Laman

Senin, 15 Februari 2016

Pesona Lautan Mawar Cinta di Hong Hong


Setangkai Mawar Cahaya

Hari masih pagi ketika sebuah pesan dari teman membuat kantuk saya pergi. Fish, teman baik saya yang memang kerap memberi informasi terkini kepada saya tersebut mengirim sebuah tautan berita tentang pembukaan pameran bunga mawar bercahaya di area salah satu taman kota di Hong Kong.


Saya sarankan kamu dan teman-temanmu pergi ke sana, Yuli. Jangan lupa ambil poto yang keren ya! Selamat merayakan hari kasih sayang.

Lanskap Lautan Mawar dan Ribuan Pengunjung


Setelah membalas pesan dan berjanji untuk pergi ke Tamar Park, Admiralty, saya melanjutkan kegiatan berburu Sakura di Asia New Collage. Baru sorenya ketika berkumpul dengan teman-teman di acara One Billion Rising saya menunjukkan tautan berita dan mengajak mereka untuk pergi bersama.

susunan bunga yang dinamis


Sesuai petunjuk yang kami miliki, dari Causeway Bay kami naik mtr ke Admiralty kemudian keluar di pintu Exit A, belok ke arah kiri dan berjalan kurang lebih 5 menit, menyeberang jembatan menuju ke arah taman yang berada di area gedung pusat pemerintahan Hong Kong. Taman yang kami cari mudah ditemukan tapi kami mesti berjuang, berdesakan (baca: uyel-uyelan dan empet-empetan) di antara ribuan pengunjung yang lain agar bisa melihat dan memotret mawar bercahaya dari dekat. Yang membuat saya dan teman-teman sepakat jika harus terpisah tanpa sengaja, masing-masing tidak perlu saling mencari dan bisa langsung pergi jika sudah selesai menikmati pemandangan yang langka ini.

Tamar Park , Admiralty


'Light Rose Garden' atau Kebun Mawar LED yang lampunya akan dinyalakan tepat setiap jam 6 sore itu direncanakan berlangsung hanya pada 14-22 Februari 2016. Menurut penuturan pihak panitia penyelenggara yang saya baca di beberapa media, konsep pameran yang mereka selenggarakan sengaja menggabungkan dua hal yang mewakili dua budaya yang berbeda. Yakni budaya Hari Valentine dari barat (baca: Eropa) dan Festival Lentera dari timur (baca: Asia). Sedangkan untuk pemilihan tempat, sengaja dipilih Taman Tamar yang bersebelahan dengan wilayah Central agar lautan mawar bisa nampak berlatar belakang Victoria Harbour dan menara beberapa gedung pencakar langit yang merupakan 'spirit' Hong Kong.

Kumpulan Cahaya Cinta


Konon di tempat asalnya, Light Rose Garden sejak ditampilkan di wilayah Dongdaemun Desain Plaza (DDP) di Seoul, Korea Selatan, sudah banyak menarik pengunjung baik warga setempat pun wisatawan lokal dan asing. Karenanya tim kreatif, PANCOM, yang membidani kelahiran kreasi modern yang spektakuler ini memutuskan untuk membiarkan 'lautan mawar bercahaya' mekar dan menjadi anugerah keindahan bagi seluruh dunia. Mereka kemudian mengorganisir tur keliling dunia untuk pertama kali dan memilih Hong Kong sebagai tujuan dan tempat pameran pertamanya, sebelum kemudian melanjutkan tur ke beberapa negara di Asia juga Eropa. Keinginan PANCOM disambut baik dan menghasilkan kerjasama dengan Fair Trade Hong Kong Foundation (FTHK), kurator AllRightsReserved, Sponsor GP Batteries, Tourism Board, Leisure and Culture Departement dan PMQ untuk merancang dan menanam lautan mawar yang romantis dan spektakuler, di salah satu landmark paling simbolis Hong Kong.

Lautan Mawar


Jangka waktu tim PANCOM dalam mempersiapkan 25.000 mawar yang tiap kelopaknya terdiri dari susunan 7 lapis bahan kedap air dan lampu LED tersebut kurang lebih sekitar 6 bulanan. Hingga bisa terwujud pertunjukan seni instalasi visual melalui cara yang tidak konvensional dan mengutamakan teknologi proyeksi cahaya. Warna lampu sengaja dipilih warna putih agar bisa mewakili warna cinta yang memiliki sifat murni dan polos.

Hal yang menurut saya paling menarik dari pameran puluhan ribu lampu berbentuk bunga mawar ini selain berlatar lanskap yang keren juga susunan lampu yang sengaja dibuat dengan ketinggian yang berbeda antara 70 cm dan 80 cm agar memiliki efek visual dinamis dan menjadi simbol rangkaian berbagai cerita cinta milik semua manusia yang tentunya berbeda-beda antara satu dan yang lainnya.

Lambang Cinta Sejati


Ketika saya membagikan poto yang berhasil saya dapatkan, ada teman saya yang bilang poto malam terlihat lebih bagus dari poto siang hari (sebelum hari menjadi gelap). Saya jadi ingat penuturan pihak penyelenggara kepada media bahwa Lautan Mawar Cinta tetap bisa dinikmati baik siang maupun malam hari. Dua versi pemandangan yang disajikan seperti berbeda itu akan terlihat sama-sama memukau jika bisa memahami kedalaman maknanya. Pada siang hari, bunga mawar yang terlihat pucat dan lebih dominan warna putih bisa menyimbolkan pancaran cinta yang lembut dan suci (cinta putih). Sedangkan pada malam hari, ketika sekitar telah berubah lebih gelap, mawar menjadi hamparan titik-titik cahaya yang menyerupai bintang bersinar di langit sebagai lambang cahaya pun binar cinta yang bisa menerangi kehidupan baik para pecinta pun orang-orang yang dicintai. Dalam banget dan so sweet kan? Uhuk!

A Couple Selfier


Lautan mawar cinta memang bisa menjadi tempat selfie yang sangat indah dan istimewa bagi yang bisa datang bersama pasangannya pun orang-orang terdekatnya tapi bakalan jadi tempat 'nyesek' jika jomblo atau seseorang datang dan hanya menikmatinya dalam kesendirian. Karena kalau tidak hanya menjadi sekadar hamparan lanskap bunga mawar biasa tanpa daun, lautan mawar cinta itu justru bisa menjadi perayaan kenangan akan orang-orang tercintanya pun cinta yang sedang dicari dan belum ditemukannya. Seperti yang terjadi pada saya misalnya, yang datang bersama teman-teman tapi kemudian malah terpisah dan tidak bisa saling menemukan. Hiks hiks hiks.... Eh? Saya kok jadi lebay ya? Ampuni Hayati, Bang. Pfffttt.... 


Hong Kong, 14-15 Februari 2016


NB:

Catatan untuk teman-teman BMI yang ingin menikmati fenomena lautan mawar putih ini selain jangan lupa bawa tongkat selfie, juga mesti hati-hati (apalagi jika pengunjung sedang penuh) jangan sampai mendorong pun terdorong pengunjung lain atau melanggar garis pembatas yang sudah dipasang oleh penjaga taman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar