Senin, 20 April 2020

3 Alasan Kenapa Jomblo Harus Nonton The King: Eternal Monarch


doc.screenshot pribadi 


Setelah 3 tahun hiatus, Lee Min Ho yang menjalani wajib militer tanpa combat dengan menjadi petugas layanan publik di Suseo Social Welfare Center Gangnam kembali mengguncang dunia 'perdrakoran'. Disebabkan banyak orang yang kangen serta penasaran pada totalitas akting terbarunya, Drama The King: Eternal Monarch yang dibintanginya memecahkan rekor di SBS untuk penayangan perdananya pada hari Jumat kemarin (17/4/2020).

Dalam drama romansa fantasi yang mengisahkan dua dunia paralel yang di satu sisi dunia digambarkan sebagai Korea yang monarki konstitusional dan di sisi lainnya lagi sebagai dunia yang mirip dengan Korea masa kini, Lee Min Ho berperan sebagai Kaisar Muda Lee Gon yang jomblo.

Lee Gon merupakan kaisar generasi ketiga Korea. Di mata warga kerajaannya, Lee Gon adalah sosok pria penguasa yang sempurna, berwajah tampan, bersikap amat tenang, berpenampilan rapi dan seksi serta punya skill yang unggul bukan hanya di bidang sastra, fisika, matematika dan sejarah, tapi juga di dunia seni bela diri dan olahraga (taekwondo, berpedang, renang, lari, dayung, berkuda, dll). 

Tak ada yang tahu kalau sebenarnya di balik semua itu, karena tragedi masa kecilnya, Lee Gon yang memiliki bekas luka di lehernya cenderung sangat sensitif, kompulsif, dan lebih menyukai buku dan angka-angka dibandingkan berkomunikasi dengan sesama manusia lainnya.

Berikut 3 alasan kenapa para jomblo harus nonton The King: Eternal Monarch 

1. Karena jomblo butuh inspirasi dari sesama jomblo.

Dengan menonton Kaisar jomblo Lee Gon yang dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya tetap merasa kesepian dan mencari-cari serta merindukan sosok yang bahkan tidak diketahui keberadaannya. Setidaknya para jomblo tidak perlu mengasihani diri sendiri dan bisa bilang: Tuh, Lee Gon yang sempurna aja juga mesti berusaha serta menunggu waktu tiba untuk menemukan jodohnya kok. Jadi jomblo bukan tentang kesempurnaan atau kekurangan, jomblo itu hanya soal waktu. Semangat! 

2. Karena dunia pararel menjanjikan harapan dan kesempatan bagi jomblo.

The King: Eternal Monarch bukan cerita pertama yang menggunakan setting dunia pararel yang memang selalu menarik. Ada puluhan film dan novel lain, yang juga menggunakan dunia pararel sebagai latar, misalnya saja The Lake. 

The Lake bercerita tentang dua jomblo, Kate dan Alex yang tinggal di rumah yang sama dengan tahun berbeda. Tanpa saling menyadari keduanya tinggal di dunia pararel, di mana masa depan bagi Alex adalah masa lalu bagi Kate. Keduanya terlibat surat menyurat lintas waktu hingga akhirnya berhasil berjumpa dan akhirnya bisa hidup bersama sakinah mawadah warohmah. Eh? 

Setidaknya dengan menonton cerita dengan latar dunia pararel, para jomblo bisa optimis sekaligus menghibur diri kalau-kalau seseorang yang dirindukan tapi belum ditemukan itu ternyata tinggal di dunia pararel. Sangat dekat dan bersinggungan, selalu bersama hanya berbeda lintas waktunya saja. 

Ya, siapa tahu akan tiba masa bagi para jomblo untuk menemukan pintu yang bisa diterobos seperti pintu yang dilalui Lee Gon untuk bertemu Detektif Jung Tae-eul. 

3. Karena jomblo butuh hiburan dan piknik.

Menonton The King: Eternal Love sama halnya drama korea unggulan lainnya, bisa menjadi hiburan yang luar biasa karena jalan cerita yang menjanjikan dan para pemain yang aktingnya gak diragukan.

Selain itu, meski baru tayang dua episode, sinematografi TKEL ini terlihat sangat indah. Pemandangan yang diambil dari seluruh wilayah Korea dengan bumbu grafik komputer yang canggih membuat dunia pararel di dalam drama yang 'melo-melo gimana' ini terkesan nyata. Jadi para jomblo bisa berasa sedang piknik gratis saat menontonnya.


Oh ya pembaca, baik yang jomblo pun non jomblo, berbicara tentang dunia pararel, hingga saat ini para ilmuwan sedang melakukan penelitian loh. Jika suatu hari terbukti dunia pararel itu ada, kita akan bisa melihat ke salah satu dunia alternatif tersebut dan menemukan seperti apa kehidupan dan kondisi kita di sana? Antara seru dan mengerikan sih sebenarnya. Jadi pada akhirnya anggap saja menonton The King Eternal Monarch sebagai persiapan kalau-kalau suatu hari kita benar-benar tersesat ke dunia pararel kita.




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Kisah Galau di Hati Minggu

Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan o...