Laman

Jumat, 02 September 2016

Lensational; Jendela Mimpi Perempuan Marginal


Pameran Foto di Galery Para Site (Poto Credit by Lensational)

Matahari Minggu pagi masih berpayung mendung ketika seorang teman menyampaikan kabar burung tentang kekecewaan beberapa temannya kepada Lensational yang  programnya sedang kami ikuti. Hal tersebut sempat terungkap dengan jelas di akun media sosial mereka.

Kekecewaan mereka mungkin cukup beralasan, secara pernah merasa ditolak ketika akan bergabung dalam salah satu program Lensational. Padahal saya tahu pasti alasan penolakan tersebut dikarenakan yang bersangkutan dan teman-temannya tidak mengisi formulir pendaftaran yang dibagikan via online. Ketika mereka mendadak datang bersamaan pada hari H, terpaksa ditolak pihak panitia karena memang tempat yang tersedia tidak memadai untuk menampung semua peserta. Panitia memiliki kebijakan bahwa kesempatan belajar lebih diutamakan kepada nama-nama peserta yang sudah terdaftar.

Suasana sesi pembukaan pameran 



Mengenal Lensational


Saya pribadi mulai mengetahui adanya Lensational pada pertengahan Juli 2015, setelah beberapa teman yang saya kenal namanya menghiasi beberapa berita media online Hong Kong dengan tajuk "Behind the lens: Hong Kong domestic helpers discover their hidden talent for photography".


Volunter Lensational sedang evaluasi hasil kerja seusai acara pameran (Doc.pri)

Selanjutnya dari hasil penelusuran di laman google ( http://lensational.org ), saya ketahui pula bahwa Lensational adalah nama perusahaan sosial atau NGO non profit yang sengaja didirikan dengan tujuan untuk memberdayakan perempuan marginal di negara-negara berkembang secara ekonomi dan emosional melalui pelatihan fotografi dan penyediaan kamera digital.

Dalam melakukan pelatihan fotografi untuk para perempuan marginal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan di beberapa negara (Hong Kong, Pakistan, Thailand, Nepal, dll), Lensational mengadakan sistem kemitraan dengan LSM lokal dan para fotografer. Sedangkan untuk penyediaan kamera digital bagi peserta pelatihan yang belum memiliki kamera pribadi, biasanya Lensational menerima sumbangan dan pinjaman kamera dari para donatur dan rekanannya.


Pop Up hasil karya saya hihi 


Awalnya mengenai tujuan pemberdayaan secara emosional melalui fotografi, saya bisa langsung memahaminya. Tetapi untuk pemberdayaan secara ekonomi melalui fotografi saya masih penasaran bagaimana cara Lensational melakukannya. Dari penjelasan para relawan ternyata Lensational membantu anggotanya untuk  menjual barang-barang olahan  fotografi (berupa foto, postcard, gantungan kunci dll) serta saham melalui pameran-pameran, lembaga mitra dan platform online.


Workshop Lensational di Hulu Cuture, 2015 (Doc.pri)



Pengalaman Setahun Menjadi Bagian dari Lensational

Pada awal September 2015, seorang teman memberitahu dan membantu saya mendaftar program belajar (workshop) Lensational yang bekerjasama dengan Hulu Culture, sebuah LSM yang didedikasikan dan fokus untuk melindungi warisan budaya tradisional Hong Kong.


Narsis bersama hasil karya itu sesuatu pfffttt

Dalam program tersebut, dengan bimbingan dua orang fotografer profesional, kami diajak mengenal lebih dekat Sai Kung dan menelusuri sejarah berdiri dan perkembangannya hingga menjadi salah satu kota nelayan terkemuka di Hong Kong yang menjadi tujuan wisata kuliner. Selain itu kami juga diberi materi bagaimana cara menyajikan foto dalam bentuk karya seni lainnya: buku pop up, buku cerita bergambar, kartu ucapan, dan bagaimana konsep penyajian foto dalam sebuah pameran.


Foto hasil jepretan saya dan teman-teman dipamerkan dalam bentuk lampion (Doc.pri)


Beberapa bulan kemudian setelah berakhirnya program, karya foto kami, para peserta program belajar fotografi diikutsertakan dalam pameran bertajuk 'The Hong Kong Jockey Club Heritage × Arts × Design (H.A.D.) Walk Project 2016'. Sebuah acara pameran kebudayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Jockey Club dan Hulu Culture dan tahun ini mengambil tema kehidupan suku tradisional  Haka di wilayah Sai Kung dan Shatin. Foto-foto hasil jepretan kami terselip di pameran tersebut dalam design berbentuk lampion.  


Pengunjung Pameran berpose dengan background foto-foto yang dipamerkan (Doc.pri)

Pengunjung antusias mengambil gambar-gambar yang dipamerkan (Doc.pri)

Sekecil apapun bentuk apresiasi tentunya bisa menjadikan kebahagiaan dan penyemangat tersendiri bagi siapapun. Begitu pula yang terjadi hari Minggu kemarin (28/8), saya dan teman-teman yang tergabung dalam program kelas belajar Lensational 2016, yang kali ini terselenggara atas kerjasama dengan Para Site mendadak berkesempatan untuk pameran foto. Benar-benar mendadak dan minimnya waktu persiapan membuat kami yang notabene para pemula di dunia lensa masih serasa sedang bermimpi saja.

Mini pameran yang diikuti oleh 15 orang peserta, pekerja migran dari Indonesia dan Filipina, dan hanya digelar selama dua hari tersebut sudah cukup untuk memotivasi semangat belajar kami. Apalagi ketika seusai pameran kami ketahui kalau ternyata pameran dadakan tersebut ditujukan sebagai ajang pelatihan dan percobaan kami untuk ajang pameran foto yang lebih besar di tahun depan (Maret 2017).


Para fotografer profesional memberi masukan atas foto-foto yang dipamerkan (Doc.pri)

Jendela Mimpi Perempuan Marginal

Keberadaan Lensational, Para Site, Hulu Culture, dan berbagai LSM yang memberi pendidikan gratis sekaligus kesempatan serta upaya pemberdayaan para perempuan marginal yang berangkat dari minat dan bakat mungkin serupa keberadaan pintu kemana saja si Dora Emon, tapi saya pribadi lebih suka menyebutnya sebagai jendela mimpi.

Sebagaimana sebuah jendela, kita bisa membiarkannya tetap tertutup tanpa sesiapapun bisa melongoknya atau membukanya dan menggunakannya agar ruang mimpi-mimpi kita bisa memiliki sirkulasi udara dan mendapatkan asupan cahaya yang lebih memadai. Hingga pada saatnya nanti, mimpi-mimpi yang bertumbuh itu bisa membuka pintunya sendiri dan siap untuk berlari: unjuk diri.


Para peserta pameran berkesempatan belajar mempresentasikan foto-fotonya (Doc.pri)


Dan melalui catatan ini, sebenarnya saya hanya ingin memperkenalkan dan membagikan jendela mimpi itu kepada teman-teman saya yang lainnya. Terutama yang berminat belajar tentang seni fotografi. Untuk tahun ini Lensational memang sudah tidak membuka pendaftaran murid baru, tapi tahun depan setelah acara ulang tahun Lensational yang keempat pendaftaran program belajar untuk kelas baru pasti akan dibuka kembali.


suasana pameran foto (doc.pri)

Menjawab Beberapa Pertanyaan Teman

Berikut ini beberapa pertanyaan teman-teman yang kerap saya terima dan mungkin menjadi pertanyaan teman-teman lainnya yang tidak berani disampaikan.

Apakah saya boleh bergabung dengan Lensational? 
Silakan. Lensational HK terbuka bagi semua teman-teman di Hong Kong.


Bagaimana caranya untuk bergabung dan apa syaratnya?
Biasanya Lensational mengumumkan pendaftaran untuk program kelas mereka di Fanpage Lensational. Anda bisa langsung mendaftar dengan mengisi formulir yang dibagikan, yang biasanya berisi tentang nama, nomor telpon dan keterangan apakah Anda memiliki kamera digital atau tidak. Syaratnya biasanya perekrutan peserta akan diutamakan yang konsisten dan sungguh-sungguh ingin belajar dengan usaha bisa mengikuti kelas dari awal sampai akhir (tidak membolos atau terkendala untuk mengikuti jadwal belajar yang sudah ditentukan).


Bagaimana kalau saya ingin ikut belajar di kelas fotografi Lensational, tapi saya tidak memiliki kamera? 
Tidak apa-apa. Silakan mendaftar dan memenuhi semua persyaratan yang diminta. Tentang kamera pada saat praktik memotret, pihak Lensational akan meminjamkan kamera digital kepada Anda.


Siapa guru fotografi di Lensational?
Fotografer sebagai mentor di program Lensational tidak hanya satu orang dan biasanya berganti-ganti tergantung dengan LSM , Studio atau Fotografer mana mereka bekerjasama.


Di mana tempat belajar Lensational?
Tempat belajar Lensational juga tidak tetap, tergantung dengan siapa dan di mana mereka mengadakan programnya.


Apakah saya harus mengeluarkan biaya untuk mengikuti program belajar Lensational?
Semua program Lensational gratis alias tidak berbayar.


HK, September 2016






2 komentar:

  1. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
    Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan MBAH WIRANG yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH WIRANG,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH WIRANG atas bantuan nomer togel Nya. Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi MBAH WIRANG di hendpone (+6282346667564) & (082346667564) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya...






    BalasHapus
    Balasan
    1. saya IBU KARMILA posisi sekarang di malaysia
      bekerja sebagai ibu rumah tangga gaji tidak seberapa
      setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
      sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
      sempat saya putus asah dan secara kebetulan
      saya buka FB ada seseorng berkomentar
      tentang AKI NAWE katanya perna di bantu
      melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
      karna di malaysia ada pemasangan
      jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
      saya minta angka sama AKI NAWE
      angka yang di berikan 6D TOTO tembus 100%
      terima kasih banyak AKI
      kemarin saya bingun syukur sekarang sudah senang
      rencana bulan depan mau pulang untuk buka usaha
      bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
      terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
      jangan putus asah HUBUNGI AKI NAWE 085-218-379-259 tak ada salahnya anda coba
      karna prediksi AKI tidak perna meleset
      saya jamin AKI NAWE tidak akan mengecewakan



      Hapus