Laman

Kamis, 04 Februari 2016

Surat Cinta Teruntuk Pangeran Tatampan

Ranah Peri, 4 February 2016

Menjumpai Pangeran Tatampan Haris Firmansyah aka @harishirawling di Hirawland 

Apa kabarmu hari ini, keponakan kebanggaan bibi? Semoga sehat selalu, banyak rejeki, selalu lucu, dilancarkan ide-idenya yang menarik, dilincahkan jarinya untuk mengetik dan segera bertemu seorang putri yang cantik plus berhati baik. Aamiin Ya Robbal Alamin....

Pangee sayang, ketika tulisan ini terbaca olehmu anggap saja bibi sedang membalas sepucuk surat tanpa perangko yang nyelip di dalam buku Wrecking Eleven bulan lalu. Pangee, meski selembar surat yang pangee kirim itu bagi orang lain mungkin bisa membuat berkerut keningnya dan mendadak terlihat lebih tua, bagi bibi sih tetap menyenangkan. Membuat bibi tertawa bahagia. Bayangkan saja, selembar kertas disobek asal-asalan kemudian diisi barisan kalimat yang seperti dialog drama, apa-apaan coba? Tapi bibi cukup tahu, begitulah cara keponakan bibi mengungkapkan sesuatu. Terima kasih karena telah menjadikan bibi sebagai bagian penting dari lembaran notebook ungu. I love you.

Pangee, ibarat pohon, pangee yang dulu tauge sekarang sudah menjadi pohon pinus yang tinggi. Kok bisa? Iyalah, tauge dijual trus dibelikan pohon pinus. Karenanya bisa jadi Pangee sudah lupa cerita di saat menjadi tauge pada jaman dahulu kala. Tapi sebagai saksi dan bagian dari orang-orang yang menyayangi pangee, bibi masih mengingat semuanya. Bagaimana tauge itu berproses menjadi pohon pinus. Dan bagaimana pangee telah berhasil menjadikan bibi sebagai 'bibi sedunia'.

Pangee..., apakah pangee masih ingat rencana pertemuan pertama kita yang gagal dulu? Saat itu bibi sudah di Indonesia, kita sudah telponan, bibi pun sempat membujuk pangee agar mau ikut acara di Bandung. Tapi Pangee malah meminta bibi datang ke Cilegon dan menginap di rumah. Oke fix, tiket kereta sudah dipesan. Tetapi rencana hanya tinggal rencana, karena sepulang dari Bandung, bibi sakit dan terpaksa menginap beberapa hari di Rumah Sakit Cijantung kemudian langsung pulang ke Jember untuk pengobatan lanjutan. So sad.

Itulah kenapa pertemuan kita di Jakarta tahun lalu, bagi bibi serupa mimpi yang menjadi nyata. Pangee mungkin tak pernah tahu kalau pangee adalah orang pertama dari dunia maya yang ingin bibi temui di dunia nyata. Pangee pasti sudah lupa kalau pernah menulis sebuah kisah tentang pangee yang mendirikan kerajaan untuk dipersembahkan pada bibi peri pada sebuah event menulis yang pangee ikuti. Bibi tahu isi naskah itu karena menjadi salah satu jurinya. Tidak peduli isi naskah itu fiksi atau hanya hoak, saat itu bibi terharu membacanya. Dan berjanji dalam hati untuk menemui Pangee dan membuktikan seperti apa sosok seseorang yang bisa membuat bibi jatuh sayang.

Bibi di mana? Pangee hampir sampai.

Sebaris pesan yang begitu mendebarkan. Saat itu bibi menunggu dengan diliputi perasaan dag dig dug campur aduk. Sibuk mereka seperti apa sosok keponakan kebanggaan yang mengaku pemalu dan pendiam. Jika membaca karyanya yang rame dan selalu bisa membuat pembacanya tertawa, siapa yang percaya pada pengakuan pangee? Tapi bibi percaya kok. Saking percayanya jadi ingin membuktikan sendiri seperti apa sosok seseorang yang bisa mencipta kelucuan-kelucuan dari sudut sepi dirinya.

Pangee sayang, pertama kali melihat pangee bibi langsung membenarkan semua pengakuan pangee termasuk poin tatampan itu. Pfffttt Tetapi ketika seharian bersama dari mendengarkan pangee berbincang dengan yang lain, berjalan bareng ke museum dan naik taxi ke gedung bioskop untuk menemukan kegagalan nonton film Doraemon, bibi bisa menemukan sisi lain ketampanan pangee. Aslinya Pangee itu tampan, tampan dari hatinya. *nyanyi ala cherry bell (eh bener nggak sih nulisnya?)

Pangee, ada banyak hal yang membahagiakan bibi saat pertemuan pertama kita. Ketika pangee tidak pergi duluan dari mushola untuk nyamperin teman-teman yang lain di kantin dan memilih menunggu bibi yang masih berada di dalam mushola lebih lama. Ketika Pangee mengajak bibi sholat ashar (lagi) meski bibi mengaku sudah sengaja menjamaknya. Dan ketika-ketika yang lainnya. Pangee bibi ternyata memang anak baik yang soleh. Proud of you.

Pangee sayang, malam itu saat perpisahan kita di stasiun, bibi benar-benar merasa apalah-apalah. Apalagi ketika diam-diam mendeteksi pangee yang sengaja menyembunyikan rasa kelelahan demi menyenangkan bibi. Maafkan bibi yang kemudian jadi ceriwis meminta pangee minum obat dan menginap di rumah Nayot karena tak ingin pangee melanjutkan perjalanan pulang ke Cilegon tengah malam, apalagi sedang dalam keadaan tidak fit. Bibi takut pangee jatuh sakit.

Pangee sayang, perjalananmu untuk mewujudkan cita-cita mengubah dunia masih jauh dan berliku. Tentunya tak semudah pangee mendirikan Hirawling Kingdom dan menobatkan diri sebagai pangerannya. Tetapi bibi sudah menyaksikan sendiri bagaimana seorang anak sapi bertransformasi menjadi capung cacat kemudian bisa berubah menjadi seorang pangeran di sebuah kerajaan absurd dan saat ini sudah menjadi penulis muda yang keren. Sungguh bukanlah hal mudah. Dan pangee sudah bisa melalui semua itu. Pangee kewl! Pangee yang hebat harus terus bersemangat! Semangat pangee yang dikumpulkan dari sela-sela kelabilan dan kesibukan mencari dan menemukan jati diri adalah inspirasi bagi orang lain. Andai tak ada orang lain yang terinspirasi pun, setidaknya masih ada Andi dan Sadam yang akan meniru contoh kebaikan dari kakaknya. Insyaallah....

Pangee...., bibi sayang dan kangen pangee. Ketemu lagi atau tidak, saling berkomunikasi atau tidak, pangee sudah menjadi bagian dari penghuni ruang doa bibi. Selalu ada doa yang bibi langitkan untukmu, yang tanpa sepengetahuanmu, bersama doa-doa yang lainnya (doa-doa orang-orang yang menyayangimu) selalu menemani perjalananmu. 

Semangka (semangat karena Allah), Pangee!

Bibi Peri yang menyayangimu karena Allah

@Yullyris

4 komentar:

  1. Siapa nih yang motong bawang di sini? Hahaha. So deep. Seandainya, saya ikut ke Bandung, nanti ada yang nggak ikut, Bi. Jadi ya itulah hikmahnya. :D

    Saling mendoakan adalah ikatan cinta yang paling tulus. :)

    BalasHapus
  2. pange itu pangeran ya? kok tak tampan si? kan tampan? :/

    ika, lagi bingung kenapa linknya suka gak bisa diklik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Pangee itu Pangeran. Panggilan sayang kami kepada Haris Firmansyah

      Kenapa kok gak bisa diklik? Aduh saya jadi ikutan bingung nih

      Hapus