Laman

Sabtu, 13 Agustus 2016

'One & Good Day' , Titik Tiga di Tahun ke-Tujuh


Tak terasa tujuh tahun sudah Akang Maher menemani hari-hari saya dan menjaga ketidakwarasan saya dengan suaranya. Meski saya sempat berganti hape beberapa kali, ternyata lagu-lagu dari album “Thank You Allah” dan “Forgive Me” tetap menjadi prioritas playlist pengusir galau, selalu berdampingan mesra dengan folder suara  Kang Duta. Dan kini, setelah jeda yang cukup panjang, sekira 4 tahunan, akhirnya folder musik saya bisa bertambah 15 lagu dari album “One“.

Tentang lagu-lagu Akang di album 'One' bagi saya sudah istimewa sejak dari cara mendapatkannya. Secara saya mendapatkan lagu yang sekarang menjadi 'teman dalam kesunyian' tersebut dengan cara nodong. Saya meminta kiriman lagu-lagunya Akang sebagai sebentuk kado ultah dari Eff, teman saya. Awalnya saya sempat ragu kalau teman saya yang 'istimewa' itu mau repot-repot download musik yang bukan dia banget. Tapi syukur  ternyata ia benar-benar mengirimkannya. Membuat saya sempat merasa terharu dan bahagia. Thanks ya, Eff....

Sesuatu itu ketika saya masih bersetia mendengarkan suara Akang dan ternyata si Akang juga masih setia mengusung pop religi, jenis lagu yang saya sukai. Dalam album ketiga ini saya bisa langsung mengenali kesetiaan si Akang dari judul albumnya: 'One', sebab kemungkinan yang dimaksudkan sebagai 'Satu' di sini adalah Tuhan. Iya kan, Kang? Iyain aja wes.

Ketika menonton acara Hitam Putih yang menghadirkan Akang Maher, Abang Dedi menyebutkan fans MZ kebanyakan terpesona pada sosok tampannya, sebagai sosok bule yang Islami, saya sih nggak terima. Secara saya tertarik pada Akang bukan fokus pada fisiknya doang. Andai pun ada orang ndeso dan nggak ganteng kalau orang itu bisa sekeren Akang, saya siap mengidolakannya. Eh? Saya ngefans kepada Akang itu lebih kepada bagaimana caranya ia bisa mengemas dakwah, motivasi dan curhat ke dalam sebentuk lagu pop yang Islami agar bisa terdengar sedap dan enak dinikmati. Yah, saya paham kalau membuat lagu yang catchy dan easy listening itu bukan hal mudah loh. Pokoknya Akang Maher mah tahu bagaimana cara agar kalimat puji-pujian kepada Tuhan tak terdengar membosankan dan menye-menye lebay. Atau mungkin penilaian saya memang subyektif karena jujur saja saya lebih mengerti arti kata-kata dalam Bahasa Inggris dibandingkan kata-kata dalam Bahasa Arab meskipun sudah saya dengar dan ucap dengan akrab.

Sebagai orang yang kadang melow dramatis, saya terpesona banget dengan lagu-lagu balada si Akang. 'Let It Go' dan 'Peace Be Upon You' misalnya, dua lagu balada akustik bergaya pop-folk dalam album ketiganya ini bagi saya terasa sangat menyentuh hati karena terdengar dinyanyikan dengan sepenuh perasaan. Jleb! Menembus banget ke dada saya. Tapi untungnya kemeloan saya langsung bisa dipulihkan dengan lagu bertempo lebih cepat dan ceria, 'True Love' dan 'Good Day', yang mengajak saya diam-diam tersenyum mengangguk-anggukkan kepala.

Dibandingkan dua album sebelumnya, menurut saya 'One' memiliki keunikan tambahan. Yakni pada keberhasilan si Akang mengkomposisikan lagu-lagu beraroma lokalitas atau berbau etnik. Tanpa menonton video klip-nya, ‘The Power’ yang bernuansa etnik Afrika sudah terdengar begitu 'kental dan megah', beraroma padang sabana. Apalagi masih ditambah kehadiran suara Amakhono yang memberi kesan magis, tua, jauh dan tak terjangkau. Kontras sekali dengan lagu ‘Medina’ yang  berirama gambus tapi terdengar lebih kekinian dan remaja banget. Kompilasi lagu yang unik dalam satu album.

Kemunculan 'One' benar-benar seperti hujan di tengah kemarau panjang yang sanggup mengobati kerinduan saya dan kemungkinan juga fans si Akang lainnya. Karena si Akang mesti menunggu pakai lama sih buat penampakan. Lima belas lagu di album yang hadir setelah tujuh tahun ini, masing-masing lagu seperti memiliki kekuatan dan energi sendiri. Bisa saling mengisi dan melengkapi dengan kedalaman makna yang bisa membuai. *Ampuun, apa sih ini?

Intinya bagi saya, golongan fans garis keras MZ,  si Akang Maher Zain benar-benar sukses membuktikan bahwa lagu religi tidak harus selalu terjebak dalam koridor konvensional yang terkadang malah monoton dan membosankan. Bravo, Akang! Tahun depan kita ultah bareng lagi ya.... Eh?

"Good Day"
(feat. Issam Kamal)

Woke up with the light
A sky so blue upon my eyes
With a thankful heart
Today is another brand new start
I feel so positive
Just want to do my best
And show this world I’m living in
All of the love that I can give, give, give

There are many things that I can do
Many things yeah
That can make me feel so close to You
To You, to You, to You, oh!
This joy within my heart can’t be removed
Within my heart when I’m...
Loving, loving, loving, loving You, yeah!

[Chorus:]
Oh, everyday is a good day
I put my life in Your hands Allah
You will always lead my way

Oh, everyday is a good day
I give my life to You Allah
You will always lead my way

I love this morning breeze
Love how it can revive my soul
I’m so glad to be
Surrounded by the people I know
Filled with happiness
Just wanna give my all
And be all that I can be
Share all my love and energy, yeah!

There are many things that I can do
Many things yeah
That can make me feel so close to You
To You, to You, to You, oh!
This joy within my heart can’t be removed
Within my heart when I’m...
Loving, loving, loving, loving You, yeah!

HK, 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar