Laman

Sabtu, 06 Februari 2016

For My Lovely Sweety

Bumi Bauhinia, 6 February 2016

Dear My Lovely Sweety, Pindy Mindy Vindy

Apa kabar Puspus, Kity dan Bona, Sweety? Semoga mereka selalu menjadi kucing dan monyet kesayangan keluarga. Sengaja sih nggak tanya kabar Sweety, kan sudah tahu via WhatsApp.

Sweety Vindy, Mimi minta maaf karena sempat sebel pada keluhan sweety. Kenapa sih badan cungkring mesti jadi masalah yang dikeluhkan pun menggalaukan? Sebagaimana gingsul Si Kentang, badan kecilmu itu juga anugerah loh. Setidaknya sweety bisa makan banyak tanpa takut gemuk. Seperti ketakutan banyak perempuan pada umumnya.

Kalau hanya karena sering dianggap Anak SMP atau Anak SMA oleh orang-orang yang baru ketemu, abaikan saja ih. Anggap aja itu sebagai lelucon. Toh kedewasaan seseorang itu tak cukup dinilai dari bentuk tubuh pun bilangan jumlah usia. Kedewasaan itu tentang pemikiran dan sikap, termasuk cara sweety menanggapi penilaian orang-orang yang mengatakan sweety kayak bocah kecil.

Sweety Vindy yang cantik, sepertinya sweety mimi ini memang kurang piknik. Andai saja Sweety bisa keluar menyapa dunia yang liar atau sedikit mbolang, pasti sweety tidak akan punya waktu untuk menggalaukan hal-hal kecil yang sweety anggap sebagai kekurangan.

Tahukah Sweety, dalam perjalanan mimi pernah bertemu orang buta yang bernyanyi bahagia, orang berkaki satu yang bermain musik dengan merdu. Ada juga orang-orang bisu dan orang-orang tak bertangan yang menikmati perjalanannya berkeliling dunia dengan semangat 45. Mungkin kita perlu sedikit menengok mereka dan belajar mengambil hikmah syukur atas segala nikmat yang sudah kita punya.

Sweety yang keren, terkadang mimi melihat sweety itu seperti hidup di ruang kaca. Seperti Bona begitu, ketika dilepas bebas di hutan, entah dia akan butuh berapa lama untuk bisa berdaptasi dan menjelma dirinya sendiri. Bukan, bukan karena Bona bodoh atau lemah tapi karena dia memang terbiasa hidup dalam kenyamanan di ruang keluarga sweety. Begitupun dengan Sweety. Jadi mimi berdoa dan berharap sejauh apapun Sweety melangkah tak akan pernah keluar dari lingkar ruang kaca itu, sebelum sweety benar-benar siap dan mempersiapkan diri.

Tetapi mimi masih bersyukur juga karena meski tinggal di ruang kaca, ternyata sweety masih memiliki rasa peka yang tak lerai terbuai oleh kemanjaan. Mungkin karena sweety banyak belajar dari buku-buku yang sweety baca atau lingkup kerja yang menuntut kepekaan pada berita-berita. Bisa jadi. Dan itu keren sekali.

Sweety, sebenarnya ada banyak hal yang ingin mimi tumpahkan dalam surat. Tapi mimi ingat kalau Sweety kurang bisa memahami bahasa mimi yang ala puisi dan mimi juga tidak mungkin menulis secara gamblang. Secara surat ini kan dibaca orang lain juga hihihi.

Selamat ya Sweety, rupanya akhir-akhir ini selain terdeteksi semakin pea maksimal, sweety juga semakin bertambah dewasa. Eit, pasti sweety bakalan tanya, "Dewasa gimana, Mi?" Pasti deh. Oke Mimi jawab wes, Sweety lebih dewasa karena sudah bisa mulai berdamai dengan rasa sakit hati dan memanage emosi. Begitulah, saat terjatuh pun tersakiti, selain mengeluh dan merasakan sakit, seseorang juga cenderung belajar dan berusaha untuk kembali berdiri. Dan Sweety sudah bisa melewati masa ujian itu. Keren!

Untuk ke depan, mungkin akan lebih banyak lagi ujian yang mesti Sweety hadapi. Jadi mulai hari ini persiapkan diri, bekali diri dengan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi. Memang tidak lucu dan tak ada yang perlu dipersiapkan untuk terjatuh, siapa juga yang mau jatuh? Tapi setidaknya ketika benar-benar terjatuh, Sweety mesti siap untuk kembali berdiri. Berdamai dengan rasa sakit dan kenyataan.

Oh iya, Sweety mimi yang keibuan, mimi diam-diam sedang menabung kangen untuk sweety loh. Kangen yang entah kapan bisa ditunaikan. Tapi yang pasti saat itu tiba, mimi ingin memeluk erat sweety dan mencubit pipi mbem itu. Eh? Oke deh, sudah dulu suratnya. Lain kali disambung lagi. Jangan lupa bahagia ya, Miss Endelia!

Peluk cium dari jauh sepenuh cinta.

Mimi Peri Ungu

@Yullyris

2 komentar:

  1. Aduh, aku gak nangis atau berkaca-kaca. Aku justru ketawa mi... iyaaa ketawa! Hahahaa.... Itu ketika aku baca aku menjadi semakin dewasa.

    Dan ketika aku tertawa, aku merasa mbuh. Alias, merasa pea.

    Mimi ini ya, selalu aja bikin aku kagum karena mimi penuh dengan misteri. Kadang aku gatau apa yg ada di benak mimi.
    Iya mi, aku juga menabung rindu. Bahkan saking liarnya mimi kerap hadir di mimpi.

    Kita satu kota kelahiran yang sama. Kita tuntaskan bersama. ;) Love you so much mimi!

    BalasHapus
  2. Sweet sekali suratnya, Bi. 😍

    BalasHapus