Laman

Rabu, 03 Februari 2016

Just For The Cool Guide

Bumi Bauhinia, 3 February 2016

Ketemu Adekku, Nanda Bagus

Apa kabarmu dedek jelek? Semoga kabarmu selalu bagus, sebagus namamu. Selalu. Ketika menulis surat cinta ini, kakak sedang teringat hari-hari pelarian kakak di Jogjakarta tahun lalu, Dek. Yang tentunya secara otomatis mengingatkanku padamu yang merupakan bagian dari cerita perjalanan kakak. Cause you are the host and the cool guide for me.

Entah bagaimana sejarahnya kita bisa berkenalan dan berteman di dunia maya. Mungkin karena dulu kita tergabung dalam sebuah grup kepenulisan yang sama, Grup Cendol. Bagaimana ceritanya awal mula kita bisa berkomunikasi via bbm, kakak juga sudah lupa. Yang pasti percakapan kita sebenarnya bisa dihitung jari alias jarang sekali.

Sampai suatu hari kamu menawarkan diri untuk membantu kakak yang mengaku terobsesi mbolang ke Jogjakarta. Tentu saja kakak terima tawaranmu dengan senang hati, meski kabar buruk tentangmu sempat tersiar oleh burung dan sampai kepadaku juga. Tetapi kakakmu ini bukan orang yang mudah percaya pada kabar burung. Walau sempat juga diingatkan oleh beberapa orang agar berhati-hati kepadamu. Sebelum ada bukti, kakak sih tak begitu peduli.

Kakak jam berapa sampai Jogja? Turun di Stasiun Lempuyang saja, dedek jemput di sana.

Sebaris pesanmu membuat kakak cukup tenang menikmati perjalanan dengan kereta api sambil membaca buku. Tak ada kekhawatiran pada apa yang akan ditemui di kota asing yang menjadi tujuan karena sudah ada kamu yang menunggu. Oh ya, apakah kamu tidak merasa aneh saat itu, Dek? Sampai detik menjelang pertemuan pun kita sama sekali tak ada yang memulai percakapan suara melalui jalur seluler. Hanya saling berbalas pesan.

Saking tenangnya kakak sampai tak sadar kalau sudah sampai Stasiun Tugu. Terlewat sudah stasiun di mana kamu menungguku. Tapi kepanikan kakak langsung hilang ketika kamu bilang antara Stasiun Tugu dan Lempuyang tidak berjarak terlalu panjang. Gantian kakak yang harus menunggumu. Kakak memilih menunggu di dalam peron stasiun. Lebih aman. Agar setelah menunaikan kewajiban di mushola, kakak juga bisa berereaksi mata. Melihat bermacam aktivitas orang-orang di ruang tunggu kereta api. Ada orang-orang yang sedang gelisah menunggu, ada yang sedang bersedih karena mesti berangkat meninggalkan kekasih, ada yang sedang bermesraan, ada yang sedang makan, ada juga yang tertidur karena kelelahan. Oh ya, kakak sempat ingin mencoba mesin pijat yang tersedia untuk disewa, tapi urung karena kamu keburu sampai.

"Ya ampun, Nda. Kamu ternyata gedhe banget."

Sungguh sebaris kalimat sapa yang tak sopan, apalagi terucap pada pertemuan pertama. Maafkan kakak ya, Dek? Melihatmu yang tinggi besar, dua kali lipat tinggi dan besarnya kakak, saat itu kakak sempat shock. Ada sedikit kekhawatiran bagaimana kalau benar apa kata burung bahwa Nanda Bagus itu jahat. Apa yang bisa kakak lakukan jika Nda nekat dan hendak berniat mencelakai kakak? Apalah artinya kekuatan kakak yang kecil dibanding kekuatan Nda yang gagah perkasa. Halah! Maafkan kakak yang lebay ya, Nda?

Terbukti kabar burung hanyalah kabar yang asal cuit, Nanda Bagus, dedek jelek yang kukenal adalah seorang anak muda yang polos dan baik hati yang terjebak di tubuh bongsornya. Hingga terkesan jauh lebih tua dari usianya yang sebenarnya masih sangat muda. Sampai hari ini jika ada yang membahas atau tanya tentang sosok Nanda Bagus, kakak dengan bangga berani bilang kalau Nda itu anak muda baik hati dan suka membantu orang lain. Sssssst pertahankan kebaikanmu itu ya, Dek! Biarkan burung bercuit, Nanda tetap so sweet.

Terima kasih banyak karena telah menjadi tuan rumah, pemandu sekaligus sopir ojek yang baik ya, Dek. Karena bantuanmu, hari-hari kakak di Jogja terlewatkan dengan sangat menyenangkan. Taman Sari, Titik Nol, Pantai Parang Tritis dan Malboro di saat gerimis, benar-benar menjadi kolase kenangan yang indah. Entah bagaimana denganmu, Dek? Mungkin pada hari-hari itu sebenarnya diam-diam kamu malah merasa tersiksa oleh kehadiran tiba-tiba seorang kakak perempuan yang ceriwis. Iya, kan? Ngaku saja!

Oh ya, Nda, meski kakak tidak menjadi kakak yang manis karena selalu mengomelimu ini itu saat kita bertemu. Tetapi jujur saja begitulah cara kakak menyayangimu. Ingin kamu menjadi lebih keren dan jadi kebanggaan keluarga serta orang-orang yang mengenalmu. Diam-diam kakak perhatikan kegiatanmu akhir-akhir ini banyak mbolang ke gunung dan wara wiri. Kapan skripsi dan kuliahmu selesai? Mbolang dan wara wiri bagus untuk membentukmu menjadi lelaki mandiri tapi ingat ya Dek, urusan kuliah jangan sampai keteteran. Selekasnya diselesaikan.

Dedek jelek yang bernama bagus, entah kapan kita bisa bertemu lagi. Tapi kalau kita bertemu nanti, entah kamu masih di Jogja atau sudah kembali ke Kudus, Nda harus siap jadi guide lagi. Kita mbolang bareng ke gunung atau ke tempat lain yang kamu rekomendasikan. Oh ya, semoga ketika waktu itu tiba, kemampuanmu untuk memotret sudah lebih mumpuni. Sehingga Nda bisa balas dendam dengan menjadikan kakak obyek poto (modus pingin jadi model hihihi), seperti apa yang pernah kakak lakukan padamu. Mengomel, mengajarimu mencari angel poto dan memaksamu jadi model karena kakak belum cukup puas dengan hasil jepretanmu. Peace ah.

Sudah ya Dedek, suratnya segini aja, nggak perlu dibalas. Tapi kalau mau balas sih boleh juga. Ditunggu malahan, balasannya. Pfffttt. Salam sayang dan ceriwis.

Kakakmu yang jelek tapi lebih unyu darimu.

@Yullyris

6 komentar: