Laman

Jumat, 23 Maret 2012

Kepompong Cinta


Kepompong 




Dulu kita sahabat

Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

* kini kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karna ku sayang

Reff:
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Na na na na na na na na na

Semua yang berlalu
Biarkanlah berlalu
Seperti hangatnya mentari

Siang berganti malam
Sembunyikan sinarnya
Hingga ia bersinar lagi

** dulu kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karna ku sayang

Repeat reff


Persahabatan di antara kami bertiga seperti kepompong. Dan ketika telah berubah menjadi kupu-kupu, masing-masing dari kami mesti terbang menuju taman impian. Tak lagi bersama-sama seperti dahulu.
Hari ini entah kenapa saya mendadak rindu kepada dua sahabat saya. Rindu keakraban, pertengkaran, dan semua cerita yang pernah kami bagi bersama.

Saya, Elyn dan Ella. Tiga orang yang berbeda kharakter, hobi dan kesukaan namun pada akhirnya justru mampu menyatu saling mewarnai.
Elyn seorang gadis modis, berselera tinggi. Suka barang-barang bermerk yang pastinya mahal. Makanan dan minuman pun begitu, Mc. Donald menjadi standar minimal tempat makannya. Makannya setiap hari memang porsi kecil, selembar roti dan segelas susu serta air mineral. Tak heran tubuhnya seksi ditambah baju-baju yang menambah keseksiaannya. Elyn pandai berhias baik pakaian ataupun wajah. Dan kebiasaannya bicara cas cis cus bahasa bule mungkin biar sesuai dengan ranbutnya yang dicat pirang. Hobinya fashion dan mengikuti perlombaan fashion show.
Ella seorang gadis gaul, berselera oke. Menyukai pernak-pernik gaul yang menambah penampilannya agar lebih keren. Cara berpakaian dan berhias tak jauh beda dengan Elyn, untuk selera makanan masih bisa dikompromi. Hobinya karakoekan dan mengikuti lomba menyanyi.
Sedang saya? Saya biasa saja. Kebalikan dari keduanya, tak hobi berhias apalagi meributkan model pakaian dan makanan. Chuek. Hobi membaca buku dan lebih suka menulis. Terkadang lebih sibuk dengan kegiatan sebagai aktivis buruh, demonstrasi, kantor polisi, agensi serta menghadiri berbagai diskusi.

Ketiga orang aneh yang disatukan dalam ikatan hati, ketika bertemu yang hanya 1 minggu 1 kali. Keduanya akan sibuk memanjakan saya. Yang satu menghias wajah saya dan satunya lagi mengatur model pakaian yang saya kenakan. Kemudian ke pantai bersama, makan bersama dan belanja bersama. Berbagi, berbagi, berbagi. Tanpa kami sadari terjadi peleburan, 3 in 1.

Lalu kami bersama merubah penampilan untuk lebih baik, meskipun masih saja sama, selalu membeli baju dengan 3 warna sama, ungu, biru dan kuning. Makan 1 atau 2 menu untuk bertiga. Sama-sama sibuk mengikuti dan saling mendukung kegiatan masing-masing. Dan … 99 persen di antara orang-orang yang mengenal kami tak lagi bisa membedakan atau menganggap kami bertiga bukan saudara. Begitulah. Apapun, di manapun dan ke manapun selalu bertiga. Menangis, tertawa dan marah pun bersama.

Dan kini? Saya sendiri. Keduanya telah menjadi kupu-kupu yang terbang menuju taman impian hati. Ya, memang saya yang mengajari, meminta bahkan mendorong mereka untuk melakukannya. Tapi tetap saja ada sakit karena rasa kehilangan yang terasa.
Saya lepaskan kalian dari pelukan saya tapi tidak dari dalam doa dan ingatan saya. 

RUH, 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar