Laman

Senin, 09 April 2012

SBY Lebay (?)


SBY Lebay (?)
Oleh: Arista Devi
Berita rencana kunjungan selama dua hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama rombongan ke Hong Kong (24-25/3), jauh hari sebelumnya sudah menghias berbagai media, baik media cetak maupun online. Dalam berita yang ada selain beberapa tujuan pokok lainnya, disebutkan pula bahwa Presiden SBY mengagendakan pertemuan dengan warga negaranya yang menjadi pekerja di Hong Kong.
Hal ini tentunya menjadi perhatian segenap organisasi-organisasi vocal Buruh Migran Indonesia (BMI/TKW) di Hong Kong dan diharapkan menjadi satu kesempatan untuk bisa menyampaikan aspirasi serta tuntutan mereka kepada pemerintah Indonesia terkait kebijakan yang dianggap kurang bijaksana dan menimbulkan masalah-masalah baik yang sudah, sedang dan akan terjadi. Namun sayangnya sampai dengan hari kedatangan hingga kepulangan Presiden SBY, tidak ada satu pun dari perwakilan organisasi BMI/TKW yang mendapatkan undangan dan diberi kesempatan untuk berdialog secara resmi dengan presidennya.
Hal ini tentunya menjadika BMI bertambah gerah dan geram, ditambah lagi ketika para BMI meminta ijin untuk mengadakan aksi massa di depan Central Goverment Office Hong Kong maupun di dekat kediaman CE Donald Tsang, sebagai bagaian dari serangkaian acara penyambutan khusus untuk SBY, ditolak oleh pihak kepolisian Hong Kong. Alasan dari penolakan tersebut karena SBY sebelum kedatangannya sudah mengajukan permintaan pengawalan khusus dari pihak kepolisian selama ia dan rombongannya berada di Hong Kong.
Hong Kong yang merupakan satu dari dua daerah administratif khusus China, memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan penduduk sekitar 7 juta orang, serta keamanan yang lumayan terjamin. Maka tentu saja terlalu lebay ketika diketahui SBY meminta pengawalan 400 orang polisi untuk dirinya dan segenap rombongannya yang hanya beberapa orang. Apalagi jika demi alasan keamanan dari serangan teroris maupun sentuhan warganya sendiri yang berada di Hong Kong, yang notabene 80% adalah perempuan.
Menilik kenyataan yang saya tuliskan di atas, tanpa bermaksud melecehkan, SBY memang pantas disebut lebay! Pengertian kata lebay tidak ditemukan dalam KBBI, tapi hampir semua orang mengenal istilah kata lebay. Lebay berasal dari kata ‘lebih’ yang berarti melebih-lebihkan diri sendiri tanpa mempedulikan tanggapan ataupun pertimbangan-pertimbangan yang ada di tengah masyarakat. Dalam arti singkatnya, lebay bisa berarti sombong / egoistik / terlalu berlebihan.
Ciri-ciri orang yang lebay, dalam berpendapat selalu menganggap diri sendiri yang paling benar dan apa yang menjadi sudut pandang ataupun pendapatnya sudah menjadi ketetapan yang sulit diubah lagi. Orang yang lebay, sulit untuk menerima pengakuan orang lain tentang hal-hal yang tidak disukai dari dirinya apalagi untuk menerima kritik dan saran.
Orang yang terlalu lebay berbahaya, jikalau ada sesuatu yang tidak mereka sukai dari diri orang lain maka ia akan langsung bersikap menyerang dan menghakimi bahwa orang yang dimaksud adalah salah dan ia yang paling benar. Sikap pembenaran diri sendiri seperti ini adalah sikap yang sangat berbahaya, tidak hanya terhadap dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain. Sungguh sesuatu yang memprihatinkan, apalagi jika sikap lebay dimiliki oleh seorang presiden yang memimpin sebuah Negara, seperti SBY. Yang tentu saja menyebabkan dirinya dengan seenaknya membuat kebijakan untuk rakyatnya tanpa disertai kebijaksanaan.
Sebagai bagaian dari BMI juga rakyat Indonesia, saya berharap ke-lebay-an SBY tidak akan ditiru oleh pejabat-pejabat lainnya juga presiden penggantinya. Agar Negara Indonesia tercinta bisa menjadi lebih baik dengan adanya kebijakan-kebijakan apapun yang bijaksana.. Semoga.


Dimuat dalam: noormuslima edisi Maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar