Laman

Senin, 15 Februari 2016

Wajah Sakura di Empat Belas Februari

Sakura


Seperti biasa, ketika penyakit apalah-apalah saya sedang kambuh, saya mengusir jenuh dengan menikmati hobi melakukan perjalanan seorang diri. Pergi ke tempat yang bisa membuat mimpi-mimpi saya hidup kembali atau berpetualang ke tempat asing yang bisa menghilangkan pening. Dan untuk kemarin pilihan saya jatuh pada Sakura di New Asia Collage. Saya ingin tahu apakah wajah Sakura di 14 Februari masih semempesona ketika pertama kali saya melihatnya setahun lalu.

Senyum Sakura


Kamu sudah keluar rumah belum, Ris?

Pesan dan pertanyaan yang sama, yang biasa dikirim tiap minggu pagi oleh Kak Atin membuat saya sedikit merasa berdosa. Benar saja, musuh bebuyutan (baca: sahabat) saya protes kenapa saya tak menawarkan atau mengajaknya melihat Sakura. Saya membalas pesan dengan menjanjikan akan mengajaknya melihat Lautan Mawar Cahaya yang lebih dekat dan mudah dijangkau tempatnya.

Patung di Gerbang CUHK


Pagi masih sepi ketika saya melangkah keluar dari Exit A stasiun University dan berdiri termangu di bawah patung ber-rok pelangi (baca: Bendera LGBT) yang membuat saya mengernyitkan dahi. Hmmm...., boleh juga ini kreativitasnya dalam berkampanye. Simbolik dan artistik.

Shuttle Bus


"Hei, kamu mau kemana? Bus kuliah tidak beroperasi di Hari Minggu, kalau mau ke Puncak kamu harus naik di sebelah sana," ujar seorang pria tua berakacamata sambil menunjuk tempat pemberhentian bus yang berjarak beberapa meter dari tempat saya menunggu bus berwarna ungu. "Kamu naik bus warna coklat yang plat H."

Bus yang beroperasi di Hari Minggu


Beuh untung banget ada orang baik hati yang peduli untuk memberi saya informasi tanpa perlu bertanya. Ingatan saya melayang pada tahun kemarin ketika terpaksa berjalan berputar-putar (baca catatan saya tahun kemarin di blog ini juga, tentang kisah mencari sakura di musim dingin) untuk sampai ke NAC karena orang-orang yang saya tanyai tidak menunjukkan jalur jalan dengan jelas. Bahkan beberapa malah mengaku tidak tahu jalan yang mana yang menuju NAC. Pantesan juga saat itu (di Hari Minggu) saya dan teman-teman juga tidak menemukan bus kuliah berwarna ungu yang pernah mengantar saya ke NAC pertama kalinya (waktu itu saya pergi sendiri di Hari Rabu atau hari biasa). Pfffttt....

NAC


Setelah antre beberapa menit saya pun naik bus gratis dan turun di area Fakultas Bahasa Jepang, Chinese University of Hong Kong. Seperti apa kata Mr Masao (teman saya yang Orang Jepang dan menjadi dosen di CUHK), Sakura yang saya temukan belum mekar sepenuhnya. Hanya ada satu pohon yang bunganya sudah bermekaran, beberapa pohon lainnya penuh dengan kuncup kembang yang menggemaskan.

Pohon Sakura


Saya tertegun beberapa saat ketika menyadari ada yang berbeda dengan taman kecil tempat Sakura Jepang yang diadopsi Hong Kong ini tinggal. Ada tali pembatas dan beberapa lembaran peringatan yang mengingatkan pengunjung agar tidak masuk area atau menyentuh Sakura. 

Gleg!


Hmmm....


Padahal di tahun kemarin pengunjung bebas mau selfie atau mendekati Pohon Sakura yang masih mungil dan menghirup aroma serta menyentuhnya. Hmmm..., inilah efek pengunjung yang saking terpesonanya tanpa bisa mengekang nafsu berusaha memetik dan merusak ranting bunga. Kasus yang sama dengan yang terjadi di Sweet Gum Woods.

Tiga!


Setelah puas menikmati dan memandang wajah Sakura yang menghidupkan kembali mimpi-mimpi saya untuk kelak bisa sampai ke Negeri Naruto dan Conan, saya bergegas pergi. Menunggu bus yang sama yang akan membawa saya ke stasiun kereta.

Pengunjung yang selfie bersama kuncup Sakura


Sudah selesai belum, Ris, ketemu Sakura-nya? Bagus nggak bunganya?


Saya kirimkan selembar gambar sakura yang cantik sebagai balasan pesan untuk Kak Atin. Ya, setidaknya meski tidak turut pergi bersama saya, teman-teman saya pun bisa menikmati pesona wajah sakura yang merona merah muda.


Hong Kong, 15 Februari 2016

Pesona Lautan Mawar Cinta di Hong Hong


Setangkai Mawar Cahaya

Hari masih pagi ketika sebuah pesan dari teman membuat kantuk saya pergi. Fish, teman baik saya yang memang kerap memberi informasi terkini kepada saya tersebut mengirim sebuah tautan berita tentang pembukaan pameran bunga mawar bercahaya di area salah satu taman kota di Hong Kong.


Saya sarankan kamu dan teman-temanmu pergi ke sana, Yuli. Jangan lupa ambil poto yang keren ya! Selamat merayakan hari kasih sayang.

Lanskap Lautan Mawar dan Ribuan Pengunjung


Setelah membalas pesan dan berjanji untuk pergi ke Tamar Park, Admiralty, saya melanjutkan kegiatan berburu Sakura di Asia New Collage. Baru sorenya ketika berkumpul dengan teman-teman di acara One Billion Rising saya menunjukkan tautan berita dan mengajak mereka untuk pergi bersama.

susunan bunga yang dinamis


Sesuai petunjuk yang kami miliki, dari Causeway Bay kami naik mtr ke Admiralty kemudian keluar di pintu Exit A, belok ke arah kiri dan berjalan kurang lebih 5 menit, menyeberang jembatan menuju ke arah taman yang berada di area gedung pusat pemerintahan Hong Kong. Taman yang kami cari mudah ditemukan tapi kami mesti berjuang, berdesakan (baca: uyel-uyelan dan empet-empetan) di antara ribuan pengunjung yang lain agar bisa melihat dan memotret mawar bercahaya dari dekat. Yang membuat saya dan teman-teman sepakat jika harus terpisah tanpa sengaja, masing-masing tidak perlu saling mencari dan bisa langsung pergi jika sudah selesai menikmati pemandangan yang langka ini.

Tamar Park , Admiralty


'Light Rose Garden' atau Kebun Mawar LED yang lampunya akan dinyalakan tepat setiap jam 6 sore itu direncanakan berlangsung hanya pada 14-22 Februari 2016. Menurut penuturan pihak panitia penyelenggara yang saya baca di beberapa media, konsep pameran yang mereka selenggarakan sengaja menggabungkan dua hal yang mewakili dua budaya yang berbeda. Yakni budaya Hari Valentine dari barat (baca: Eropa) dan Festival Lentera dari timur (baca: Asia). Sedangkan untuk pemilihan tempat, sengaja dipilih Taman Tamar yang bersebelahan dengan wilayah Central agar lautan mawar bisa nampak berlatar belakang Victoria Harbour dan menara beberapa gedung pencakar langit yang merupakan 'spirit' Hong Kong.

Kumpulan Cahaya Cinta


Konon di tempat asalnya, Light Rose Garden sejak ditampilkan di wilayah Dongdaemun Desain Plaza (DDP) di Seoul, Korea Selatan, sudah banyak menarik pengunjung baik warga setempat pun wisatawan lokal dan asing. Karenanya tim kreatif, PANCOM, yang membidani kelahiran kreasi modern yang spektakuler ini memutuskan untuk membiarkan 'lautan mawar bercahaya' mekar dan menjadi anugerah keindahan bagi seluruh dunia. Mereka kemudian mengorganisir tur keliling dunia untuk pertama kali dan memilih Hong Kong sebagai tujuan dan tempat pameran pertamanya, sebelum kemudian melanjutkan tur ke beberapa negara di Asia juga Eropa. Keinginan PANCOM disambut baik dan menghasilkan kerjasama dengan Fair Trade Hong Kong Foundation (FTHK), kurator AllRightsReserved, Sponsor GP Batteries, Tourism Board, Leisure and Culture Departement dan PMQ untuk merancang dan menanam lautan mawar yang romantis dan spektakuler, di salah satu landmark paling simbolis Hong Kong.

Lautan Mawar


Jangka waktu tim PANCOM dalam mempersiapkan 25.000 mawar yang tiap kelopaknya terdiri dari susunan 7 lapis bahan kedap air dan lampu LED tersebut kurang lebih sekitar 6 bulanan. Hingga bisa terwujud pertunjukan seni instalasi visual melalui cara yang tidak konvensional dan mengutamakan teknologi proyeksi cahaya. Warna lampu sengaja dipilih warna putih agar bisa mewakili warna cinta yang memiliki sifat murni dan polos.

Hal yang menurut saya paling menarik dari pameran puluhan ribu lampu berbentuk bunga mawar ini selain berlatar lanskap yang keren juga susunan lampu yang sengaja dibuat dengan ketinggian yang berbeda antara 70 cm dan 80 cm agar memiliki efek visual dinamis dan menjadi simbol rangkaian berbagai cerita cinta milik semua manusia yang tentunya berbeda-beda antara satu dan yang lainnya.

Lambang Cinta Sejati


Ketika saya membagikan poto yang berhasil saya dapatkan, ada teman saya yang bilang poto malam terlihat lebih bagus dari poto siang hari (sebelum hari menjadi gelap). Saya jadi ingat penuturan pihak penyelenggara kepada media bahwa Lautan Mawar Cinta tetap bisa dinikmati baik siang maupun malam hari. Dua versi pemandangan yang disajikan seperti berbeda itu akan terlihat sama-sama memukau jika bisa memahami kedalaman maknanya. Pada siang hari, bunga mawar yang terlihat pucat dan lebih dominan warna putih bisa menyimbolkan pancaran cinta yang lembut dan suci (cinta putih). Sedangkan pada malam hari, ketika sekitar telah berubah lebih gelap, mawar menjadi hamparan titik-titik cahaya yang menyerupai bintang bersinar di langit sebagai lambang cahaya pun binar cinta yang bisa menerangi kehidupan baik para pecinta pun orang-orang yang dicintai. Dalam banget dan so sweet kan? Uhuk!

A Couple Selfier


Lautan mawar cinta memang bisa menjadi tempat selfie yang sangat indah dan istimewa bagi yang bisa datang bersama pasangannya pun orang-orang terdekatnya tapi bakalan jadi tempat 'nyesek' jika jomblo atau seseorang datang dan hanya menikmatinya dalam kesendirian. Karena kalau tidak hanya menjadi sekadar hamparan lanskap bunga mawar biasa tanpa daun, lautan mawar cinta itu justru bisa menjadi perayaan kenangan akan orang-orang tercintanya pun cinta yang sedang dicari dan belum ditemukannya. Seperti yang terjadi pada saya misalnya, yang datang bersama teman-teman tapi kemudian malah terpisah dan tidak bisa saling menemukan. Hiks hiks hiks.... Eh? Saya kok jadi lebay ya? Ampuni Hayati, Bang. Pfffttt.... 


Hong Kong, 14-15 Februari 2016


NB:

Catatan untuk teman-teman BMI yang ingin menikmati fenomena lautan mawar putih ini selain jangan lupa bawa tongkat selfie, juga mesti hati-hati (apalagi jika pengunjung sedang penuh) jangan sampai mendorong pun terdorong pengunjung lain atau melanggar garis pembatas yang sudah dipasang oleh penjaga taman. 

