Laman

Jumat, 06 April 2012

CENDOL, 6 APRIL 2012

Materi Jumat Cendol di Grup  Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO) 



Mengemas Tragedi Menjadi Komedi
Oleh: Haris Firmansyah


Di dunia ini ada dua macam kejadian: tragedi dan komedi. Tragedi adalah kejadian
yang bisa membuat kita menangis, terenyuh dan bersedih. Sementara komedi
sebaliknya, membuat kita tertawa, terpingkal atau sekedar mengulum senyum.
Seiring berjalannya waktu, keduanya bisa bertukar: tragedi bisa jadi komedi dan
komedi bisa jadi tragedi.

Disini saya akan berbagi contoh yang pertama, yakni mengemas tragedi menjadi
komedi. Lebih spesifiknya, menulis tragedi menjadi cerita komedi. Lebih
spesifiknya lagi, menulis tragedi patah hati menjadi cerita komedi yang bikin
orang lain tertawa.
How to write it?

1. Move On.
Sebelum mengajak orang lain untuk move on, pastikan diri sendiri sudah move on. Biar sewaktu menuliskannya tidak terjebak galau. Gak lucu kan kalau kita ngetik ceritanya sambil nangis di
bawah shower? Nanti laptopnya kebasahan kena air mata.

2. Sudut Pandang yang Berbeda.
Ingat Tragedi Tugu Tani yang melahap belasan korban? Itu bisa jadi joke yang
fresh. Bayangkan, sebuah tragedi nasional yang sensitif seperti itu dibikin
lucu-lucuan. Asalkan kita bisa mengeksplorasinya dari sudut pandang berbeda.

Contoh:
Sekhilaf Info: "Dikarenakan rombongan pendemo membuat jalan tol macet, Dahlan Iskan membebaskan Afriyani dari penjara. Afriyani pun diminta mengendarai Nexia keramatnya untuk melintasi jalan tol tersebut."

Menurut saya, joke di atas cukup menggelitik. Saya membayangkan para pendemo berlarian kesana-kemari dalam keadaan telanjang dada, di belakangnya Afriyani sedang kesetanan main bom-bom car, tabrak sana-tabrak sini.

Nah, begitu juga ketika saya menulis Date Note yang diambil dari kenangan kelam masa lampau. Saya memakai sudut pandang berbeda. Saya tidak melulu membeberkan tentang pahitnya sakit hati ketika ditolak cinta atau ditinggal sendirian waktu kopdar dengan kencan buta saya. Saya berusaha menggali sisi konyol dari seseorang yang sedang jatuh cinta dan kelakuan-kelakuan lucu yang dilakukan si penderita galau.
3. Imajinasi.
Biar cerita tidak kaku, kita mainkan imajinasi. Walaupun nanti jadinya gak bikin ngakak, setidaknya jadi lebih fantasis. Kita bisa memakai 'pilihan bantuan' di bawah ini.

3a. Lebayisasi.
Bagi saya, lebay itu wajib dalam menulis cerita, nonfiksi sekalipun. Biar ceritanya tidak datar, saya biasa menggunakan effect ala sinetron atau film kartun.

Contoh: Ketika seorang tokoh marah, dideskripsikan amukannya seperti Mong the Little
Dog ketika naik pitam. Lengkap dengan geraman, awan hitam, dan petir menyambar.

3b. Parodi.
Biar tulisan berkesan, saya biasanya memasukkan (dengan paksa) tokoh-tokoh
terkenal, lalu memparodikannya.

Contoh: Diceritakan ketika saya sedang butuh nasihat, saya berandai-andai berkonsultasi kepada Mario Teguh. Tapi Pak Mario bukannya menasihati begini, "Untuk saudaraku yang besar hatinya, bersabarlah dalam menghadapi rintangan hidup." Melainkan menghina seperti ini, "Untuk anakku yang borokan sikutnya, pekerjaan seberat apapun akan terasa mudah jika tidak
dikerjakan. Salam puser!"

4. Kalimat Perumpamaan.
Terkadang saya malah tertawa membaca cerita komedi ketika menemukan kalimat perumpamaan yang lucu. Kita bisa menggunakan kalimat perumpamaan dengan mengeksplorasi
majas. Tapi saya lebih senang memakai kalimat perumpamaan dengan menyeret nama tokoh-tokoh yang dikenal banyak orang.

Contoh:
Perutku sakit seperti ditinju Hotman Paris Hutapea.

5. Hindari Egoisenstris.
Jangan terlalu curcol. Ingat, ini akan dibaca orang lain. Jangan melulu menceritakan kehebatan diri sendiri, ungkapkan juga kelemahannya. Biar berimbang. Tulis yang kira-kira penting aja. Kalaupun mau nulis gak penting, haruslah lucu. Pokoknya jangan sampai ada titik jenuh.

6. Up-to-date.
Komedi adalah dunia yang selalu bergerak. Kita tidak bisa terus-menerus melontarkan joke yang sudah sering dipakai. Apalagi mengulang joke yang sudah pernah dilontarkan oleh orang lain. Lawakan selucu apapun akan berkurang kadar kelucuannya apabila pembaca/pendengar sudah bisa menebak kemana arahnya. Karena komedi yang menggelitik adalah komedi yang unpredictable.

Jadi,walaupun yang kita tulis adalah cerita zaman baheula, kita mesti mengikuti perkembangan zaman. Kita bisa meramu lawakan segar dari fenomena-fenomena yang terjadi di masa kini.

Contoh:
Fenomena tomcat. Saya coba membuat guyonan dengan memakai kata tomcat.

Contoh (di dalam contoh): Tomcat bisa membuat kulit orang melepuh seperti tersiram air panas.
Sangat berbahaya sekali. Mungkin nanti di seni debus modern, pemainnya tidak
hanya makan beling, menjilat bara api atau mandi dengan air keras, tapi juga
ngemil tomcat goreng.

7. Samarkan Nama.

Biar aman, samarkan nama-nama tokoh nyata yang terkait. Ini untuk melindungi nama baik
mereka. Tapi kalau salah satu tokoh itu teman kita dan dia kebelet eksis, bolehlah ditulis nama aslinya. Biar nanti ketika bukunya terbit, bisa bantuin promo.


Demikian tips dari saya. Kurang-lebihnya, saya mohon maaf. Karena kesempurnaan hanyalah
milik Allah dan kekurangan datangnya dari Bunda Dorce. Eh?


Wassalam.


Haris Firmansyah


TANYA JAWAB SUKER & CENDOLERS

1. Ayu Ira Kurnia Marpaung 
TANYA : Kak Haris Firmansyah Hirawlingharuskan penulis komedi atau tragedi ini haruslah penulias yang benar-benar masuk dalam kategorinya.
Haris Firmansyah Hirawling 
Ayu Ira Kurnia Marpaung
TANYA : Kak Haris Firmansyah Hirawling haruskan penulis komedi atau tragedi ini haruslah penulias yang benar-benar masuk dalam kategorinya? iya. :)

2. Alisia Adella Meilisia 
TANYA : kalo misalnya ada satu unsur diatas yang tidak dipenuhi, bagaimana?
Haris Firmansyah Hirawling 
‎Alisia Adella Meilisia: gak apa-apa. itu kan teori saya. setiap penulis punya teori sendiri-sendiri. ;D

3. Kazumi Kazu 
TANYA: Apa yang biasanya membuat seseorang sangat sulit untuk menulis cerita dengan genre komedi?
Haris Firmansyah Hirawling
 ‎@Kazumi Kazu: tidak percaya diri kalo mereka bisa menulis komedi.

4. Kamal Agusta 
Tanya: Dalam menulis komedi, hal apa yang kak haris lakukan terlebih dahulu sebelum nulis?
Haris Firmansyah Hirawling 
‎Kamal Agusta: riset dong, nyari bahan lawakan. :D

5. Ayu Ira Kurnia Marpaung 
TANYA : Apa disini mengatakan bahwa seorang penulis komedi itu harus penulis yang lucu, periang dan suka humor.
Haris Firmansyah Hirawling ‎
Ayu Ira Kurnia Marpaung: gak juga. Mas Hilman Hariwijaya Dua aja aslinya serius tapi bisa nulis komedi. :)

6. Si Jadoel 
Tanya : Misalnya sudah terpenuhi semua syarat di atas dalam satu cerita dan ternyata gayus gimana dong?
Haris Firmansyah Hirawling ‎
Si Jadoel: manusia memang hanya bisa berencana. tawakal sajalah, mas. :D

7. Alisia Adella Meilisia 
Tanya : Kalo misalnya, Pengkomedia itu sedang syuting dan berkomedi.Tapi dia ikut tertawa dengan komedinya sendiri. Boleh ngga sih? *penasaran.
Haris Firmansyah Hirawling ‎
Alisia Adella Meilisia: boleh aja. tapi keliatan kurang keren. :)

8. Donatus A. Nugroho 
‎|Tanya: Komedi adalah sebuah karya yang serius. Mohon komentar dan penjelasan Suker.
Haris Firmansyah Hirawling 
Om Donatus A. Nugroho: iyah. kita memang harus serius untuk sesuatu yang menurut orang tidak serius. karena goal menulis karya komedi adalah membuat orang tertawa, minimal terhibur. itu tidak mudah, mesti ada keseriusan. :)

9. Debby Gabriella Eveline 
TANYA : Menurut kak Haris, kesalahan terbesar cerita tragis menjadi komedi itu apa?
Haris Firmansyah Hirawling 
‎Debby Gabriella Eveline: salah satu kesalahannya adalah menyinggung korban dari tragedi itu. kasusnya saya, saya yang jadi korban, jadi gak masalah.

10. Kazumi Kazu 
TANYA: Kalau misalnya ia sudah sangat percaya diri, terus ia menuliskannya. Tapi sekali dibaca oleh orang-orang malah dianggap tidak lucu sama sekali. Apa yang harus dilakukan?
Haris Firmansyah Hirawling
Maaf, netbook saya lola. Ini pindah ol dari hape. Hehe
Jawaban untuk Kazumi: jika menurut orang tidak lucu, cari orang lain yang menganggapnya lucu. Pasti ada.

11. Shiina Lee 
Tanya: Bagaimana cara membuat humor supaya tak terkesan aneh di mata pembaca, walaupun di mata kita humornya sudah lucu?
Haris Firmansyah Hirawling 
Jawaban buat mbak Shiina Lee: kalau menurut kita sudah lucu, itu sudah cukup. :) bagi saya, cerita komedi yang lucu adalah yang setidaknya membuat penulisnya tertawa ketika menulisnya. Kalau mau memuaskan pembaca juga, kita mesti tau selera mereka. Sementara selera pembaca kan beda-beda. :)

12. Ayu Ira Kurnia Marpaung 
TANYA : Terus gimana dengan jawaban kak dengan jawaban kak Haris Firmansyah Hirawling yang mengatakan iya pada pertanyaan pertama saya. Kalau seorang penulis komedi atau trgedi harus masuk kategorinya masing-masing. Bisa dijelaskan kak.
Haris Firmansyah Hirawling 
Ayu Ira Kurnia Marpaung JAWAB: Maksudnya? Hmm. Kalo memang bisanya nulis komedi (kayak saya) ya masuknya kategori komedi. Jaid walaupun ceritanya tentang tragedy, outputnya jadi komedi.

13. Djami Miftahul Muflihah 
TANYA: Jadi harus hiperbola ya? Menyuguhkan karya yang benar-benar fresh tapi juga renyah. Nah apa perlu observasi untuk menciptakan tragedi yang komedi?
Haris Firmansyah Hirawling 
Djami Miftahul Muflihah Jawab: Hiperbola di saat tertentu saja. yap. Observasi tu perlu.

14. Kamal Agusta 
Tanya: Riset seperti apa aja, Kak?
Haris Firmansyah Hirawling  Jawab: seperti baca buku genre komedi, nonton acara komedi di tivi. Kalau saya sukanya baca twit-twit humor yang sering berseliweran di twitter. Itu update banget dan kadang bisa jadi inspirasi nulis. :)

15. Fitri Elfad Burhani 
TANYA : apa saja batasan cerita komedi dianggap sukses menghibur pembaca?
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: membuat tersenyum minimal. Atau yah jangan sampai bikin pembaca kesel bacanya karena ceritanya gak jelas dan sukar dipahami.

16. Kamal Agusta 
Tanya: Apakah kalau naskah kita terlalu lebay malah jadi garing? Gimana agar tidak garing?
Haris Firmansyah Hirawling  
Jawab: lebay di saat tertentu saja. jangan seluruh cerita ditulis dengan ekstra lebay. Kalo semuanya lebay jadi gak ada yang lebay lagi. :DBiar gak garing, kamu mesti bisa bedain antara cerita yang garing dan lucu. Kamju pelajari. Kamu harus menghindari kesalahan yang penulis (yang menurut kamu garing) lakukan, agar cerita yang sedang kamu tulis tidak garing sepertinya.

17. Alisia Adella Meilisia 
Tanya : Kalo misalnya, kita membahas atau memplesetkan kejadian. Tapi orang yang diplesetkan merasa tersindir dan ngga terima.Apa yang akan kakak lakukan?
Haris Firmansyah Hirawling   Jawab: minta maaf. Bilang kalo saya gak berniat menyinggung siapapun. Saya hanya berusaha menghibur. Just for fun.

18. Dela BungaVenus 
Tanya : bagaimana keseharianmu Haris Firmansyah Hirawling? Apakah kamu selalu juga cenderung juga berpikir sisi lucunya dari sebuah kejadian. Sesedih apa pun itu? Ataukah hanya saat menuliskannya saja?^^
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: tidak semua kejadian tentunya. tapi kalo yang sepele-sepele macam putus cinta sih saya selalu mencari sisi lucu dan hikmahnya saja.

19. Shiina Lee 
Tanya: Di poin-poin yang disebutkan, ada salah satu tips yang menyebutkan bahwa untuk mengubah tragedi menjadi komedi, bisa memakai plesetan dari tokoh terkenal. Nah, ada tips supaya tokohnya ga merasa tersindir kalau misalnya dia membacanya?
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: jangan memaki tokoh tersebut, jangan menyinggung kekurangannya. ;)

20. Ayu Ira Kurnia Marpaung 
TANYA 4: Apakah tips-tips diatas bisa menjamin naskah komedi akan terlihat menghibur para pembaca.
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: Insya Allah.


21. Aulia Anggraini 
Tanya : Kak Haris, tragedi apa saja bisa dibikin komedi?
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: Saya baru nemu tragedy patah hati. Ya tragedy kebelet buang air juga bisa.

22. Debby Gabriella Eveline 
TANYA: Darimana kak Haris mendapatkan kesimpulan cara menulis seperti di atas? Apa dalam komedi yang kita tulis memerlukan ejaan penulisan sesuai EyD?
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: Dari pengalaman saya menulis komedi dalam waktu singkat ini. Hehe. Tergantung. Untuk dialog sepertinya sah-sah saja pake kalimat tidak baku.

23. Fransiska Manginsela 
‎|Tanya: 1. Apakah cerita komedi hanya bisa dibuat oleh mereka yang memiliki jiwa komedi tinggi?2. Saat kita terbiasa menulis cerita romance, adakah kiat-kiat khusus agar kita juga bisa menulis cerita komedi?
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: tidak juga. Kalau mau belajar nulis komedi, pasti bisa, insya Allah. Bagi saya, romance itu sudah sepaket dengan komedi. karena di romance biasanya ada adegan dimana tokohnya bertindak lucu.

24. Citra Widayanti 
KAKAK GANTENG HIRAWLING ...TANYA : Kalau tragedi seseorang yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis, bisakah dijadikan komedi?
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: Jangan. Saya Cuma berani memparodikan pelakunya, bukan korbannya.

25. Ayu Ira Kurnia Marpaung 
TANYA 5 : Kak Haris Firmansyah Hirawling bagaimana dengan buku kak yang baru terbit. Apakah kak juga melakukan hal yang sama seperti tips-tips kak. Kesulitan yang paling mendasar itu seperti apa.
Haris Firmansyah Hirawling 
Jawab: iya, teori di atas terilhami dari buku baru saya. kesulitannya adalah meyakinkan diri bahwa apa yang kita tulis itu cukup lucu.

26. Dela BungaVenus 
Tanya : setujukah Suker Haris Firmansyah Hirawling...bahwa penulis komedi harus SMART atau CERDAS?! Baru ia berhasil membuat karya yang menggelitik perut?^^
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: Setuju. bahkan penulis yang mengaku bodoh sekalipun sebenarnya dia orang pintar yang pura-pura bodoh.

27 Djami Miftahul Muflihah 
Tanya: Mas Haris kalau cerita komedi bisa nggak kita tragedikan? Eum maksudnya komedi yang membuat kita menangis(?)
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: bisa. Kalo cerita komedi yang kita tulis gak lucu menurut pembaca atau malah dia marah, itu bisa jadi tragedy tersendiri. Rasanya pegan nangis. ;)

28. Putri Eka Pertiwi Hirawling 
TANYA: bagaimana cara kakak menilai kalau tulisan kakak lucu dan layak dibaca orang banyak dan bisa buat pembaca tertawa karena tulisan kakak? Dan gimana cara kakak menyiasati supaya lawakan kakak itu gak ngebosenin dan tetep bikin tertawa meski dibaca berulang-ulang?
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: Kalo saya cukup terhibur dengan tulisan saya, saya rasa itu sudah oke. Kita mesti update biar gak ngebosenin. ;)

29. Alisia Adella Meilisia 
Tanya : 1. Bisakah diberi penjelasan atau contoh yang lebih mengenai Komedi yang dijadikan Tragedi?
Haris Firmansyah Hirawling Komedi yang menyinggung. Niatnya mau menghibur, eh, malah dapat kecaman. ;D

30. Fitri Elfad Burhani 
TANYA : pernahkah mas Haris Firmansyah Hirawling bermasalah dengan tokoh-tokoh yang mas parodikan?
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: belum pernah. :D

31. Alisia Adella Meilisia 
Tanya : Selama kaka menjadi Komedi, apa kesulitannya?
32. Aulia Anggraini 
TANYA : Kesulitan terbesar dalam menulis komedi itu apa sih?
Haris Firmansyah Hirawling JAWAB: Kesulitannya adalah menjawab pertanyaan kalian. Maaf, becanda. Yang paling sulit tentunya memuaskan selera semua pembaca yang beragam.

33. Debby Gabriella Eveline 
TANYA: Kak Haris, tolong kasih tips untuk menulis novel yang bisa masuk pasar komersial seperti punya kak Haris, dong. *lirik buku Date Note*
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: Hehe. Harus peka membaca selera pasar yang sedang nge-trend. Sekarang kan lagi musim buku bertema galau, jadilah Date Note lolos. ;)


34. Aulia Anggraini 
TANYA : Kak Haris, kenapa kakak memilih komedi? enggak yang lain?
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: Karena saya ingin menghibur banyak orag. Dengan begitu saya sendiri akan ikut terhibur. Pokoknya saya bahagia di genre ini. ;)

35. Arniyati Shaleh 
Tanya, bagaimana mengemas komedi parodi agar aman dan berkesan natural? Makasih Suker
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: jangan niat menyinggung. ;) natural itu karena ditulis pakai perasaan. Jangan salah, menulis komedi pun pakai perasaan. ;)

36. Dheavannea Dhea 
TANYA: Menurut pendapat saya, tragedi kematian yang menimbulkan korban jiwa tidak pantas atau tidak layak diparodikan. Dilihat dari sudut pandang manapun tidak akan terlihat lucu. Contoh Apriyani di atas sama sekali tidak menimbulkan efek lucu. Itu tragedi serius yang bukan untuk ditertawakan. Walaupun banyak yang bilang saya humoris. Lain halnya jika patah hati. Itu bisa diparodikan. Karena tak ada urusan dengan masalah nyawa orang lain. Itu pendapat saya, Suker. Bagaimana menurut pendapat Suker sendiri? Apa sisi lucu dari kejadian tragedi yang menghilangkan nyawa manusia? Maaf jika dalam hal ini saya agak keras. Makasih.
Dheavannea Dhea 
TANYA: Apakah memang benar peristiwa kematian ataupun bencana yang menimbulkan korban jiwa bisa diparodikan? Contoh, bisakah Tsunami Aceh diparodikan? Peristiwa Tanjung Priok diparodikan? Tabrakan maut Bintaro diparodikan? TKW/TKI yang dihukum mati tanpa pengadilan yang jelas diparodikan? TKW/TKI yang dianiaya sampai mati diparodikan? Menurut saya, tetep ada batasan TRAGEDI yang dapat diparodikan. Contoh di atas tentang peristiwa Tugu Tani sama sekali gagal membuat saya tertawa
Dela BungaVenus 
Komen : Peristiwa tugu tani itu beredar di bbm group leluconnya. Dan banyak orang tertawa sih Dheavannea Dhea. Ya harus lihat dari sisi apa dulu. Betul bahwa tingkat humor orang berbeda-beda. Keluarga korban mungkin ga akan tertawa.
heavannea Dhea 
Di sisi lain, Mbak Dela BungaVenus, bukan hanya keluarga korban yang tak tertawa, tapi orang-orang yang berempati terhadap perasaan keluarga korban, tak akan menertawakan komedi semacam itu. Ya saya tau dari BBM. Saya juga pake BB :)
Dheavannea Dhea 
Bukan hanya TINGKAT HUMOR yang dimasalahkan di sini. Saya mengagumi karya humor. Dan banyak yang bilang saya HUMORIS. Tapi betapa kita sebagai penulis/calon penulis/whatever we are harus hati-hati dalam menuliskan sesuatu. Itu aja pesan saya.
Nurjannah Jaimbum 
Mbak Dheavannea: mungkin maksud Suker di atas memparodikan Afriyani-nya, Mbak. Bukan korbannya. Ya, memang selera humor setiap orang berbeda. Aku juga nggak tertawa di bagian itu :)
Dheavannea Dhea 
Dengan kata lain, kalo saya menulis komedi, saya akan berhati-hati, bukan karena tingkat humor saya yang rendah, tapi karena saya BEREMPATI sangat besar terhadap TRAGEDI KEMATIAN ataupun perasaan korban. Hanya itu poin saya. Makasih. Hanya mengemukakan pendapat dan uneg-uneg saya.
Arista Devi Hirawling 
Terima kasih untuk pendapat dan uneg-unegnya ya Mbak Dheavannea Dhea ^^
Haris Firmansyah Hirawling 
Nunggu inetnya pulih, saya mau jawab pertanyaan Mbak Dhea tentang Afriyani. Hehe.
Iya, mbak. Kita memang harus berhati-hati dalam menulis komedi. Karena kemungkinannya ada banyak, bisa bikin pembaca ketawa, kesel karena ceritanya gak lucu atau malah tersinggung dengan lawakannya dan kita bisa balik dihujat. Dengan begini bisa kita simpulkan bahwa menulis komedi adalah horor yang sesungguhnya.
Saya juga sangat tidak setuju dengan tragedi kematian seseorang yang diparodikan.
Contohnya kematian Almarhum Michael Jackson yang diolok-olok. Tapi dari kasus Afriyani di atas, saya tidak berniat menyinggung korbannya. Sama sekali tidak. Dari lelucon di atas, saya hanya ingin mengingatkan/mengkritik tentang demo yang harus tidak bikin jalan tol macet. :DTapi kalo pada akhirnya ada pihak yang merasa tersinggung, saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf. Sungguh tidak ada niat menyakiti perasaan siapapun. Untuk ke depannya, saya akan lebih berhati-hati dalam melucu. Trims atas uneg-unegnya. :D

37. Alisia Adella Meilisia 
Tanya : Biasanya komedian yang terlalu lebay, dan memplesetkan orang dengan sangat berelebihan. Bisa dikecam.Nah supaya ngga dikecam, bagaimana ya? *pernah baca yang beginian.
Haris Firmansyah Hirawling 
Jawab: jangan sampai menyinggung perasaan pembaca. Karena niat kita menghibur bukan menyakiti. Kita harus lebih peka ya ketika menulis. ;)

38. Djami Miftahul Muflihah 
Tanya: Maaf mas Haris, apa lawakan dalam komedi perlu aturan? Nah bagaimana menciptakan suasana humor yang tidak menyinggung? Takut-takut alpa.
Haris Firmansyah Hirawling 
Jawab: perlu aturan, aturannya jangan sampai menyinggung perasaan pembaca. Karena niat kita menghibur bukan menyakiti. Kita harus lebih peka ya ketika menulis. ;)

39. Nurjannah Jaimbum 
Tanya: Ngelucu juga ada batasnya kan? Jangan sampai seperti Spongebob. Melucu dengan mengolok-olok temannya, Sandy. Kenapa nggak menertawakan diri sendiri? Hihi. :D Membuat lelucon dari pengalaman pribadi, sepertinya sedikit lebih aman. Menurut Suker?
Haris Firmansyah Hirawling 
Jawab: Iya. Kira-kira begitu Jan. kalo pengalaman pribadi ya suka-suka kita. :D

40. Aulia Anggraini 
TANYA :Kak Haris, misalkan di suatu novel ide utamanya itu romantis. Tapi gaya penyampaiannya lucu dan menghibur. Juga disisipi sedikit humor. Apa ini bisa disebut komedi?
Haris Firmansyah Hirawling 
Jawab: bisa, tapi sebagian penulis ada yang tidak pede melabeli novelnya dengan stempel komedi. 

41. Debby Gabriella Eveline 
TANYA: kak Haris mengalami kesulitan dalam mengolah cerita tragis?
Haris Firmansyah Hirawling 
jawab: Sejauh ini tidak.

42. Ai Hinamori 
Papa Ganteng!Tanya: Apakah orang yang berpenyakitan seperti borokan yang ada pada contoh di atas pantas kita parodikan? Menurut saya itu tidak pantas, masalahnya, bagaimana kalau cerita itu dibaca oleh orang yang menderita itu? Pasti orang itu dongkol dan bersedih hati.
Nurjannah Jaimbum 
Ai: Dilihat dari sudut pandang yang berbeda, mungkin nggak pantas ya Ai. :)
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: haduh, kalau mikir sampai kesitu-situ, saya bakal berhenti nulis komedi. :D kita gak bakal nulis apa-apa kalo terlalu takut menyinggung orang. Mau nulis tentang korupsi, eh, takut nyinggung koruptor. Mau nulis tentang Ki Joko Bodo, eh, takut disantet. Kita bisa stress sendiri. Yang penting mah kita tidak berniat begitu. ;)

43. Alisia Adella Meilisia 
Tanya : Selama kaka menjadi Komedi, apa kesulitannya?
44. Aulia Anggraini 
TANYA : Kesulitan terbesar dalam menulis komedi itu apa sih?
45. Kazumi Kazu 
TANYA: Kok aku susah ya nulis cerita komedi?#pertanyaan serius
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: udah dijawab di atas . ;)

46. Hani Chan 
Hadir!Maaf suker, aku telat.
Tanya: aku sering menemukan hal lucu di sekitarku, tapi ketika ditulis malah garing.Supaya hal lucu tetap lucu, bagaimana menyajikannya? Soalnya aku menganggap hal itu lucu juga aku sendiri membayangkan atau mempraktekkannya.
Haris Firmansyah Hirawling 
JAWAB: coba diselidiki bagian mana yang membuat hal itu jadi lucu, kalo udah nemu, tulis bagian itu secara detail, gunakan bahasa yang jenaka untuk mendeskripsikannya. ;)

47. Nafilah Nurdin 
Ummm... Boleh nanya? Apa tips-tipsnya biar kita bisa nonjolin ciri khas tersendiri dalam penulisan tragedi yang diparodikan? Ataukah gak terlalu penting menemukan ciri khas? Yang penting menghibur dan lucu aja?
Haris Firmansyah Hirawling 
Ciri khas itu penting. Biar kita tetep eksis. Tipsnya coba diperiksa kesukaanmu apa? Kalo saya kan suka nonton spongebob, jadi saya membangun cirri khas tulisan dengan memparodikan adegan seperti di film kartun itu. ;D

***Haris Firmansyah Hirawling 
Biar gak repost, saya menskip pertanyaan-pertanyaan yang tentang 'bagaimana kalau cerita yang kita tulis itu tidak lucu?' Karena selera humor pembaca itu beda-beda. :D


48. Utami Nur Hidayati 
Hadir :)Kak Haris Firmansyah HirawlingTanya: Ide pokok dalam menyajikan suguhan komedi, penulis biasanya menggunakan pengalaman pribadi atau tidak? kebanyakan yang aku temui, mereka menceritakan kisah pribadinya?
Haris Firmansyah Hirawling 
Jawab: Biasanya sih iya. Dari kisah sehari-hari, ada yang lucu, dicatet, terus dikembangin lagi. ;)

49. Alisia Adella Meilisia 
Tanya : APa susahnya nulis naskah komedia dengan naskah yang lainnya?
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: Sama-sama tidak mudah. Tapi ya itu tadi nulis komedi lebih beresiko.

50. Ayu Ira Kurnia Marpaung 
TANYA : Oh jadi begitu maksudnya, terus punya tips rahasia nggak cara menggarap komedi itu biar lebih greget gitu.
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: Hmm, biar greget yah. Menulislah dari hati dan memakai kotak tertawa

51. Ayu Ira Kurnia Marpaung 
TANYA : Apa semua cerita tragedi bisa dijadikan komedi.
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAb: Tidak semua. Contohnya tragedy kematian seseorang. ;)

52. Rezky Permata 
Tanya: Ada nggak tips supaaya kita mengurangi Egoisitas dalam naskah komedi?
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: menulislah untuk menginspirasi dan menghibur orang lain. Bukan untuk pamer. ;)

53. Debby Gabriella Eveline 
TANYA: Apakah dalam komedi, konflik harus selalu ringan? Mohon dijelaskan, kakak Suker.
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: gak harus, tapi biar enak dibaca ya harus ringan. Karena cerita komedi kan bacaan ringan. ;) kalo konflik yang serius itu jatahnya penulis novel detektif.

54. Doni Febriando 
TANYA : Kenapa kita bisa rentan galau saat sendirian di rumah dan sedang hujan? #curcol #hahaha
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: karena tidak punya pacar.

55. Debby Gabriella Eveline 
TANYA: Bagaimana membuat cerita komedi yang tidak berkesan 'tell' atau curhat berlebihan? Karena saya sedikit kesulitan.
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: coba lebih diusahakan untuk ‘show’. Tapi tell juga gak masalah, asal jangan sampai terjebak titik jenuh.

56. Nurjannah Jaimbum S
Tanya (lagi): Tragedi-Komedi <- agak tragis, ya? Menertawakan sebuah kejadian yang seharusnya menyedihkan. Seperti buku Suker Haris. Kadang aku jadi nggak tega buat tertawa. Bukannya ini menjadi seperti tertawa di atas penderitaan orang lain?
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: kalo orang yang menderitanya sudah move on, pulih dan merasa fine-fine aja ya gak masalah. Derita tidak lagi jadi derita apabila tidak merasa menderita.

56. Debby Gabriella Eveline 
TANYA: Kak Haris perlukah pesan moral dalam suatu cerpen komedi? Atau mengutamakan unsur menghibur? :)
Nurjannah Jaimbum 
Debby: Wajib baca Date Note! Menghibur dan ada pesan moralnya!
Haris Firmansyah Hirawling
Jawab: Perlu. Biar karya komedi kita tidak dinilai gak berisi. ;)

57. Erva Desri Aryanti ‎
|Tanya: Apakah kalau nulis tulisan komedi harus sesuai trend? misalnya kalo lagi musimnya buku horror komedi (kayak om pocong dan tante kunti) semuanya nulis tentang itu.
Haris Firmansyah Hirawling
JawaB: gak harus, yang begitu eksisnya Cuma sebentar, tetep utamakan cirri khas. ;)

58. Aulia Anggraini 
TANYA1. Kalau menulis komedi, apakah harus tetap sesuai dengan EyD?2. Kalau komedi ke tragedi seperti apa?
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: pertanyaan seperti ini sudah saya jawab di atas. ;)

59. Doni Febriando 
TANYA : Kenapa hidup ini terkadang "tragedi" dan "komedi" bisa bergantian berkali-kali dalam satu hari? #curcol #mewek
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: Iya memang dinamika hidup begitu, pak permen. ;)

60. Citra Widayanti 
Tanya : Bolehkah di novel komedi men-judge seseorang dengan terang-terangan menyebut namanya? Bukankah itu frontal yang kelewatan? .__.a
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: disamarkan atau diplesetin aja. Biasanya kan gitu. ;)

61. Nurjannah Jaimbum 
Tanya: Sebaiknya mengkomedikan sesuatu itu punya batas, kan? Nah, apa batasan yang nggak diperbolehkan dalam hal melucu/memparodikan sesuatu?
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: udah saya jawab di atas, Mbum Nurjannah Jaimbum Suker bilang, menulis komedi juga pakai perasaan. Memang harusnya setiap tulisan ditulis dengan perasaan, kah? Perasaan marah, senang, galau sekalipun :D tetap semangat! ♥

62. Nurjannah Jaimbum 
Suker bilang, menulis komedi juga pakai perasaan. Memang harusnya setiap tulisan ditulis dengan perasaan, kah? Perasaan marah, senang, galau sekalipun :D tetap semangat! ♥
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: iyah, semua tulisan. Karena apabila ditulis dengan perasaan akan bisa menyentuh perasaan pembaca.

63. Djami Miftahul Muflihah 
idih mas Haris lucu. Tragedi tersendiri.1 lagi saya jadi ingat film Sponge Bob episode celana robek. Nah, perlu nggak sih menyematkan sesekali komedi dengan hal yang tabu? Misal "ah kipas Jin Iprit"
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: MAksudnya Kipas Jin Iprit? Saya gak ngerti. ;D

64. Shiina Lee 
Tanya: Bagaimana supaya bisa membuat buku komedi yang bisa tetap up to date walaupun udah lama terbit? Karena kadang kalau komedi diangkat dari apa yang sedang nge-trend (seperti yang ditulis di dokumen), kalau dibaca lagi pas trendnya udah berlalu, jadinya basi.
Haris Firmansyah Hirawling
JAWAB: Ada benarnya, tapi kalau kita punya cirri khas, seenggaknya akan jadi legenda beberapa tahun mendatang. Mengikuti trend boleh, tapi tetep mengedapkan cirri khas. ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar