Laman

Kamis, 11 Juni 2015

Mencari Jawab Atas Isu Poligami


Judul: Surga Yang Tak Dirindukan
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: AsmaNadia Publishing House
Cetakan: Juni 2014
ISBN: 978 602 9055 21 4

Blurb

Apa artinya rumah jika tak lagi menjadi pelabuhan yang ramah bagi hati seorang suami? Apa jadinya surga jika ia tak lagi dirindukan? Benarkah dongeng seorang perempuan harus mati agar dongeng perempuan lain mendapatkan kehidupan?

Ah. Surga yang retak-retak.

Peristiwa tragis dan e-mail aneh dari gadis bernama Bulan.

Pertanyaan yang terus mendera: “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?

Sementara seseorang berjuang melawan Tuhan, waktu dengan sabar menyusun keping-keping puzzle kehidupan yang terserak, lewat skenario yang rumit namun menakjubkan.

***
Review

Isu poligami yang masih menjadi perdebatan hingga hari ini memang cukup menarik untuk diangkat dan disajikan dari sisi agama dan kultural di Indonesia. Apalagi jika diceritakan dari  berbagai sisi: sisi suami, sisi "korban" (baca: istri pertama) dan sisi perempuan kedua. Hal inilah yang menjadi garis besar jalan cerita dari novel karya Asma Nadia ini.

Novel Surga Yang Tak Dirindukan  menceritakan tentang kehidupan dua perempuan yang sama-sama mengkhayalkan kehidupannya akan seperti dalam cerita dongeng, yang pada akhir cerita selalu hidup berbahagia. Tetapi dalam kehidupan nyata justru keduanya menemukan kenyataan yang berbanding terbalik dengan khayalannya tersebut.

Kisah dalam novel inspiratif ini diawali dengan konflik pembuka cerita yang mengalir pada ingatan Arini akan pertemuannya dengan Andika hingga ke jenjang pernikahan dan kebahagiaan di tahun-tahun awal pernikahannya. Kehidupan rumah tangga Arini yang berprofesi sebagai penulis dan Andika yang berprofesi sebagai dosen mulai renggang dan kurang komunikasi intim akibat kesibukan masing-masing.
Selanjutnya kehidupan rumah tangga keduanya pun berubah menjadi dingin setelah satu kejadian yang membuat Arini menyadari kalau Andika ternyata diam-diam telah menyembunyikan suatu rahasia tentang keberadaan perempuan lain (Mei Rose) dalam kehidupannya.

Membaca pergolakan batin tiap tokoh cerita memberikan pelajaran tersendiri bagi pembaca. Apalagi ending terbuka dari novel ini yang merupakan kesempatan sekaligus kebebasan yang sengaja diberikan penulis kepada pembacanya agar bisa mengimajinasikan sendiri sekaligus menentukan sikap dan mencari jawab atas isu poligami. Biar bagaimana pun berbicara tentang isu poligami memang cukup rumit karena akan bersikap pro atau kontra logika pemikiran masyarakat pada umumnya, hal ini tetap saja berbicara tentang urusan perasaan dari para pemilik hati yang terluka dan hal-hal lainnya.

Meski gaya bercerita dari novel ini berganti-ganti sudut penceritaan pada tiap bab-nya tapi bahasa sederhana sebagai ciri khas Asma Nadia tetap membuat SYTD recommended bagi pembaca di semua usia. Oh ya untuk kamu yang belum sempat menikmati versi novel,  bisa menikmati versi film-nya yang akan segera tayang. Chekidot aja guys ^^

HK,  Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar