Laman

Senin, 05 Maret 2012

KTKLN Teror BMI


KTKLN Teror BMI

Akhir-akhir ini masalah KTKLN menjadi teror yang menakutkan bagi kawan-kawan BMI yang berencana cuti pulang ke Indonesia. Kurangnya informasi yang ada serta rumitnya pengurusan KTKLN semakin menambah pusing kepala. Membuat sebagaian kawan-kawan BMI bingung dan ketakutan untuk pulang ke kampung halamannya sendiri.
KTKLN harus dimiliki BMI yang berangkat ke luar negeri sebagai tanda bukti kelegalan mereka dalam bekerja. Kartu ini diberikan (katanya) secara gratis  kepada BMI dan calon BMI dengan masa berlaku 3 tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kontrak kerja baru. Masih menurut (katanya) pemerintah, pemberlakuan KTKLN berdasarkan UUPPTKLN No.39/2004, INPRES RI No.6/2006 dan PERMEN No.14/2010.
Sebagai bagaian dari BMI, saya pribadi justru merasa aneh. Jika dasar-dasar peraturan sudah sebanyak itu dan dilihat dari tahunnya saja sudah sejak tahun lalu. Mengapa baru tahun ini diberlakukan? Yang lebih aneh lagi, dengan besar denda dan ancaman penjara bagai BMI yang tidak/belum bisa mematuhi peraturan tersebut. Menurut saya (dan kawan-kawan BMI yang lain) sangat tidak masuk akal. Denda sebesar 1-5 miliyar atau penjara selama1-5 tahun. Bukankah ancaman itu lebih berat dari hukuman yang mesti diterima oleh koruptor di Indonesia?
Pemerintah berdalih pemberlakuan KTKLN untuk mengatasi masalah yang bisa terjadi atau dialami BMI, itu hanya omong kosong. Kalau pun dalih itu benar, pemerintah tetap tak lebih baik dari pegadaian. Jika pegadaian selalu berusaha menyelesaikan masalah tanpa masalah, tapi pemerintah jelas-jelas mengatasi masalah dengan menambah masalah.
Sudah sepantasnya perlu dikaji ulang, apa gunanya KTKLN? Siapa yang membutuhkan KTKLN? Benarkah KTKLN sebuah bukti perlindungan dari pemerintah terhadap BMI? Jika benar kenapa KTKLN menjadi Teror bagi BMI? Dibutuhkan keberanian dan kekuatan BMI untuk mengenyahkan semua teror. Bravo BMI!

*Juara 2 opini BMI tentang KTKLN 2011



2 komentar: