Laman

Sabtu, 02 November 2019

145 Hari Demonstrasi, Warga Hong Kong Menjadi Air yang Mengalirkan Kreativitas Tanpa Batas



Terhitung sejak 9 Juni, seratus empat puluh lima hari sudah gerakan demonstrasi pro-demokrasi berlangsung di Hong Kong. Selama lima bulan ini, saya melihat para aktivis dan demonstran Hong Kong telah mengadopsi sejumlah cara dan menunjukkan kreativitas tanpa batas untuk mempertahankan kelangsungan aksi unjuk rasa mereka. Dari pertunjukan laser pena, flash mob, hingga rantai manusia, yang membuat gerakan massa tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda pada waktu dekat. 

Be Water atau 'Menjadi air' 

Inventifitas telah menjadi prinsip inti dari demonstrasi yang berlangsung di Hong Kong. Terinspirasi dan merujuk pada filosofi ketidakpastian yang dianut legenda kung-fu Hong Kong, Bruce Lee,  para demonstran dalam setiap aksinya "Menjadi Air", cair, fleksibel, dan bergerak cepat seperti gelombang tsunami. 

Para demonstran terus bergerak, mengalir seperti air dalam setiap kesempatan aksi untuk menghindari penangkapan massal oleh polisi. 

Bukan hanya dalam gerakan, dalam ide dan kreativitasnya para pengunjuk rasa juga seperti air yang selalu menemukan celah dan cara-cara kreatif untuk mengadakan aksi massa jenis baru. Misalnya dengan melakukan belanja bersama di mall tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, mengadakan piknik bersama, mengadakan pertandingan olah raga dari lari bersama ahingga sepakbola, juga berkumpul untuk pertemuan keagamaan dan doa bersama. 


Lennon Wall atau Tembok Lennon 

Terinspirasi Lennon Wall di Prague, tembok grafiti publik di Praha yang muncul setelah pembunuhan John Lennon pada 1980, warga Hong Kong membuat Lennon Wall Hong Kong pertama kalinya pada gerakan payung atau umbrella movement 2014.

Berbeda dengan Lennon Wall sebelumya, pada gerakan anti-ekstradisi 2019, sejak awal Juli, tembok yang dipampang dengan kertas tempel berwarna-warni, poster dan slogan tersebut bermunculan di lebih dari seratus lokasi di seluruh kota, dengan mengambil titik publik di area terowongan pejalan kaki dan di dekat stasiun kereta bawah tanah.

Tembok Lennon mulai bermunculan seperti jamur mekar di mana-mana, setelah para pendukung pemerintah merobohkan Tembok Lennon utama yang berada di luar parlemen kota pada awal protes musim panas. Para aktivis demokrasi menciptakan Lennon Wall yang baru di lingkungan lokal mereka.

Area dinding yang berisi tuntutan warga pro-demokrasi tersebut hingga saat ini sudah menjadi dinding perang dingin, tak jarang diruntuhkan dan diobrak-abrik oleh lawan tetapi Lennon Wall akan muncul kembali dalam beberapa jam kemudian. Dihapus, muncul lagi. Dibersihkan, penuh kembali. Malam dihancurkan, siang sudah berdiri kembali. Begitu seterusnya. 

Flash Mob Glory To Hong Kong 

Flash Mob dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan berdasarkan undangan atau imbauan melalui media sosial atau jaringan Internet untuk melakukan suatu hal misalnya berteriak selama 30 detik, berjalan, bernyanyi, menari dan lain-lain dan cepat menyebar sebelum polisi atau petugas keamanan tiba. 

Para demonstran Hong Kong yang telah lama menggunakan musik dan lagu dalam tahun-tahun demonstrasi demokrasi Hong Kong awalnya dalam gerakan anti-ekstradisi mereka menyanyikan lagu  "Sing Hallelujah to the Lord" dan "Do you hear the people sing?" Namun, sejak memiliki lagu "Glory to Hong Kong" yang ditulis oleh seorang komposer anonim, para demonstran melakukan konser malam kilat di mal-mal kota dan bahkan di pertandingan sepak bola.

Ratusan hingga ribuan orang bisa berkumpul beberapa menit hanya untuk menyanyikan lagu istimewa tersebut tiap malam di banyak tempat. Hingga bisa dibilang sejak dipublikasikan, Glory to Hong Kong menjadi lagu paling populer dan paling banyak dinyanyikan oleh warga Hong Kong. 

Pertunjukan Pena Laser 

Laser pointer pada awalnya digunakan oleh pengunjuk rasa yang berada di garis depan untuk menunjukkan posisi polisi, mengalihkan perhatian polisi dan menghentikan orang dari mengambil foto atau video aksi mereka.

Namun sejak 7 Agustus, setelah sehari sebelumnya Ketua Serikat Mahasiswa Baptist University, Keith Fong, ditangkap dengan tuduhan kepemilikan barang berbahaya karena telah membeli 10 buah pena laser di area Sham Shui Po, para demonstran mulai mengadopsi laser pena secara massal. 

Para demonstran mulai  mengadakan "pertunjukan cahaya" di luar kantor polisi dan pada sebagian besar pertemuan publik. 

Hong Kong Human Chain atau Rantai manusia 

Rantai manusia pertama kali diadopsi para demonstran pada 23 Agustus, bertepatan dengan hari peringatan 30 tahun Jalan Baltik, ketika lebih dari satu juta orang bergandengan tangan dalam demonstrasi besar anti-Soviet.

Puluhan ribu warga telah mengambil bagian dalam aksi rantai manusia di seluruh kota pada malam tersebut, beberapa rantai manusia bahkan terbentuk di atas bukit-bukit terkenal seperti The Peak dan Lion Rock. 

Sampai saat ini, para pelajar sekolah menengah juga selalu melakukan aksi membentuk rantai manusia setiap pagi sebelum jam masuk kelas.

Sejuta Jeritan Malam atau Million Scream

Terinspirasi oleh cacerolazos, suatu bentuk protes yang muncul di Chili yang otoriter selama tahun 1970-an dan sejak itu telah diadopsi oleh berbagai gerakan di pelbagai penjuru dunia. Di kota yang terkenal dengan konsentrasi gedung pencakar langit tertinggi di dunia, pada tiap pukul 10 malam akan terdengar suara jeritan yang meneriakkan slogan-slogan populer demonstran seperti "Bebaskan Hong Kong, revolusi sekarang" dan "Tidak ada perusuh, hanya tirani" yang memantul dan bergema di mana-mana.

Para pengunjuk rasa memulai gerakan meneriakkan slogan-slogan dari jendela apartemen mereka pada malam hari sejak 19 Agustus. Menurut warga Hong Kong, mereka menjerit bersahut-sahutan tiap malam di jendela rumah mereka bukan karena gila. Tetapi sebaliknya, cara itu diyakini sebagai cara efektif untuk menolak kegilaan dan menyalurkan emosi warga yang hingga saat ini kelima tuntutan utamanya belum dipenuhi pemerintah Hong Kong. 

Demonstrasi dengan Seni 

Selama gerakan anti-ekstradisi berlangsung, para seniman yang menghasilkan lukisan, kaligrafi, komik, patung dan selebaran-selebaran menakjubkan telah bekerja sepanjang waktu untuk memberikan latar belakang artistik demonstrasi mereka.

Sebagian besar karya seni tersebut didistribusikan dengan cara yang sangat modern, dibagikan di forum online atau di-ping ke ponsel orang menggunakan Bluetooth dan Airdrop.

Sudah lazim bagi telepon seseorang untuk menerima beberapa selebaran dan poster digital setiap hari, terutama saat berada di kereta bawah tanah.

Segera karya seni yang sama akan dicetak dan ditempatkan di Lennon Wall kota, yang telah menjadi kanvas perbedaan pendapat yang terus berkembang atau digunakan dalam aksi massa. 

Bendera 

Kelompok-kelompok kecil pengunjuk rasa terlihat mengibarkan bendera Inggris, era kolonial Hong Kong dan Amerika Serikat.

Namun sejauh ini bendera yang paling umum dan banyak digunakan adalah "bauhinia layu", twist pada bendera resmi Hong Kong, bunga bauhinia putih yang sebenarnya berlatar belakang merah, latar belakangnya diubah jadi hitam, untuk mencerminkan suasana jalanan, dan bunga bauhinia layu yang berlumuran darah.

Seniman pemberontak Tiongkok yang berbasis di Australia, Badiucao, yang menggambar kartun harian untuk gerakan demonstrasi yang berlangsung di Hong Kong, juga telah membuat bendera kotak berwarna pelangi, yang dimaksudkan untuk melambangkan Lennon Wall Hong Kong.

Lambang populer lain yang saat ini banyak digunakan adalah julukan untuk Beijing yaitu "Chinazi", bendera merah dengan bintang kuning berbentuk swastika.

Selain beberapa krestivitas di atas, para demonstran anti-ekstradisi di Hong Kong juga melakukan blokade atau pengepungan kantor polisi di berbagai distrik, melakukan boikot terhadap merk barang, toko, restoran dan berbagai hal yang dianggap menolak dan tidak mendukung gerakan mereka atau anti demokrasi.

Aksi kampanye petisi dan pengumpulan dana juga mengambil peran penting dalam gerakan, karena dana yang terkumpul selain digunakan untuk memasang iklan agar mendapatkan perhatian dunia Internasional juga digunakan untuk membuat karya seni dan membantu para demonstran yang harus berurusan dengan pengadilan karena tertangkap polisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar