Laman

Sabtu, 10 Maret 2012

CENDOL,24 Juni 2011




Tips-Tips Tipis-Tipis & Jurus-Jurus Rahasia Menulis Komedi
 Ceko Spy


Baca dulu Ples Piksyen 100 kata (lebih dikit) ini:
Aku bingung harus memilih antara dua wanita yang mencintaikuh…
            Dua wanita  yang tak terikat hubungan nanah, mencintai seorang pria macho seperti akuwh. Mereka berasal dari dua keluarga dan dua alam yang berbeda.
            Antara   seorang perempuan lembut bernama Dyani atau sesosok lelembut bernama Nimas.
            Apakah aku harus memilih  Dyani, si perempuan berkulit halus? Atau Nimas si mahluk halus?
            Aku mencintai  Dyani si perempuan asal Bekasi, tapi aku selalu digoda Nimas si Bekas Seksi (maksudnya: dulu pernah seksi, sekarang udah enggak!).
            Ini bukanlah Cinta Di Antara Dua Wanita…
            Tapi…
Cinta Di Antara Dua Dunia…
            Memilih antara Dyani dan Nimas seperti memilih antara Piksi dan Non Piksi.
Bagiku, Dyani adalah Piksi, sedangkan Nimas Non Piksi.

Catatan:  PIKSI = Pintar-cantIK-sekSI
----------------------------------
Kalau udah setuju Ples Piksyen di atas lucu, mari kita lanjut. Buat yang menganggap enggak lucu, jangan dipaksain, nanti kecewa*)  Karena lucu itu relatif, jadi saya membuat standarisasi lucu versi saya dengan membuat ples piksyen yang pernah saya tulis di komen postingan foto Saya, Nimas dan Dyani.
*)geje
Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk!!!

Saya tau bahwa teman-teman Cendolers semua akan penasaran setelah membaca judul di atas dan ngintip apa yang akan saya bagikan disini.  Hihihi.

Sebelumnya saya minta maaf karena pada Jum’at Cendol dua  minggu yang lalu waktu saya menulis materi “Asiknya Menulis Cerfet” dengan maksud iseng. Saya hanya berniat mengisi waktu kosong di kelas dan bikin sedikit kerusuhan tapi tetap rusuh yang bermanfaat. Buat yang kecewa karena pertanyaannya belum terjawab, silakan tanyakan lagi sekarang. Saat ini saya juga bisa disebut seorang SUKER. Bukan, bukan SUhu KERen, tapi… peruSUh KERen!;p

Dan sekarang pun saya ingin minta maaf kalau ada yang kurang berkenan, keberatan ataupun keringanan karena saya mengisi Jumat Cendol (lagi). Anggap saja saya lagi ngerusuh (lagi)  di sela-sela kesibukan Para Suker dengan berbagai proyek kerennya, dari Buku Tribute To Bidadari Unyu kita Dinar Afta Cholifah, ujian Mid Semester, Persiapan Kemah Sastra dan persiapan terbit novel Super Cendol karya duet  saya dengan  Suker Donatus A Nugroho! HOREEEE!!!!! TEPUK TANGAN BUAT SAYAAA!! Mas Don gak usah ditepukin!

Ehem, ehem,
*serius lagi, benerin kacamata kuda*

Bek cu de topik,
Saya agak sedih ketika mendengar keluhan beberapa teman yang katanya tak bisa  menulis komedi, tapi tiap komen dan berkomunikasi dengan tulisannya di FB selalu bikin ketawa,minimal senyum, maksimal ngakak bantal-guling.
Waktu mau nulis, kok ngeblank ya?

Nah, karena Bebep-bebepan Nimas Aksan sudah pernah membahas tentang mangaktifkan otak kanan, maka saya akan membahas bagaimana cara mengaktifkan otak sarap alias stress alias sinting atau bahasa halusnya: gelo!

Sebenarnya, tadinya saya agak ragu untuk membuka rahasia ini karena takut setelah saya buka rahasia menulis komedi ini, maka saingan saya akan semakin bertambah banyak. Bukan hanya Lonyenk Rap, Ambia, Cem Acem, Haris, Syekh Adi, Suhe, Oke Suderajat, atau Mas Hilman Hariwijaya, tapi semua cendolers yang berjumlah sekitar 1 juta kurang 600 facebooker ini. Tapi akhirnya saya putuskan untuk membuka aib ini dengan niat tulus ikhlas demi mendapat pahala dari Allah SWT. Amiin….
So, langsung saja: Cekodot:

Jurus 1. Kata-kata Lucu

1 C.  (Bukan Raja Dangdut) Rima Irama
Yang jago bikin pantun kayak Nayottama Bhekti Candra, Angri Saputera  atau Nisa Salwa pasti sudah terbiasa  dengan membuat kata-kata  dengan bermain-main rima yang berirama. Namun perlu diingat bahwa yang membuat jadi lucu bukan hanya rimanya, tapi rangkaian kata/kalimatnya!
Contoh:
-          Ke toko besi beli palu,
ke toko baju beli kain
Kata orang Suhe Herman pemalu,
padahal sebenarnya malu-maluin!

-          Satu titik dua koma,
Cem Acem jelek enggak ada yang punya

-          Ada cowok minum cendol tengah malam,
 ternyata dia cowok yang berkharisma
Di kelas cendol ada banyak ayam,
salah satunya Ayamury Karisma

-          Buah  jeruk, buah semangka,
Buah dukuh buah pepaya,
Buah salak, Buah sirsak
Buah kecapi, buah strawberry,

-          Buah melon, buah kedondong,
Buah apel, buah pir,
Buah durian, buah nangka
Buah markisa, buah rambutan

            Kata-kata berima tak hanya pantun, tapi kita juga bisa membuat satu paragrap berima yang  lucu. Example:
Nama saya Ceko. Nama lengkap: Ceko Hendro Wibowo Kusumo Wijayanto Budimo Sukin, Mangkubumo Sunarto Paijo  Leonardo Decaprio Hohoho Keren kan Bo?!

Atau kalimat seperti di bawah yang sebenarnya sudah cukup sering dipakai Para Penulis Komedi kebanyakan.
Oma Divin adalah seorang sekretaris narsis, lumayan manis, tapi kadang sinis, mungkin cita-citanya emang pengen jadi masinis, tapi malah jadi penulis. Kadang  badannya bau amis, meskipun bukan orang Ciamis. Hobinya makan kismis dan suka cowok berkumis tipis dan benci sama cowok klimis tapi berdompet tipis.

Atau puisi ini:
Kita memilih pasangan harusnya berdasarkan proses yang selektif/ Mengaudisi ribuan para naïf/Menyisihkan ratusan jomblo pasif/Menyingkirkan puluhan hiperaktif/Memperkecil menjadi lima yang paling agresif/Mengeliminasi tiga besar yang sensitif/Dan akhirnya harus memilih satu dengan arif
            Gak lucu ya? T_T

1 A. Plesetan, Plesiluman, Plehantu, Plejin dll
            Meski gak wajib, tapi bagi saya main perosotan dalam menulis komedi hukumnya sunat muakad (sunat yang diwajibkan).
            Plesetan peribahasa Mas Hilman Hariwijaya misalnya:
“Sedia payung sebelum hujan” jadi “Sedia dayung sebelum banjir” atau “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” diperosotin jadi “Ringan sama dijinjing, berat sama difficult!” Menurut saya itu perosotan yang cerdas.
Selain plesetan judul,  kata atau kalimat, memlesetkan nama tokoh, lirik lagu atau memparodikan cerita yang sudah ada juga sering mengundang senyum, tawa ataupun airmata dan darah. Contohnya banyak banget.
Pulau Hantu diplesetin Kang Iwok jadi Pulau Huntu, New Moon diplesetin Oben Cedric jadi New Emon, Maryamah Karpov jadi Maryam Mah Kapok  atau Avatar diplesetin CDME jadi Ah, Fatal dan banyak lagi yang lainnya…

1 B.  Singkat-singkatan Atau Singkat Beneran
            Ini mungkin humor tingkat dasar. Tapi cukup ampuh untuk membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa (tergantung kecerdasan Penulis dalam berkreasi membuat singkatan).
            Misal:
CEKO adalah nama pena dari CEpi KOmara, seorang yang mengaku CURANMOR (luCU-RomANtis-huMORis) yang bercita-cita ingin jadi PENJAHAT (PENulis puJAan HATi), memiliki band bernama PARAMETEUR (PARA pengaMEn pasTEUR), sekarang tinggal di KAMBOJA (KAMpung BOJong koneng, Asli!).
            Kalo contoh di atas kurang lucu, itu artinya saya kurang cerdas ;(
Nah,  kalo udah cukup bisa dan terbiasa menggunakan jurus-jurus di atas, berarti sudah punya cukup bekal untuk menulis komedi, meskipun jurus-jurus itu enggak mutlak harus dikuasai.

Jurus 2. Tokoh-tokoh Lucu

Suka sama  kepolosan akting Stephen Chow? Atau kelebayannya Jim Carrey? Yang lebih lokal mungkin suka sama Si Kabayan? Lupus? Atau Super Cendol?  Atau si Choki?
(Eh, yang terakhir belum pada kenal ya? Tungguin aja nopelnya terbit :P)
Saya mengklasifikasikan  beberapa kriteria tokoh atau karakter yang sering dipakai dalam cerita-cerita komedi

2 F.  Tokoh Usil
Lupus yang suka makan permen karet, ngisengin orang, jail, tukang nyeletuk di kelas, ternyata malah disukai dan dikangenin pembaca.  Tapi tokoh-tokoh badboy kayak si Usil ini biasanya harus diimbangi dengan kebaikan-kebaikannya. Misalnya suka bikin orang ketawa dengan tebakan-tebakan konyol, paras wajah yang tampan inceran cewek-cewek (kayak Sotoynya Boim Lebon di Story) atau seseorang yang sangat diandalkan orang-orang karena kecerdasannya.

2 E. Tokoh Polos atau Lugu
            Saya sangat suka dengan kepolosan dan keluguan acting Stephen Chow di setiap filmnya. Ekspresi wajah yang menunjukkan biasa saat kakinya diludahi atau ketika ia menampar pipi seorang cewek yang minta disun saat lalat menghinggapi pipinya. Saya sering memakai tokoh lugu alias polos ini dalam novel-novel komedi saya dan terbukti suka bikin gemas pembaca. Contoh-contoh polos seperti ini biasanya sering kita temui pada karakter-karakter kartun/animasi seperti Spongebob yang sering bikin kesal Squidward dengan kepolosan tingkahnya.

2 D. Tokoh Lebay
            Jim Carrey di film The Mask, Ace Pentura dll  dengan raut muka dan sikap yang dibuat-buat berlebihan alias lebay bisa dijadikan salah satu tokoh utama untuk cerita komedi kita. Contoh lain adalah Fitri Tropica si Ratu Lebay. Ekspresi wajah, gerak tubuh dan nada bicaranya bikin kita gregetan sama tokoh yang lebay.
Fyi, Fitri Tropica yang mengawali karirnya sebagai Penyiar Radio Ardan, ternyata tinggal di daerah Bandung dekat tempat kerja saya di Pabrik PT Ayoe Indotama Textile atau nicknamenya: Ayotex! (Nickname Pabrik tempat kerja saya, bukan nickname Fitri Tropica!)

Jurus 3. Cerita Lucu

3 H. Ending Yang Mengejutkan
            Kita sering membaca atau mendengar cerita humor yang klimaks kelucuannya ada di ending tak terduga. Misalnya ketika saya membuat tulisan berjudul “Dear MK” yang menjadi juara utama lomba blog di blogdetik.com. Saya membawa pembaca terhanyut dengan kata-kata romantis, puitis dan melankolis seolah sedang berbicara pada perempuan pujaan hati, padahal di akhir kalimat, inisial MK itu bukanlah nama orang, tapi singkatan dari Motor Kreditan.

3 J. Permainan kata atau kalimat yang jenius
            Saat membaca cerita-cerita Pidi Baiq, saya sering menemukan beberapa kata/kalimat yang jenius dan lucu. Lucunya bukan lucu konyol, tapi justru lucu pintar. 
            “Isilah titik-titik dari peribahasa ini: Tong kosong … nyaring bunyinya”
            Ternyata isi titik-titik itu adalah ‘kalau dipukul’.
            Bener juga ya. Kalau tong kosong mana mungkin berbunyi nyaring kalau enggak diapa-apain?
            Cari kata-kata umum (bisa dari peribahasa, motto atau apapun) yang sudah familiar di telinga orang, lalu ubah dengan memlesetkannya atau menyempurnakannya seperti contoh di atas.

3  G.   Dialog Interaktif Yang Ngegemesin (kayak aku ^_^)
             Dialog dua tokoh yang menggemaskan selain bales-balesan pantun atau main tebakan, bisa juga juga dengan pertengkaran adu omong/argument yang (sok) serius tapi becanda. Contoh dialog yang menurut saya lucu dalam cerpen Audisi Cinta:
”Yang... kalo boleh tau, kamu ngerokok nggak?”
”Nggak! Emang kenapa? Kamu nggak suka ya sama cowok perokok?” tanyaku heran karena topiknya keluar dari obrolan romantis kami.
”Nggak, aku cuman nanya aja. Tapi bener kan kamu nggak ngerokok? Jujur aja, aku nggak bakalan marah atau ngelarang kok, asal kamu terus terang.” terus terang aku nggak percaya dia nggak bakal marah.
”Ng... sebenernya aku perokok pasif yang cuman ikut-ikutan anak-anak aja. Aku ngerokok kalo lagi stress!” aku mencoba sedikit jujur meski agak takut.
”Oh...Boleh tau seberapa sering kamu stress? Kalo mo menghadapi UAN ya?”
”Ng... sebenernya aku tiap hari stres...” aku melanjutkan kalimatku ini dalam hati ’...karena ngeladenin kamu!’.
”WHAT?!!”

3 J. Konflik Yang Unik
            Sebisa mungkin, latar belakang tokoh utama pun harus lucu. Saya pernah baca cerpen komedi yang latar belakang kehidupan tokohnya tragis: Orangtuanya mati dibunuh penjahat! Bukannya itu akan menodai genre komedi yang ditulisnya? Padahal bisa saja kan diganti dengan:
Kedua orangtuanya cerai. Ibunya yang seorang penjahit selingkuh dan kawin lagi dengan seorang  penjahat!
            Mengenai konflik yang unik, sering kita temui juga pada judul-judul cerita  FTV misalnya “Cintamu Bau Jengkol,” mengisahkan kisah cinta dua sejoli yang salah satu tokoh utamanya jualan jengkol.

3 I. Perilaku Absud/Abnormal
            Banyak yang terpingkal-pingkal dengan kelakuan Raditya Dika yang sarap abis. Misalnya mengusap mukanya dengan celana dalam, atau saat dia mencukur bulu keteknya dengan gunting pelentik bulu mata. Juga saat membaca keseharian Pidi Baiq yang di rumahnya terpasang kaca spion dengan alas an “supaya rumah lain tidak menyusul” atau saat televisinya diputar 45 derajat agar sejajar dengan posisi tubuhnya yang sering menonton tv sambil tiduran.
Semua itu adalah perilaku-perilaku tokoh yang lucu, bisa diselipkan dalam cerita komedi. Banyak yang bisa menulis kekonyolan-kekonyolan slapstick seperti Raditya Dika, tapi bagi saya agak susah untuk membuat cerita sekaligus perilaku abnormal yang membuat kita merenung dan berpikir. Bahwa ada makna tersembunyi di balik kekonyolan dan kejahilan si Tokoh Utama. Tokoh-tokoh, perilaku dan cerita komedi satir seperti itu bisa kita temui misalnya pada Nasrudin Hoja dan Abu Nawas, atau Serial Drunken-nya Pidi Baiq.

            Sebenarnya saya masih mau menulis panjang-lebar, tapi setelah saya pikir-pikir lagi, kalau terlalu panjang ini akan menjadi sangat tidak lucu!
            Saya bukan orang yang pandai dalam berteori. Saya enggak teoritis seperti Osama Bin Laden. Biasanya hanya menulis mengalir apa adanya dan mengambil cerita dari keseharian saya yang emang dasarnya suka nganeh, usil, jahil, ngupil dari sejak SMA. Jadi, mohon maaf kalau ada kekurangan dan tidak  teoritis ya. Minimal, materi realistis ini bisa membuat teman-teman Cendolers tersenyum sedikiiit aja setelah beberapa hari terakhir kita bersedih dan menangis.
            Jadi, saya sudahi saja sampai sini. Kalau tidak ada pertanyaan, mari kita langsung latihan!
Gimana?
            Oke deh, karena enggak ada yang bertanya  kita langsung latihan aja. Caranya. Pilih salah satu jurus yang ada pada materi di atas, lalu buat contohnya.
            Misal, ingin membuat contoh dari plesetan, ketik kode 1 A spasi contoh plesetan klik ‘ENTER’. Atau mau buat contoh rima irama, ketik kode 1 C  spasi kata-kata berima yang lucu dan seterusnya.
Selamat berlatih!!

Oya, Buat yang mau bertanya, tolong acungkan tangan terlebih dahulu, okay?

T&J
1. Adin Albanna pak ceko! gimana menghadirkan alur lucu? apa memakai kata-kata diatas? kadang aku susah buat cerita lucu, kadang gampang bat cerita lucu, malah kadang aku bisa buat cerita lucu kalo aku lihat ibuku dulu... huhfttt gimana ngatasin hal itu ceko spy?
Ceko Kiyut:  Jiaaah.... Adin Albanna: Pertanyaannya susah banget.
Ok Akan kucoba jawab. Hmmm...Berarti kamu harus selalu ada di samping Ibumu saat menulis cerita lucu!

2.Eka Apriyani: Mau nanya. 1) Gimana caranya agar cerita komedi yang kita buat tidak sekedar lucu karna bahasa yang kita gunakan. (Mislanya; cuma Melesetin kata) tapi juga karena jalan ceritanya emang lucu. Sehingga tidak menimbulkan kesan maksa lucunya. 2) Gimana caranya membuat cerita komedil yang gak cuma memelu lucu karena ngomongin/ ngeledekin orang atau tertawa di atas penderitaan orang lain. (Misl. Lucu melihat orang jatuh. dsb)
Makasih untuk jawabannya @-@
Ceko Ganteng: Pake jurus yang ketiga! 
Eka Apriyani
Baarti seorang comedian itu bisa begitu lucu dengan mempunyai indra keenam yaitu indra bekti eh maksud saya indera keenam yaitu indra humor. Sehingga bisa menangkap keganjialan-keganjilan, ketidak-lumrahan kehidupan yang lewat di depan hidungnya. Yang terkadang luput dari perhatian orang “Awam”. Ia akan menangkap keganjilan itu dan di lepaskan dalam wujud tulisan humor. Dan humor itu tidak selalu tentang orang lain, tapi juga bisa tentang keganjilan diri sendiri. apa begitu Ceko Spy?

3. Nessa Kartika tadi Adin Albanna nanya apa?
Ceko Keren: Adin Albanna nanya gini  pak ceko! gimana menghadirkan alur lucu? apa memakai kata-kata diatas? kadang aku susah buat cerita lucu, kadang gampang bat cerita lucu, malah kadang aku bisa buat cerita lucu kalo aku lihat ibuku dulu... huhfttt gimana ngatasin hal itu ceko spy?

4. Hendy Lazuardy Hendrawan Gregorovitch bagaimana caranya membuat cerpen komedi tanpa membuat orang bosan? Bisa nggak biki8n banyolan dari kehidupan nagara kita? nah membangun emosi lucu itu susah sekali Ceko Spy
Ceko Imut: Usahakan tiap halaman selalu ada yang lucu atau konflik yang menarik, dialog interaktif yang komunikatif. Saya sempat baca saran Mas Sokat Rahman: katanya saat membuat skenario sitkom, satu halaman minimal mengandung 3 tawa.
Mas Sokat kereeeen!! Saya enggak :(
Bisa saja bikin banyolan dari negara kita. Berarti menjurus ke satir ya. Tapi tolong jangan minta saya mencontohkannya. Coba buat olehmu sendiri ya Kak Hendy.

5.Adin Albanna: ceko spy@ itu dia masalahnya, ibu ku iya kalo hidup terus nah kalo sewaktu-waktu mati. aku lihat siapa? bapakku nggak lucu Ceko. makanya aku ingin menghilangkan penyakitku ini. susah banget. padahal aku udah belajar dari orang-orang lucu, tetep nggak bisa. nah, sewaktu lihat ibuku, baru ada ide lucu. aneh kan? emang ini komedi model apa sih? boleh tahu nggak? kan aku udah tanya? kok pakai luluran?? hehehe ceko tahu kalo aku suka kencurrrr... jawab donggggg.. aku itu terserang penyakit komedi gender apa?? bisa dihilangkan nggak?? dan gimana cara mengatasinya??
Ceko Lucu:  Hmmm... kamu bilang Ibumu hidup-mati kayak lagi ngomongin anak ayam. Itu artinya Adin selalu butuh pemicu untuk menstimulus atau mengaktifkan hormon edanalin. Cari hal lain yang bisa mengaktifkan hormon humor itu. Berarti, Adin seorang Penulis Moody Kusnaedi.

6. Sun Tea kalau gini: membuat dirinya rendah di mata orang lain, terkadang juga membuat cerita jadi lucu.Kalau misalnya, dengan membuat umpatan-umpatan aneh, menurut kak Ceko Spy bagaimana? misalnya seperti: dasar tokai monkey, dasar kutil gajah kelelep lapindo, dsb.
Terima kasih.
Ceko Ngegemesin: Kalau itu namanya slapstik atau sarkastik ya. Boleh aja, tapi jangan terlalu kasar. Ga enak dengernya. Kalo kasar, namanya bukan sarkastik lagi tapi KASARTIK!

7.Maria Ariyani Schatzie Sudah: selesai baca *mangut mangut* catat materi penting, terima kasih suker ceko, angkat jempol tanya ada nga cerita lucu tapi di dalamnya masih ada nasehat.. Jadi seperti membaca filsafat yang menyenangkan?
Ceko Ngangenin: Ada! Banyak! Contoh-contohnya udah saya sebutkan. Jadi kalau yang seperti itu biasanya masuk kategori Satir. Karya-karya Andrea Hirata, Pidi Baiq atau cerita-cerita Abu Nawas kan seperti itu.

8.Wahyu Aafia Siddiqui aku biasanya mencoba buat nulis lucu, tapi sering jatohnya malah garing... Gimana itu kak...???
Ceko Hebat: Perbanyak baca buku-buku lucu dan terus latih jurus-jurus yang udah kukasih ya :)

9. FiqzSmiley UlamaIntelek Mas Ceko Spy mau tanya. Giimana cara agar orang tahu itu adalah komedi...??sering banget kita nulis komedi tapi malah dianggap serius... *pengalaman*
Ceko Dahsyat:Bisa dari judul. Itu yang paling kelihatan banget. Orang pasti tau bahwa novel 'Super Cendol' adalah novel komedi. enggak mungkin horor. Kemungkinannya kecil.
FiqzSmiley UlamaIntelek tapi mas Ceko Spy... walau judulnya lucu, isinya suka berbeda hasil... malah dianggap horor atau misteri... salah gak kalau kita buat cerita horor komedi terus dimasukin lomba komedi...??
*pengalaman ikut lomba cerpen komedi malah disuruh disangka cerpen horor*
Mas Ceko Spy, bisa gak buat contoh dari sesuatu yang Mas Ceko anggap tidak lucu tap lucu bagi orang lain?

10. Alina Sitha kak Ceko, gimana caranya biar bikin komedi itu ngalir aja nggak terkesan kayak maksa banget buat komedi? maksih... *ngacung dulu
Ceko Bermanfaat:

11. Dyani T. Wardhyni <3 aa Ceko Spy, diatas dibilang, kalau cerita lucu itu relatif bikin orang ketawanya... Nah, kalau gak lucu apa itu dianggap gagal jadi penulis komedi?? Trus kalau mau buat cerita komedi, harus mencantumkan yang diatas itu (Plesiluman, plehantu, singkatan-singakatn) dll? Standarnya seperti itukah? *Jawab! atau pintu rumahku besok tertutup untuk kamuuuuhhh! hahaha.
Dyani T. Wardhyni
aa Ceko Spy, kalau dialog ringan kaya gini (dialog gak bermaksud melucu), tapi dialog kaya gini ada di cerita romantis atau horror! Apa bisa dimasukan dalam cerita komedi romantis atau horor komedi?
 “Iya kak, gue Dita. Tapi gue lagi nggak nunggu Ridho,” aku berusaha mengeluarkan jurus mengelak dengan bola mata berputar-putar. “Yakin kak jam sembilan?” tanyaku ulang.
“Lo nggak percaya? Oia, asal lo tahu ya, biasanya ada cewek yang rambutnya panjang lewat sini,” ceritanya dengan mimik muka menakutkan.
“Cewek? Siapa? Sekolah disini?” aku mulai penasaran dan mendekat.
“Sekolah lagi! Kuntilanak bodoh!” wajah cewek itu yang awalnya ingin menakuti berubah jadi kesal.
“Kuntilanak?” tanyaku penasaran. Aku pikir dia akan menemaniku, tapi ternyata malahan menakutiku.
*jawab pertanyaanku yaa aa, yg pertama aja belum dijawab, tapi aku udah nanya lagi..hehhee, gpp, aku selalu menunggumu... :p
Ceko Kualat:

12. Ria Rahmatika aku kesulitan bikin kata-kata yang ber-rima irama ... ajarin donk Aa' Ceko Spy...
Ceko Pengkhianat:  Cara belajar rima irama, coba minta diajarin sama Nayottama Bekti Cakradhara, Angri Saputra atau Nisa Salwa dan ikutin Program PANCEN OYE di Kelas Cendol. Supaya biasa! Mau yang lebih praktis tapi kurang kreatif, klik www.kamusrima.com

13. Reiikha Reiiyanthii' Ngacung!Gimana caranya nyelipin kelucuan di antara pembicaraan yang benar-benar serius dan di antara kata-kata yang baku? Kalau lucunya keterlaluan gimana? Gimana cara ngilanginnya?  Kategori satir itu apa, sih?
Ceko  Penjahat: selipin dalam dialog. Saat serius tapi ujungnya lucu, itu malah mengundang tawa segar yang meledak. Cba buka www.pengamencinta.blogdetik.com terus klik judul "Dear MK". Itu awalnya serius, padahal ujungnya becanda. Satir itu komedi yang bikin kita termenung karena ada pesan-pesan moral di dalamnya. Menertawakan sesuatu yang gak lucu kalo kata orang-orang bijak mah. Lucunya keterlaluan disebut komedi Kasartik! Berarti harus lebih diperhalus dan lebih lihai lagi dalam mengolah kata. Sering becanda sama teman-teman dan baca buku-buku komedi dari Penulis-penulis Komedi yang berbeda.

14. R.d. Erma NenkNonk
Aku mau bikin contoh, Mas Cekooo. Tolong dinilai yaa... 
3G.
"Maaf, Mas Sukyadi. Hubungan kita cukup sampai disini."
 "Kenapa? Apa yang salah denganku? Aku kaya dan tampan."
 "Aku tahu, Mas."
 "Lalu kenapa, Iyem?"
 "Bapak tidak merestui hubungan kita sebelum mas ganti nama."
 "Kenapa? Apa yang salah dengan nama Sukyadi?"
 "Bapak tidak mau kalo setelah menikah nanti namaku jadi Bu Suk-yadi."
Ceko anti maksiat: @R.d. R.d. Erma NenkNonk: Wkwkwkwk!! Itu lucu! Sukses membuatku tertawa! Kayak misalnya gini...
"Saya enggak mau terima dia, karena kekasihmu itu karena nama ayahnya Titan?"
"Loh, memangnya kenapa Ayah?"
"Nanti kalau ijab -qabul jadi gini dong: 'Saya terima nikahnya Adin Albanna bin Titan..."

15. Wiwik Hafidzoh mas Ceko Spy, pernah kehabisan ide ga untuk membuat cerita komedi.. ??
Ceko udah disunat: sering.

16. AnisaAe Kepompong: kalo cerita seperti ini, apa bisa disebut komedi?
 Wanita cantik itu langsung duduk di depanku lalu dia membuka kotak makannya yang bergambar pinokio dan memakan kue jengkol di dalamnya tapi tiba-tiba... 'Tuuut tut'
sebuah suara kentut terdengar dan bau jengkol mulai menusuk hidungku. Tak apalah, dia kan cantik, walau kentutnya bau jengkol tapi rasa melon.
Orang cantik tetap saja cantik walau kentutnya bau.
 Gak lucu ya? (-,-)
Ceko suka telat: Bisa. Lumayan lucu kok...
Lonyenk Rap CEKODOK, aku bantuin jawab sebisanya ya...
ANISAE : Cerita kamu jorok, wkwk... Masak kentu bau melon. Komedi hars leat dengan realita, gak bisa dipaksakan.

17. Arina Murti Dewinta Mas Cekokok, kalau ungkapan lugu/polos itu kadang ada yg lucu kadang dibilang bodoh.. Itu gimana deh bedainnya biar ga dibilang bodoh, padahal niatnya mah ngelucu?? -,-a
Aku udah lucu, tapi kadang ga bisa ngelucu.. :S Uft, -_-"
Ceko  Punya Hasrat:
Lonyenk Rap ARINA MURTI : Kalau keluguan kamu di poles dengan kecerdasa, niscaya yg baca menganggap kamu cerdas.
Mas Lonyenk, aku ga cerdas hanya saja aku ini KEREN..!!
Yeeiy... \(^o^)/
*bangga -_-a
Terus seberapa penting spontanitas dalam hal kelucuan itu..?? Harus selalu cerdaskah untuk bisa lucu? *serius*

18. Gurita Sahzou Ap tdk menyalahi aturan/apalah..kalau misalnya kita merubah-rubah peribahasa yg sdh ad?Apa lagi klmt bijak, dituntut Haki nggak?
Ceko Terjerat:
GURITA : Peribahasa yg di rubah-rubah banyak banget di ranah komedi. Lupus contohnya. Gak di tuntut tuh....

19. Siti Barkah Pak ceko spy, gimana cara fokus? Biasanya suka salah tembak kepembaca yg tadinya kita critain harusnya expresi pembaca ketawa eh malah pembacanya garuk-garuk kepala bingung maksudnya apa,
Ceko Penat: Berarti tujuan kita melucu kurang tersampaikan atau pembacanya kurang cerdas. Komedian / Penulis Komedi Sejati harusnya bisa membuat banyak pembaca tertawa. Survey aja dulu tulisan kita ke tiga-lima orang. Kalau mereka ketawa berarti cerita lucu kita udah lumayan.

20. Dedek Super-cendol Cendolers: A Ceko, Dedek mau usul, gimana kalo kita shalat Ashar dulu?
Ceko taat beribadat: Setuju! Kita sholat Ashar dulu.

21. Eno Dee Tanya suker Ceko Spy....kl suker nulis cerita lucu suka ngebayangin lg becandaan ma temen gak?
Ceko Cenat: Iya. Suka. Bahkan sering. Kalau bikin cerita lucu, saya ngebayangin tokoh utamanya adalah saya sendiri yang lagi berakting menjadi komedian dengan memakai Jurus-jurus di atas

21. Ricky Luckmansyah ‎Ceko Spy haruskah komedi itu mempunyai rima??? atau terbatas komedi yang bersifat pantun??S ejauh apa kita menjaga norma ketika kita adalah komedian?
‎Lonyenk Rap bagaimana dengn komedi fantasy?? macem stephen chow... saya rasa bisa juga kan dengan ketentuan dan syarat mungkin??
Ceko Cenut:
Lonyenk Rap RICKY : Komedi tidak mematok rima dalam penciptaannya. Komedi mengalir begiu saja dan berhasil bila bisa buat orang tersenyum apalagi pingsan.
KOMEDI FANTASY yg kamu sebutin diatas sudah lebar maknanya. Sebuah film seperti STEPHEN CHOW bisa bermakna banyak. Komedi Slapstik jg bisa karena mengandalkan gerak.

Ricky Luckmansyah
saya tulis gini:
"Saya kentut tapi ternyata ilmu saya membuat hal itu menjadi luar biasa, seketika saya terdorong keatas bagai roket dan menghajar eternit.
Yang saya tuliskan diatas dari 1000 orang mungkin hasilnya 200:700
200 ketawa 700 nggak. susah emang bikin 1000 ketawa semua, tapi kenapa pusing?? toh ini dunia relatif

22. Chinatsu Kenkyusha aku pernah nyoba bikin cerpen komedi.. menurutku itu lucu. tapi kata temanku malah garing, geje, dan sama sekali tak lucu..
 Terus gimana? kadang yang menurut kita lucu, bagi orang lain gak lucu..
Ceko Penurut:
Lonyenk Rap ‎Chinatsu Kenkyusha masalah yg kamu hadapi banyak banget terjadi pd penulis yg ingin terjun ke komedi. Seperti genre lainnya, komedi itu tidak bisa di buat2 lucu, dia akan mengalir dengan takdirnya setelah kita yakin kalau yg kita tulis itu bisa bermanfaat bagi orang lain, bukan beramb isi membuat orang tertawa. Itu SALAH.

23. Dwie Nuraini Kak Ceko..!! ada batasan-batasan dalam menulis ceita komedi sarkastik nggak sih?? misalnya, aku mau nulis cerita untuk nyindir pemerintahan,artis, atau suatu lembaga.. nah sekarang kan banyak tuh orang yang sedikit-sedikit nuduh itu sebagai pencemaran nama baik atau apalah..
Terussss bagaimana cara mengemas cerita dengan kalimat yang tidak kasar tapi "nonjok"..??
Ceko Penakut:
Lonyenk Rap: Dwie Nuraini INI AKU KASI CONTOH : Boyband. Dari namanya saja sudah membuatku merinding, apalagi mendengarkan lagunya atau malah latah mengidolakannya. Oh, no! Kalau itu sampai terjadi, berarti kewarasanku patut dipertanyakan. Boyband selalu membuatku meringis. Mereka tak lebih dari sekelompok anak laki-laki yang bisa nyanyi dan nari. Catat : Bisa, bukan berarti jago. Tampang mereka juga stereotype. Manis, imut dan tak jarang diantaranya ada yang bergaya gemulai. Lagu-lagu yang mereka bawakan kebanyakkan diciptakan sama orang lain atau mendaur lagu yang sudah ngetop duluan. Itu menandakan sisi musikalitas mereka memang patut dipertanyakan. Ironisnya, di industri musik mereka banyak meraup penggemar, terutama cewek-cewek ABG yang baru melihat dunia, seperti Sisy. Benar-benar top instant. Aku lebih baik terserang radang telinga daripada harus mendengarkan lagu mereka.‎Dwie Nuraini Intinya, sindirlah dengan kalimat-kalimat yg cerdas dan membangkitkan senyum si pembaca.

24. Lisa Adhani skrg aku suka ragu2 u nglucu... abiis... org pada mandangin gimana... gitu.. lg pula kdg aku sndiri trasa kaku... sdh lama... rasanya... gmn yah.. cara melunakkan kekakuan itu... trus... emak2 tuh.. masih pantes nggak ya.. komedian..? :)
Ceko manggut-manggut:

26. Kus Calvin: Mau coba ah.
2 E (kali ya?)
Si Ocol hari ini mengisi liburan pertamanya dengan ikut omnya belanja di mal, sambil cuci motor eh mata. Dia anak kampung yang terkagum-kagum melihat keindahan kota. Apalagi di mal. Aneka macam barang, lantai yang bersih mengkilap, gadis-gadis seksi... Uh, Si Ocol berdecak sambil geleng-geleng. Ketika harus naik lantai atas, beeberapa kali berpegangan pada samping elevator yang bergerak naik. Ia takut melangkah. Omnya sampai keki, malu sama orang yang geli melihat kelakuan Si Ocol.
"Ayolah naik!" bujuk omnya meminta Ocol duluan sambil menjaga siapa tahu Ocol lepas pegangan dan jatuh.
Maju-mundur kaki Ocol.
"Ih Om, takut," bisiknya.
"Ya sudah, Ocol tunggu di sini saja. Om yang naik," kata Omnya berlagak hendak meninggalkan Ocol.
Ocol diam saja. Omnya melangkah dan perlahan naik menjauhi Ocol.
"Tunggu Om...!"
Omnya tak menoleh.
Ocol memberanikan diri naik, tanpa diperhatikan Omnya. Hanya didengarnya orang-orang cekikikan.
Begitu sampai di ujung, Omnya berhenti di ujung tangga, berbalik melihat ke arah Ocol. Ternyata Ocol sudah di depannya kurang beberapa trap tangga.
"Om...!" Ocol melompat menubruk tubuh omnya. Untung omnya siap memegang Ocol. Jika tidak, mereka bisa jatuh di lantai.
"Lhoh, Col, mana sepatumu?"
Si Ocol melihat juga kakinya, lalu ke lantai bawah.
"Itu..." Ocol menunjuk sepatunya di ujung luar tangga lantai bawah.
"Walaaah...kenapa dilepas? Ayo ambil!" omnya gemas.
"Hik...takut turun."
 Gak lucu ya, Ceko Supirdelman...? Hehe...garing deh aku.
Ceko Bukan Marmut:

28.  Vivie HardiKa Cungkring ‎*ngacungin tangan!
Gmana cara penulisan bahasa ya lucu. Apa di tulis sesuai EYD atau di tulis seperti lafalnya.
Contoh = 'OMG' atau o em ji??
Ceko... (apalagi ya?)
Cem Acem:  ‎@Vivie HardiKa Cungkring yang kedua aja lebih umum dipake buat komedi
*ngacungin tangan lagi walaupun yg pertama g di jawab.
;(
apakah cara menulis di komedi ada batasan nya? Misalnya seperti yg ngelap muka pake celana dalam. Apa cerita kayak gitu di perbolehkan? Sebab bisa jadi pikiran pembaca jadi ngeres. Bukan tertawa karena mengelap muka tp karena celana dalam nya.

29. Rizky Noviyanti Kak Ceko .. Apakah cerita lucu itu mesti diiringi singkatan-singkatan plesetan atau singkatan buatan yang mengandung unsur humor?
Gimana cara memberi efek lucu tanpa suara-suara aneh, penggambaran tokoh yang identik dengan wajah jelek berambut kribo dan tanpa singkatan kata ga jelas?
 *pertanyaanku aneh ya? @,@*
Cekokok:
Lonyenk Rap: ‎@Rizky Noviyanti Menulis komedi jangan pake patokan atau rumus atau terlalu banyak teorinya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar