Laman

Rabu, 10 Juni 2015

Membaca Bulan, Mengenal Matahari


Documen Pribadi
Judul : Bulan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : 2015
Halaman : 400 hlm
Blurb
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja. Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.
Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.
***
Review
Seperti halnya ketika membaca Bumi yang ternyata saya diajak berkelana ke tempat Klan Bulan, ketika membaca Bulan saya justru diajak mengenal dan bertualang di tempat Klan Matahari berada.
Cerita Bulan diawali dengan kegelisahan Raib, Seli dan Ali serta kemunculan kembali Miss Selina. Kemunculan Miss Selena ternyata membawa pesan dari Av kalau Ra harus pergi ke tempat Klan Matahari sebagai utusan dari Klan Bulan. Dan sesuai pertimbangan kalau trio tokoh dalam cerita sudah tidak bisa dipisahkan sejak perjalanan enam bulan sebelumnya, maka Miss Shelina mengijinkan  Seli dan Ali  turut serta dalam perjalanan diplomasi Ra yang tujuannya untuk menawarkan persekutuan antara Klan Bulan dan Klan Matahari demi mencegah sekaligus melindungi kedua klan tersebut dari ancaman kembalinya Timus dan Si Tanpa Mahkota.
Raib, Seli dan Ali pergi ke tempat Klan Matahari bersama Av, Miss Selena dan Ily. Rombongan Raib tiba tepat saat pembukaan Festival Bunga Matahari yakni perlombaan untuk mencari dan menemukan Bunga Matahari yang pertama mekar di Negeri Klan Matahari. Perlombaan yang biasanya hanya diikuti kontingen dari fraksi-fraksi penguasa negeri tersebut dengan terpaksa harus diikuti pula oleh Raib, Seli, Ali dan Ily meski Av yang sempat merasa terkejut serta sangat kesal sudah berusaha menolak keputusan semena-mena dari pemimpin Klan Matahari yang diumumkan oleh Saba-tara-taba sebagai pemandu acara pembukaan festival.
Hampir keseluruhan bagian dari Bulan menceritakan tentang petualangan sembilan hari dari kontingen Klan Bulan (Ra, Seli, Ali dan Ily) selama menjadi peserta Festival Bunga Matahari di Klan Matahari. Petualangan seru yang penuh bahaya tersebut sama sekali tak disadari baik oleh mereka pun Av, Miss Selena dan orang-orang Klan Matahari lainnya kalau semua merupakan bagian dari rencana jahat Fala-tara-tana IV selaku ketua konsil Klan Matahari untuk mendapatkan kekuasaan mahabesar dengan cara membebaskan Si Tanpa Mahkota dari penjara bayangan di bawah bayangan.
Bulan memang merupakan buku kedua, lanjutan dari Bumi tapi untuk pembaca yang belum baca Bumi pun tetap bisa mengikuti jalan ceritanya. Karena ada beberapa detail penting cerita Bumi yang diselipkan kembali dalam Bulan. Sebagaimana buku-buku Tere Liye lainnya, Bulan recommended karena selain penuh bertaburan quote menarik juga berisi nasehat kebaikan yang mengajarkan kebijaksanaan kepada pembacanya tanpa kesan menggurui sedikit pun.
"Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali : cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika" -Hal:209 Quote favourite saya ^^
Membaca Bulan membuat saya speechless dan makin ngefans Bang Tere beserta sandal jepit dan kupluknya eh? Novel yang bergenre sama dengan sequels pertamanya Bumi ini, meski pure fantasy dan membuat pembacanya berimajinasi liar (serasa berada di Jurassic Park) tapi ceritanya tetap detail dan logis bahkan berisi banyak celotehan teori Fisika sebagai ciri khas tokoh Ali.
Meski menurut saya alur cerita agak lambat dan mengulang banyak adegan yang berkutat di gunung, hutan, perjalanan, istirahat, makan, melanjutkan perjalanan, istirahat, makan lagi pffft Tapi konflik yang dibangun sangat menarik dan bisa membuat pembaca mengabaikan rasa bosan dan tenggelam dalam usaha Ra dan kawan-kawannya dalam menemukan petunjuk dari alam, memecahkan teka-teki dan melewati berbagai rintangan yang merupakan tiga hal yang membuat jalan cerita menjadi seru badai. Pokoknya keren deh meski endingnya agak bikin nyesek gitu.
Oh ya bukan hanya hanya endingnya yang bikin saya sedikit merasa apalah-apalah gitu, setelah menyadari kalau semua orang dari Klan Matahari nama tengahnya adalah Tara membuat saya agak cemburu sekaligus lucu karena Bulan yang saya baca adalah novel hasil usaha saya meminjam dari teman saya yang bernama 'Tara' juga. Hihi miracle kan? Begitulah saya jadi penasaran dan sabar nggak sabar untuk menunggu buku ketiga; Matahari. Semoga ada miracle untuk saya di dalamnya. Aamiin
HK, Juni 2015

1 komentar:

  1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa dulunya saya ini cuma seorang.
    penjual es kuter kelilin tiap hari. pendapatannya tidak seberapa dan.
    tidak pernah cukup dalam kebutuhan keluarga saya. suatu hari saya dapat.
    informasi dari teman bahwa MBAH SUJARWO bisa membantu melalui pesugihan dana gaib.
    akhirnya saya bergabung sama beliau dan alhamdulillah memanG bener-bener terbukti .
    saya sangat berterimakasih banyak kpd MBAH SUJARWO.atas bantuan MBAH saya sekarang.
    sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya bahkan saya juga sudah buka.
    usaha matrial dan butik pakaian muslim.
    Jika anda mau buktikan
    silahkan bergabung sama Mbah Sujarwo
    Di:http://sitogelsgp.blogspot.com Atau siapa tau mau di bantu jg melalui pesugihan dana gaib silakang klik di: https://pesugihanparanormal.wordpress.com atau tlp di nmr:0823-2424-4298
    Saya sudah buktikan dan alhamdulillah kehidupan saya sekarang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya....!!!

    BalasHapus