Laman

Jumat, 22 Januari 2016

Perjalanan Melongok Jendela Dunia

Penampakan bagian depan WoW dari Puncak Eiffel


Beberapa isu tentang sulitnya proses pembuatan visa atau ijin perjalanan ke China membuat saya sempat maju mundur cantik untuk mewujudkan keinginan pergi melongok jendela dunia. Tetapi demi kepentingan extend visa (memperpanjang ijin tinggal) saya pun mulai mengabaikan isu-isu dan mulai berusaha mencari teman-teman yang pernah pergi ke Windows Of The World's, Shenzen untuk saya introgasi (baca; dikepoin). 

Dari beberapa teman yang saya tanya, rata-rata mereka mengaku sudah lama pernah pergi ke China dan kurang jelas atau sudah lupa bagaimana caranya. Karena mayoritas mereka pergi dengan menggunakan jasa agen perjalanan wisata (travel agent). Jadi tinggal bayar sejumlah uang dan tahu beres, yang butuh mereka lakukan hanya setia mengekor pemandu jalan (tour guide). Sebenarnya menggunakan jasa seperti ini selain membatasi kebebasan untuk eksplore tempat sesukanya juga tidak cukup memberi pengalaman yang sulit dilupakan (misalnya pengalaman harus tersesat dan bertanya ke sana-sini kemudian mendapati orang yang ditanyai tidak mengerti bahasa yang kita gunakan. Ini keren hahaha). 

Ada juga teman-teman yang sama sekali belum pernah ke China karena mereka keluar Hong Kong untuk keperluan extend visa (jutking) ke Macau. Tentu saja saya harus mengabaikan saran mereka agar saya ke Macau saja, karena selain perjalanan ke negeri judi itu butuh waktu lebih lama dibanding ke Shenzen (wilayah daratan China yang berbatasan langsung dengan Hong Kong), saya juga sedang tidak ingin naik kapal laut. 

Merah Putih berkibar di antara bendera-bendera negara lain.



Keping Informasi

Selain mengumpulkan beberapa informasi dari internet, saya juga menghubungi dua orang teman yang saya ingat dari postingan di pesbuk pernah pergi ke WoW. Dari percakapan via WhatsApp saya mendapatkan informasi tambahan yang akurat. Terutama tentang pengalaman keduanya membuat visa di Imigrasi, point yang memang saya butuhkan. Masih menurut mereka berdua jika membawa bekal, untuk biaya perjalanan satu hari ke WoW perkiraan dana yang dibutuhkan ¥500 (HKD600-an). Tapi bisa juga lebih jika saya butuh mencoba semua permainan yang ada yang memerlukan bayar tiket lagi. Pffft saya bukan bocah kecil keles.

Tinggal tersisa satu pertanyaan yang saya pikirkan, salah satu dari teman yang akan pergi bersama saya ke WoW, masa berlaku paspornya kurang dari 6 bulan. Apakah ini tidak akan bermasalah? Kalau menurut hasil logika saya sendiri sih tidak semestinya ada masalah. Karena baik Imigrasi HK ataupun China tidak ada hubungan dengan urusan panjang (masa berlaku) paspor visitor. Dan ternyata pemikiran saya terbukti, teman saya yang awalnya diliputi keraguan akhirnya bisa tersenyum setelah melewati loket pemeriksaan imigrasi tanpa masalah. 


Mata Uang & Visa 

Sesuai rencana, Sabtu pagi yang dingin itu saya dan ketiga teman saya (Kak Atin, Tara dan Tere) bertemu di Lo Wu. Kami sengaja sama-sama menukar hari libur di hari biasa dan pergi sepagi mungkin untuk menghindari terjebak antrean panjang di kedua Imigrasi (Imigrasi HK dan Imigrasi China). Hal ini mesti diperhatikan, khususnya untuk teman-teman (BMI HK) yang memiliki batas waktu untuk pulang ke rumah majikan. Sebab pada hari Minggu dan hari-hari libur lainnya, antrean di imigrasi lebih panjang dari hari biasa. 

Sebelum keluar dari Hong Kong, saya menukar mata uang dari HKD ke RMB (Yuan). Semenjak nilai mata uang China lebih tinggi dari mata uang Hong Kong, semua proses jual beli di Shenzen hanya menggunakan RMB. Begitu pun dengan pembayaran di loket pembuatan visa Lo Wu, hanya menerima mata uang RMB. Berdasarkan pengalaman Kak Atin, yang sudah menukar uang di jasa penukaran uang dan ternyata kurs tukar lebih tinggi dibanding jika tukar uang di bank. Maka saya dan kedua teman lainnya memilih mengambil uang RMB dari ATM Hang Seng Bank. Jika via ATM nilai tukarnya lumayan lebih murah dan bisa selisih HKD50 per ¥500 sama seperti jika datang ke bank langsung. 

Kantor pembuatan visa ke Shenzen (China) di Lo Wu (buka jam 9 pagi sampai jam 10:30 malam) terletak di lantai atas, sebelum ruang antrean keluar dari imigrasi Hong Kong. Jika tidak bisa menemukan petunjuk jalan, kita bisa bertanya kepada petugas yang bertugas mengarahkan antrean pengunjung.Pokoknya ini kunci yang saya bawa kemana-mana: malu bertanya, muter-muter nggak jelas hihi. 

Setelah menemukan kantor pembuatan visa, saya langsung mengambil formulir yang sudah tersedia (dan nomor antrean jika dibutuhkan). Nah, untuk formulir pengajuan visa, saya diminta untuk menuliskan alamat yang akan dituju di Shenzhen (China). Saat itu saya (diikuti oleh teman-teman saya) menuliskan WoW di kolom alamat tujuan. Yang kemudian menyebabkan terjadi percakapan lucu di loket pembuatan visa yang masih sepi. Oh ya ada tiga loket di kantor ini, loket pengajuan aplikasi visa tempat kita menyerahkan paspor, loket pembayaran dan loket pengambilan paspor yang sudah ditempeli visa.

 "Kamu mau kemana ini? WoW ini alamat apa? Di mana?" 

"WoW itu Windows Of The World's, Pak. Saya akan pergi ke sana tapi saya tidak jelas alamat lengkapnya." 

"Ini spesial, untuk pertama kalinya ada yang menulis WoW sebagai alamat tujuan." 

"Hihi maaf ya, Pak. Kan saya tadi buru-buru menulisnya. Anggap saja saya memang spesial." 

Bapak petugas pemeriksa aplikasi visa dan kedua temannya yang bertugas di loket lain tertawa mendengar jawaban bercanda saya. Sambil meminta saya berdiri cantik untuk diambil gambar saya via camera di loket, dia bertanya: "Itu teman-temanmu juga mau ke WoW? Sana kamu bayar sekalian visa mereka." 

Proses pembuatan visa dengan biaya RMB163 itu ternyata prosesnya mudah, hanya memakan total waktu 10 menit. Karena kebetulan memang tidak perlu memakai nomor antrean. Yeah! Yang saya tahu jika antrean panjang bisa sampai satu jam atau lebih. Dari informasi ada yang saya rasa unik,  ternyata biaya pembuatan visa ini jika menggunakan pasport Inggris bisa berkali lipat loh biayanya, sekitar RMB470. Apa mungkin ini masih efek permusuhan jaman dahulu kala atau entahlah. 

Catatan: Meski Lok Ma Chau sama dengan Lo Wu juga merupakan perbatasan HK-China tapi tidak memiliki kantor layanan visa ke Shenzen. Jadi hanya bisa digunakan untuk para pengunjung yang tidak membutuhkan visa. 

Kacamata baru berguna untuk selfie hihi


Di antara dua Imigrasi 

Sebagaimana perbatasan dua negara lainnya, Imigrasi Hong Kong dan Imigrasi China di Lo Wu ini hanya terpisah satu dinding dan berjarak beberapa meter saja. Tapi perbedaannya sangat mencolok, terutama dalam pelayanan dan pemeriksaan. Misalnya saja untuk barang bawaan, ketika visitor membawa buah-buahan dari China ke HK tidak ada masalah. Tetapi sebaliknya jika visitor membawa buah dari HK ke Shenzen pasti akan disita. Begitulah yang terjadi pada seplastik Apel yang dibawa Kak Atin (Hiks! Kami sungguh kehilangan Apel yang merah merona mempesona dan entah bagaimana nasibnya setelah jatuh ke tangan penyita). 

Tips untuk melewati Imigrasi dengan cepat, ketika menunggu pemeriksaan paspor dan visa usahakan bersikap anggun. Tatap petugas dengan tatapan bersahabat, tanpa menunjukkan wajah ragu malu atau takut yang justru bisa menimbulkan kecurigaan. Selain itu siapkan juga dokumen yang dibutuhkan dan tangan untuk menekan tombol penilaian pelayanan petugas yang telah disediakan. Jangan ragu mengekspresikan apresiasi atas pelayanan mereka. Karena ini akan menjadi perbaikan untuk pelayanan petugas Imigrasi kedepannya. Jadi kalau mereka terlalu lama memeriksa, tekan saja tombol bad atau buruk. Saya sendiri karena merasa petugas cepat dalam memriksa maka saya tekan tombol tersenyum (good).

Replika Piramid


 Kota Istimewa

Shenzen merupakan kota yang diistimewakan oleh China. Sebab kota yang awalnya kota nelayan pinggiran ini sejak tahun 1980 sengaja dibangun menjadi kota zona ekonomi, budaya dan wisata untuk menyaingi Hong Kong yang waktu itu masih berada di tangan Inggris. Dibanding pertumbuhan kota lain, Shenzen sangat mencengangkan. Dalam kurun waktu 30 tahun saja kota ini sudah sepadan dengan kota-kota besar di dunia, seperti Tokyo, London, New York, Merlbourne dan lainnya. Lengkap dengan simbol-simbol kemajuan berupa gedung-gedung pencakar langit dan fasilitas kota yang prima. 

Atraksi Tari-tarian


Kereta dan Harga 

Begitu keluar dari gedung imigrasi, saya disuguhi keriuhan yang lumayan semrawut. Ada rombongan tour yang mencari anggotanya, ada asongan, sampai para calo taxi dan guide yang menawarkan jasa. Saya memilih naik kereta dari stasiun Lo Wu ke stasiun Window of The World (Shi Jie Zhi Chuang) yang membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Sebelum naik kereta saya harus membeli tiket (tiket kereta berupa koin plastik berwarna hijau) seharga RMB5. Oh ya jika naik taxi mesti bayar RMB20 (bisa juga lebih). 

Ada perbedaan yang bisa ditemui di stasiun kereta di Shenzhen dan Hong Kong. Di Shenzhen setiap masuk stasiun ada pemeriksaan manual seperti halnya di imigrasi. Barang-barang mesti discaning dan ada banyak petugas berseragam yang menjaga. 

Sesampainya di stasiun Shi Jie Zhi Chuang, pengunjung bisa keluar dari exit mana saja, kemudian mencari jalan ke arah WoW yang dari kejauhan sudah akan menunjukkan penampakan pucuk Menara Eiffel. Tapi untuk exit mtr terdekat saya sengaja pilih exit J. Sebelum masuk ke Jendela Dunia saya harus antre membeli ticket masuk seharga RMB180. 

Berbeda dengan tempat wisata di Hong Kong (Ocean Park, Disney Land dll), di WoW para pengunjung bebas membawa makanan dan minuman dari luar area WoW. Jadi untuk penghematan uang pun waktu (untuk antre beli makanan), para pengunjung WoW bisa membawa bekal dari rumah. Selain itu usahakan untuk tidak terpikat untuk membeli souvenir jika tidak ahli dalam tawar menawar atau terpaksa membeli karena butuh. Misalnya seperti Kak Atin yang terpaksa membeli kacamata hitam (karena cuaca lembab yang membuat mata pedih) seharga RMB60, padahal kacamata hitam tersebut jika dibeli di Hong Kong cukup HKD20. Dengan pertimbangan itulah saya dan teman-teman membawa bekal dan hanya belanja sebuah kacamata hitam untuk Kak Atin, sebuah topi koboi seharaga RMB40 untuk Tara dan berondong jagung seharga RMB20 untuk kami berempat. 

