Sabtu, 06 Juni 2015

Kisah Galau di Hati Minggu


Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan orang dewasa #tsaaah) selain berisi tulisan gaya ngocol sesuai kharakter pe'a  Si Minggu juga ditaburi analogi-analogi yang keren. Dialog-dialognya cukup bernas dan narasinya tergolong tidak membosankan. Mari kita bedah dulu identitasnya.

Doc: Arista Devi

Judul: LONG DISTANCE RELATIONSICK
Penulis: Hadi Kurniawan
Penerbit: Ragam Media
Editor: Fatimah Azzahrah
Cet: I, Mei 2015
Tebal: 190 hal 13x19 cm
Harga: Rp. 38.000

Blurb
Gue pikir, menjalin hubungan LDR itu sama aja kayak air kopi tanpa gula. Pahit. Banyak sekali cobaan.
Gue seringkali ngalamin yang namanya galau. Kalau setiap Sabtu malam orang-orang nge-date sama pacarnya, sedangkan gue, ya, Tuhaaaan! Gue hanya bengong doang, nungguin anak ayam turun seribu yang mati satu tinggal sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Giliran anak ayam tinggal dua dan gue melihat ayam itu gandengan, gue pasti bakalan envy abis. Anak ayam aja gandengan, masa gue enggak?
***

Ini bukan kisah sedih di hari Minggu. Ini kisah sedih yang dialami Minggu (iya, nama orang bukan nama hari). Semenjak terpisahkan oleh jarak dengan pacarnya, cowok itu sering gonta-ganti nada dering yang bikin bermuram durja. Kadang pake lagu Jaga Selalu Hatimu-nya Seventeen, kadang pasang Lagu Rindu-nya Kerispatih.

Semuanya masih baik-baik saja asalkan stok pulsa terjamin atau operator nggak iseng-iseng nyapa doi: “Nomor yang Anda tuju sedang sibuk.” Kalau kedua hal itu udah kejadian, prasangka buruk pun dateng dan seharian bakal annoying. Dia lagi apa? Lagi pergi sama siapa? Udah makan belum? Udah poop belum? *abaikan pertanyaan terakhir*

Dih, ngerasa senasib sepenanggungan? Daripada lo nangis senderan di dalam kamar mandi sambil shower-an, mending lo meratapi nasib bareng Minggu aja deh!

Review
Salah satu jenis tulisan yang sekarang mulai marak adalah personal literature atau disingkat pelit. Sebuah jenis tulisan yang termasuk jenis non-fiksi. Jadi cerita dalam naskah pelit adalah kisah nyata yang benar-benar dialami oleh penulis atau kharakter yang ada di dalam cerita. Terlepas kita mengenal penulisnya atau tidak, jika membaca novel debut Hadi Kurniawan yang ia  tulis dengan sudut POV1 (gue atau Minggu)  maka serta merta kita akan mengira kalau Hadi eh novel-nya ini benar-benar pelit. Tapi untuk kebenarannya silakan tanya pada @Had1k

Dalam novel yang baik cover dan juga layout-nya sungguh sangat menarik ini, diceritakan sosok seorang Minggu Mahardika. Tokoh utama yang berkharater centil dan pe'a yang sepanjang cerita mengalami kegalauan demi kegalauan yang pada akhirnya malah bisa membuatnya semakin dewasa dan bijaksana. Curhat Minggu tentang LDR-nya dengan Ciska kepada pembaca mengalir sampai jauh (kayak Bengawan Solo aja hihi), enak dinikmati dan bisa mengaduk-aduk rasa. Membuat pembaca larut antara meringis terhibur sekaligus geregetan ingin menjitak penulisnya eh Si Minggu ding.

Ini bagian yang paling menarik menurut saya.
"... Hidup ini layaknya kubus yang memiliki enam buah sisi. Jika kemarin atau beberapa waktu lalu gue merasa sedih, itu artinya gue sedang melihat dari sisi terbawah dari kubus itu. Kenapa gue selalu galau? Karena gue nggak pernah mau berpikir dari sisi yang lain." (hal: 165)
Documen Pribadi
Meski ada beberapa typo untuk beberapa kata dan tanda baca yang juga sempat membuat sebutan 'gue' mendadak berubah jadi 'aku'. Novel ini tetap recommended untuk dijadikan koleksi karena kisah galau di hati Minggu dijamin bisa menjadi obat galau bagi pembacanya, khususnya bagi yang sedang menjalin hubungan jarak jauh. Sarat pesan kebajikan baik yang tersurat maupun tersirat, tentang bagaimana agar hubungan percintaan baik dengan kekasih ataupun sahabat tetap bisa berjalan dalam proses kebaikan dan perbaikan diri.
***

NB: Bibi salut dan bangga padamu, Ntang, meski pe'a kamu itu sering bikin bibi geregetan. Pokoknya Ntang emang keren!

HK, Juni 2015

8 komentar:

  1. yayayaya..., young adult kaann... :3
    Eh iya setuju, kadang dia bisa bener juga ya... analogi kubus itu bagus juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya Sweety biar pun pe'a ada benarnya juga rupanya

      Hapus
    2. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa dulunya saya ini cuma seorang.
      penjual es kuter kelilin tiap hari. pendapatannya tidak seberapa dan.
      tidak pernah cukup dalam kebutuhan keluarga saya. suatu hari saya dapat.
      informasi dari teman bahwa MBAH SUJARWO bisa membantu melalui pesugihan dana gaib.
      akhirnya saya bergabung sama beliau dan alhamdulillah memanG bener-bener terbukti .
      saya sangat berterimakasih banyak kpd MBAH SUJARWO.atas bantuan MBAH saya sekarang.
      sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya bahkan saya juga sudah buka.
      usaha matrial dan butik pakaian muslim.
      Jika anda mau buktikan
      silahkan bergabung sama Mbah Sujarwo
      Di:http://sitogelsgp.blogspot.com Atau siapa tau mau di bantu jg melalui pesugihan dana gaib silakang klik di: https://pesugihanparanormal.wordpress.com atau tlp di nmr:0823-2424-4298
      Saya sudah buktikan dan alhamdulillah kehidupan saya sekarang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya....!!!

      Hapus
  2. Wakakakak. Young adult. Adul muda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada adegan mimpi kehujanan sih wkkwkww

      Hapus
  3. Ahahhaaha jangan Young Adult dong! New Adult aja :D

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum
    Kami mas agus dari surabaya ingin menyampaikan kisah nyata kami siapa tau ada yg ingin seperti saya.

    Meski hidup dulu dalam keprihatinan, karena hanya mengandalkan penghasilan dari salah satu restoran namun itu semua sudah berakhir semenjak covid19 karna saya di phk, namun rumah tangga kami terbilang harmonis. Jika berselisih paham, kami selalu menempuh jalan musyawaroh. Hal itu wajib kami terapkan untuk menutupi aib dan segala bentuk kekurangan yang ada dalam rumah tangga kami agar tidak terdengar oleh orang luar. Karena begitulah pesan dari para orang tua kami.

    Hari demi hari aku habiskan hanya untuk bekerja dan bekerja. Hal itu aku lakukan, selain sadar akan tanggung jawabku sebagai orang tua , juga ingin menggapai harapan dan cita cita. Yah, mungkin dengan begitu ekonomi keluargaku dapat berubah dan aku bisa menyisihkan sedikit uang penghasilanku itu untuk masa depan anak-anakku dikemudian hari. Namun semua itu menjadi sirna.

    Selanjutnya kami pun melangkah untuk mencobanya minta bantuan melalui dana gaib tanpa tumbal, alhamdulillah dalam proses 3 hari 3 malam kami bisa membuktikannya.

    Jalan ini akan mengubah kemiskinan menjadi limpahan rezeki secara halal dan tidak merugikan orang lain.

    Alhamdulillah semoga atas bantuan ki soekardjowinoto terbalaskan melebihi rasa syukur kami saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami.
    Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan seperti saya silahkan
    hubungi
    Ki Soekardjowinoto di:082-332-466-717 beliau juga bisa membantu melalui pelet, pengasihan, pemikat dan penglaris usaha/dagangan. Semoga pesan saya ini dapat bermanfaat kepada saudara(i) semua. Salam sukses semua

    BalasHapus

Featured Post

Kisah Galau di Hati Minggu

Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan o...