Jumat, 22 Mei 2020

Unforgettable: Tentang Memeluk Luka Dalam Ingatan


Jika kamu memiliki ingatan-ingatan tentang; persahabatan, kehilangan, kesalahpahaman, penyesalan, cinta pertama dan luka-luka kenangan, dijamin kamu bakalan tertawa sekaligus menangis ketika menonton film Unforgettable/ Pure Love! 

Film Korsel Unforgettable/ Pure Love bernuansa retro dengan setting jadul ini dibuka dengan adegan suara seorang penyiar radio musik dan lanskap malam Korsel. "Surga itu adalah tempat di mana saat ini kamu berada bersama orang-orang yang kamu cinta ..."

Kemudian berawal dari sebuah surat pembaca dan request lagu Dust In The Wind, cerita 23 tahun sebelumnya tentang persahabatan 5 remaja; Soo Ok, Beom sil, Gil Ja, San Dol dan Gae Deok  pun bergulir.

Keempat remaja yang bersekolah jauh di seberang pulau menghabiskan liburnya di kampung tepi pantai untuk menemani Soo Ok yang karena kelainan tulang kaki tidak bisa bersekolah atau pergi kemana-mana layaknya mereka. 


Di antara kelima sahabat itu, Soo Ok adalah sosok yang paling suka traveling dan punya banyak mimpi. Teman-temannya yang menyayangi dan menerimanya apa adanya selalu setia membantu aktivitasnya dengan menjadi kaki Soo Ok. 

Ketika Soo Ok mengatakan pingin pergi berlayar ke sebuah pulau kecil lainnya di tengah laut, keempat sahabatnya pun berusaha mewujudkannya meski dengan risiko mesti mencuri kapal dan menanggung hukumannya bersama-sama.

Ketika Soo Ok makbedunduk mengatakan pingin ikutan lomba menyanyi karena mengharapkan salah satu hadiah dari lomba tersebut, sahabatnya berusaha membantunya berlari mengantar Soo Ok dengan gerobak. Bahu membahu mereka menarik dan mendorong gerobak untuk mengejar waktu perlombaan yang sudah mepet.

Tidak hanya bercerita tentang persahabatan, film ini juga bercerita tentang kisah cinta remaja antara Soo Ok dan Bum-Sil yang dibumbui kecemburuan juga. 


Bum Sil yang pemalu adalah lelaki yang selalu setia meminjamkan punggungnya untuk menggendong Soo Ok yang cerewet dan ceria. Lambat laun, cinta di antara keduanya pun diam-diam tumbuh dalam kesunyian. Alhasil cinta itu baru terungkap 23 tahun kemudian, setelah waktu melesat jauh....

Bum Sil tidak pernah tahu kalau keinginan Soo Ok ikutan lomba nyanyi cuma kepingin mendapatkan hadiah radio tape recorder untuk diberikan kepada Bum Sil.

"Ibu! Bukannya hadiah itu hadiah utama milik Soo Ok kemarin, kenapa ada di sini?" 

"Iya! Soo Ok tadi pagi datang untuk menukar hadiah lomba, katanya dia lebih suka hadiah yang yang ibu dapatkan." 

Didorong mimpi-mimpi sekaligus takut ditinggalkan dan dilupakan Bum Sil dan teman-temannya yang bisa bebas kemana-mana, Soo Ok terobsesi agar kakinya bisa dioprasi. Ketika mengetahui kenyataan bahwa operasi juga tak menjamin ia bisa berjalan lagi, Soo Ok depresi dan menceburkan diri ke lautan. 

Kepergian Soo Ok sebagaimana kepergian orang bunuh diri lainnya, meninggalkan luka-luka yang menganga di dada ke empat sahabatnya. Dan luka-luka yang disembunyikan selalu saja menjadi bayi-bayi kesedihan dan kesakitan di dalam ingatan jika pemiliknya tak berusaha berdamai dan memeluknya. 

Itulah kenapa ketika saya menonton film ini sambil tertawa dan menangis sendirian semacam sebuah perjalanan. Perjalanan untuk kembali kepada kenangan, dan berusaha memeluk luka-luka yang masih ada dalam ingatan.

Hmm... aslinya yang bikin kenapa menonton dan apa yang paling saya sukai dari film ini adalah DO aka Do Kyungsoo! Akting idola saya yang memakai andalan 'bahasa mata' ini benar-benar jaminan bikin penonton baper. Seperti pernah saya bilang ke teman sesama pecinta drakor, DO punya kelebihan dalam menyampaikan setiap karakter sosok yang diperankan melalui matanya yang bulat besar itu.
Nggak heran kalau karena perannya di film ini, DO meraih penghargaan aktor paling populer Baeksang Arts Awards ke-53 pada tahun 2016 lalu. Daebak! 

Oh ya gara-gara nonton film ini, lagu di playlist hape saya bertambah dua: Dust In The Wind dan The Water is Wide. 

"The water is wide, I cannot swim ore. And neither have I, the wings to fly. Give me a boat
that can carry two and we both shall row, my true love and I ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Kisah Galau di Hati Minggu

Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan o...