Jendela Dunia atau "Window of the World' Shenzhen merupakan sebuah maha karya replika keajaiban dunia dengan skala rata-rata 1:1, 1:5, atau 1:15 yang memiliki luas lebih dari 48 hektar. Masing-masing 'landmark' menunjukkan keterampilan pembuatnya karena desainnya sangat detail dan spesifik, sesuai dengan bangunan-bangunan aslinya. Yang membuat pengunjung benar-benar merasa berkeliling dunia dalam waktu seharian. 

Sejak resmi dibangun secara bertahap dan dibuka untuk umum pada tahun 1994 silam, Jendela Dunia ini telah berhasil menjelma menjadi salah satu pusata wisata rekreasi taman miniatur yang begitu populer serta terkenal yang membuat orang-orang berdatangan melongoknya. Berbagai replika keajaiban serta simbol berbagai dunia yang lebih dari 130 macam di taman wisata ini dibagi menjadi beberapa lokasi atau zona-zona wisata yang berbeda. Dari zona Amerika, Asia, Eropa, Australia dan Afrika, hingga beberapa zona menarik lainnya seperti Taman Patung, World Oceania, World Square, serta sebuah zona bernama International Street yang penuh deretan toko souvenir dan restoran yang menyajikan menu berbagai negara. 

Salah satu zona yang paling menarik dan menjadi pusat perhatian pengunjung adalah replika Menara Eiffel dari Paris. Menara unik dengan ketinggian yang mencapai kurang lebih sekitar 108 meter tersebut, menjadi salah satu objek paling mengesankan. Selain terlihat begitu menawan, di menara ini juga ada area khusus pada puncak menara sebagai titik pusat bagi para pengunjung agar dapat menikmati serta mengagumi seluruh keindahan wilayah taman miniatur dan sekitarnya dari ketinggian. 

Saya mesti antre membeli tiket agar bisa naik ke menara impian (yang suatu hari ingin saya kunjungi versi aslinya). Harga tickets naik ke Eiffel di hari libur RMB30. Tetapi karena saya datang di hari biasa cukup membayar RMB20 per-orang.

Replika Eiffel

Salah satu daya tarik lainnya yang dapat kita temukan di kawasan WoW ini adalah beberapa acara panggung hiburan berupa pertujukan tari-tarian dan musik yang diselenggarakan secara rutin setiap malamnya. Bahkan terkadang menghadirkan artis-artis terkenal dari berbagai negara. Selain pertunjukan rutin tersebut juga ada beberapa kegiatan perayaan atau festival kebudayaan yang diselenggarakan pada waktu serta musim-musim tertentu. Seperti Festival Musim Semi, Cherry Festival, Pekan Kebudayaan India, Beer Festival International, Pop Music Festival, Festival Musim Panas, hingga sederetan festival menarik khas dari berbagai Negara lainnya. 

Malam, Pulang dan Kesan 

Ada kekurangan dan perbedaan yang mencolok di waktu malam hari antara Window of The Word dan Disney land atau Ocean Park di Hong Kong, yakni urusan lampu. WoW di malam hari lebih gelap dan suram di banyak sudut. Bahkan terkesan horor. Jadi saya tidak akan merekomendasikan pembaca untuk menikmati WoW di saat cuaca sudah gelap, kecuali di area pertunjukan yang berada di dekat pintu masuk dan keluar. 

Perjalanan pulang saya ke HK lancar saja, tak ada hambatan baik di stasiun kereta ataupun di Imigrasi. Mungkin karena sudah merasakan kepuasan dalam menikmati perjalanan sehari melongok Jendela Dunia, saya tidak merasa lelah. Bahkan diam-diam saya menyimpan niat terpendam untuk mengulang kunjungan bersama orang-orang tersayang. Aamiin 

Hong Kong, Musim Dingin 2015

1 komentar:

  1. Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama atau jalan sesat. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin...

    BalasHapus