Laman

Sabtu, 23 Januari 2016

Daun Jatuh Jangan Dipungut!

Sweet Gum Woods


Sabtu siang sedikit mendung ketika saya berjalan seorang diri menelusuri jalan menuju lokasi "Daun Maple Bergerigi Tiga" yang menjadi obyek wisata paling menarik Hong Kong di musim dingin. Bukan hanya warga lokal Negeri Bauhinia yang mengunjungi area wisata alam bernuansa ala Kanada tersebut, banyak juga warga daratan China, wisatawan asing juga para potografer yang sengaja mengadakan pemotretan di lereng pegunungan berlatar warna warni daun dengan bentuknya yang khas. 

Tai Lam Country Park yang berada di kawasan Tai Tong Trail, Yuen Long, merupakan tempat yang indah dan sejuk dengan panorama alam yang masih sangat alami. Jalanan yang merupakan salah satu rute pendakian (hiking) dan olahraga bersepeda menjadi pilihan para pendaki juga penyuka acara bersepeda tidak hanya di musim dingin tapi juga di musim-musim lainnya. Karena jalur wisata alam terbuka ini memiliki dua pilihan rute yakni rute ringan (jalan beraspal) dan rute extrim (jalan mendaki dan curam di antara bibir lembah pegunungan).

Hong Yip yang berwarna semburat ungu


Sweet Gum bukan Maple Leaves 

Sweet Gum dan Maple meski sering dianggap sama oleh orang awam tapi tetap berbeda. Berbeda baik pohon, bentuk daun juga buahnya. Sweet Gum di Hong Kong termasuk jenis Liquidambar Formosana. Ketika musim gugur, daun Sweet Gum tak kalah menariknya dengan daun Maple. 

Daun bergerigi yang bentuknya mirip namun berbeda dengan daun maple di Kanada ini oleh orang Hong Kong biasa disebut Red Leaves/Hong Yip selalu bisa menjadi fenomena tersendiri di tiap akhir bulan Desember sampai Januari. Karena di beberapa minggu pada pertengahan musim dingin tersebut Hong Yip yang awalnya hijau itu akan berubah warna menjadi coklat kuning-oranye, merah dan ungu sebelum gugur semuanya. Sungguh merupakan pemandangan yang indah dan menimbulkan sensasi tersendiri bagi penikmatnya. 

Meski saya sengaja memilih hari biasa untuk menikmati sensasi pemandangan yang membuat penikmatnya serasa berada di Kanada atau Korea ini ternyata pengunjung pun masih lumayan banyak. Kebanyakan dari mereka membawa serta Anjing, binatang kesayangannya.

Sweet Gum On Blue Sky


Nafsu ingin memiliki itu bisa merusak!

Keindahan yang selayaknya dijaga dan dinikmati apa adanya itu terkadang memang malah bisa mengundang nafsu. Jika hanya nafsu memotret saja masih belum seberapa (meski saking nafsunya kerap ada yang sampai melanggar pagar), nafsu memiliki dengan memetik daun di pohon atau memungut daun maple yang berguguran itulah yang sangat bermasalah. 

Sebenarnya bukan tidak ada larangan atau peringatan, baik secara tertulis ataupun teguran secara langsung, larangan dan peraturan itu ada. Seperti yang saya temui misalnya , seorang petugas menegur seorang perempuan berwajah oriental (warga lokal) yang terlihat memegang beberapa helai daun maple. 

"Tolong daun itu dikembalikan ke tempatnya, Nona. Di sini tidak boleh memetik atau memungut daun yang ada!" 

Meski sempat menggerutu, yang kurang lebih protes kenapa hanya dia yang ketahuan dan ditegur, sementara yang lain juga berulah sama meski sembunyi-sembunyi. Tetapi pada akhirnya Nona Cantik itu mengembalikan daun yang dipegangnya ke bawah pohon terdekat. 

Merujuk pelajaran IPA, gugurnya daun bertujuan untuk mengurangi penguapan dan berguna untuk membentuk humus yang menyuburkan tanah di sekitar pepohonan. Begitu pun apa yang diungkapkan sukarelawan (volunter) penjaga area wisata alam tersebut. 

Lebih jauh lagi perempuan paruh baya yang mengaku tidak tahu bagaimana menuliskan namanya dalam versi alphabet tersebut mengungkapkan bahwa bukan hanya alasan yang simple itu saja tapi sebenarnya jika dibiarkan saja para pengunjung (yang jumlahnya ribuan orang di tiap hari biasa dan meningkat berkali lipat jumlahnya di Hari Minggu) akan membuat daun maple habis dalam sekejap. Menyisakan pohon dan reranting sweet gum-nya saja! Pfffft

Ketika saya berbagi kegalauan rasa!


Banyak Cara Menuju Hong Yip 

Untuk sampai ke Sweet Gum Woods ini yang memiliki mobil pribadi bisa langsung mengemudi mobil sendiri meski area parkir yang disediakan sangat terbatas. Di hari libur musim dingin sangat susah untuk menemukan tempat parkir yang kosong. 

Taksi warna hijau juga bisa sampai ke area parkir Country Park, tarif sekitar HKD60 jika naik dari Yuen Long Citi Store. 

Minibus warna merah bisa didapatkan di Hung Min atau Gedung Pengadilan Yuen Long dan turun di bus stop terakhir Tai Tong Shan Road. Sama dengan jika ke sana naik bus K66 dengan tarif HKD4,5 dari MTR Long Ping. 

Kemudian dari bus stop pengunjung bisa berjalan menyusuri sepanjang Tai Tong Shan Road yang agak menanjak selama sekitar 60 menit agar sampai ke Sweet Gum Woods. Tidak usah takut tersesat, banyak papan petunjuk yang dipasang di tepi jalan.

Untuk perjalanan pulang, pengunjung bisa kembali ke jalan semula seperti yang saya tempuh kemudian naik bus lagi ke Yuen Long. Untuk pecinta pendakian gunung setelah puas menikmati pemandangan Sweet Gum bisa melanjutkan perjalanan melalui jalur hiking Yuen Tsuen Ancient Trail. 

Hong Kong, Musim Dingin 2015

5 komentar:

  1. Widiiih... paling kalo aku udah bingung mau naik apa meski udah dikasih info begini.. hahaha.. di sana enak2 aja ya kalau jalan 60 menit. Di Indoesia udah polusi dan panas yang aduhai bikin gak betah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. .
      pffffft emang kok Sweety Mimi ini

      Hapus
  2. Jadi pengin ke Hongkong. Makan popmie ah, kali aja bisa sampe Hongkong :v

    BalasHapus
  3. Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama atau jalan sesat. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin...

    BalasHapus