Rabu, 27 Mei 2020

Itaewon Class: Tentang Dendam, Mimpi, Cinta dan Persahabatan

 


Usai maraton nonton Itaewon Class, saya bisa bilang drama korea satu ini benar-benar paket lengkap cerita yang recomended! Such a mix of emotions, great plot, great pacing, amazing acting all round, engaging OST and exquisitely shot scenes! 

Berbeda dengan drama lainnya, saya menonton Itaewon Class bukan atas rekomendasi teman atau karena aktornya atau tertarik review orang. Jadi nggak punya gambaran bakalan kayak apa IC. Tapi pada beberapa episode awal saya tercengang karena drama ini ternyata dinamis dan banyak mengeksplorasi beberapa masalah yang progresif dan nyata. Dan setiap karakter yang muncul begitu nyata dan kompleks. 

Drama ini berkisah tentang perjuangan Park Sae Ro Yi  untuk membalas dendam atas ketidakadilan yang dialaminya. Park Sae Ro Yi yang memiliki cita-cita menjadi polisi memegang teguh prinsip hidupnya untuk melakukan apa yang dianggap benar meski apapun yang terjadi. Karena prinsip itulah, Saeroyi dikeluarkan dari sekolah karena memukul Jang Geun Won yang sedang membully teman sekelasnya. Jang Geun Won semena-mena karena ayahnya Jang Dae Hee adalah pemilik perusahaan Jangga yang merupakan perusahaan nomor satu dalam industri makanan di Korea.

Park Sae Ro Yi bisa tetap bersekolah asal dia mau berlutut dan meminta maaf pada keluarga Jang. Tapi meski tahu ayahnya adalah karyawan Jangga, Saeroyi  menolak meminta maaf atas kesalahan yang tidak diperbuatnya. Ayah Saeroyi yang diminta membujuk anaknya agar mau meminta maaf pun malah mendukung Saeroyi dan memilih mengundurkan diri dari perusahaan. 

Sampai di sini, bisa jadi penonton akan menyayangkan sikap Park Sae Ro Yi yang keras kepala yang selain membuatnya putus sekolah  juga membuat ayahnya jadi pengangguran. Tapi, Mr. Park justru berpikiran lain, lelaki itu sangat bangga pada anaknya yang telah bersikap penuh percaya diri untuk melakukan apa yang dianggapnya benar. 

"You have no idea how proud I was. I want you to keep living like that, son." ~Mr. Park.

Pasangan ayah dan anak tersebut digambarkan tetap optimis untuk melanjutkan hidup penuh mimpi hingga Mr Park tiba-tiba meninggal akibat tertabrak mobil Jang Geun Won. Ketika tahu Geun Won menabrak orang sampai meninggal, Mr Jang dengan kekuasaan uangnya malah memutar balikan keadaan dengan memenjarakan Park Sae Ro Yi dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Geun Won. Nggak tanggung-tanggung akibat memukul Geun Won karena marah tahu ayahnya sudah ditabrak sampai mati, Saeroyi malah divonis penjara 3 tahun. 

screenshot saat Saeroyi dikunjungi Mr Jang, ekspresi marah Saeroyi benar-benar keren.

Jadi udah dibuat putus sekolah, kehilangan ayah sebagai keluarga satu-satunya, eh masih harus terpenjara 3 tahun lamanya. Gimana Saeroyi nggak dendam coba? Saya aja yang nonton juga ikutan dendam hahaha. 

Menariknya pembalasan dendam yang dipersiapkan Park Sae Ro Yi ini yang menurut saya keren. Saeroyi mempelajari seluk beluk perusahaan Jangga dan autobiograpi Jang Dae Hee sebagi musuhnya yang kemudian menginspirasinya dalam hal bisnis. Karena itu juga ia banyak membaca buku tentang cara berbisnis dan mulai bermimpi untuk membuka bar sendiri suatu hari nanti. Jadi Saeroyi menetapkan cara balas dendam pada keluarga Jang adalah dengan membangun bisnis untuk menyaingi dan menghancurkan bisnis keluarga Jang. Benar-benar mimpi besar yang terlihat tak mudah diwujudkan oleh seorang pemuda yang notabene bukan anak orang kaya, tidak terlalu pintar, hanya memiliki ijazah SMP, mantan napi pula. 

Setelah keluar dari penjara, hal pertama yang dilakukan Saeroyi adalah menemui Oh Soo Ah, cinta pertama sekaligus satu-satunya temannya. Ketika ditanya Soo Ah apa rencananya, Saeroyi bilang ingin membuat bar di Itaewon. Soo Ah yang karakternya realistis dan cenderung ingin hidup nyaman dan aman mengingatkan bahwa selain membangun bisnis itu tidak mudah, di Itaewon juga harga sewa gedung tidak murah. Soo Ah bertanya lagi, kapan rencana bikin bar-nya? Saeroyi menjawab, tujuh tahun lagi karena ia akan bekerja dulu untuk mengumpulkan uang. 

Dan dalam tujuh tahun itu ternyata Saeroyi sebagai mantan napi yang telah melakukan banyak pekerjaan berat dari memancing, kerja kuli bangunan sampai kerja di pabrik untuk ngumpulin duit, benar-benar balik ke Itaewon untuk mendirikan kedai dengan nama Dan Bam atau Honey Light. Dari sinilah cerita jatuh bangun bisnis Saeroyi dan balas dendamnya dimulai. 

Drama IC ini benar-benar berbeda dengan drama klasik lainnya yang menye-menye dan terlalu dramatis sampai nggak realistis. This drama is about persistency, consistency, integrity, trust, and hardwork is not enough for make dream be come true. Jadi drama ini nggak cuma punya satu karakter utama yang kuat lalu dengan usaha dan keberuntungannya bisa sukses dan berhasil membalas dendam. Oh, tidak semudah itu Ferguso! 

Drama ini penuh lika-liku dan plot twist serta beberapa karakter unik yang berkelindan sama pentingnya. Tidak seperti drama kebanyakan yang fokus pada tokoh utama satu atau dua orang, sementara sisanya cuma pemeran pendukung yang muncul sesekali tanpa penokohan yang kuat. 

Sebelumnya Park Seo Joon bukan aktor favorit saya, meski saya udah nonton What's Wrong with Secretary Kim dan Hwarang: The Poet Warrior Youth. Nggak tahu kenapa di dua drama itu karakter utama yang diperankan PSJ menurut saya nggak begitu menarik. Tapi setelah menonton PSJ memerankan Park Sae Ro Yi penilaian saya berubah, I Love PSJ!  Langsung saya masukin keranjang aktor drakor pilihan. 

Secara Park Seo Joon berhasil banget memerankan karakter Saeroyi yang idealis dan memegang teguh prinsip, sadar kapasitas diri, mau belajar dan tidak sok tahu, serta tangguh bisa survive. As long as he's alive it's not a big deal. He is the man of his word and know his own value, terbukti dengan cara dia mewujudkan mimpinya. Biar lambat asal selamat eh asal terwujud.

Scene favorit saya adalah saat Saeroyi menghibur Ma Hyun Yi yang sedang down karena statusnya sebagai transgender terkuak dan mendadak menjadi bahan pembicaraan orang.

"You don't need to convince others about who you are." 

Kalimat Saeroyi terasa personal dan familiar bagi saya, ya kita nggak perlu repot-repot menunjukkan dan membuktikan siapa diri kita kepada orang lain yang hanya bisa mencemooh dan menjadikan serta membully kita. Kita yang paling tahu diri kita. Fighting!

Karakter Park Sae Ro Yi nggak sempurna, itu yang saya suka. Jadi lebih manusiawi. Sisi keras kepala, idealis yang kebangetan dan jujur apa adanya membuat sosok Saeroyi jadi nyebelin sekaligus bikin gemes yang ngelihatnya. Pingin ikutan ngelus kepalanya seperti kebiasaan Saeroyi kalau sedang gugup atau memikirkan sesuatu hal yang penting. Oh ya saking konsistennya si Saeroyi ini, model rambutnya sejak SMA sampai akhir cerita gak berubah hahahaha. Padahal karakter lainnya sepanjang cerita ganti model rambut beberapa kali.


Karakter utama kedua adalah Jo Yi Seo yang diperankan Kim Da Mi. Jo Yi Seo digambarkan sebagai seorang influencer beken di medsos dengan kecerdasan IQ 162 dan hipster Korea. Tapi di balik penampilannya yang keren itu, ternyata ia mengidap penyakit mental sociopathic tendencies yang membuatnya tega melakukan apa saja demi tercapai tujuannya.

Sepanjang menyimak banyak karakter cewek di drama Korea, karakter protagonis Jo Yi Seo ini beda banget, gak menye-menye dan strong. Jo Yi Seo cewek genius dan multi talenta yang super pede. She have maximum confidence level that I really envy so badly. Saking pedenya, Jo Yi Seo yang baru lulus SMA berani mengajukan diri sebagai manajer Dan Bam. Jo Yi Seo juga rela diusir ibunya yang matre karena ketahuan tidak kuliah dan memilih bekerja di kedai kecil.

"It's not how I raised. I'm not depending on someone else's dream. And I'm not going to live in your dream either. I'm going to live for myself. It's my life." ~Jo Yi Seo~

Daebak! Jo Yi Seo benar-benar berjuang untuk mendapatkan cinta Saeroyi, tapi bukan dengan cara merayu. Dia berusaha dan bekerja keras untuk menunjukkan kapasitas dirinya dengan menjadi orang yang dibutuhkan Saeroyi. Berbeda dengan So Ah yang karena merasa sudah mendapatkan cinta Saeroyi jadi meminta dan menunggu Saeroyi memperjuangkan cintanya, Jo Yi Seo justru setia mendampingi dan bekerja untuk membuat Saeroyi bahagia. Jadi kalau Yi Seo berhak mendapatkan cinta Saeroyi bukan cuma karena dia sangat mencintai Saeroyi, tapi karena dia telah bekerja keras dan banyak berkorban serta terluka karena Saeroyi. Sepertinya begitulah cinta, harus bersedia mendukung orang yang dicintai sejak dari nol seperti Yi Seo, bukan tak mau ambil risiko dan hanya menunggu orang yang dicintai menjadi kaya dan berhasil seperti Soo Ah.

Selain Park Sae Ro Yi dan Jo Yi Seo, Itaewon Class juga menampilkan berbagai tokoh dengan karakter yang unik dan berbeda yang berhasil mendobrak standar penampilan dan stereotip para pemeran drama Korea.

Karakter Ma Hyeon Yi sebagai kepala chef di DanBam, seorang transgender yang berusaha agar dirinya diterima oleh lingkungannya. Choi Seung Kwon mantan teman sebui Park Sae Ro-yi saat di penjara yang berusaha keras mengubah sifat premannya menjadi orang baik-baik yang loyal kepada bos dan rekannya. Juga ada karakter Tony Kim, seorang keturunan Afrika-Korea yang sering mendapat diskriminasi karena warna kulitnya.


Karakter tim DanBam atau  geng Itaewon Class ini begitu saling melengkapi dan membuat drama IC begitu berwarna. Loyalitas, persahabatan, kepercayaan, serta kekuatan saling mendukung menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menjalankan bisnis DanBam. Chemistry para pemain yang begitu bagus membuat Itaewon Class semakin seru.

Persahabatan tim Dan Bam sangat unik, secara orang-orang yang menjadi satu kelompok ini dipilih Saeroyi yang anti sosial atau tidak memiliki pengalaman berteman secara acak, dan kesemua orang pilihan tersebut sama seperti Saeroyi: rapuh dan butuh pelukan eh?

Bagian terbaik dari lingkaran pertemanan Tim Dan Bam ini adalah mereka semua bersandar satu sama lain dan bersedia mempertaruhkan segalanya untuk satu sama lain. Bikin saya jadi iri setengah mati hiks.

Setting IC mengingatkan saya pada beberapa tempat di Hong Kong: Wan Chai, Central dan Mong Kok. Kota yang ramai, multietnik, banyak bar dan pertokoan. Pokoknya, suatu hari jika saya bisa ke Korea Selatan, Itaewaon pasti masuk list tempat yang wajib saya kunjungi.

Terlepas dari semua hal di atas, saya menganggap drama korea itu punya nilai plus kalau soundtrack-nya keren, sesuai suasana dan cerita. Ada beberapa drakor yang sudah saya unduh ost-nya, misalnya saja Goblin dan Born Again. 

Dan Itaewon Class ini memiliki banyak soundtrack dengan berbagi genre yang membuat saya kesengsem banget. Saat scene sedih terdengar lagu ‘Still Fighting It‘ yang dinyanyikan Lee Chan Sol atau ‘Someday, The Boy’ dari The Feel yang membuat suasana semakin sendu dan emosional sampai baper. Kemudian di saat adegan Park Sae Ro Yi begitu bersemangat untuk bangkit dari kegagalannya, terdengar lagu ‘Start‘ dari Gaho. Lagunya yang upbeat benar-benar menyemangati bukan cuma Saeroyi tapi juga saya sebagai penontonnya. Alhasil seusai nonton IC saya pun mengunduh ost-nya juga. 



Oh ya, kehadiran aktor Park Bo Gum sebagai cameo di episode akhir merupakan bonus buat penonton Itaewon Class. Bikin saya ngiler bayangin makan mie bikinan koki setjakep Park Bo Gum. Wew!



1 komentar:

  1. SAYA MENYAMBUT ANDA SEMUA DI PAGE INI
    INI IALAH CERITA SAYA

    Saya MURNI SANTI, seorang wanita, ibu, kakak dan rakan dari (Bekasi), Indonesia, saya seorang PENGURUS ESTATE SEBENAR dan saya mengalami banyak tekanan kewangan baru-baru ini, tidak ada yang mahu meminjam wang kepada kami untuk menyelesaikan projek komersial kami yang telah dibina dalam beberapa bulan sekarang. Saya telah ditipu oleh beberapa syarikat pinjaman palsu yang menuntut sejumlah besar wang daripada saya tanpa kami menerima pinjaman.

    Saya kecewa, suami saya berusaha sebaik mungkin dan menolong, saya akan membunuh diri kerana kesakitan, terlalu berat untuk ditanggung dan saya kehilangan harapan, sehingga saya diperkenalkan kepada SEMUA PINJAMAN GRANT GLOBAL sebuah syarikat pinjaman yang ditaja oleh bank dunia itu sendiri.

    Saya memutuskan untuk memohon pinjaman dan menghubungi syarikat itu, pegawai pinjaman mereka yang benar-benar memberi saya harapan dan memberitahu saya jangan bimbang syarikat itu akan meminjamkan wang kepada saya, walaupun jumlah yang saya perlukan sangat besar, dan semua yang saya dapat berikan kepada mereka keperluan yang merupakan beberapa maklumat peribadi, yang saya lakukan.

    Saya melalui semua proses, mereka berjanji akan meminjamkan wang yang saya minta setelah mengesahkan saya layak untuk mendapat pinjaman, saya diminta untuk menunggu, yang paling mengejutkan adalah pinjaman yang dimasukkan ke dalam akaun saya dan saya mengesahkannya .. Kami syarikat kembali dari segi kewangan dan keluarga saya berjaya dengan baik ini menjadikan hidup saya lebih baik, saya bersyukur kepada Allah dan semua PINJAMAN PEMBERIAN GLOBAL
    GMAIL ..... allglobalgrantloan@gmail.com

    UNTUK MENGHUBUNGI SAYA
    NAMA Syarikat: SEMUA PINJAMAN GRANT GLOBAL
    EMAIL Syarikat: allglobalgrantloan@gmail.com.
    Whatsapp Syarikat: +1(304)997-4034
    Nama Saya: MURNI SANTI
    E-mel Saya: murnisanti55@gmail.com

    BalasHapus

Featured Post

Kisah Galau di Hati Minggu

Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan o...