Laman

Jumat, 06 April 2012

OMBAK MENGGULUNG RINDU



OMBAK MENGGULUNG RINDU

Oleh: Revolovers



Ombak mulai berkejaran

Berlari di terik siang
Menuju dermaga kerinduan
Meriakkan mimpi pada debur gelombang
Menjemput jiwaku yang masih berperam

Tentang buihbuih cerita kita
Ceritacerita dari negeri seberang
Yang bertaburan sepanjang pantai harapan

Tentang rindu yang jauh
Tentang genangan kesan pada ombak
Tentang merajut harap pada kepak sayap
Tentang nelayan cinta yang mengayuh sampan
Atau menjala cinta di tengah terjangan ombak lautan

Yang kita jelujur dalam tiap harap
Kubaca jejakjejakmu dalam birunya laut
Biru ... biru ... biru ... 
Hanya percik riak 
yang berteriak unjuk warna putih
Berkilau tersiram surya

Berlomba dalam keasrian
Gelombang memecah lagi
Menghempas karang yang kesepian
Berkilatan dalam pandangan

Bilakah semua cerita berakhir
Ketika belati lelah menghunjam pikir
Meriakkan resah
Meriakkan rindu nan menggebu
Menenggelamkannya ke dalam palung samudera terdalam

Adakah ombak mengerti jejak?
Memahami, tapaktapak yang telah kita ziarahi
Aku hanya dapat mengingat
Sebab ombak tak pernah mengizinkan pasir membekasi jejakjejak
Jejak yang menjebak dalam labirin kenangan
Lalu angin
Membaui asin buihbuih

Namun tergambar jelas di relung hatiku bayangbayang jejakmu
Tiap kali kutatap pasirpasir yang masih terserak
Yang tak usang walau tersengat zaman
Serak yang mengajakku dalam sesak akanmu
Meninggalkannya terbaring diam bersama pasir yang bisu

Tanya menghardikku
Apa yang kucari
Saat ombak pun surutkan langkahku padamu

Bersama bulirbulir yang gagu
Hingga jingga menurun memasuki barat
Langkah pun kian berat dalam sekat

Kugapaigapai harap pada kepakan sayap dara di cakrawala
Chelonia berbaris rapi menunggu terpaan hangat sang mentari
Menitipkan sebuah penantian pada riuh rendah gelombang

Akankah ombak kan setia
Kembali datang membawa seribu asa untuk tegaknya karang nan jauh di tengah laut?
Sedangkan aku terenggahenggah mendayung sampan cinta ini?

Senja semakin menggeliat
Lalu jejakmu kian semu
Semilir angin pun melambailambai memecah derai ombak yang sedang bersemayam di ujung penantian
Aku terdampar, gamang di tepian

Kaulah lautan rindu
Lautan rindu yang penuh misteri
Yang tak kan cukup diejawantah melalui lariklarik kata

Sketsa cinta kita, biru
Membekaskan haru
Gunung, bebatuan, membisu

Lara meraung dalam rindu
Sebuah elegi
Aku terpekur menatap buihbuih bermain di kedua kakiku
Lalu tersungkurku dalam kembara hati yang semu
Menyisakan sunyi tergulung ombak kenangan...

Kembang buih
Karang asin
Lagu hembus layar
Terombang ambing sehasta kata

Riuh ombak
Rusuh teriak
Angin bawalah aku
Ke mana kau mau

Mendamparkan diri gulungan ombak yang merindu pesisir
Mendendangkan bayu
Menggulung rindu
Bersamamu

*) Estafet Poetry-04 April 2012
Revolovers:  Sebutan untuk anggota Writing Revolution

Tidak ada komentar:

Posting Komentar