Laman

Jumat, 22 Januari 2016

LIKA-LIKU SEPUTAR MASALAH PASPOR PALSU BMI (1)


Paspor adalah dokumen identitas bagi seorang warga negara yang sedang berada di luar negeri. Baik untuk sekedar berkunjung, belajar ataupun bekerja, seorang migran harus memiliki paspor sebagai salah satu syarat utama. Begitu juga tak terkecuali dengan syarat untuk menjadi Buruh Migran Indonesia (BMI).

Berbeda dengan negara lainnya, Indonesia memiliki aturan yang relatif diskriminatif mengenai paspor. Karena pemerintah mengeluarkan dua jenis paspor; paspor 48 halaman untuk non BMI dan paspor 24 halaman khusus BMI. Paspor 24 halaman terutama diberikan pada BMI yang bekerja di sektor informal (pembantu rumah tangga, supir pribadi, dll).
Sedangkan untuk BMI formal biasanya jika yang membantu mengurus pembuatan paspor adalah PPTKIS/PJTKI juga mendapatkan paspor 24 halaman. Tetapi jika yang bersangkutan mengurus sendiri paspornya tanpa bantuan PPTKIS/PJTKI akan memperoleh paspor 48 halaman.


Sejak dibubarkannya imigrasi khusus BMI di Tangerang, calon BMI ‘diwajibkan’ untuk membuat paspor di imigrasi yang terdekat dengan daerah asalnya. Verifikasi dokumen cukup dilakukan oleh Disnakertrans setempat dan Imigrasi daerah.

Pada tiap kantor Imigrasi biasanya ada keterangan tentang syarat beserta biaya proses pembuatan paspor, tapi pada prakteknya pemohon pembuatan paspor selain masih harus berhadapan dengan petugas imigrasi yang terkadang mempersulit proses juga mesti berhati-hati terhadap jebakan calo imigrasi yang membuat biaya pembuatan paspor menjadi berlipat ganda dari yang semestinya.

Pembuatan Paspor Secara Mandiri

Berikut ini tips pembuatan paspor secara mandiri berdasarkan pengalaman beberapa nara sumber.

1. Membawa data lengkap: Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran (AK) dan uang. Kalau tak ada Akte Kelahiran bisa membawa ijazah (SD, SMP atau SMA) sebagai bukti pengganti AK. Pastikan nama dan tanggal lahir kamu tidak ada perbedaan baik di KTP, KK, AK ataupun ijazah.
Pastikan juga semua yang disebutkan di atas benar-benar lengkap, karena jika ketinggalan atau kurang salah satu data saja akan membuat proses pembuatan paspor tertunda.


2. Berpakaian rapi dan berpenampilan tenang. Saat ditanya petugas usahakan memberi jawaban yang tegas dan meyakinkan kalau kamu akan membuat paspor untuk umroh atau jalan-jalan/travelling ke luar negeri.

3. Jangan sesekali menunjukkan sikap ragu-ragu atau mengatakan kalau tujuanmu membuat paspor untuk bekerja di luar negeri. Kalau kamu mengatakan begitu maka pengajuan paspor akan ditolak dan kamu diminta mengajukan pembuatan paspor melalui atau dengan bantuan PJTKI/PPTKIS dengan dalih karena dibutuhkannya rekomendasi dari Disosnakertrans setempat.

4. Kamu tidak perlu takut atau sangsi apakah penempatan dan pemberangkatan kamu ke luar negeri nantinya akan ilegal karena saat proses pembuatan paspor di imigrasi daerah kamu tidak mengatakan yang sebenarnya. Sebab setiap penempatan BMI di luar negeri sudah pasti membutuhkan visa kerja dan jika kamu berangkat bekerja dengan jalur resmi via PJTKI/PPTKIS maka paspor kamu juga akan kembali diproses untuk mendapatkan endorsement atau pengesahan dari pihak imigrasi pusat di Jakarta. Endorsement yang menyatakan bahwa paspor kamu akan digunakan untuk bekerja ke luar negeri tersebut akan tertera di salah satu halaman paspor kamu.

Sumber Permasalahan

Banyaknya masalah, keluhan dan pertanyaan sehubungan paspor palsu yang dimiliki BMI dan eks BMI, baik yang sedang berada di berbagai negara penempatan atau yang sudah kembali ke Indonesia, lebih disebabkan pada proses pembuatan paspor untuk pertama kalinya mereka sama sekali tidak tahu menahu kejelasan informasi seperti yang tertulis di atas. Dan mayoritas semua mengakui kalau pengurusan dan pengisian data paspor dilakukan oleh PJTKI /PPTKIS. Alhasil riskan terjadi banyak kasus pemalsuan data paspor (biasanya nama dan tanggal serta tahun lahir tidak sesuai KTP, KK, AK atau Ijazah) dengan berbagai alasan dan latar belakang kepentingan.

Awalnya pemalsuan atau kesalahan data paspor memang tidak akan atau tidak menjadi masalah jika pengguna paspor pada kemudian hari tidak membutuhkan data diri yang asli, misalnya untuk kepentingan melanjutkan sekolah/kuliah di luar negeri yang datanya mesti sinkron dengan data ijazah sebelumnya, untuk menikah di luar negeri, dan lain sebagainya. Dan kalau sudah demikian maka semua pertanyaan akan sampai pada ;
"BAGAIMANA CARA AGAR SAYA BISA MEMPERBAIKI DATA SAYA YANG DIPALSUKAN PJTKI /PPTKIS?"

*Bersambung

2 komentar:

  1. Alhamdulillah semoga atas bantuan ki witjaksono terbalaskan melebihi rasa syukur kami saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami di saat kesusahan dengan menanggun 9 anak,kami berprofesi penjual ikan di pasar hutang saya menunpuk di mana-mana sempat terpikir untuk jadikan anak bekerja tki karna keadaan begitu mendesak tapi salah satu anak saya melihat adanya program pesugihan dana gaib tanpa tumbal kami lansung kuatkan niat,Awalnya suami saya meragukan program ini dan melarang untuk mencobanya tapi dari yg saya lihat program ini bergransi hukum,Saya pun tetap menjelaskan suami sampai dia ikut yakin dan alhamdulillah dalam proses 1 hari 1 malam kami bisa menbuktikan bantuan aki melalui dana gaib tanpa tumbal,Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan silahkan hubungi
    Ki Witjaksono di:O852-2223-1459
    supaya lebih jelas Kunjungi blog
    klik-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

    BalasHapus
  2. Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama atau jalan sesat. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin...

    BalasHapus