Sabtu, 13 Februari 2016

How Indonesian Maid As Murder, Suicide and Arson?

Kemarin (12/2), sejak sore hingga jam 11 malam, beberapa kali saya dengar hape bobo berdering. Padahal biasanya hape itu sepi meski bobo selalu memperlakukan benda mungil bermerk nokia itu seperti ajimat sakti. Kemana-mana tak boleh lepas dari badannya. Bahkan ketika ke kamar mandi dan berkelana ke alam mimpi. Hape itu tetap dalam posisi dikalungkan di lehernya. Diam-diam saya memasang telinga untuk mendengarkan percakapan bobo dan orang-orang yang meneleponnya.

Dari hasil 'nguping' saya tahu telpon itu ada kaitannya dengan beberapa headline koran dan breaking news di teve tentang klarifikasi ulang pihak kepolisian Hong Kong atas kasus kematian wanita tua dan pembantunya yang menurut hasil penyelidikan dan pernyataan juru bicara kepolisian sudah berkembang sebagai kasus pembunuhan, bunuh diri dan pembakaran rumah secara sengaja.

Dikarenakan naluri Conan atau bisa jadi efek kebanyakan baca buku dan nonton teve, saya meneliti ulang berita-berita sehubungan kasus ini. Pada awalnya lembaga penegak hukum menyatakan tak ada hal yang mencurigakan ketika mereka olah TKP di mana telah ditemukan mayat dua perempuan (seorang nenek usia 96th dan pembantunya 36th) di sebuah ruangan yang sama di lantai dasar sebuah rumah pedesaan, Tse Uk Tsuen (30/1). Bahkan sebuah media HK sempat menyebutkan bahwa Polisi juga menyampaikan kalau pihaknya tak menemukan hal yang patut dicurigai di akun facebook A.

Oh ya, sebelumnya saya pernah juga menyimak wawancara dalam berita di teve tentang kesaksian anak majikan dan para tetangga yang mengatakan bahwa hubungan antara pembantu dan majikan (dua perempuan yang meninggal) sangat baik, secara sudah enam tahun juga mereka berdua tinggal bersama.


 "Pembantu itu (Alm. Ayumi) memperlakukan nenek yang dijaganya sebagai ibu kandungnya sendiri," komentar seorang kerabat majikan yang saya baca di sebuah koran berbahasa Cina. 

 Dari hasil olah TKP dan otopsi disebutkan ada luka bakar yang ditemukan di bagian bawah tubuh nenek dan di lengan kanan serta kaki kiri pembantunya. Polisi yang awalnya menduga kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik mulai mengembangkan penyelidikan karena menemukan bahwa beberapa peralatan yang menggunakan listrik masih berfungsi penuh. Jejak api kebakaran juga diidentifikasi ada di berbagai bagian ruangan, termasuk kasur, bantal dan tempat tidur nenek (yang terbaring dalam keadaan terikat) karena menderita stroke sejak lama. 

Sebenarnya bukan hanya karena sebagai sesama BMI atau sesama orang Indonesia yang ingin membela sesamanya ketika saya sedikit mempertanyakan perkembangan kasus yang terjadi. Dalam berita polisi menarik kesimpulan dan membuat reklarifikasi karena adanya kesaksian teman almarhum A yang mengatakan bahwa almarhum terlibat masalah hutang sebesar HKD 70.000 dan sedang patah hati karena putus dengan pacarnya yang berkebangsaan Pakistan. Polisi lalu membuat dugaan bahwa kasus hutang piutang dan patah hati yang memicu A berbuat nekad. 

Oke, saya tidak akan serta merta menolak atau menyangkal. Kemungkinan tersebut memang ada dan bisa saja terjadi. Bunuh diri karena depresi patah hati, bisa jadi, tapi nggak ada indikasi kuat usaha membunuh kan? Ada kemungkinan majikan ikut terbunuh tanpa kesengajaan misalnya. Biar bagaimapun kepolisian HK semestinya tidak terburu-buru membuat pernyataan yang kemudian menjadi headline dan konsumsi umum yang secara tidak langsung pasti berimbas pada kepentingan politik untuk semakin menekan kehidupan PRTA di Hong Kong. Padahal kasus ini sendiri oleh Polisi dinyatakan juga sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh skuad tindak kejahatan bagian Yuen Long. 

Tuduhan bunuh diri mungkin akan banyak mengecam komentar 'tindakan bodoh', tetapi tuduhan membunuh bisa membuat 'efek luar biasa' yang ujungnya hanya bisa dianalisa oleh yang memahami seluk beluk perpolitikan dunia perburuhan, kepentingan pemerintah dan para majikan. Sederhananya begini sih analisanya, jika kasus ini bisa menjadi headline sebelum jelas dan penyelidikan sukses, lalu mengapa kasus kematian BMI yang misterius di Cina tidak menjadi berita juga? Saya dan beberapa teman sih sudah bisa meraba mengapa, lalu bagaimana dengan kamu? 

 Hong Kong, 13 Februari 2016

Kamis, 11 Februari 2016

Fishball Revolution After Umbrella Revolution

Foto Screenshot dari SCMP


Pada selasa pagi itu (9/2), di hari kedua Perayaan Tahun Baru Imlek 2016, suara keributan memenuhi ruang tamu rumah majikan. Membuat saya yang sedang sibuk membuat sarapan di dapur pun melongok kepo. Rupanya suara ribut itu berasal dari teve yang baru dinyalakan nenek dengan volume kencang. Tayangan rekaman peristiwa kerusuhan nampak memenuhi layar kaca. Meski ingin tahu lebih jelas, saya hanya bisa memasang telinga lebar-lebar agar tetap bisa bekerja sambil mendengarkan siaran berita. 

Dari hasil mencuri dengar (tanpa melihat gambar) saya mengetahui kalau Senin malam telah terjadi bentrok antara para penjual makanan jalanan dengan pihak polisi. "Fishball Revolution," begitulah bentrokan dini hari itu dinamai. Nama yang mengacu pada isu upaya pemerintah 'untuk menekan para penjual makanan jalanan' --dan bola ikan sendiri merupakan bagian terbesar dari jenis makanan jalanan-- di Hong Kong. 

Dalam berita di TVB yang kemudian baru benar-benar sempat saya pelototin semalam (berita yang sama dengan hari sebelumnya, yang memang sengaja ditayangkan berulang-ulang), saya pun mengetahui kalau kekacauan berawal dari agenda operasi tahunan polisi (biasanya memang di awal tahun kepolisian HK melakukan operasi besar-besaran untuk penertiban PKL dan orang-orang yang tinggal tanpa ijin di Hong Kong) untuk membersihkan dan merapikan vendor ilegal yang menjual beraneka macam makanan jalanan, pernak-pernik dan barang-barang rumah tangga di sepanjang jalan utama Mong Kok. 

Rekaman gambar yang ditayangkan beberapa stasiun teve menunjukkan adanya kerumunan ratusan orang yang memakai masker dan kacamata, berteriak-teriak, melemparkan botol, menghantamkan batu bata dari hasil membongkar trotoar, menarik dan melemparkan tempat sampah beserta isinya ke arah para penegak hukum yang kemudian juga membalasnya dengan serangan balik berupa pukulan, semprotan merica dan tembakan peringatan. Di antara dua kubu yang saling serang, mengejar dan dikejar, lantas sama-sama ada yang terjatuh, ditendang dan menendang, ada juga para wartawan yang sedang berburu berita dan orang-orang awam yang terjebak dalam kerusuhan kemudian menjadi korban juga. Kamera menyorot sosok polisi yang dipukuli massa, beralih menyorot bagian dari massa yang digebuk polisi. Ada kening dan tangan yang terluka, berdarah-darah. Ada adegan polisi menangkap dan menggelandang tersangka biang kerusuhan. 

Massa membongkar trotoar agar bisa mendapatkan batu bata untuk dilempar.

Kemudian saya juga sempat mengintip koran majikan dan media online di HK, yang di beberapa HL-nya menyebutkan ada warga HK yang protes pada polisi karena meski sudah berusaha menjelaskan bahwa dirinya terjebak di antara garis polisi anti huru hara dan kerumunan massa kepada polisi, ia ingin pergi meninggalkan tempat tersebut tapi penjelasan mereka tak didengarkan  oleh polisi dan malah disemprot bubuk merica tanpa peringatan terlebih dahulu. Begitupun dengan wartawan yang sudah menunjukkan identitasnya kepada dua pihak yang sedang rusuh, mereka pun ada yang turut terkena hantaman dan pukulan dari keduanya: massa dan polisi. 

Juru bicara kepolisian, Stephen Yu Wai-kit, dalam siaran press mengatakan bahwa ratusan polisi yang sengaja dikerahkan pihaknya hanya untuk melakukan intervensi karena petugas kepolisian bagian urusan kesehatan lingkungan dan makanan telah gagal dalam upaya mereka untuk menertibkan penjual makanan jalanan tanpa ijin di wilayah poros Mong Kok. Puluhan LSM, organisasi dan partai-partai di HK melalui jubirnya ada yang memberi dukungan dan simpati pada puluhan warga HK yang ditangkap karena tuduhan terlibat dalam kerusuhan, ada yang mengecam tindakan polisi yang dianggap tidak sesuai prosedur yang semestinya tapi ada juga yang menyatakan dan menunjukkan dukungan kepada pihak kepolisian. 


Sedangkan pemerintah HK sendiri dalam konferensi press menyatakan mengutuk massa yang sudah melakukan tindakan brutal dan menyebabkan terjadinya bentrokan. "Saya yakin semua orang sudah bisa melihat rekaman kerusuhan yang ditayangkan TV mereka dan melihat seberapa serius kejadian itu. Pemerintah HK SAR dan saya pribadi sangat mengutuk perilaku pelanggaran hukum. Polisi akan bekerja keras untuk menangkap para perusuh dan membawa mereka ke pengadilan. Kami juga menyatakan simpati kami kepada para polisi dan wartawan terluka," ujar Chief Executive Leung Chun-ying di layar kaca. 


Saya menghela nafas panjang. Ada sesak yang menyeruak di dada. Apa yang semestinya cukup berhenti sebagai berita yang saya simak saja justru membuat saya mengingat dan berpikir banyak hal. Adegan-adegan tayangan berita tentang 'revolusi bola ikan' di Mong Kok tersebut mengingatkan saya kepada aksi pro-demokrasi Umbrella Revolution atau Revolusi Payung 2014. Ketika mahasiswa menduduki tiga poros jalanan HK (Causeway Bay, Admiralty dan Mong Kong) selama berminggu-minggu untuk memprotes sistem pemilihan umum yang akan berlangsung di Hong Kong yang memberi Cina kuasa penuh untuk menentukan nama-nama calon yang akan menjadi kepala eksekutif kota. Dan bagaimana tindakan yang dilakukan polisi Hong Kong dalam menghadapi demonstran sempat mengundang kecaman internasional. 


Saat itu saya sebagai bagian BMI yang berkesempatan menyaksikan peristiwa bersejarah HK dari dekat dan secara tidak langsung terlibat juga di dalamnya (karena beberapa kali diminta membantu menerjemahkan pernyataan press dan tulisan para demonstran serta LSM /Organisasi pendukungnya ke dalam bahasa Indonesia, menghadiri kampanye tertutup mereka dan ikut berada di antara mereka ketika malam-malam terjadi bentrokan) benar-benar bisa mendapatkan pelajaran berharga. Bahwa jangan pernah menilai pun menghakimi sesuatu hanya dari satu sisi. 


Seperti misalnya ketika menyimak pernyataan press Leung, jangan tergesa turut merutuk dan komentar menghakimi orang-orang yang dianggap perusuh dan sudah ditangkap serta akan diadili dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara seperti yang disebutkan pihak berwajib. Coba sedikit teliti, kenapa pemerintah HK dan Leung pribadi tidak menyatakan simpatinya kepada massa (baik yang sengaja terlibat atau hanya terjebak dalam kerusuhan) yang sudah jelas juga ada yang terluka? Apa mereka tidak punya hak yang sama atas perhatian pemerintahnya? Bukankah mereka juga warga HK? Coba garis bawahi bagian pemikiran saya ini. Dan tepok jidat saya yang berkerut ini. Eh? 

screenshot poto dari media online HK

Di negara manapun dan pemberitaan apalah-apalah selalu ada bagian yang terlewatkan atau sengaja ditutupi, kecuali tentang berita kejombloan. Karena akhir-akhir ini banyak orang yang bangga mengaku jomblo dan merasa layak memamerkan kejombloan sebagai bagian dari modus atau promo diri terselubung. Pihak yang berkuasa, menguasai pemerintahan dan media, bisa melakukan segala cara untuk mendapatkan dukungan dan simpatisan tentunya dengan apa yang biasa disebut sebagai pencitraan. Sedangkan warga, orang-orang kecil aka rakyat biasa berekonomi lemah bin orang-orang pinggiran hanya punya solidaritas, tenaga dan keberanian untuk mempertahankan diri dari ancaman kehilangan secuil hak milik mereka. Dalam hal ini penggusuran lapak PKL dengan alasan ilegal atau demi persoalan tata kota atau apapun namanya adalah tetap ancaman nyata buat pemiliknya. So? Jika anarkis adalah rasa frustasi yang memuncak di ubun-ubun. Maka menurut pendapat saya, sudah semestinya pemerintah negara manapun tak membiarkan warganya dirundung rasa frustasi berkepanjangan agar tak ada lagi tindakan anarkis yang mereka kecam sebagai bentuk pemberontakan. 


Tuen Mun, 11 Februari 2016


Rabu, 10 Februari 2016

Mengenang Ayami

Bumi Bauhinia, 10 February 2016

Menjumpai Ayami, Ayam kecil kesayanganku

Apakah kau sudah beranak pinak di surga sana, Ay? Eh di surga ada menu soto ayam, ayam bumbu bali dan ayam panggang nggak sih? Kalaupun ada, semoga bukan kamu yang menjadi bahan menu ya, Ay.... Aamiin.

Tahukah kamu, Ay, aku terpaksa menceritakan cerita kenangan tentangmu kepada beberapa orang teman. Hanya kepada teman dekat sih. Soalnya mereka bertanda dan ingin tahu kenapa aku nggak doyan makan daging ayam. Yah, bukannya nggak doyan banget sih, terkadang aku juga mau makan jika tak ada menu pilihan lainnya. Biasanya makan sayap, kulit dan bagian tulang belulang hihihi. 'Kayak kucing' komentar teman-temanku. Aku menceritakan penggalan cerita perpisahanku denganmu. Bagaimana dulu sewaktu masih bocah ingusan (ingusan beneran), aku pernah memiliki seekor ayam kesayangan. Ayam betina yang kudapatkan dari hasil kerja kerasku membersihkan kandang ayam yang bau. Iya, almarhum Mbok berjanji jika aku rajin bersihin kandang ayam, kalau salah satu ayamnya yang sedang bertelur sudah menetas telurnya, aku boleh memiliki seekor anaknya. Dan seekor anak ayam itu benar-benar kumiliki, ibarat harta paling berharga yang kupunya untuk pertama kalinya.

Aku sering dimarahi Mbok karena terlalu memanjakanmu, Ayami. Apa kamu ingat? Ketika ayam lain kuberi makan lebih sedikit dan sisa makanannya yang lebih banyak kuberikan spesial untukmu. Yah, itu karena aku ingin kamu lekas-lekas tumbuh besar sepertiku. Agar kita bisa bermain bersama. Aku juga sering dimarahi Mbok karena ngomong sama kamu. Kata Mbok aku kayak bocah nggak waras. Ya, aku kan hanya butuh teman berbagi yang kupercaya dan itu hanya kamu Ayami. Meski kamu tidak pernah menjawab omonganku sih.

Entah karena memahami keinginanku atau karena makanmu yang banyak, kamu emang tumbuh ndut dan lekas bertelur juga. Telurmu besar-besar. Aku paling suka dan mau sarapan kalau telurmu didadar. Rasanya nikmat. Entah juga ya saat itu aku kok nggak peduli kamu bertelur berapa dan punya anak berapa. Anak-anakmu diambil Mbok. Aku cukup puas memiliki kamu saja, Ayami. Jadi aku tidak pernah bertanya tentang ayam lain-lainnya pada Mbok.

Hingga suatu hari, sepulang sekolah, aku tak menemukanmu. Aku mencarimu kemana-mana, kamu tak ada. Aku menangis. Mbok pun turut mencarimu sambil mengomeliku. Hiks dan tangisku bertambah keras saat akhirnya kami menemukanmu tergeletak bersimbah darah. Rupanya ada pengendara motor yang menabrakmu. Atau bisa jadi kamu yang menabrak motor, Ayami? Kamu nggak bunuh diri kan? Nggaklah ya, kalaupun tega meninggalkanku, kamu pasti gak tega ninggalin anak-anakmu.

Ayami, sejak hari itu, entah karena protes tidak terimaku atau karena traumaku kehilanganmu, aku resmi nggak doyan makan daging ayam. Bahkan jika dipaksa aku bisa mual dan muntah-muntah. Maka sejak saat itu juga, Mbok yang mengerti betapa terlukanya aku, setiap masak daging ayam baik untuk dimakan sendiri atau untuk keperluan hajatan, akan mengganti jatah menuku dengan telur. Iya telur. Telur direbus, telur digoreng, telur dibumbu, telur dikukus. Telur mentah aku nggak doyanlah.

Bertahun-tahun kemudian, seiring waktu berjalan, aku sudah mulai bisa berdamai dengan kenyataan dan mau mencoba makan menu berbahan ayam. Usahaku lumayan sukses, Ayami. Meski nggak sukses banget juga. Setidaknya aku sudah nggak mual dan muntah jika terpaksa memakan menu berbahan olahan ayam.

Ayami, sampai saat ini terkadang aku masih sering rindu padamu. Bagaimanapun keadaanmu di sana, semoga kamu bahagia. Menjadi Ayam idola!

Pemilikmu Yang Mengenang dan Merinduimu

@Yullyris

Selasa, 09 Februari 2016

The Stormtrooper

Bumi Bauhinia, 9 February 2016

Menyapa Mr Stormtrooper , Dhony Widyantrooper Apa kabarmu, Dondon? Sudah mandi belum? Eh? Libur kuliah sampai kapan sih? Jangan suka bermalas-malasan, Anak Muda! Entar hilang loh gantengnya.

Dondon, sebelumnya kakak kira hanya Giring Nidji dkk yang mempunyai kegilaan dan keinginan menjadi stormtrooper, minimal dengan memakai helm ala stormtrooper. Ternyata Dondon kakak juga. Demi apa coba? Dasar Dondon emang alayers. Kealayan Dondon membuat kakak sedikit mengernyit, ini bocah kenapa aneh banget sih? Pingin kakak jual atau kakak simpan dimuseumkan saja. Trus kakak ngakak sendiri bayangin jika kealayan Dondon itu tetap abadi sampai kelak sudah lulus dan mulai bekerja sebagai seorang dokter. Bagaimana ketika Dondon memeriksa pasien mengenakan helm stormtrooper. Hahaha asli kocak. Nomong-ngomong tentang kealayan

Dondon yang absurd, emangnya apa teman-teman kuliah di kampus ada juga yang seabsurd kamu, Don? Kalau dipikir-pikir dan sedikit dianalis, boleh saja Dondon meng-klaim diri sendiri seperti yang tertulis di akun IG atau tweeter Dondon; I'm Widyantrooper, problem? Hahaha no problem.

Semoga saja Dondon tidak seperti para prajurit fiksi dalam franchise Star Wars awal-awal yang diciptakan oleh George Lucas yang merupakan kekuatan utama dari Kekaisaran Galactic di bawah kepemimpinan Kaisar Palpatine dan komandannya (Darth Vader dan Grand Moff Tarkin) tapi lebih merupakan stormtrooper dari angkatan Force Awaken. I hope so.

Kenapa begitu, Kak?

Sebab ada perbedaan yang mencolok antar stormtrooper di Star War episode-episode sebelumnya dengan stormtrooper di Force Awakens. Jika pada star wars sebelumnya stormtrooper adalah drone yang diciptakan di pabrik sehingga fungsinya tidak lebih hanya sebagai prajurit robot (patuh total pada doktrin dan tuan dalam setingan). Sedangkan kalau di FA, kata Panglima Stormtrooper Jenderal Hux, prajurit luar angkasa yang berbaju dan berhelem besi serba putih yang menjadi pasukannya adalah manusia yang sudah dilatih sejak mereka masih kecil. Mereka rata-rata diculik dan dipisahkan dari keluarganya, untuk kemudian dicuci otaknya dan dibentuk menjadi prajurit handal. Itulah mengapa stormtrooper di Force Awakens terlihat sangat manusiawi. Punya hati, punya rasa. Punya cinta. Eh? Pokoknya seperti individu yang memiliki kepribadiaan sendiri dalam menyikapi perang dan pembunuhan. Contohnya pada karakter si hitam, Finn.

Jadi kalau Dondon bukan termasuk para prajurit rezim First Order (star wars terdahulu) yang merupakan tentara kloning, maka Widyantrooper masih kategori manusia biasa. Begitulah, meski Dondon selalu menunjukkan status alay, mengupdate status lucu, garing dan galau. Yang mengesankan Dondon itu anak koplak. Tapi kakak tetap bisa melihat kekerenan Dondon. Seorang anak muda, anak kost, anak alay, yang mahasiswa kedokteran yang selain berburu ilmu juga sedang berproses mencari jati diri. Selain banyak baca buku, praktek ini dan itu, masih juga setia online serta sok menyamar jadi personil standup comedy untuk menghibur diri. Sungguh complicated person. Seperti stormtrooper! Menyembunyikan sisi lainnya yang lebih lembut di balik baju dan helm besi. Pfffttt ini kenapa surat kakak malah bahas beginian ya, Dondon? Ini gara-gara Dondon lah! Kakak jadi ikutan alay begini. Tanggung jawab, Don!

Baiklah, Dedek ganteng yang berbibir seksi (baca; memble hehehe), kakak hanya mau nyemangatin kamu yang sering patah hati. Btw, berapa bulan sekali sih Dondon ganti pacar? Kalau kamu mencari pacar yang dewasa, dimana-mana mah nggak ada, Dondon sayang. Karena sedewasa apapun seseorang, ketika sudah dalam hubungan pacaran (terjerumus dalam urusan percintaan) adanya sih malah lebih mudah berubah jadi kekanakan. So? Galau boleh tapi fokus pada yang jauh lebih penting adalah keharusan.

Oh ya, kakak pernah sebel banget ke Dondon, saat kamu pasang gambar hasil praktek bedah anatomi katak. Jijik tahu! Daripada pasang gambar yang berdarah-darah dan bikin jijik gitu mending pasang gambar Dondon yang mirip kangen band wota itu aja hahaha. Setidaknya masih ada gantengnya meski dikit. Catat: dikit loh. Jangan ge-er entar helm-nya nggak muat deh.

Ya sudah gini aja surat kakak. Balas ya! Mumpung Dondon masih libur dan nggak sibuk pakai banget. Jangan lupa mandi eh jangan lupa bahagia. Semangat selalu Dokter Dondon Widyantrooper.

Salam sayang dari kakakmu

@Yullyris

Senin, 08 Februari 2016

Teruntuk Lelaki XXX

Bumi Bauhinia, 8 February 2016

Menyapa lelaki muda yang hari ini sedang merayakan harinya, Bani Bulu aka @baninganx

Selamat bertambah tua, Baninganx sayang! Selamat bertambah ganteng dan bertambah xxxxxxxxxx. Dan semoga semua doa-doa kebaikan untukmu segera dikabulkan. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Bani yang xxx, sepertinya ini tahun pertama bibi turut merayakan hari kelahiranmu, iya kan? Makanya baru semalam juga bibi follow akun tweetermu dan pagi ini kamu follback bibi. Horeee hari ini kita berteman di tweeterland Pfffttt.... Mungkin selama ini kita masih di rentang jarak dan keasingan yang membentang jauh jauh jauh. Meski namamu sendiri bagi bibi sudah tak asing lagi, sebab dulu kamu lumayan terkenal di grup Cendol. Tapi terkenalnya dengan isu ganteng dan sedang menjalin kedekatan dengan xxx. Jadi bibi maleslah untuk mencari tahu lebih xxx apalagi sampai berteman. Nanti dikira xxx.

Hingga suatu hari mendadak ada penampakan kamu yang berbulu di Hirawling Kingdom. Bibi surprise, seperti melihat Bona versi manusia. Ganteng-ganteng Bona. Peace, Ban. Pelan-pelan bibi mulai sedikit perhatian, 'Oh ini to yang namanya Baninganx?' Seperti halnya kepada penghuni absurd kerajaan absurd yang lainnya, bibi always welcome dan lebih mudah berinterakasi dengan absurd di kerajaan Pangee ini.

Bani yang ganteng, bibi tak menyangka kalau di balik kegantenganmu sesungguhnya kamu menyimpan kepekaan rasa yang rentan tersinggung. Bibi sempat kaget dengan perubahan sikapmu dalam interaksi kita yang terhitung belum lama. Selidik punya selidik ternyata Bani merasa tersindir dengan status fb bibi yang sama sekali tak ada hubungannya dengan Bani apalagi dengan ikan atau kucingnya Bani. Yah, apa boleh buat setelah dijelaskan pun sepertinya Bani masih ngerasa kesel pada bibi. Aku rapopo wes. 

Bani yang pecinta ikan dan kucing, setelah sempat rapopo untuk beberapa lama, pelan-pelan kita mulai berkomunikasi lagi dan bibi mulai bisa memahami sifat Bani serta mengusir jauh-jauh semua prasangka buruk tentangmu. Bibi malah jatuh sayang padamu karena sudah bisa menemukan sisi selain dari kepekaan yang mudah membuatmu salah paham, Bani ternyata punya sisi menyenangkan juga. Sebenarnya Bani anak yang xxx, baik hati, tidak sombong dan doyan makan. Eh?


Bani yang fans berat Isyana dan Isnanto, semoga kita bisa segera bertemu agar bibi bisa mencubit pipi tembemmu yang membuatmu awet unyu. Dan jangan lupa traktir bibi maka kerak telor di Monas ya? Pfffttt bibi macam apa ini, udah kalau ketemu cuma mau nyubit ditambah pakai minta traktir pula. Hahaha

Baninganx sayang, apa kamu pernah tahu kenapa senja berwarna merah? Itu bukan karena hari sudah lelah atau langit sedang berdarah. Tetapi karena ada bara harapan yang terkumpul yang siap berjuang di kegelapan malam untuk bisa sampai dan menemui pagi berikutnya. Begitulah semoga pula Bani bibi, selalu menggenggam dan menyimpan bara harapan setiap hari untuk masa depannya. Semoga....

Bibi Peri yang xxxxxx padamu

@Yullyris

Minggu, 07 Februari 2016

Lembar Cinta Untuk Sheila On 7

Bumi Bauhinia, 7 February 2016

Dear Sheila on 7, band kesayangan Sheilagank.

Sebagai sheilagank, saya masih mengingat rekor 1 juta kopi yang pernah kamu torehkan dalam tiga album berturut-turut. Bagian dari prestasi yang pernah kamu capai di belantika industri musik Indonesia. Puncaknya saat Pejantan Tangguh mampu menahlukkan ribuan penonton dalam konser di beberapa kota.

Bukan sekadar prestasimu saja yang saya ingat tapi bagaimana pamor kamu pernah meredup ketika album The best of very best menuju album 507. Musikalitas dan prestasimu yang bagus, tidak difollow up oleh media, malah hengkangnya dua personilmu yang dijadikan isu apalah-apalah itu. Tapi hikmahnya justru membuat sheilagank bersatu, mendirikan basecamp di berbagai wilayah kemudian bersama-sama mendukungmu. Betapa indah cinta yang pernah bertumbuh dari akar rumput untukmu, SO7? Dan saya sempat turut menikmatinya karena bergabung di salah satu basecamp Sheilagank Jawa Timur.

Beberapa tahun kemudian ketika hidup di perantauan saya sedikit mengabaikan berita tentangmu, meski lagu-lagumu tetap memenuhi memory hape juga laptop dan menemani hari-hari saya. Hingga sebuah kejaiban tiba, yang mungkin juga hasil tabungan doa dulu-dulunya, akhirnya saya bisa bertemu lagi denganmu. Kali itu tidak cuma memandangmu dari kejauhan tapi juga bisa berbincang denganmu langsung. Sungguh kebahagian yang tak terlupakan meski saking shock-nya saya sampai lupa meminta foto bersama.

Sheila On 7 sayang, album terbarumu 'Musim Yang Baik' adalah penanda kontrakmu di Mayor Label berakhir, dan langkahmu menuju Indie musik siap dimulai. Bagaimana persiapanmu? Sudah sampai mana? Mungkin ini bukan hanya pertanyaan saya tapi juga mewakili Sheilagank lainnya. Mengingat 3 tahun waktu yang kamu butuhkan untuk merilis MYB. Apakah kami masih harus menunggu selama itu untuk albummu selanjutnya? Ah, seberapa lama pun waktumu, semoga kamu bisa menelurkan album terbaik dan laris manis.

Kadang ada yang bertanya kenapa saya masih mengidolakan band jadoel dibanding band baru yang banyak bermunculan bak jamur di musim penghujan yang tentunya lebih kinyis. Ah, itulah yang dinamakan terlanjur cinta. Lirik-lirik lagumu yang puitis, penuh motivasi dan bisa dinikmati di segala suasana yang membuat sheilagank bertahan satu cinta padamu. Jadi pertahankan keistimewaan dalam kesederhanaanmu yang memukau itu.

Hmmm... sebagai orang yang mengidolakanmu, saya tak berandai-andai mendapatkan keberuntungan seperti Rafi yang akhirnya berkesempatan menuliskan lagu untukmu atau seperti Raisa yang akhirnya bisa berduet satu panggung denganmu. Jika pun boleh berandai-andai menjadi pasanganmu, saya pasti mendukungmu penuh untuk maju. Tidak hanya dengan doa-doa pun cinta saya tapi juga dengan turut membangkitkan lagi gelora sheilagank sedunia.

Semangat selalu Sheila On 7! Ditunggu selalu karya-karyamu.

Anggota Sheilagank yang ungu.

@Yullyris

Sabtu, 06 Februari 2016

For My Lovely Sweety

Bumi Bauhinia, 6 February 2016

Dear My Lovely Sweety, Pindy Mindy Vindy

Apa kabar Puspus, Kity dan Bona, Sweety? Semoga mereka selalu menjadi kucing dan monyet kesayangan keluarga. Sengaja sih nggak tanya kabar Sweety, kan sudah tahu via WhatsApp.

Sweety Vindy, Mimi minta maaf karena sempat sebel pada keluhan sweety. Kenapa sih badan cungkring mesti jadi masalah yang dikeluhkan pun menggalaukan? Sebagaimana gingsul Si Kentang, badan kecilmu itu juga anugerah loh. Setidaknya sweety bisa makan banyak tanpa takut gemuk. Seperti ketakutan banyak perempuan pada umumnya.

Kalau hanya karena sering dianggap Anak SMP atau Anak SMA oleh orang-orang yang baru ketemu, abaikan saja ih. Anggap aja itu sebagai lelucon. Toh kedewasaan seseorang itu tak cukup dinilai dari bentuk tubuh pun bilangan jumlah usia. Kedewasaan itu tentang pemikiran dan sikap, termasuk cara sweety menanggapi penilaian orang-orang yang mengatakan sweety kayak bocah kecil.

Sweety Vindy yang cantik, sepertinya sweety mimi ini memang kurang piknik. Andai saja Sweety bisa keluar menyapa dunia yang liar atau sedikit mbolang, pasti sweety tidak akan punya waktu untuk menggalaukan hal-hal kecil yang sweety anggap sebagai kekurangan.

Tahukah Sweety, dalam perjalanan mimi pernah bertemu orang buta yang bernyanyi bahagia, orang berkaki satu yang bermain musik dengan merdu. Ada juga orang-orang bisu dan orang-orang tak bertangan yang menikmati perjalanannya berkeliling dunia dengan semangat 45. Mungkin kita perlu sedikit menengok mereka dan belajar mengambil hikmah syukur atas segala nikmat yang sudah kita punya.

Sweety yang keren, terkadang mimi melihat sweety itu seperti hidup di ruang kaca. Seperti Bona begitu, ketika dilepas bebas di hutan, entah dia akan butuh berapa lama untuk bisa berdaptasi dan menjelma dirinya sendiri. Bukan, bukan karena Bona bodoh atau lemah tapi karena dia memang terbiasa hidup dalam kenyamanan di ruang keluarga sweety. Begitupun dengan Sweety. Jadi mimi berdoa dan berharap sejauh apapun Sweety melangkah tak akan pernah keluar dari lingkar ruang kaca itu, sebelum sweety benar-benar siap dan mempersiapkan diri.

Tetapi mimi masih bersyukur juga karena meski tinggal di ruang kaca, ternyata sweety masih memiliki rasa peka yang tak lerai terbuai oleh kemanjaan. Mungkin karena sweety banyak belajar dari buku-buku yang sweety baca atau lingkup kerja yang menuntut kepekaan pada berita-berita. Bisa jadi. Dan itu keren sekali.

Sweety, sebenarnya ada banyak hal yang ingin mimi tumpahkan dalam surat. Tapi mimi ingat kalau Sweety kurang bisa memahami bahasa mimi yang ala puisi dan mimi juga tidak mungkin menulis secara gamblang. Secara surat ini kan dibaca orang lain juga hihihi.

Selamat ya Sweety, rupanya akhir-akhir ini selain terdeteksi semakin pea maksimal, sweety juga semakin bertambah dewasa. Eit, pasti sweety bakalan tanya, "Dewasa gimana, Mi?" Pasti deh. Oke Mimi jawab wes, Sweety lebih dewasa karena sudah bisa mulai berdamai dengan rasa sakit hati dan memanage emosi. Begitulah, saat terjatuh pun tersakiti, selain mengeluh dan merasakan sakit, seseorang juga cenderung belajar dan berusaha untuk kembali berdiri. Dan Sweety sudah bisa melewati masa ujian itu. Keren!

Untuk ke depan, mungkin akan lebih banyak lagi ujian yang mesti Sweety hadapi. Jadi mulai hari ini persiapkan diri, bekali diri dengan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi. Memang tidak lucu dan tak ada yang perlu dipersiapkan untuk terjatuh, siapa juga yang mau jatuh? Tapi setidaknya ketika benar-benar terjatuh, Sweety mesti siap untuk kembali berdiri. Berdamai dengan rasa sakit dan kenyataan.

Oh iya, Sweety mimi yang keibuan, mimi diam-diam sedang menabung kangen untuk sweety loh. Kangen yang entah kapan bisa ditunaikan. Tapi yang pasti saat itu tiba, mimi ingin memeluk erat sweety dan mencubit pipi mbem itu. Eh? Oke deh, sudah dulu suratnya. Lain kali disambung lagi. Jangan lupa bahagia ya, Miss Endelia!

Peluk cium dari jauh sepenuh cinta.

Mimi Peri Ungu

@Yullyris

Jumat, 05 Februari 2016

Selembar Hipnotis

Bumi Bauhinia, 5 February 2016

Menyapa Neng Tercinta, Echa Kare


Assalamu'alaikum

Apa kabarmu hari ini, Neng? Semoga selalu ceria penuh tawa serenyah wafer tango, dimudahkan segala usahanya dan dikabulkan setiap doa-doa kebaikan yang dilangitkan untuk Neng. Aamiin....

Masih surprise kan? Siapin lap dan ember ya buat ngepel. Eh? Siap-siap saja agar tak terlalu terhipnotis atau malah nangis ketika membaca lembaran hipnotis yang Teteh tulis.

Nengku yang pencemburu, kalau boleh tahu, sejak kapan sih Neng mulai memiliki rasa cemburu pada tetehmu ini? Cemburu kok selalu. Tapi teteh suka sih dicemburuin Neng. Karena artinya Neng perhatian dan sayang pada teteh yang nyebelin ini. Pfffttt! Sebenarnya kalau mau jujur sih bukan hanya teteh yang nyebelin, Neng pun juga. Hoby banget nulis apalah-apalah gitu trus sejurus kemudian dihapus lagi. Jangan dikira tetehmu ini nggak baca loh. Huh.

Entah kapan itu, Teteh sempat lihat postingan Neng yang mengenang kedatangan teteh tengah malam di rumah Neng. Belum juga teteh sempat komen, postingannya sudah hilang. Dodol banget sih. Ngapain coba kok bisa gitu? Labil!

Baiklah Nengku yang cantik, biar teteh saja sekarang yang mengenang tentang pertemuan kita di kotamu. Selembar tiket kereta api yang teteh beli di Jogja jauh-jauh hari itu bukan sekedar bertuliskan Jakarta - Cirebon. Tetapi juga terbaca: Tiket Pelunasan Janji. Ya, tiket itulah yang mengantarkan teteh untuk melunasi janji menemui sosok notaris muda yang manja: Neng Echa Tercinta. 

Perjalanan malam-malam itu sempat membuat teteh gamang. Secara seperti cerita Neng, tak mudah untuk menemukan rumah Neng dengan angkot. Bahkan mustahil jika tengah malam karena angkot pun sudah tak ada yang beroperasi. Syukur banget Neng meminta Aa menjemput Teteh, kalau tidak? Teteh bakalan menunggu pagi di stasiun kereta api. Hiks.

Sepanjang perjalanan malam itu, Aa sempat bertanya kenal kakaknya di mana? Teteh tertawa sambil menjawab ketemu di dunia maya. Untung saja Aa tidak tanya lebih jauh dan mengganti topik perbincangan dengan menunjukkan gedung ini itu yang berjajar di tepi jalan. Yeah, setidaknya kehangatan sambutan Aa membuat keasingan teteh pada kota Cirebon yang terlihat lengang tanpa penghuni (penghuninya udah pindah ke alam mimpi) hilang begitu saja.

Teteeeh...!

Beuh masih kayak mimpi saja ketika teteh turun dari boncengan motor lalu melihat Neng yang baru saja terjaga dari tidur (baca; jelek) tak nyenyak menyambut teteh dan mengajak teteh masuk ke kamar. Dan kita berdua pun kemudian malah menyambung lelap bersama di ranjang Neng. Berapa bilangan tahun kita saling membentang jarak dan berandai-andai untuk ketemu, Neng? Dua hari itu kita seperti dua orang saudara perempuan yang sudah lama tak bersua, kemudian bertemu di satu ruang. Berdua saja. Di tengah serangan kantuk pun kita tetap terjaga, saling bercerita dari a-z kemudian balik ke abcde. Hilang sama sekali semua batas dan keasingan. Hingga tak heran ketika teman-teman Neng mengaku ragu dan tak percaya kalau kita berdua adalah orang-orang asing yang awalnya hanya saling mengenal di dunia maya. Tapi begitulah kenyataan, rasa kasih sayang yang tulus mampu memberangus semua jarak dan ketidak mungkinan serta keterasingan.

Neng sayang, kita berdua punya cerita yang sama meski dalam versi berbeda. Cerita atas luka-luka kenangan dan cinta. Tapi masing-masing dari kita juga punya cara yang berbeda untuk mengatasinya. Cara khas Neng dan cara khas teteh. Maafkan teteh, ya Neng? Kalau teteh yang cenderung diam dan beku selalu membuatmu manyun. Seperti yang Neng bilang sendiri dan mungkin juga pernah teteh akui, teteh memang begitu. Cenderung terkesan chuek bebek dan don't care. Jarang balas pesan kalau sekiranya sedang tidak mood membalas. Apalagi mengirim pesan, malah langka. Gleg! Tapi teteh diam-diam perhatian, perhatian diam-diam. Iya kan? Begitulah. Harap dimaklumi, orang introvert emang sulit dipahami.

Teteh tetap dan masih sayang Neng! Suer. Bukankah dalam diam pun masing-masing dari kita masih bisa saling menguatkan dalam doa? Seperti ketika Neng menyampaikan kabar Aa akan segera menikah mendahului kakak perempuannya. Teteh tidak merespond pesan Neng. Tapi teteh diam-diam berdoa, semoga Neng selalu lapang dada. Atau ketika Neng sedang galau, menceracau tentang luka kenangan, teteh diam. Tapi diam-diam pun juga berdoa, semoga Neng diberi ketabahan dan kekuatan. Dan diam-diam pun sebenarnya teteh merindumu dan ingin memelukmu, Neng....

Oh ya Neng cantik, apa kabar mama? Salam sayang teteh ya buat mama. Sepertinya kita mesti banyak-banyak belajar agar sekuat dan setabah mama. Neng beruntung memiliki perempuan hebat untuk bercermin dan berguru. Seharusnya Neng malu ketika mulai galau dan mengalau lagi. Mama aja sehebat itu, Neng pun semestinya bisa lebih hebat dong. Ayo semangka, Neng!

Konon, melepaskan pun rasa kehilangan adalah puncak romantisme yang dimiliki manusia, Neng. Sudah waktunya kita mengucapkan terima kasih kepada rasa sakit yang telah mengajari kita arti hidup, kepada harapan-harapan yang membuat kita kembali bangun di pagi hari untuk melanjutkan cerita kehidupan. Dan kepada mereka yang tinggal di dalam ingatan, biarlah mereka menjadi bagian dari kenangan. Sebab hidup ini sememangnya juga tentang mengenang dan dikenangkan, Neng.

Eh iya, sudah selesai belum baca buku Muhammad Sang Pewaris Hujan-nya Kang Tasaro? Gimana? Bagus nggak? Teteh sih belum membacanya, entar nunggu kalau udah senggang waktunya saja. Soalnya teteh punya kebiasaan buruk, sekali mulai baca nggak bisa berhenti baca sebelum selesai. Hihihi Oke, deh, cukup di sini dulu ya Neng, suratnya kapan-kapan disambung lagi. Neng boleh balas surat ini loh, soalnya teteh juga ngarep disuratin. Hohoho....

Wassalamualaikum

Tetehmu yang selalu ungu dan awet unyu

@Yullyris

Kamis, 04 Februari 2016

Surat Cinta Teruntuk Pangeran Tatampan

Ranah Peri, 4 February 2016

Menjumpai Pangeran Tatampan Haris Firmansyah aka @harishirawling di Hirawland 

Apa kabarmu hari ini, keponakan kebanggaan bibi? Semoga sehat selalu, banyak rejeki, selalu lucu, dilancarkan ide-idenya yang menarik, dilincahkan jarinya untuk mengetik dan segera bertemu seorang putri yang cantik plus berhati baik. Aamiin Ya Robbal Alamin....

Pangee sayang, ketika tulisan ini terbaca olehmu anggap saja bibi sedang membalas sepucuk surat tanpa perangko yang nyelip di dalam buku Wrecking Eleven bulan lalu. Pangee, meski selembar surat yang pangee kirim itu bagi orang lain mungkin bisa membuat berkerut keningnya dan mendadak terlihat lebih tua, bagi bibi sih tetap menyenangkan. Membuat bibi tertawa bahagia. Bayangkan saja, selembar kertas disobek asal-asalan kemudian diisi barisan kalimat yang seperti dialog drama, apa-apaan coba? Tapi bibi cukup tahu, begitulah cara keponakan bibi mengungkapkan sesuatu. Terima kasih karena telah menjadikan bibi sebagai bagian penting dari lembaran notebook ungu. I love you.

Pangee, ibarat pohon, pangee yang dulu tauge sekarang sudah menjadi pohon pinus yang tinggi. Kok bisa? Iyalah, tauge dijual trus dibelikan pohon pinus. Karenanya bisa jadi Pangee sudah lupa cerita di saat menjadi tauge pada jaman dahulu kala. Tapi sebagai saksi dan bagian dari orang-orang yang menyayangi pangee, bibi masih mengingat semuanya. Bagaimana tauge itu berproses menjadi pohon pinus. Dan bagaimana pangee telah berhasil menjadikan bibi sebagai 'bibi sedunia'.

Pangee..., apakah pangee masih ingat rencana pertemuan pertama kita yang gagal dulu? Saat itu bibi sudah di Indonesia, kita sudah telponan, bibi pun sempat membujuk pangee agar mau ikut acara di Bandung. Tapi Pangee malah meminta bibi datang ke Cilegon dan menginap di rumah. Oke fix, tiket kereta sudah dipesan. Tetapi rencana hanya tinggal rencana, karena sepulang dari Bandung, bibi sakit dan terpaksa menginap beberapa hari di Rumah Sakit Cijantung kemudian langsung pulang ke Jember untuk pengobatan lanjutan. So sad.

Itulah kenapa pertemuan kita di Jakarta tahun lalu, bagi bibi serupa mimpi yang menjadi nyata. Pangee mungkin tak pernah tahu kalau pangee adalah orang pertama dari dunia maya yang ingin bibi temui di dunia nyata. Pangee pasti sudah lupa kalau pernah menulis sebuah kisah tentang pangee yang mendirikan kerajaan untuk dipersembahkan pada bibi peri pada sebuah event menulis yang pangee ikuti. Bibi tahu isi naskah itu karena menjadi salah satu jurinya. Tidak peduli isi naskah itu fiksi atau hanya hoak, saat itu bibi terharu membacanya. Dan berjanji dalam hati untuk menemui Pangee dan membuktikan seperti apa sosok seseorang yang bisa membuat bibi jatuh sayang.

Bibi di mana? Pangee hampir sampai.

Sebaris pesan yang begitu mendebarkan. Saat itu bibi menunggu dengan diliputi perasaan dag dig dug campur aduk. Sibuk mereka seperti apa sosok keponakan kebanggaan yang mengaku pemalu dan pendiam. Jika membaca karyanya yang rame dan selalu bisa membuat pembacanya tertawa, siapa yang percaya pada pengakuan pangee? Tapi bibi percaya kok. Saking percayanya jadi ingin membuktikan sendiri seperti apa sosok seseorang yang bisa mencipta kelucuan-kelucuan dari sudut sepi dirinya.

Pangee sayang, pertama kali melihat pangee bibi langsung membenarkan semua pengakuan pangee termasuk poin tatampan itu. Pfffttt Tetapi ketika seharian bersama dari mendengarkan pangee berbincang dengan yang lain, berjalan bareng ke museum dan naik taxi ke gedung bioskop untuk menemukan kegagalan nonton film Doraemon, bibi bisa menemukan sisi lain ketampanan pangee. Aslinya Pangee itu tampan, tampan dari hatinya. *nyanyi ala cherry bell (eh bener nggak sih nulisnya?)

Pangee, ada banyak hal yang membahagiakan bibi saat pertemuan pertama kita. Ketika pangee tidak pergi duluan dari mushola untuk nyamperin teman-teman yang lain di kantin dan memilih menunggu bibi yang masih berada di dalam mushola lebih lama. Ketika Pangee mengajak bibi sholat ashar (lagi) meski bibi mengaku sudah sengaja menjamaknya. Dan ketika-ketika yang lainnya. Pangee bibi ternyata memang anak baik yang soleh. Proud of you.

Pangee sayang, malam itu saat perpisahan kita di stasiun, bibi benar-benar merasa apalah-apalah. Apalagi ketika diam-diam mendeteksi pangee yang sengaja menyembunyikan rasa kelelahan demi menyenangkan bibi. Maafkan bibi yang kemudian jadi ceriwis meminta pangee minum obat dan menginap di rumah Nayot karena tak ingin pangee melanjutkan perjalanan pulang ke Cilegon tengah malam, apalagi sedang dalam keadaan tidak fit. Bibi takut pangee jatuh sakit.

Pangee sayang, perjalananmu untuk mewujudkan cita-cita mengubah dunia masih jauh dan berliku. Tentunya tak semudah pangee mendirikan Hirawling Kingdom dan menobatkan diri sebagai pangerannya. Tetapi bibi sudah menyaksikan sendiri bagaimana seorang anak sapi bertransformasi menjadi capung cacat kemudian bisa berubah menjadi seorang pangeran di sebuah kerajaan absurd dan saat ini sudah menjadi penulis muda yang keren. Sungguh bukanlah hal mudah. Dan pangee sudah bisa melalui semua itu. Pangee kewl! Pangee yang hebat harus terus bersemangat! Semangat pangee yang dikumpulkan dari sela-sela kelabilan dan kesibukan mencari dan menemukan jati diri adalah inspirasi bagi orang lain. Andai tak ada orang lain yang terinspirasi pun, setidaknya masih ada Andi dan Sadam yang akan meniru contoh kebaikan dari kakaknya. Insyaallah....

Pangee...., bibi sayang dan kangen pangee. Ketemu lagi atau tidak, saling berkomunikasi atau tidak, pangee sudah menjadi bagian dari penghuni ruang doa bibi. Selalu ada doa yang bibi langitkan untukmu, yang tanpa sepengetahuanmu, bersama doa-doa yang lainnya (doa-doa orang-orang yang menyayangimu) selalu menemani perjalananmu. 

Semangka (semangat karena Allah), Pangee!

Bibi Peri yang menyayangimu karena Allah

@Yullyris

Rabu, 03 Februari 2016

Just For The Cool Guide

Bumi Bauhinia, 3 February 2016

Ketemu Adekku, Nanda Bagus

Apa kabarmu dedek jelek? Semoga kabarmu selalu bagus, sebagus namamu. Selalu. Ketika menulis surat cinta ini, kakak sedang teringat hari-hari pelarian kakak di Jogjakarta tahun lalu, Dek. Yang tentunya secara otomatis mengingatkanku padamu yang merupakan bagian dari cerita perjalanan kakak. Cause you are the host and the cool guide for me.

Entah bagaimana sejarahnya kita bisa berkenalan dan berteman di dunia maya. Mungkin karena dulu kita tergabung dalam sebuah grup kepenulisan yang sama, Grup Cendol. Bagaimana ceritanya awal mula kita bisa berkomunikasi via bbm, kakak juga sudah lupa. Yang pasti percakapan kita sebenarnya bisa dihitung jari alias jarang sekali.

Sampai suatu hari kamu menawarkan diri untuk membantu kakak yang mengaku terobsesi mbolang ke Jogjakarta. Tentu saja kakak terima tawaranmu dengan senang hati, meski kabar buruk tentangmu sempat tersiar oleh burung dan sampai kepadaku juga. Tetapi kakakmu ini bukan orang yang mudah percaya pada kabar burung. Walau sempat juga diingatkan oleh beberapa orang agar berhati-hati kepadamu. Sebelum ada bukti, kakak sih tak begitu peduli.

Kakak jam berapa sampai Jogja? Turun di Stasiun Lempuyang saja, dedek jemput di sana.

Sebaris pesanmu membuat kakak cukup tenang menikmati perjalanan dengan kereta api sambil membaca buku. Tak ada kekhawatiran pada apa yang akan ditemui di kota asing yang menjadi tujuan karena sudah ada kamu yang menunggu. Oh ya, apakah kamu tidak merasa aneh saat itu, Dek? Sampai detik menjelang pertemuan pun kita sama sekali tak ada yang memulai percakapan suara melalui jalur seluler. Hanya saling berbalas pesan.

Saking tenangnya kakak sampai tak sadar kalau sudah sampai Stasiun Tugu. Terlewat sudah stasiun di mana kamu menungguku. Tapi kepanikan kakak langsung hilang ketika kamu bilang antara Stasiun Tugu dan Lempuyang tidak berjarak terlalu panjang. Gantian kakak yang harus menunggumu. Kakak memilih menunggu di dalam peron stasiun. Lebih aman. Agar setelah menunaikan kewajiban di mushola, kakak juga bisa berereaksi mata. Melihat bermacam aktivitas orang-orang di ruang tunggu kereta api. Ada orang-orang yang sedang gelisah menunggu, ada yang sedang bersedih karena mesti berangkat meninggalkan kekasih, ada yang sedang bermesraan, ada yang sedang makan, ada juga yang tertidur karena kelelahan. Oh ya, kakak sempat ingin mencoba mesin pijat yang tersedia untuk disewa, tapi urung karena kamu keburu sampai.

"Ya ampun, Nda. Kamu ternyata gedhe banget."

Sungguh sebaris kalimat sapa yang tak sopan, apalagi terucap pada pertemuan pertama. Maafkan kakak ya, Dek? Melihatmu yang tinggi besar, dua kali lipat tinggi dan besarnya kakak, saat itu kakak sempat shock. Ada sedikit kekhawatiran bagaimana kalau benar apa kata burung bahwa Nanda Bagus itu jahat. Apa yang bisa kakak lakukan jika Nda nekat dan hendak berniat mencelakai kakak? Apalah artinya kekuatan kakak yang kecil dibanding kekuatan Nda yang gagah perkasa. Halah! Maafkan kakak yang lebay ya, Nda?

Terbukti kabar burung hanyalah kabar yang asal cuit, Nanda Bagus, dedek jelek yang kukenal adalah seorang anak muda yang polos dan baik hati yang terjebak di tubuh bongsornya. Hingga terkesan jauh lebih tua dari usianya yang sebenarnya masih sangat muda. Sampai hari ini jika ada yang membahas atau tanya tentang sosok Nanda Bagus, kakak dengan bangga berani bilang kalau Nda itu anak muda baik hati dan suka membantu orang lain. Sssssst pertahankan kebaikanmu itu ya, Dek! Biarkan burung bercuit, Nanda tetap so sweet.

Terima kasih banyak karena telah menjadi tuan rumah, pemandu sekaligus sopir ojek yang baik ya, Dek. Karena bantuanmu, hari-hari kakak di Jogja terlewatkan dengan sangat menyenangkan. Taman Sari, Titik Nol, Pantai Parang Tritis dan Malboro di saat gerimis, benar-benar menjadi kolase kenangan yang indah. Entah bagaimana denganmu, Dek? Mungkin pada hari-hari itu sebenarnya diam-diam kamu malah merasa tersiksa oleh kehadiran tiba-tiba seorang kakak perempuan yang ceriwis. Iya, kan? Ngaku saja!

Oh ya, Nda, meski kakak tidak menjadi kakak yang manis karena selalu mengomelimu ini itu saat kita bertemu. Tetapi jujur saja begitulah cara kakak menyayangimu. Ingin kamu menjadi lebih keren dan jadi kebanggaan keluarga serta orang-orang yang mengenalmu. Diam-diam kakak perhatikan kegiatanmu akhir-akhir ini banyak mbolang ke gunung dan wara wiri. Kapan skripsi dan kuliahmu selesai? Mbolang dan wara wiri bagus untuk membentukmu menjadi lelaki mandiri tapi ingat ya Dek, urusan kuliah jangan sampai keteteran. Selekasnya diselesaikan.

Dedek jelek yang bernama bagus, entah kapan kita bisa bertemu lagi. Tapi kalau kita bertemu nanti, entah kamu masih di Jogja atau sudah kembali ke Kudus, Nda harus siap jadi guide lagi. Kita mbolang bareng ke gunung atau ke tempat lain yang kamu rekomendasikan. Oh ya, semoga ketika waktu itu tiba, kemampuanmu untuk memotret sudah lebih mumpuni. Sehingga Nda bisa balas dendam dengan menjadikan kakak obyek poto (modus pingin jadi model hihihi), seperti apa yang pernah kakak lakukan padamu. Mengomel, mengajarimu mencari angel poto dan memaksamu jadi model karena kakak belum cukup puas dengan hasil jepretanmu. Peace ah.

Sudah ya Dedek, suratnya segini aja, nggak perlu dibalas. Tapi kalau mau balas sih boleh juga. Ditunggu malahan, balasannya. Pfffttt. Salam sayang dan ceriwis.

Kakakmu yang jelek tapi lebih unyu darimu.

@Yullyris

Selasa, 02 Februari 2016

SOS Letter

Bumi Bauhinia, 1 Februari 2016

 Menjumpai kawan jauh, T'Chan

 Dear, T'Chan

Saya sudah membaca surat yang kamu kirim ke email. Maaf jaringan inet saya yang lola memang tidak memungkinkan saya untuk 'tanggap'. Jadi kalau surat yang saya tulis dan upload di blog ini sampai kepadamu, tolong respond by asap. Agar saya yakin kalau saya nggak telat kasih 'advice'.

Kiranya menurut apa yang pernah saya baca, memang ada tiga kunci agar sebuah tulisan itu menjadi suatu pandangan personal yang responsif. Pertama dengan cara membaca, kedua merenung (ingat merenung beda dengan melamun!), ketiga observasi/pengamatan. Penunjuk urutan bukan hal penting loh, yang terpenting ketiganya mesti balance. Seimbang gitu.

 Ucup mengutip kata-kata Jeddu untuk saya (dan saya malah mengutip kata-kata Ucup untuk kamu), "Bahwa mengenal diri sendiri menurut apa kata orang lain, berarti kita tengah mengenal diri orang lain, bukan diri kita yang sesungguhnya."

Sekalipun dalam banyak hal kita kadang sama, dalam hal lainnya kita pasti begitu khas. Seperti kekeras kepalaan dan keangkuhan kita berdua yang bisa jadi serupa tapi jelas ada bedanya. Bedanya saya cenderung diam di ujung kemarahan dan kamu pasti meledak plus vokal jika sedang marah. Ccckk parah.

Oh ya, kapan kamu mau ganti hape yang ada wa atau bbm gitu plus bikin akun fb, biar kita bisa berantem? Jangan sok jadoel loe ! Eh? Menjadi khas, unik pun aneh atau apalah-apalah itu memang butuh keberanian, Chan. Berani menjalani jalan yang berbeda itu butuh pengorbanan dan melelahkan. Sebab rekontruksi pribadi kita tak akan pernah mudah untuk diubah begitu saja tanpa usaha dan kekuatan penuh untuk berubah. Camkan point ini berlaku untuk orang-orang macam kamu eh kita (karena saya juga termasuk di dalamnya). Iya saya sadar kalau advice saya berlaku untuk saya sendiri. Hiks.

 So, apapun keputusan dan pilihan kamu seperti yang terlampir di email, saya hanya bisa bilang; jangan lupa memulai langkahmu dengan ucapan bismillah! Semangat, T'Chan! Salam sayang, sampai jumpa pada tempat dan waktu yang telah ditentukan-Nya. ^^

 Kawanmu yang menyayangimu

 @Yullyris

Kepada Lelaki Hebat

Bumi Bauhinia, 2 February 2016 

 Menjumpai lelaki hebat, Om Aiko 

 Assalamu'alaikum 

Om Aiko, kemarin, ketika mengetahui kabar bahwa Om sedang sakit, saya jadi teringat sesuatu yang diam-diam saya simpan di kotak pandora. Sesuatu berupa keinginan yang semestinya tak saya biarkan terurai oleh waktu tanpa keberanian untuk mengakuinya. Maka dari itu, pagi ini saya mengirimkan pesan, menanyakan kabarmu yang sedang terbaring di ruang putih. 

"Sedang dalam perjuangan, Nak, doakan ya." 

Jawaban singkat. Tetapi terbaca serupa mantra yang menghipnotis. Membuat saya menangis. Tangis yang menumbuhkan keberanian untuk mengungkap sebentuk rasa iri yang pernah dan masih saya miliki. Ya, saya diam-diam iri kepada mereka yang bebas memanggil dan mengakui Om Aiko sebagai Ayah. Seperti keirian saya kepada setiap orang yang memiliki ayah dan ibu.

"Saya ayah yang muda dan ganteng kok. Ayo jadi anakku." 

Secuil senyum geli sekaligus haru tak kuasa menyembul di antara gerimis tangis yang tak tertahankan. Om Aiko dalam sakit pun tetap melapangkan dada untuk menyimak curhat dari saya yang sedang berada di titik ke-lebay-an. Sebagai seorang yang tak kecil lagi, saya masih kerap terlempar di titik kerinduan akan sosok ayah dan ibu yang wajahnya pun tak pernah tahu, seperti apa bentuknya.

"Kita tidak bisa memilih saat kita lahir. Banyak cara Allah swt menjadikan umatnya memiliki cerita sendiri. Kita beribu berayah atau bahkan tidak memiliki apa-apa. Katanya kalau kita bisa berdamai dengan masa lalu, maka kita akan berjalan ke masa depan tanpa beban yang kita pikul. Sebab masa lalumu tidak akan membuatmu melangkah lebih ringan. Tapi sebaliknya. Di saat seperti ini kamu hanya butuh air wudhu, sajadah dan berserah diri. Itulah yang disebut istiqomah. Air wudhu akan membuatmu sejuk. Doa-doa akan membuatmu kuat.Tidak ada kesendirian yang sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman." 

Om Aiko, ketika mengeja nasehatmu, saya semakin tergugu. Ada buncah, rasa yang melimpah keluar bersama racun-racun kegamangan. Isak sesak yang begitu melegakan. Saya hanya bisa terdiam, berusaha mencari keyakinan dan berhenti mempertanyakan semua janji-janji Tuhan. Dan seperti tahu apa yang tengah saya pikirkan, Om pun mengirim penggalan cerita yang Om temui dalam perjalanan suci. 

"Suatu ketika, saat haji kemarin saya tanya ustadz pembimbing. Ustadz, banyak sekali doa-doa yang menurutku tidak dikabulkan Allah swt. Sementara Allah berjanji akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Kemanakah doa-doa itu pergi?" 

"Apa jawab Ustadz, Om?" Saya menyela karena tak mendapati tanda-tanda Om Aiko akan menuntaskan ceritanya. 

"Ustadz menjawab, Mas Aiko, sesungguhnya kelak saat kamu di alam kubur ada 3 hal yang akan menemani. Pertama adalah kebaikan yang bisa berwujud malaikat atau teman-teman yang indah. Kedua adalah keburukan yang bisa berwujud kejahatan kubur atau binatang-binatang buas dan satu hal lagi yang jauh lebih besar dan lebih baik dari keduanya. Dan hal ketiga itulah doa-doa kita saat di dunia Allah blm bisa mengabulkan. Itulah kebaikan dan penjaga setia yang akan menemani kita di alam kubur. Jadi ngga usah sedih. Kamu mungkin sudah berdoa banyak hal, tentang ayah ibumu, tentang lain-lainnya, Allah mungkin belum menjawabnya." 

"Mungkin kamu ragu atas nasehat ini, Nak. Tapi apa yang membuat saya yakin? Begini kata Ustadz, Mas Aiko, Ketika Ibrahim meneruskan membangun Kabah ini, dulu ini tanah yang tandus dan gersang yang bahkan binatang pun tidak mau datang ke sini. 1.400 tahun lalu Ibrahin berdoa. "Ya Allah jadikan tempat ini penuh berkah dan dikelilingi oleh umatku dari seluruh penjuru dunia." Apakah Allah mengabulkan doa seorang Nabi yang sangat disayang Allah? Seorang rosul? Tidak! Tetapi setelah Nabi Ibrahim wafat ribuan tahun barulah doa itu dikabulkan. Dan Mekah sekarang jadi pusat kunjungan umat manusia paling besar di dunia. Seorang Nabi, seorang rosul, doanya tidak lantas dikabulkan. Alam kuburnya pasti dipenuhi kebaikan-kebaikan yang tak terhitung. Jadi, kita harus optimis menjadi muslim. Kebahagiaan ada di hati kita. Pupuknya doa-doa, tumbuh kembangnya air wudhu dan sholat 5 waktu. Nah.... Sekarang kamu sudah punya seorang ayah bukan?" 

Alhamdulillah, keharuan begitu memenuhi relung dada. Tak bisa terungkap oleh kata-kata. Terima kasih, Om Aiko yang telah menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai kebaikan di dunia ini. Terima kasih atas semua kelapangan dada untuk menerima saya (dan mereka yang lainnya) menjadi anak-anakmu. Terima kasih untuk semua kedermawananmu dalam berbagi rejeki dan ilmu. 

Tak tahu kapan kita bertemu lagi. Tapi kapanpun itu, semoga kita bertemu dalam kebaikan dan saat itu saya ingin mencium tangamu dengan takjim. Meski mungkin itu tak cukup atau bisa jadi berlebihan untuk sekadar mengungkapkan perasaan hormat dan sayang seorang anak kepada ayahnya. Atau kita foto selfie bareng aja, Om, biar kekinian. 

Om Aiko, lekas sehat dan sehat selalu. Tetaplah menjadi lelaki hebat yang tak pernah menua dan selalu semangat menebar inspirasi dan kebaikan di bumi yang tua ini. 

wassalamualaikum

Anakmu yang ungu unyu

@Yullyris

22 Buku Yang Wajib Dibaca di Tahun 2016

"Bibi, Pipit menantang Bibi untuk merekomendasikan 22 buku yang harus Pipit baca tahun 2016 ini beserta alasan kenapa harus baca buku tersebut. Harus pas 22 judul, tidak boleh kurang atau lebih." 

Begitulah permintaan Mpit, keponakan keren nun jauh di sana, yang membuat saya berpikir dan mencoba untuk merekomendasikan judul buku berdasarkan alasan yang bisa dibilang subyektif. Saya memang kerap memilih atau menyukai buku bukan karena penilaian sastra atau hal njlimet lainnya yang masih jauh dari kuasa saya. Saya malah cenderung menitikberatkan penilaian bacaan pada kedekatan saya terhadap apa yang (pernah) saya baca dan apa pengaruhnya terhadap cara pandang dan pemikiran serta apalah-apalah yang berkaitan dengan kehidupan saya. 

Dan 22 judul buku berikut ini sepertinya patut saya rekomendasikan untuk dibaca Mpit (dan siapapun kamu yang sempat membaca catatan saya ini) agar bisa sedikit membantu untuk menjaga kewarasan di tengah-tengah maraknya isu-isu dan berita dunia (yang katanya) nyata (yang bisa dibaca via daring, teve, media abal-abal dan media-media cetak) yang semakin menggila. Setidaknya saya percaya bahwa bacaan yang bisa menjaga keseimbangan pemikiran agar tidak terlalu 'ngehek' memang sangat dibutuhkan agar bisa mencegah bertambahnya jumlah korban selebtweet dan selebfesbuk yang termasuk golongan tukang fitnah (You Know What I Mean, guys) di sosial media. Pfffttt 

Berikut 22 Judul Buku Yang Bisa Membantumu Menjaga Kesehatan Pikiran 

1. Enigma 

Novel fiksi yang mengisahkan tentang 5 orang sahabat yang ternyata menyimpan rahasia besar masing-masing. Dari kelimanya pembaca bisa menemukan pelajaran penting. Hasha yang seorang penulis idealis akan membuatmu lebih bisa memahami teman-temanmu atau mungkin dirimu sendiri yang pendiam. Betapa orang-orang yang terlihat pendiam memiliki keriuhan di dalam kepala dan dadanya sendiri. Isara seorang perempuan indigo yang akan mengajarimu bagaimana cara berjuang untuk menahlukkan luka kenangan dan menerima diri sendiri apa adanya. Patta, eksekutif muda yang akan mengingatkanmu tentang karma itu ada. Chang seorang lelaki yang mencari kedamaian hati dan jalan ceritanya bisa membuatmu menengok sisi lain dari berita Gafatar dan Lia Eden, tentang orang-orang yang mencari kebenaran dan kebenaran yang ditemukannya ternyata malah tidak bisa diakui orang lain sebagai kebenaran. Goza sosok lelaki pecinta dan pembunuh bayaran yang mengingatkanmu pada sisi lain kebobrokan mental anak-anak muda saat ini yang membuat miris. 

2. Komik Detektif Conan Edogawa (Shinichi Kudo) 

Detektif Conan (tokoh utama komik ini) bisa mengajari banyak hal, diam-diam kamu akan menjadi lebih teliti dan tidak asal menelan mentah berita-berita kriminal yang tersaji. Misalnya saja tentang Kasus Pembunuhan Mirna dengan racun sianida. 

3. Halaman Terakhir



Dengan membaca novelisasi penggalan kehidupan Jenderal Polisi Hoegeng Iman ini setidaknya kamu bisa memandang penegak hukum atau polisi Indonesia dari sisi berbeda, tak mesti selalu sinis dan menghakimi polisi dengan prasangka buruk. Selain itu kamu akan belajar juga dari tokoh wartawan dalam buku ini yang akan mengungkap bagaimana berita yang tercetak di media tidak selalu tentang kebenaran apalagi jika berhubungan dengan kuasa dan uang. Jadi membaca berita apapun jangan sampai menelannya mentah-mentah dan mengimaninya begitu saja. 

4. Melawat Ke Timur 

Di saat maraknya berita dan isu tentang keinginan membuat negeri khilafah oleh sebagaian muslim, aliran Islam apalah-apalah dan adanya perpecahan atas nama agama dan lain sebagainya. Buku catatan perjalanan yang ditulis oleh seorang jurnalis untuk kepentingan media ini akan memberimu pelajaran yang lumayan ngejleb tentang apa itu toleransi antar umat beragama yang sebenarnya. Lengkap dengan contoh kehidupan beragama sehari-hari di Maluku dan Irian Jaya yang notabene oleh prasangka umum dianggap sebagai basis umat non muslim. 

5. Aku Angin Engkaulah Samudera 

Kamu punya sahabat atau teman? Dengan membaca buku ini kamu akan mulai berusaha mengingat-ingat kembali nama-nama orang yang pernah hadir dan apa perannya yang tak terlupakan dalam hidupmu. Selayaknya menemukan kunci dan membuka kotak pandora. Bonus lebihnya kamu akan mendapatkan spirit dan pemahaman lebih tentang apa itu perang, suara batin wartawan, TNI dan orang-orang Aceh beserta luka sejarahnya (GAM dan Tsunami). 

6. Perempuan


Kumpulan cerpen sastra yang penuh potongan informasi baik dari luar negeri pun Indonesia sendiri (dituliskan berdasarkan pengalaman penulisnya yang jurnalis dan sastrawan) ini akan membuatmu lebih memahami tentang seluk beluk perasaan perempuan di berbagai belahan dunia. Belajar mengerti bahwa tak ada seorang pun yang bisa tahu pasti lubuk hati diri sendiri apalagi lubuk hati orang lain. Jadi berhentilah sok tahu tentang orang lain. Loh? 

7. Mengantar Dari Luar


Kumpulan esai rasa cerpen ini akan mengayakan pengetahuanmu dengan berbagai hal, khususnya soal ekonomi, seni dan cerita tentang bagaimana para volunteers salah satu LSM di Jogja yang bekerja bukan hanya memulihkan keadaan di daerah pasca bencana tapi juga melakukan usaha pencegahan di daerah yang diindikasi rawan atau berpotensi bencana. 

8. Orang-orang Bloomington 

Kumpulan cerita ini ditulis pada periode akhir 1970-an oleh penulisnya tapi tetap relevan dibaca tahun ini. Kamu tidak hanya akan diajak menelanjangi pergolakan emosional para tokoh di dalamnya, tetapi juga menyelami berbagai permasalahan humanistik mereka dalam berhubungan dengan lingkungan dan sesama. Membaca buku ini sama dengan membaca jalan pikiran seseorang yang tampaknya biasa-biasa saja, seolah kamu akan menelanjangi pikiran-pikiran yang terkadang terselubung dalam kepalamu sendiri. Pikiran yang seringkali sebenarnya ada, namun sering kamu sangkal dengan menganggap bahwa semuanya baik-baik saja. Sisi aneh dalam diri masing-masing tiap orang yang dicoba untuk ditutup-tutupi dengan wajah bahagia. Begitulah. 

9. Pembunuh Misterius 

Kumpulan cerpen sarat kritik sosial ini mengandung makna tersirat melalui karya tersurat. Memainkan imajinasi untuk membentuk komunikasi antara penulis dan pembacanya. Setidaknya kamu bisa belajar nyinyir secara keren ala SGA. Eh? 

10. Para Priyayi 

Menengok sejarah Indonesia melalui sebuah novel yang secara mikroskopis menyorot kisah keluarga priyayi di Jawa. Cerita yang mengalir tenang akan membuatmu tenggelam dan sejenak masuk ke sebuah ruang yang diciptakan semesta melalui tokoh-tokoh cerita yang mewakili individu (pembaca) yang beraneka namun disatukan dengan ikatan kekeluargaan yang kuat. Buku ini akan membuatmu menyesal di lembar terakhirnya. Kenapa harus usai sih ceritanya? Gitu. 

11. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi 

Melalui cerpen-cerpen di dalam buku ini kamu akan belajar menertawakan kehidupan yang sudah semrwawut dengan adegan-adegan konyol tokoh rekaan Eka. Misalnya, bagaimana sebuah batu ingin membalas dendam karena dipakai seorang lelaki bejat membunuh kekasihnya dan setelah perjalanan panjangnya untuk menunaikan dendam malah menyesal. Atau dalam Membuat Seekor Gajah Bahagia, (cerpen ini mengingatkan kita pada tebak-tebakkan sederhana, bagaimana cara memasukkan gajah ke dalam kulkas? Jawabannya, kulkas dibuka gajah dimasukkan). Gajah ingin masuk kulkas karena kepanasan dan anak-anak polos yang baik hati membantunya. Ironinya karena tidak muat, gajah pundipotong-potong. "Membuatnya senang kupikir hal yang lebih penting daripada apa pun. Percuma hidup jika tidak senang." Membaca karya sastra sering kali membingungkan, memang.Tapi sebagai pembaca yang baik, jika tidak saklek dan memiliki pandangan kaku, kamu akan selalu menemukan sisi lain yang luput kamu rengkuh. 

Sebab membaca karya sastra yang baik sebenarnya ibarat berusaha menghaluskan pinggiran-pinggiran tajam dari ego kamu yang mungkin keterlaluan kakunya. Ya, membaca cerpen-cerpen di buku ini akan membuat keakuan dalam dirimu bisa sedikit melengkung dan luwes sehingga jiwa dan akal sehatmu tidak mudah patah ketika kamu terpaksa dihadapkan pada hal-hal yang sebenarnya hanya sekadar berbeda dan perlu ditanggapi dengan ngotot. Karena seberbeda apapun sesuatu itu sebenarnya tetap bisa berjalan beriringan tanpa harus saling menghancurkan jika tak mengandung ego plus nafsu apalah-apalah itu. 

12. The Innocents Man 

"Aku berharap tidak masuk surga atau neraka. Aku berharap pada saat kematianku, aku dapat tidur, tak pernah bangun dan tak bermimpi buruk. Beristirahat dengan kekal, seperti yang kalian lihat pada batu nisan seseorang, itulah yang kuharapkan. Karena aku tak ingin melalui Penghakiman. Aku tak ingin seorang pun menghakimiku lagi. Aku pernah bertanya pada diri sendiri apa alasan aku dilahirkan, saat aku di penjara terpidana mati, jika aku harus melalui semua itu. Apa alasan kelahiranku? Aku hampir mengutuk ayah dan ibuku -jahat sekali- karena membuat aku lahir di dunia ini. Bila aku harus melakukan semuanya itu lagi, aku tak ingin dilahirkan. ~curahan hati Ron yang dikutip oleh Umbrage, 2003)~ . 

Membaca novel yang diangkat dari kisah nyata Ron, seorang yang dijatuhi vonis hukuman mati atas kesalahan yang tidak pernah diperbuatnya ini akan membuatmu bertambah satu point pemikiran (sepertiku) untuk menolak hukuman mati. Atas dasar kejahatan dan kebenaran apapun tidak semestinya manusia menghilangkan nyawa manusia lainnya. Atas nama hukum dan undang-undang sekalipun. Saya pingin Pak Jokowi baca buku ini. Suer deh. Indonesia sudah waktunya menghapus hukuman mati warisan kolonial. 

13. Pride and Prejudice 

Sesuai judulnya Harga Diri dan Prasangka, kisah dalam novel karya Jane Austen ini merupakan satire yang mentertawakan sikap pura-pura, kemunafikan dan piciknya pemikiran orang-orang di masa-nya (Inggris di abad ke-19) yang bisa jadi masih terjadi di belahan bumi lain dan berkelanjutan hingga sekarang banyak kamu temui. Bagaimana orang-orang kebanyakan lebih memilih berpura-pura, bersikap sok baik di depan dan sibuk kasak-kusuk bergosip di belakang dengan sejuta prasangka demi apa yang dinamakan harga diri daripada bersikap saling menghargai, terbuka dan apa adanya. 

Ada banyak kutipan dan pelajaran untukmu "For what do we live, but to make sport for our neighbors, and laugh at them in our turn?" dan "Vanity and pride are different things, though the words are often used synonymously. A person may be proud without being vain. Pride relates more to our opinion of ourselves, vanity to what we would have others think of us." ‪ Jleb to? Iyalah apalagi kalau kamu beneran juga kayak gitu. 

14. Miss Lebay 1,2,3 & 4 

Kalau kamu sedang butuh releksasi dan berhahahihi. Baca aja buku ini. Teenlit ringan dengan humor segar bisa menjadi media yang tepat untuk mematik tawa atau sedikit tersenyum. 

15. Out of The Truck Box 

Untuk menjadi adil tak cukup hanya dimulai dari pikiran tapi juga bacaan (maaf ya Mbah Pram, bukan saya menentang kalimat warisanmu). Logikanya gimana kamu bisa berpikir bijak jika yang kamu baca doktrinisasi yang membuatmu terpojok di sudut pandang yang itu itu saja? Buku ini yang merupakan catatan pengalaman dan rangkuman sebagian pemikiran dari seorang sopir yang inspiratif, akan sedikit mengajarimu memandang permasalahan yang sedang booming di sosial media dari berbagai sudut yang 'out of the box'. 

16. Buku Diary 

Yah, setelah banyak-banyak baca kamu akan butuh jeda. Jadi baca buku pun boleh semangat tapi tak boleh nafsu. Hasilnya entar malah cuma sekadar buang waktu saja untuk baca buku tapi isi buku numpang lewat doang di depan mata. Nggak pakai mampir di kepala atau masuk inti sarinya. Jadi coba buka diary kamu, baca ulang isinya kemudian ingat-ingat gimana rasa dan pemikiranmu sekarang. Udah baikan belum? Adakah dari bacaanmu yang membantumu move up selangkah lebih maju? Baper boleh tapi bawa juga perasaan positif, jangan yang negatif melulu. 

17. Al Quran (beserta terjemahannya). 

Ya, terkadang untuk membantu diri sendiri dalam menjaga kewarasan diri di dunia yang fana dan penuh kegilaan, kembali kepada kitab suci adalah jalan sejati. Wudhu dulu sebelum baca dan abaikan dogma-dogma yang semrawut di luar dirimu. Hanya ada kamu, ayat-ayat sebagai perantara semesta dan DIA. 

18. Pulang 

Membaca buku ini akan membuatmu menyadari bahwa ketakutan dalam dirimu itu ada bukan untuk menjadi momok tapi justru menjadi penyeimbang dan kontrol atas semua pilihan yang kamu ambil dalam perjalanan hidupmu. 

19. 19 Jurus Mabuk Penulis Suktress 

Membaca buku ini akan membantumu untuk memecahkan kebuntuan yang kamu temui dalam menulis. Kalau pun tidak demi untuk menulis ya apa salahnya mengetahui lebih banyak tentang lika-liku dalam mencipta sebuah tulisan. Misalnya catatan yang kamu baca ini. 

20. Intelegensi Embun Pagi 

Hidup dalam kekepoan memang tidak mudah, kamu butuh jawaban apa dan bagaimana. Jadi kayaknya kamu yang wajib baca buku ini bukan hanya untuk yang udah baca 5 buku episode sebelumnya. Tapi yang kepo endingnya Supernova pun mesti baca. Ada berbagai pelajaran yang akan kamu dapatkan kalau kamu bacanya sebagai seorang pembelajar bukan sekadar pingin wah karena udah baca buku keren. Ah, apalah artinya buku keren jika dibaca secara asal-asalan. 

21. Muhammad Sang Pewaris Hujan 

Adalah kebahagian bagi umat muslim jika bisa menemukan jalan untuk lebih mencintai junjungannya. Dan buku ini salah satu jalan itu. 

22. Buku hasil karya kamu sendiri. 

Belum punya? Yah, ayuklah semangat membaca dan menulis lagi, lagi dan lagi! Kalau belum bisa dibaca tahun ini bisa dihutang eh ditabung dulu agar bisa dibaca pada tahun berikutnya.

HK, 2 February 2016