Laman

Jumat, 09 Maret 2012

MTF



My Tuyul Family

Keluarga di mana aku bekerja saat ini termasuk keluarga kecil yang bahagia. Dan aku bersyukur sekali dengan sikap familiar mereka kepadaku yang notabene orang asing di rumah mereka. Anggota dari keluarga tersebut ada Bapak, Ibu, Bobo, Koko dan Tuyul, serta Ball Chi.

Tuyul (10 bulan)

Sewaktu pertama kali aku bertemu Tuyul, ia masih berusia 2 bulanan. Nama lengkapnya Lai Ho San, biasanya kupanggil dia dengan sebutan Abi (Baby), Sailo (Adik), San san. Tapi kalau lagi jengkel, kusebut dia: Tuyul!

Tuyul termasuk bayi yang unik, hiperaktif dan jenius. Ia bisa berjalan pada waktu usia 8 bulan, usia terlalu dini bagi berjalannya bayi. Sebelum berjalan ia sudah berkali-kali, puluhan kali, terjatuh dari ranjang dan sofa. Jangan ditanya bagaimana bisa? Pokoknya bisa. Dari benjol di kepala, memar di kening bahkan sampai terluka.

Tuyul wajahnya ganteng, rambutnya tipis berwarna hitam keemasan, kulitnya putih susu. Lebih putih dari kebanyakan bayi Hong Kong lainnya. Sampai-sampai setiap kugendong dia ke luar rumah, sering orang Hong Kong bertanya: “Ini anaknya orang Inggris, ya?”

Ada lagi yang menambah ganteng si Tuyul, selalu ada senyum menghias wajahnya. Ia jarang menangis, tapi kalau menangis suaranya keras sekali.
Oh ya senyum inilah senjata terhebat si Tuyul. Suatu hari ketika kakaknya terjatuh, ia tersenyum, membuat kakaknya menangis keras. Dan bilang kalau si Tuyul mengejeknya.

Meskipun masih 10 bulan si Tuyul sudah kelihatan hobinya, membaca dan bermain musik serta bernyanyi.
Ada 3 buah lagu yang menjadi favoritnya, Buatku Tersenyum by SO7, The Alphabet Song dan BINGO.

(to be continue)


Catatan tentang Tuyul 
 9/3/2012

Sejak kemarin si Tuyul marah-marah, gara-garanya dia merasa tidurnya terganggu oleh batukku.
Siang ini dia kembali marah-marah karena tak ingin melihatku memakai masker.
“Abi kamu ini kenapa sih?”
“Wawawawawa,” tangannya sibuk merampas maskerku.
“Jangan. Ini biar kamu nggak tertular batukku.”
“Waaa… wa wa wa Ce!” Makin beringas.
Akhirnya masker kubuka. Tuyul tertawa puas, merasa menang.
“Uhuk! Uhuk!”
“Waaa wa wa,”
“Loh? Ini namanya batuk.”
“Wa wa waaa,”
“Coba kalu kamu yang batuk? Ini gara-gara kamu rewel terus kalau malam.” Mengomel ala nenek-nenek.
“Uhuk .. Uhuk …,” si Tuyul menirukan suara batukku.
hiks


Tidak ada komentar:

Posting Komentar