Laman

Sabtu, 07 April 2012

Cerita Tentang Hujan



Cerita Tentang Hujan

Oleh: Revolovers Poem Village

jemari hujan menjentik setiap jengkal hari 


basahnya menjilati keringnya waktu 

dinginnya menghuni gersangnya atmosfera 

mengalir menuju relung jiwa 


berkecipak meriak lalu berkelindan menyimpan sunyi rintik 


berenang tergenang suara redup riuh tak berpeluh

bila aku hujan di kedalaman hati seseorang
 

apakah mampu kubasahi jiwanya? 



bagai embun pagi meresapi dedaunan sendu merasuki celahnya

menembus sekat aorta jiwa itu, mengalir dan beranak-pinak

berisik berbisik, jiwa gemericik dalam gaduh keluh, ada nyala suluh

lalu kubenamkan airmata di pucuk hujan yang belum jatuh, 

biar rintiknya lebih terang di suka duka hidup dan mati,


mengalir kemana Tuhan hendak, masih aku ikhlas …

lelah menahan langkah kaki hias diri meraih gemercik

susah payah agar tak menyerah sempoyong sekonyong dalam hujan di balik tirai dingin, 

akankah sesuatu ada untuk?


berlayar penuh mencari teduh

badai gerimis merajut cerita tak ada banding

menahan waktu sejenak hendak berpisah

berdiri di bawah naungan mendung hitam sesekali menatap gelap tubuh pun gemetar gigil ... 

dingin ... begitu mencekam


oh Tuhan, jamah aku dalam dekapan

entah mengapa hujan pun tak segera sembunyikan rintiknya
 
sedang hatiku kini menyemai gelisah bersebab rindu yang kian membuncah


hujan, terkadang memang panjang

bahkan teramat panjang

tapi hujan tidak selamanya

awan kembali cerah setelah hujan

hiruk pikuk kehidupan mewarna lagi

sewarna warni pelangi setelah hujan pergi



Estafet Poetry 
Poem Village, 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar