, akan saya jelaskan semuanya.

Kemauan

Kemauan dalam menulis memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kreatifitas kita mengolah kata. Tulisan yang sedang dibaca cendolers ini pun tidak lain hanyalah susunan kata yang saya rangkai menurut kemampuan menulis saya. Bagi saya, tidak ada tulisan yang sangat bagus, bagus, lumayan bagus, jelek atau sangat jelek. Karena penilaian seperti itu hanyalah bersifat sobyektif tergantung siapa yang membaca dan siapa yang menilai. Selain itu sampai saat ini belum ada ukuran bagus jeleknya suatu tulisan.

Tapi karena tulisan adalah aktifitas menyampaikan ide, maka apabila kita bisa memberikan pemahaman kepada pembaca lewat tulisan, itulah keberhasilan sebuah tulisan. Jadi tidak perlu pusing mikirin tulisan kamu jelek atau bagus lagi, ya. Cukup tuntut diri kamu untuk mampu menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Apa pun itu. Baik cerpen, puisi, maupun artikel.

Disiplin

Sampai saat ini belum ada kata yang cocok untuk menggantikan kata “disiplin” sebagai upaya kita memacu semangat dalam mengerjakan suatu hal. Dan disiplin tidak hanya berlaku di bangku sekolah atau di perusahaan. Dalam menulis pun kita harus disiplin. Maksudnya, disiplin melatih untuk menyusun kata-kata untuk menjadi sebuah tulisan. Sebab itulah para penulis hebat tidak pernah memiliki kiat khusus untuk melahirkan sebuah tulisan kecuali “DISIPLIN MENULIS”. (Kalau nggak percaya, tanyakan kepada Suker Donat. Hehehe)
Bahkan ketika saya dan Mas Don mengisi acara Workshop Cendol di beberapa daerah, kata disiplinlah yang selalu kami gaungkan. Sedangkan teori dalam dunia menulis, selalu kami tempatkan diurutan 101.

Disiplin menulis memang tergantung pada pola pikir kita dalam menyikapi aktifitas menulis itu sendiri. Menulis akan menjadi biasa-biasa saja apabila kita tidak berfikir bahwa dengan menulis kita akan begini dan begitu. Sebaliknya, ketika kita selalu berfikiran bahwa saya harus menulis meskipun hanya 1 paragraf tiap hari, secara tidak sadar kita telah mensugesti diri kita untuk disiplin menulis. Disitulah akhirnya menulis menjadi KEBUTUHAN.

Setelah menjadi sebuah kebutuhan, disiplin menulis bukan lagi sesuatu yang harus dipaksakan, tapi disiplin harus diniati dan dibiasakan. Kalau kita sudah sadar bahwa disiplin itu penting maka aktifitas menulis akan menjadi lancar dan disiplin pun akan jalan.

Ada pun kiat yang mungkin bisa kamu lakukan untuk melatih disiplin adalah; bagi yang punya leptop, bawa leptop kemanapun pergi. Dan yang tidak punya leptop biasakan bawa alat tulis. Ini dapat memacu kedisiplinan kamu dalam menulis, karena kamu dituntut untuk menuliskan satu atau dua kalimat di layar leptop atau di atas kertas dimana pun kamu berada. Sekadar gambaran, dulu saat di bangku SMA saya sangat produktif dalam menulis cerpen (3 cerpen dalam sehari), saya selalu menyiapkan buku catatan kemana pun pergi. Bahkan dari sebuat catatan judul cerpen yang saya tulis, saya sudah bisa membayangkan kerangka cerpen itu nantinya jadi seperti apa ketika saya sudah di depan mesin ketik untuk menulis. Semua hanya karena kebiasaan dan kedisiplinan.

Konsisten

Jika disiplin menulis sudah menjadi kebutuhan kita, maka selanjutnya adalah konsisten. Konsisten dalam menulis pun harus dibiasakan bukan dipaksakan. Kalau satu hari kamu dapat menulis 3 paragraf, maka berapa paragraf yang kamu bisa buat selama satu bulan? 

Sekadar gambaran lagi, dalam menulis novel, saya mendisiplinkan diri saya satu hari satu bab. Dan itu konsisten. Kalaulah novel itu berisi hanya 10 bab, maka saya cuma perlu 10 hari untuk menulis satu novel tersebut. Itu pun masih diselingi dengan menulis yang lain.
Biasanya penulis pemula itu bingung akan tema yang akan ditulis. Sama halnya dengan saya dulu, bahkan mungkin setiap penulis dulunya pernah merasakan kebingungan dengan tema yang harus ditulis. Masalah tema tidak lain halnya dengan ide. Padahal ide bertebaran dimana-mana, tinggal bagaimana kita menyikapi ide-ide tersebut. Entah ide itu kamu biarkan begitu saja atau segera kamu tangkap ide tersebut dan menuangkannya dalam tulisan. Itulah pentingnya kenapa kita harus mambawa buku catatan kemana pun pergi, tujuannya untuk menangkap ide ketika sedang berada dalam perjalanan.

Jadi tema bukanlah alasan untuk tidak menulis. Jangan ikat diri kamu dengan suatu tema tertentu. Akan lebih maksimal apabila kamu menulis dengan lepas, artinya kamu menulis setiap saat dengan tema yang bermacam-macam. Sebab dengan tema yang berbeda maka perbendaharaan bahasa kamu pun akan semakin banyak.

Karena masalah menulis itu tergantung dengan kosa kata yang kamu miliki, maka kamu harus melatihnya dengan BANYAK MEMBACA buku untuk dijadikan pembendaharaan. Dan banyaknya pembendaharaan kata yang kamu miliki dari banyak membaca buku, akan menjadi amunisi ketika kamu sudah siap bertempur untuk menulis.

So, yuk kita diskusi.



Tanya Jawab Suker & Cendolers


1. Pilo Poly Cendolers ‎|
TANYA :  Bagaimana untuk mengkonsistenkan diri saat kita benar-benar sibuk. Waktu mandi dan makan pun terabaikan. Apalagi buat nulis.JAWAB : OpaGara *nyodorin pisau.



2. Bintang Murray Kirana 
Tanya : opa suker Putra Gara , bagaimana tips biar konsisten , suka lupa *dijewer
JAWAB : Proses konsisten itu diawali dari kemauan, lalu ditunjang oleh disiplin, dan melahirkan konsisten. Konsisten tidak akan pernah ada kalau kamu tidak ada kemauan dan kedisiplinan.

3. Zahara Putri 
Disiplin menulis... Mau tanya. Terkadang kita pengen nulis tiap hari. Namun karena kesibukan kerja, kelelahan atau mood yang tidak bagus menyerang. Justru malah kata disiplin itu menjadi terlupa. Bagaimana menertibkannya?apakah juga dibutuhkan seorang teman untuk mengingatkan hal ini? Semisal minta tolong agar teman ingatkan. Seperti itu. Namun apakah hal itu bukan malah menjadi ketergantungan pada orang lain?
JAWAB : Untuk menjadi disiplin, harus ada KEMAUAN, karena disiplin tidak pernah akan ada kalau kamu tidak mau.

4. Djami Miftahul Muflihah 
Kemauan.Disiplin.Konsisten...
Fokus.:)Opa mau tanya, gimana cara menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi? Komentator yang jahat, kadang diri sendiri opa...
JAWAB: Rasa percaya diri yang tinggi ketika kita telah melahirkan banyak karya. Karena itulah terus berkarya. 

5. Arniyati Shaleh 
Tanya, kadang sudah menulis tapi begitu baca eh ternyata muncul ide lain, bagaimana membuat tulisan tetap konsisten pada ide awal?
JAWAB : Fokus, yang kita mau tulis apa? Kalo cerpen, kita cukup tahu TIGA PLOT. 1. Awal, 2. Tengah. 3. Akhir (Ending), kalau kita sudah punya bayangan seperti ini, nggak akan kabur kemana-mana tuh cerita. Kalau masalah berkembang sih itu biasa. Woke

6. Shiela Munasyirah 
Mau nanya :Penulis produktif itu gimana, ya?Apa bedanya sama penulis non produktif?
JAWAB: Penulis Produktif itu penulis yang banyak melahirkan karya. Sedangkan yang tidak produktif ya nggak banyak melahirkan karya...

7. Bintang Murray Kirana 
Tanya : Opa suker Putra Gara , ketika saya menulis satu cerita tiba-tiba ada ide cerita lain yang datang , bagaimana menyikapinya ?keburu lupa soalnya :D
JAWAB: Kalau ide yang baru datang lebih memungkinkan untuk ditulis terlebih dahulu, ya lakukan.

8. Putri Eka Pertiwi Hirawling 
TANYA: bagaimana cara penulis yang sudah tidak produktif untuk waktu yang cukup lama dan ingin mulai menulis lagi? Sekarang aku kurang produktif, tulisanku jadi kaku, beda, Opa.
JAWAB: Semua penulis seperti itu, baik yang pemula maupun yang senior. Karena menulis itu proses kebiasaan. Bisa karena terbiasa, jadi biasakan lagi untuk kembali menulis...

9. Filmi Octaviani Ilyanti 
tanya : Kadang menulis suka dipengaruhi oleh mood. kalo mood bagus ya nulisnya getol, kalo nulisnya jelek ya ngga nulis. gimana nanggulanginnya ya?
JAWAB: Buat penulis yang sudah mengalami proses Kemauan, Disiplin dan Konsisten, tidak lagi mengandalkan mood. Mood buatku justru aku kejar, aku perkosa, hingga dia kapok nggak bakal lari lagi hehehe...

10. Ratna Wulandari 
TANYA: saat sedang melakukan aktifitas lain, tiba-tiba menemukan ide tulisan, apakah yang suker lakukan?
JAWAB : Aku hanya menulis catatan singkat akan garis besar dari ide tersebut. Setelah ada waktu senggang baru aku susun ulang. Dan biasanya langsung ada pengembangan...

11. Laksita Judith T 
Tanya kak.
Aku suka catat ketika tiba-tiba aku mendapat ide. Tapi begitu mau diketik kenapa mendadak aku nggak bisa nulis ya. Makanya tulisanku jadi sering macet
JAWAB: Itu masalh kebiasaan aja. Kalau kamu sudah biasa menulis, pasti akan mengalir. Makanya harus berprose dulu... ok lanjooottt

12. Tris Anova Arlim 
TANYA: Suker Putra Gara, produktif menulis akan bersambut dengan keinginan untuk terbit di berbagai media. Terkadang aku terjebak dalam cerita yang terkesan klise meskipun telah dikemas menurut caraku sendiri. Bantu kasih jurus untuk membebaskan diri dari ini, plis, Suker. :)
JAWAB: Apa yang kamu bilang klise, belum tentu untuk orang lain. Kan ada pepatah yang bilang, rambut sama hitam, hati siapa yang tahu. Siiippp

13. Djami Miftahul Muflihah 
Tanya: Opa apa ada hubungannya antara tidak konsistennya kita dengan ketidakmauan menyelesaikan cerita sebelumnya?Apa bisa cerita di tulis berdialog dulu setelah itu baru di kembangkan?
JAWAB: Ya sama. Itu namanya tidak konsisten. Kalu seperti itu terus, cerita kamu nggak pernah akan selesai.

14. Devi Fitriari 
tanya opaaa :( ->bagaimana cara mempertahankan cerita awal saat kita sudah membuat cerita di sebuah catatan dan ingin di salin ke laptop, saya sering bercabang cabang kalo begitu opa...
JAWAB: Itu masalah kebiasaan saja Devi, coba kamu biasakan untuk fokus pada apa yang ada dalam ide kamu. Dilatih terus (DISIPLIN) dan tetap fokus (KONSISTEN), nanti akan terbiasa untuh hal tersebut. 

15. Dheavannea Dhea 
Idem dengan Kak Zahra A. Harris. Ingin sekali menjadi penulis yang produktif. Menyimak. Om Putra Gara, TANYA: Bagaimana batasan antara penulis produktif dan tidak produktif. Maksudnya apa kriteria seorang penulis dapat dikatakan penulis produktif?
JAWAB: Sudah dijawab di atas...

16. Tri Lego Indah Hirawling 
Opa Putra GaraTanya :Untuk mereka yang beralasan sibuk di pagi-sore hari, kemudian memaksakan menulis di jam malam (dini hari) tapi rutin setiap jam tersebut, misal jam 3 dini hari, termasuk kategori disiplin opa?Baik atau tidak sih model penulis yang seperti ini, opa?
Jawab: Baik... ya seperti itu pun bisa dilakukan. Disiplin itu namanya...

17. Utami Nur Hidayati ‎
*jadi inget tiap pulang sekolah buku catatan ditangan dan pensil dikantong selagi ada yang bisa ditulis, akan ku tuangkan dalam buku itu*Opa aku mau tanya : bagaimana mengembalikan mood untuk bisa kembali menulis, setelah lama tak melakukannya?


18. Fafa Alfahrezy 
nih, ada 1 tips menulis untuk para cendolers yaitu setidaknya luangkan waktu minimal 2-3 jam untuk menulis, baik itu cerpen, puisi, esai atau sekedar nulis di blog atau akun facebook. supaya otak kita jadi terbiasa dengan menulis dan mengasah kemampuan menulis kita untuk lebih baik :-)


19. Resti Putrian Oxavia 
Masih susah nulis T.TTanya: Kalau Suker Putra Gara dapet ide cerita, tapi saat itu gak ada kertas, laptop atau media tulis lainnya. Apa yang suker lakukan? Aku pernah ngalamin, dan janji untuk nulis cerita itu setelah ketemu media tulis. Eh, pas mau nulis malah gak mulai-mulai :[


20. Tri Lego Indah Hirawling 
Tanya 2:Ketika saya sedang menulis dengan tema A, kemudian teman mengsms, tepatnya curhat sesuatu. Eh, saya jadi kepikiran untuk menuliskan curhat teman saya tadi dalam bentuk cerpen. Jadi saya buka word baru, jadilah saya menulis lagi dengan tema B. Jadi tulisan saya yang di tema A jadi terbengkalai karena saya asyik menuliskan cerita di tema B. Yang seperti ini gimana opa? Yang selesai duluan malah tema B, karena idenya ngalir deras tiba-tiba, dan bisa selesai dalam sekali duduk. Sedangkan tema A tadi malah jadi stuck. Solusinya gimana opa Putra Gara?



21. Dheavannea Dhea 
Please Suker Putra Gara, berikan jawaban yang aplikatif kepada kami berdasarkan pengalaman Suker hingga menjadi penulis yang produktif. Iya. Konsisten, disiplin, kerja keras, dan sebagainya. Tapi bagaimana contohnya? *ditabok*
Jawaban Putra Gara ‎
Dheavannea Dhea: untuk seperti itu saya cuma melakukan satu hal; MENULIS...


22. Zahra A. Harris 
TANYA : Sependapat dengan Dheavannea Dheaa.k.a. Nuri Novita, bagaimana batasan penulis produktif dan tidak produktif? Kalau boleh curhat--boleh diskusi, kan?--beberapakali saya menulis cerpen dalam sekali duduk (misalnya waktu event GALAU 21 JIWA) ternyata naskah saya diterima, tapi waktu saya menulis dengan sangat hati-hati dan tenang malah gagal. Sebelah mananya yang harus dibenahi agar jadi penulis yang produktif?


*Cem Acem 
sebenernya kalo emang pengen, begitu buka komputer/laptop, liat paragraf yang belum beres. Begitu nulis kalimat pertama setelah titik, kesananya hasrat untuk terus menulis itu mengalir begitu saja, tahu-tahu dapet deh 10 halaman
*pengalaman pribadi, curhat


23. Bintang Murray Kirana 
Tanya : opa suker Putra Gara , seseorang dapat dikatakan penulis itu yang bagaimana ? *polos
Jawaban Putra Gara 
bintang: penulis itu yang menghasilkan tulisan, hehehe... siiippp


24. Zahra A. Harris 
TANYA LAGI : Kak, minta resepnyaa, gimana biar novel kita cepat kelar? Outline udah jelas banget, tapi menyempurnakannya kok malas banget.


25. Ratna Wulandari 
TANYA: kemauan yakin ada. pas dituntut disiplin sampe konsisten itu yang akhirnya gelagapan. Aku yakin, sebelum sampe tahap disipli dan konsisten, suker Putra Gara pasti punya 'sesuatu' yang jadi stimulannya kan? Apakah itu gerangan? Katakan pada kami! O.o


26. Utami Nur Hidayati 
Kak Fafa Alfahrezy terima kasih untuk tips dan jawabannya. :)Tanya lagi: bagaimana cara membangun karakter yang kuat, agar tulisan yang kita buat memiliki ciri tersendiri?


27. Azzah Hanifah 
Ralat : TANYA > Tapi, kalau nulis malam hari, besoknya itu yang apes. Datang ke sekolah telat dan menerima pelajaran dengan terkantuk-kantuk. Gimana solusinya, Kak Putra Gara?


28. Ratna Wulandari 
Belum ada yang TANYA ini: kenapa suker Putra Gara PUNYA KEMAUAN menulis?


29. Ratna Wulandari 
Nasehat seorang teman: "belajar menulis adalah proses berdarah-darah." TANYA: Proses seperti apa yang pernag suker Putra Gara alami dulu? Bolehkah saya menuju pencapaian yang diharapkan jika takut berdarah-darah?


30. Azzah Hanifah 
TANYA : Kak Putra Gara , kan kalo ulangan lebih sering dapet ide. Nah, cara menuangkan ide-nya itu gimana? Kalo ditulis di kertas ulangan enggak mungkin, kan?
 JAWAB: Ya siapkan kertas tambahan di samping kertas ulangan. Kan kamu ulangan nggak 24 jam. Cari waktu yang kosong untuk menuangkan gagasan yang kamu tulis di saat ulangan

31. Tris Anova Arlim 
TANYA: Suker Putra Gara, menurut Suker, sebaiknya kita menjadi penulis tetap pada sebuah media atau menjadi penulis lepas saja? Bagaimana caranya untuk bisa menjadi penulis tetap pada sebuah media, Suker? Aku belum pernah menemukan lowongan pekerjaan yang diumumkan untuk hal ini.


**Hasudungan Rudy Yanto Sitohang 
‎Zahra A. Harris:menurut saya, setiap naskah, karya, mempunyai pengalaman (kesulitan atau kemudahan) sendiri-sendiri. Lolos dalam event atau dimuat di media adalah bonus. Sebab (menurut saya) suatu saat, seiring dengan waktu kita akan tahu titik lemah dan titik baik karya kita sendiri (evaluasi). Proses dan hasil adalah salah satu kesatuan yang melekat. Dan biasanya, saya akan lebih mengerti setiap mendapatkan kelemahan dan kesalahan di naskah, dan lantas memperbaikinya...SAYA BELAJAR DARI KELEMAHAN DAN KESALAHAN NASKAH SAYA SENDIRI....
Dan setiap penulis pasti akan menemukan "cara, trik, taktik" menulis/mengarangnya sendiri, setelah bergelut dan bergumul dari berbabagai macam cara (sengaja maupun tidak sengaja)...banyak membaca, menilik karya orang lain, mendapatkan proses kreatif pengarang/penulis, berdiskusi dan praktek akan melatih imajinasi kita sendiri. Seiring dengan waktu, tanpa kita sadari, kita akan terkejut melihat perubahan itu. Sebagai orang otodidak, saya berusaha mendapatkan trik yang pas dari sekian wawasan dan pengetahuan tentang menulis. Dan apa yang didapatkan biasanya saya alami dari PRAKTEKK...


32. Dheavannea Dhea 
TANYA: Suker Putra Gara yang super duper kereeen. Saya mengulangi sedikit pertanyaan Kak Zahra A. Harrisyang cantik dan wangi. Bagaimana kiat menyelesaikan novel yang sudah sangat jelas outlinenya tapi malah stuck nggak selesai-selesai. Lalu untuk profesi para tokoh di dalamnya perlukah riset dengan interview misalnya. Apa cukup search google saja? Misalnya profesi pengacara, atau penyiar, perlukah kita interview langsung dengan orang yang menjalani profesi tersebut? *Ribet amat ya Si Dhea? Rumit jalan pikirannya*


33. Ina Sheezma 
TANYA : Opa, kenapa ya kalau sudah mepet DL kok rasanya ide lebih banyak muncul? kalau masih lama DL nya malah macet >.<..oh, inikah yang dinamakan the power of kepepet? T.T

34. Hardia Rayya 
Pak Putra Gara, bagaimana membuat napas kita panjang dalam menulis novel? Apakah hanya kedisiplinan saja?Yang saya alami adalah kebosanan fatal dalam menulis novel, belum lagi ide-ide baru yang datang dan pergi, membuatku terpaksa meninggalkan tulisan yang sedang kubuat.  Terimakasih 
Salam sore


35. Indah Prisilia Joedo
*manggut-manggut, baru selesai bacaOpa Putra Gara, tentang disiplin menulis, apa itu artinya kita gak perlu terpaku dulu sama satu cerita? Jadi, kita tulis aja apa yang ada di otak. Misalnya, tiba-tiba ada sebuah alur di otak, langsung ditulis, terus pas mentok alur ceritanya, stop dulu? Begitu?
 JAWAB : Disiplin menilis adalah, kita hanya meluangkan waktu kita yang ada untuk menulis. Nggak perlu 24 jam, kita disiplin aja misalnya satu jam sebelum berangkat kerja atau ke sokolah/kampus, kita luangkan waktu untuk menulis.
 Iya, tulisa aja apa yang ada di otak kamu. Tentu semuanya setelah ada persiapan ide, gagasan, dan amunusi yang sudah disiapkan. Kalu mentok, istirahat aja, jangan dipaksakan, yang lebih asik istirahatnya sambil baca buku, biar dapat merangsang kembali ide atau gagasan yang sedang mentok.



36. Tri Lego Indah Hirawling
  Kalaulah novel itu berisi hanya 10 bab, maka saya cuma perlu 10 hari untuk menulis satu novel tersebut. Itu pun masih diselingi dengan menulis yang lain. *Produktif banget Opa. Kueren!
 JAWAB : Itu Bukti, bukan janji. Hehehe

37. Agus Linduaji
 Tidur di samping Putra Gara
 JAWAB : Kasur sama bantal berterbangan. Hehehe
 (penting nggak sih ini?)

38. Rozie Deedee
Yang belum bisa dilakukan adalah disiplin,,,belajar lagi
JAWAB : kita semua wajib harus terus belajar

39. Mohammad Abdurrohman
Kemauan, disiplin, konsisten *catat di otak*
 Jawab: siiiippp... lanjoooott


39. Devi Fitriari
opa gara, saya suka bawa catatan kemana mana, dan jika saya menulis di buku catatan lalu saya salin ke laptop, cerita saya jadi berkembang luas tetapi.... Arah ceritanya nanti bisa berbeda opa, Menurut saya, saya itu kerja dua kali, bagaimana menurut opa gara ? JAWAB: Nggak papa, nanti kamu akan menemukan cara bagaimana mensiasati ceritamu yang akan kamu susun. Semuanya memang pakai proses.


40. Arniyati Shaleh
Tanya, Opa bagaimana tips menghindari kemalasan dalam menulis?
 JAWAB : Malas bukan hanya milik dirimu, tetapi milik kita semua. Untuk menepiskan malas, pacu KEMAUAN kamu untuk tidak menjadi pemalas. Dan pacu dirimu untuk MAU JADI PENULIS YANG MENULIS...

41. Zahara Putri
Ide saya itu sering muncul di pagi hari tapi jam itu adalah jam kerja. Jadi saya tak akan mungkin menulis. Lantas apa yang harus saya lakukan?
 JAWAB: Buat catatan poin besarnya dulu dari ide itu, setelah ada waktu senggang, susun sesuai dengan kriteria tulisan...

42. Ratna Wulandari
 satu hari satu bab? waw. aku mau tahu, kapan aktifitas menulis dimulai oleh suker Putra Gara? pagi, siang, sore, atau malam? JAWAB: Aku kapan ada waktu nulis ya aku nulis, bisa siang, sore, malam, pagi, atau kapan pun. Jadi ketika ada kesempatan dengan waktu untuk nulis, aku langsung nulis. Ambil contoh ketika lebaran tahun lalu. Ketika habis sahur aku disiplinkan nulis satu bab. Eh sepuluh hari dapat satu novel. Itu Cuma habis sahur. Siangnya kal;au aku senggang, masih bisa nulis yang lain. Itu pun masih tetap mengerjakan aktifitas diluar menulis. Woke


43. Arniyati Shaleh
Sudah rasakan yang Opa bilang, nulis cerpen bisa sejam bahkan 2 jam asal disiplin dan konsisten, masalahnya saya bisa begitu cuma kalau lagi jelang DL....
 JAWAB: Aku nggak pernah mengenal hantu DL, buatku setiap waktu adalah DL, kan agama yang mengajarkan: selesaikan pekerjaan yang sekarang, maka akan mudah menyelesaikan kerjaan selanjutnya... siiippp


44. Resti Ningsih
Om Gara, keren!  Aku sekarang lagi berusaha tetep nulis tiap hari walau 1 paragraf untuk melatih bikin narasi (aku mengalami kesulitan pada narasi). Biasanya di note fb atau halaman belakang buku tulis. Memang harus ada 3 hal di atas ya, Om... :)
 JAWAB: Tidak harus, semuanya hanya proses, dari KEMAUAN, lalu DISIPLIN, ditunjang KONSISTEN, kamu akan menemukan kemudahan dalam setiap menulis. Itu hanya proses


45. Nelly Gultom
Huahhh sudah ditegur terus nih sama kak Pilo wkewke~ Aku sering banget menggunakan alesan 'tidak punya alat pendukung (laptop/komputer)' untuk tidak menulis kikiki~ Ternyata kata Oppa kita harus bawa buku tulis *yihaaaa
JAWAB: Kalau alasa terus nggak punya perankat, kapan kita berkaryanya. Sekedar contoh, waktu SMP ketika saya sudah mulai kerajingan menulis saya belom punya mesin ketik (waktu itu zaman mesin ketik) saya mensiasatinya dengan kost ke teman mahasiswa yang punya mesin ketik. Pas dia kuliah, saya gunakan mesin ketiknya buat nulis. Hehehe


46. Elys Zamany
Sama, bunda Arniyati. Kalo dikejar DL kadang cepet banget nulisnya. Tapi kalo DL masih lama kadang suka nyantai-nyantai aja. Nah, lho. ketahuan malesnya >.<
 JAWAB: sudah saya jawab diatas. Hehehe

47. Dheavannea Dhea
Idem dengan Kak Zahra A. Harris. Ingin sekali menjadi penulis yang produktif. Menyimak. Om Putra Gara, TANYA: Bagaimana batasan antara penulis produktif dan tidak produktif. Maksudnya apa kriteria seorang penulis dapat dikatakan penulis produktif? JAWAB: Sudah dijawab di atas...


48. Pilo Poly Cendolers |
Saya telah mempraktekkan kedisiplinan. Kemauan, Disiplin dan Konsistensi. Menulis dalam 3 jam satu cerpeb sangat mengasyikkan. Seperti saran PENDEKAR RAJAWALI MUDA Donatus A. Nugroho. SAYA BERHASIL WALAU BELUM SEMPURNA! DALAM TIGA JAM. *Colek bunda Arniyati Shaleh :D
 JAWAB: siiiippp


49. Annisa Rizqi Handayani
Hmm.. Menjadikan disiplin menulis sebagai kebutuhan.. Keren ya Opa Gara, sehari bisa menyelesaikan satu bab novel! :D
 JAWAB: Siiippp...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar