Laman

Senin, 25 Januari 2016

Ketika KJRI Hong Kong Hilangkan Paspor Seorang BMI

Dalam beberapa media lokal (cetak dan online) berbahasa Indonesia di Hong Kong, saya pernah membaca kutipan pernyataan KJRI Hong Kong yang disampaikan konsul Rafail. Kurang lebih kutipan itu intinya adalah 'kalau ada BMI di Hong Kong dan Macau yang sakit atau overstay, baiknya segera mengabarkannya ke KJRI, melalui nomor hotline yang disediakan. Dengan begitu KJRI akan bisa lebih cepat melakukan penanganan.' 

Sebagai bagian dari Buruh Migran Indonesia di Hong Kong tentu saja saya bahagia mengetahuinya. Secara begitu manisnya janji KJRI yang terbaca, semanis janji cinta para mantan kepada mantan kekasihnya. Sayangnya kebahagian saya itu hanya sementara, karena mendapati kenyataan dan fakta yang berbeda. Bisa jadi pernyataan KJRI yang dimuat media tersebut memang dikhususkan untuk kasus-kasus BMI yang telah, sedang dan akan diliput oleh media. Tapi tidak berlaku untuk masalah-masalah yang dialami BMI dan tidak terjamah oleh tangan media. Bisa jadi. 

Paspor Baru Siti


Paspor Yang Tertukar 

Bukan hanya 'pacar yang tertukar' seperti salah satu judul ftv yang pernah tayang di RCTI, paspor pun bisa tertukar di KJRI. Begitulah yang terjadi dengan salah satu BMI Hong Kong bernama Siti (bukan nama sebenarnya) yang pada tanggal 8 Mei 2015, tahun lalu, mengambil paspor barunya. Siti yang baru menyadari kalau paspor lama yang diambilnya bersama paspor baru ternyata bukan atas namanya, segera kembali naik ke lantai atas untuk menanyakan kepada petugas di loket imigrasi. Ia menyerahkan paspor atas nama Sukartini dan menanyakan paspor lama miliknya. Tetapi sampai dengan jam pelayanan loket berakhir, Siti tak mendapatkan kepastian bagaimana nasib paspor lamanya. 

Dengan mencatat salah satu nama Staf KJRI yang memintanya menunggu tanpa kepastian, Siti pulang ke rumah majikan dengan pikiran berkecamuk. Hilang sudah sensasi rasa lega yang semestinya ada karena sudah berhasil memperpanjang masa berlaku paspornya (renew pasport). Apa artinya paspor baru, jika visa dan permit kerjanya turut hilang bersama paspor lama?

Kekhawatiran Siti semakin bertambah ketika pada esok lusanya (Minggu, 10 Mei 2015), setelah kembali dan menunggu lagi di depan loket Imigrasi KJRI hampir seharian, belum juga menemukan kepastian nasib paspor lamanya. 

Pencarian Jejak Paspor Yang Hilang 

"Kalau KJRI Hong Kong menghilangkan paspor saya, apa saya bisa menuntut? Bagaimana caranya agar saya bisa menuntut KJRI agar berusaha menemukan dan mengembalikan paspor lama saya?" 

Begitulah kurang lebih pertanyaan Siti, yang selain curhat ke teman-temannya juga berusaha menghubungi salah satu media lokal berbahasa Indonesia di Hong Kong. Dari media yang dihubunginya Siti mendapatkan kontak Bp. Andry Indrady, Konsul Imigrasi KJRI Hong Kong. Melalui percakapan via WhatsApp, Bp. Andry meminta Siti untuk menemuinya pada: Minggu, 17 Mei 2015. 

Hari itu Siti datang dengan harapan lebih besar dan merasa cukup terhibur oleh sikap dan tanggapan Konsul Imigrasi yang ditemuinya. Tapi hati Siti mencelos lagi ketika mendengar ucapan salah satu staf perempuan yang diminta Bp. Andry untuk membantunya menemukan dokumen Siti. 

"Mana mungkin saya cari dokumen di antara dokumen yang segitu banyaknya." 

Alhasil, Siti pun benar-benar pulang dengan kekecewaan sekaligus kecemasan akan kelanjutan nasibnya, bagaimana kalau sampai ada masalah lebih besar akibat kehilangan paspor lamanya tersebut. 

Surat Keterangan Kehilangan Paspor Siti dari Kepolisian HK


Overstay 2 Bulan! 

Berdasarkan saran dari salah satu konselor BMI yang mengetahui ceritanya dan mengingatkan tentang kemungkinan overstay, Siti meminta foto copy paspor dan visa lama yang biasanya menjadi bagian dari dokumen yang disimpan majikan. Berbekal foto copy paspor dan visa tersebut, pada tanggal 16 November 2015, Siti mengajukan aplikasi extend visa di Imigrasi Wan Chai. 

Dari data base Imigrasi HK diketahui pada hari itu kalau ternyata Siti sudah overstay selama 2 bulan. 
Setelah diwawancarai dan membuat berkas acara kasus, Siti diminta pulang dan kembali dua hari berikutnya dengan membawa surat keterangan dari majikannya. 

Pada tanggal 18 November, Siti kembali ke Imigrasi dengan selembar surat keterangan dari majikan yang menyatakan kesaksian bahwa paspor lama Siti hilang di KJRI dan Siti masih sah bekerja di rumahnya sesuai kontrak kerja mereka. 


"I am so sorry, I am never chek my visa. Forgive me." ~Siti, BMI OS ~ 


Karena dalam wawancara ulang, Siti mengaku tidak tahu kalau dia OS karena tidak membaca tanggal expired yang tertera di visa, maka Siti diminta menulis permintaan maaf kepada Imigrasi HK. Sebagai tambahan dokumen keterangan masalah, Siti juga diminta petugas untuk melapor dan membuat surat keterangan kehilangan paspor ke kantor polisi terdekat. 

Hari itu juga setelah wara-wiri dari Imigrasi ke Kantor Polisi kemudian ke Imigrasi lagi dan membayar biaya sejumlah HKD190, Siti berhasil mendapatkan perpanjangan ijin tinggalnya (visa) di Hong Kong sampai kontrak kerjanya dengan majikan berakhir. 

Uneg-uneg Siti Sebagai WNI 

Siti memang sudah berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Tetapi sebagai warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong, terlepas dari statusnya sebagai BMI yang rawan diskriminasi, Siti sangat menyayangkan pelayanan KJRI Hong Kong yang jelas-jelas jauh dari kata professional dan bertanggung jawab. 

"Saya beruntung punya majikan baik yang mau mengerti dan memberi saya ijin keluar rumah (ke KJRI dan Imigrasi HK) pada jam kerja saya, kalau tidak bagaimana?" Siti juga menambahkan kalau ia merasa dirugikan baik tenaga, waktu dan materi karena keteledoran pihak KJRI yang semestinya tidak terjadi. 

Lebih lanjut Siti dengan sedikit emosi juga memaparkan kepada saya, bahwa ia sempat mencoba meminta surat keterangan dari KJRI kalau paspor-nya hilang di KJRI tapi ditolak dengan alasan surat keterangan yang diminta takutnya malah bisa disalah gunakan oleh Siti. Saya bisa memahami emosi Siti, bagaimana perasaan seorang korban yang malah dijadikan tersangka. Pasti nyesek rasanya. 

Perlindungan Bukan Nomor Satu 

Membaca berita dan pernyataan positive KJRI yang banyak dikutip media tentunya adalah baik. Dan tak semestinya dinyinyiri. Tetapi memaparkan fakta dan kenyataan sebagai kritik yang bisa menjadi bahan perbaikan selanjutnya adalah tanggung jawab setiap orang (bukan hanya hak media). Menurut saya berbagai kasus BMI yang berhubungan dengan KJRI HK, seperti kasus paspor yang hilang di atas, menegaskan bahwa perlindungan oleh KJRI itu bukan nomor satu. Karena tanpa dilindungi KJRI pun BMI sudah berada di bawah perlindungan Undang-undang dan peraturan yang semestinya diaplikasikan. 

Sejauh ini yang lebih dibutuhkan BMI HK dari KJRI adalah professionalitas pelayanan. Bagaimana agar BMI bisa mendapatkan pelayanan yang semestinya, yang menjadi hak mereka sebagai warga negara Indonesia di luar negeri. Analoginya seperti tentang layanan hotline, yang terpenting bukan tentang berapa banyak nomor yang ada, tapi lebih tentang seberapa banyak respon KJRI ketika dihubungi melalui nomor hotline-nya.


Hong Kong, 25 Januari 2016

4 komentar:

  1. FYI, Siti Bukan yang pertama Dan Bukan satu satunya dihilangkan paspornya oleh KJRIHK, Namun kebetulan kasus Siti diangkat penulis. Kami sebagai WNI sangat berharap agar KJRIHK MAU membenahi pelayananya...

    BalasHapus

  2. Mohon maaf sebelumnya. terpaksa sy ngeposting disini karna sy sudah mengalami skrg bagaimn rasanya tinggal di perantauan jd TKW. Anak sm suami di tinggal di kampung. Sy sudah 5 tahun tinggal di Macau Hkg. Cuman gali lobang tutup lobang pengen pulang ke indo gaji tidak seberapa. Tetapi namanya juga rejeki itu tidak bakalan kmn pasti ada jlan keluarnya. Halal tidaknya hanya tuhan yg menentukan. Kebetulan buka internet dapt nmor hendpone Mbah Suro ternyata beliau guru spiritual Pesugihan Dana Ghaib Tampa Tumbal dan Pesugihan Anka ghaib/Togel 3D/4D/5D/6D, tetapi waktu itu sy memilih jalan Pesugihan Togel saja, karna di dekat rumah majikan sy ada bandar nya. alhamdulillah ternyata benar2 tembus 6D dapat Hk$ 485.000 Hongkong selama 3X putarang, skrg sy bsa balik ke indo.. ya allah terima kasih rejekimu ini walaupun cuma melalui jalan Togel. siapa tau ada teman sesama TKI atau TKW yg pengen cepat merubah nasib seperti sy hubungi saja beliau di. +62 82354640471 atau 082354640471 karna sy sudah merasakan manis pahitnya tinggal di negri orang. semoga anda cocok sm beliau seperti sy. Trmksh...


    BalasHapus
  3. Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama atau jalan sesat. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin...

    BalasHapus