Laman

Selasa, 16 Agustus 2016

Lika-Liku Paralegal BMI di Hong Kong


Jika ada yang sempat bertanya-tanya,  selama ini begitu banyak persoalan yang mesti dihadapi BMI HK, sementara menurut kabar yang beredar pelayanan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong masih tergolong buruk, lalu ke mana dan siapa yang selama ini bersedia menjadi tempat bertanya dan membantu BMI yang sedang bermasalah? Jawabnya adalah Paralegal BMI Hong Kong!

 
Mengenal Istilah Paralegal

Paralegal adalah seseorang yang bukan sarjana hukum (berpendidikan khusus tentang hukum), tetapi mengetahui masalah dan memahami tentang advokasi hukum.

Menurut sejarahnya, istilah paralegal pertama kali dikenal di Amerika Serikat sejak tahun 1968 dengan sebutan Legal Asistant. Seseorang yang tugasnya membantu seorang legal (pengacara atau notaris) dalam pemberian konsultasi atau saran hukum kepada klien dan masyarakat, dan bertanggungjawab langsung kepada legal.

Sedangkan di Indonesia paralegal lebih dikenal dan dikembangkan tidak dalam artian sebagai Legal Asistant seperti di Amerika Serikat. Di Indonesia, paralegal merupakan orang yang bekerja untuk organisasi tertentu.

Dikarenakan bekerja untuk organisasi tertentu, maka kelahiran paralegal tentunya melalui proses serangkaian pendidikan secara komprehensif dan berkelanjutan guna membangun kesadarannya, dengan harapan agar selanjutnya ia mampu memperjuangkan pemenuhan hak-hak asasi dari organisasinya melalui aksi pemberian layanan bantuan atau pendampingan hukum.

Eksistensi Paralegal

Sebelum lahirnya Undang-Undang Bantuan Hukum, istilah paralegal tidak ditemukan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Meskipun demikian eksistensinya telah cukup lama dikenal dan berkembang di masyarakat luas. Paralegal sendiri awalnya digagas dan dikembangkan oleh kalangan dari organisasi non pemerintah (non government organization /NGO).

Siapa penggagas dan sejak kapan ada paralegal di Hong Kong, saya pribadi masih kurang jelas. Tetapi saya bisa memastikan jika eksistensi paralegal di Hong Kong sudah ada sejak lama. Hadir seiring bermunculannya organisasi-organisasi progresif BMI HK. Tetapi istilah paralegal sendiri sampai saat ini masih terdengar kurang familiar. Teman-teman BMI di Hong Kong masih lebih akrab menggunakan istilah konselor dan advokasi.

Peran Penting Paralegal

Peran paralegal dalam pemberian layanan bantuan (konseling dan pendampingan) hukum, sangat urgen eksistensinya, mengingat masih banyaknya BMI yang buta hukum, baik hukum di Indonesia pun hukum di Hong Kong. Dan hal ini membuat BMI rentan eksploitasi serta mengalami kesulitan akses terhadap keadilan. Apalagi ketika BMI yang jumlahnya terus meningkat tidak bisa mengharap perhatian sekaligus perlindungan maksimal dari pemerintah (baca: KJRI).

Selama ini paralegal di Hong Kong telah berkontribusi secara nyata baik di lingkup organisasinya sendiri khususnya pun kepada komunitas BMI pada umumnya, salah satu contohnya dalam kasus Erwiana.

Paralegal bukan hanya sekadar menjalankan kerja konselingan tapi juga melakukan kerja advokasi dan pendidikan serta pengorganisasian di komunitas luas agar dapat mendorong tumbuh berkembangnya kesadaran hukum BMI. Hal ini dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat eksistensinya karena didukung oleh kemudahan akses media sosial sebagai ajang bersosialisasi dan berbagi informasi.

Tantangan Menjadi Seorang Paralegal

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, seorang paralegal dilahirkan dan  bekerja untuk organisasinya. Maka jika ada tantangan yang pertama mesti dihadapi oleh paralegal adalah dari organisasinya sendiri. Hal ini berkaitan dengan pengawasan terhadap pelaksanaan kerja-kerja paralegal dan benturan-benturan kepentingan internal.

Mengingat sependek pengalaman saya pribadi juga ditambah curhatan teman-teman yang pernah menjadi tim paralegal, konflik-konflik internal yang kebanyakan terjadi dan sebenarnya hanyalah persoalan individual kerap lebih terasa mengganggu dan melelahkan secara emosional dibandingkan kasus klien yang mesti dibantu dan didampingi proses penyelesaian kasusnya.

Pada sisi eksternal keberadaanya, paralegal dituntut menangani dan memahami secara baik tentang mekanisme dan nilai-nilai etis tugas seorang paralegal. Pun keterbatasan pengetahuan yang dimiliki selalu menuntut paralegal untuk terus membuka mata dan pemikiran lebar-lebar, dan terus belajar baik dari segi teori pun pengalaman praktik serta update terbaru dari hukum perundang-undangan yang berlaku. Sementara di sisi internal, paralegal juga harus berjibaku menghadapi serbuan gelombang emosi yang bisa datang kapan saja dari sudut rasa empati dan simpati terhadap klien (nasib korban) serta bagaimana agar bisa menjaga dan memisahkannya dengan urusan pribadi.

Keberhasilan seorang paralegal atas sebuah kasus kerap menjadi kebanggaan bersama, baik pribadi, organisasi dan korban serta orang-orang di sekitarnya. Tetapi kegagalan atau masalah tambahan atas kasus yang sedang berproses atau ditangani secara otomatis bisa berbalik menjadi pukulan bagi seorang paralegal. Bukan hanya korban yang didampingi tapi organisasi dan orang-orang yang tak memahami duduk persoalan secara baik terkadang juga akan ikut-ikutan menyalahkan. Pfffttt kampreto banget kan?

Harapan Untuk Paralegal BMI

Selain tantangan yang sudah saya sebutkan di atas, yang lebih penting lagi sehubungan eksistensi paralegal adalah belum adanya pengakuan pun legalitas yang kerap dipertanyakan dan cenderung berujung pada resistensi terhadap keberadaan paralegal itu sendiri, sehingga mereka tidak dapat bekerja secara maksimal adalah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah dan mesti dipecahkan bersama.

Adanya legitimasi terhadap eksistensi paralegal, tentunya akan semakin memperkuat eksistensi paralegal, sehingga ke depan mereka dapat berperan secara maksimal dalam kerja-kerja pemberian layanan bantuan dan pendampingan hukum. Misalnya ketika berhadapan dengan agency, KJRI, Labour Tribunal, dll.

Namun saya paham proses untuk sampai kepada legitimasi tentunya tak mudah dan panjang. Setidaknya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi bersama. Di antaranya adalah tentang bagaimana menjamin kapasitas kemampuan paralegal agar sesuai dengan peran dan fungsinya dan bagaimana membuat batas-batas kerja paralegal karena paralegal bukanlah sebuah pekerjaan atau profesi.

Harapan saya semoga saja untuk kedepannya paralegal BMI akan lebih dihargai dan bisa memiliki kapasitas dan integritas yang lebih kuat. Tapi untuk itu tentunya masih perlu mendapatkan pendidikan secara komprehensif dan berkelanjutan dari pihak yang berkompeten, baik mengenai pengetahuan hukum dasar, keterampilan maupun nilai etis seorang paralegal.

Semoga akan ada lembaga pemberi bantuan hukum baik di Indonesia ataupun di Hong Kong yang bersedia memberikan pendidikan khusus bagi paralegal. Atau siapa tahu ada pihak KJRI yang membaca tulisan saya ini dan berkenan menjadikan paralegal BMI sebagai partner kerja untuk menutupi kekurangan SDM mereka. Sebab jika mau jujur diakui, kemampuan paralegal BMI dalam memahami dan menangani berbagai kasus kerap lebih baik dari petugas pelayanan bantuan hukum di KJRI yang hanya mengandalkan pengacara dan tentunya biaya dari uang negara yang tidak sedikit jumlahnya tetapi hasilnya juga tidak seberapa.

HK, 2016

1 komentar:

  1. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
    Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan MBAH WIRANG yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH WIRANG,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH WIRANG atas bantuan nomer togel Nya. Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi MBAH WIRANG di hendpone (+6282346667564) & (082346667564) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya...






    BalasHapus