Laman

Sabtu, 13 Februari 2016

How Indonesian Maid As Murder, Suicide and Arson?

Kemarin (12/2), sejak sore hingga jam 11 malam, beberapa kali saya dengar hape bobo berdering. Padahal biasanya hape itu sepi meski bobo selalu memperlakukan benda mungil bermerk nokia itu seperti ajimat sakti. Kemana-mana tak boleh lepas dari badannya. Bahkan ketika ke kamar mandi dan berkelana ke alam mimpi. Hape itu tetap dalam posisi dikalungkan di lehernya. Diam-diam saya memasang telinga untuk mendengarkan percakapan bobo dan orang-orang yang meneleponnya.

Dari hasil 'nguping' saya tahu telpon itu ada kaitannya dengan beberapa headline koran dan breaking news di teve tentang klarifikasi ulang pihak kepolisian Hong Kong atas kasus kematian wanita tua dan pembantunya yang menurut hasil penyelidikan dan pernyataan juru bicara kepolisian sudah berkembang sebagai kasus pembunuhan, bunuh diri dan pembakaran rumah secara sengaja.

Dikarenakan naluri Conan atau bisa jadi efek kebanyakan baca buku dan nonton teve, saya meneliti ulang berita-berita sehubungan kasus ini. Pada awalnya lembaga penegak hukum menyatakan tak ada hal yang mencurigakan ketika mereka olah TKP di mana telah ditemukan mayat dua perempuan (seorang nenek usia 96th dan pembantunya 36th) di sebuah ruangan yang sama di lantai dasar sebuah rumah pedesaan, Tse Uk Tsuen (30/1). Bahkan sebuah media HK sempat menyebutkan bahwa Polisi juga menyampaikan kalau pihaknya tak menemukan hal yang patut dicurigai di akun facebook A.

Oh ya, sebelumnya saya pernah juga menyimak wawancara dalam berita di teve tentang kesaksian anak majikan dan para tetangga yang mengatakan bahwa hubungan antara pembantu dan majikan (dua perempuan yang meninggal) sangat baik, secara sudah enam tahun juga mereka berdua tinggal bersama.


 "Pembantu itu (Alm. Ayumi) memperlakukan nenek yang dijaganya sebagai ibu kandungnya sendiri," komentar seorang kerabat majikan yang saya baca di sebuah koran berbahasa Cina. 

 Dari hasil olah TKP dan otopsi disebutkan ada luka bakar yang ditemukan di bagian bawah tubuh nenek dan di lengan kanan serta kaki kiri pembantunya. Polisi yang awalnya menduga kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik mulai mengembangkan penyelidikan karena menemukan bahwa beberapa peralatan yang menggunakan listrik masih berfungsi penuh. Jejak api kebakaran juga diidentifikasi ada di berbagai bagian ruangan, termasuk kasur, bantal dan tempat tidur nenek (yang terbaring dalam keadaan terikat) karena menderita stroke sejak lama. 

Sebenarnya bukan hanya karena sebagai sesama BMI atau sesama orang Indonesia yang ingin membela sesamanya ketika saya sedikit mempertanyakan perkembangan kasus yang terjadi. Dalam berita polisi menarik kesimpulan dan membuat reklarifikasi karena adanya kesaksian teman almarhum A yang mengatakan bahwa almarhum terlibat masalah hutang sebesar HKD 70.000 dan sedang patah hati karena putus dengan pacarnya yang berkebangsaan Pakistan. Polisi lalu membuat dugaan bahwa kasus hutang piutang dan patah hati yang memicu A berbuat nekad. 

Oke, saya tidak akan serta merta menolak atau menyangkal. Kemungkinan tersebut memang ada dan bisa saja terjadi. Bunuh diri karena depresi patah hati, bisa jadi, tapi nggak ada indikasi kuat usaha membunuh kan? Ada kemungkinan majikan ikut terbunuh tanpa kesengajaan misalnya. Biar bagaimapun kepolisian HK semestinya tidak terburu-buru membuat pernyataan yang kemudian menjadi headline dan konsumsi umum yang secara tidak langsung pasti berimbas pada kepentingan politik untuk semakin menekan kehidupan PRTA di Hong Kong. Padahal kasus ini sendiri oleh Polisi dinyatakan juga sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh skuad tindak kejahatan bagian Yuen Long. 

Tuduhan bunuh diri mungkin akan banyak mengecam komentar 'tindakan bodoh', tetapi tuduhan membunuh bisa membuat 'efek luar biasa' yang ujungnya hanya bisa dianalisa oleh yang memahami seluk beluk perpolitikan dunia perburuhan, kepentingan pemerintah dan para majikan. Sederhananya begini sih analisanya, jika kasus ini bisa menjadi headline sebelum jelas dan penyelidikan sukses, lalu mengapa kasus kematian BMI yang misterius di Cina tidak menjadi berita juga? Saya dan beberapa teman sih sudah bisa meraba mengapa, lalu bagaimana dengan kamu? 

 Hong Kong, 13 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar